Customer Service Excellence Training – 8 Jam – 4 Sesi – DJAJENDRA

The Best Practices

Program  8 Jam – 4 Sesi

Customer Service Excellence Training

Judul: HOW TO WIN AND KEEP CUSTOMERS

“Customer Service Dengan Kecerdasan Etika pelayanan Tahu Bahwa Kesuksesan Perusahaannya Sangat Tergantung Pada Persepsi Pelanggan, Yaitu Saat Pelanggan Merasakan kebaikan Dan Sopan Santun Dari Pelayanan Perusahaan.”- Djajendra

 

Deskripsi

Sikap dan penampilan dari pelayanan berkualitas  seorang Customer Service merupakan kesan pertama yang dikirimkan perusahaan kepada para pelanggan. Kesan pertama ini harus positif, agar pelayanan yang diberikan perusahaan melalui Customer Service dapat memberikan perasaan senang kepada para pelanggan, sehingga para pelanggan atau konsumen bisa menjadi lebih loyal, senang, kerasan dan puas dengan pelayanan yang mereka terima dari Customer Service. Tetapi sebaliknya, bila kesan negatif yang diterima para pelanggan karena tindakan atau sikap penampilan Customer Service yang negative, maka para konsumen atau pelanggan akan kecewa, dan mungkin akan enggan berkunjung lagi ke perusahaan.

Sikap penampilan yang positif dengan kualitas pelayanan yang sempurna harus benar-benar diterapkan oleh semua karyawan, terutama pada bagian-bagian yang langsung berhubungan dengan para pelanggan atau konsumen. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa sikap dan penampilan positif dari para karyawan yang mendukung pemberian pelayanan pelanggan berkualitas, mempunyai peranan yang strategis dalam upaya menciptakan reputasi dan image positif bagi pelayanan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu mendorong motivasi, moral, kecerdasan emosi, dan sikap baik para Customer Service dalam setiap interaksi dengan pelanggan. Intinya, para Customer Service harus terus-menerus didorong dan dicerahkan agar mereka selalu dalam kondisi yang paling cemerlang untuk melayani para pelanggan.

Untuk memiliki sikap dan penampilan pelayanan berkualitas sangat ditentukan oleh kondisi internal dan eksternal, baik itu dari kepribadian Customer Service, maupun dari sistem dan model pelayanan yang dimiliki perusahaan. Dalam pelatihan selama delapan jam dan empat sesi ini, pembicara akan memfokuskan materi pembahasan untuk mengembangkan kepribadian, etika dan motivasi kerja Customer Service dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan. Peserta ditargetkan untuk mampu bekerja dan melayani perusahaan dan pelanggan melalui kecerdasan emosional dalam pelayanan, sikap dan perilaku positif, kepemimpinan diri sendiri dalam pelayanan, kecerdasan untuk bekerja sama dengan karyawan dan unit kerja pendukung,  etika pelayanan, etos kerja pelayanan, motivasi dan dorongan kualitas moral yang terpuji untuk membangun interaksi positif dengan para pelanggan atau konsumen.

Konsep Dasar Pelatihan

Secara garis besar, Pelatihan Customer Service Excellence berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa setiap Customer Service wajib bekerja dengan etika pelayanan, kecerdasan emosional pelayanan, dalam team work, dan sikap baik untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada perusahaan dan pelanggan.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan Customer Service Excellence bertujuan untuk mencerdaskan emosi, etika, komunikasi, sikap, dan relasi Customer Service, baik dengan para pelanggan, kolega, atasan, dan stakeholders lainnya.

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya jawab, interaktif, brainstorming, diskusi, studi kasus, role play, games, icebreaker.

Peserta Pelatihan

Customer Service, Front liner, Sekretaris, Marketing Executive, Manager, Supervisor, staff atau pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pelayanan prima perusahaan.

Manfaat Pelatihan

• Meningkatkan Kesadaran Peserta Untuk Melakukan Pelayanan Pelanggan Berkualitas Tinggi Secara Profesional.

• Menjadikan Peserta Sebagai Pribadi Bermental Positif, Yang Senang Membina Pelanggan Untuk Menjadi Loyal.

• Membangun Semangat Berkontribusi Peserta Untuk Membangun Standard Service Excellence Yang Berkualitas Tinggi

• Membangun Semangat, Attitude, Dan Ethic Pribadi Peserta Untuk Proaktif Membangun Pelayanan Berkualiatas Tinggi

• Membangun Kecerdasan Emosi Peserta Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pelanggan Yang Tinggi.

• Memotivasi Peserta Agar Selalu Peduli Pada Tingkat Kepuasan Pelanggan

Materi Pembahasan

Sesi 1: Providing Customer Service Excellence

Sesi 2: Customer Service Code of Ethics

Sesi 3: Emotional Intelligence

Sesi 4: The Power of Nice: Focus on Customer Service Success

Untuk Mengundang Djajendra Hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

Membuat Komitmen Dengan Orang Yang Tidak Jujur

“Perilaku Anda Ditentukan Oleh Nilai-Nilai Keyakinan Yang Anda Percaya Dengan Keadaan Dan Tuntutan Kehidupan Anda Ditengah-Tengah Masyarakat.” – Djajendra

Dalam setiap hubungan setiap orang selalu menuntut komitmen terhadap hubungan tersebut. Komitmen adalah kata kunci positif untuk membangun hubungan pribadi, hubungan bisnis, hubungan kerja, dan hubungan-hubungan lainnya yang melibatkan dua orang atau lebih. Komitmen yang diberikan akan selalu diawasi dan dikawal secara etika dan moral, agar komitmen tersebut tidak lari dari kontrol yang mengontrol.

Selalu orang-orang dengan sangat mudah menuntut komitmen dari orang lain, apalagi dalam upaya membangun hubungan pribadi diantara dua orang untuk satu kepentingan bersama, dan semua ini dilakukan hanya melalui kata-kata, tanpa memahami kemampuan orang yang dituntut untuk jujur memberikan komitmen yang diharapkan.

Suatu ketika saya mendengar curhat seorang teman, yang menggerutu karena teman bisnisnya mengabaikan komitmen yang dibuat. Menurut dia namanya komitmen pastilah tidak mungkin tertulis hitam di atas putih, kalau sudah tertulis namanya perjanjian bisnis. Sekarang dia sangat menyesal karena semua komitmen awal tersebut tidak di notariskan, dan dia merasa sangat dirugikan oleh temannya tersebut.

Setelah mendengar gerutu teman ini, saya teringat dengan salah satu nasehat bisnis dari Warren Buffett, “Anda tidak dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang buruk.”

Komitmen itu sesungguhnya mirip-mirip etika. Walaupun secara etika salah, tapi bila tidak ditulis dan dibuatkan sanksi atas pelanggaran etika, maka etika juga akan menjadi sekedar kata-kata moral, yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Demikian juga dengan komitmen, bila komitmen tersebut tidak dirinci dalam sebuah perjanjian tertulis dengan saksi notaris, maka komitmen itu hanya akan menjadi sebuah kata-kata moral yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat.

“Semakin tidak hati-hati orang lain dalam melaksanakan urusan mereka, semakin kita harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan urusan kita.” Kata Warren Buffett

Setiap orang adalah berbeda, dan tidak boleh Anda merasa bahwa setiap orang itu sama jujurnya dengan Anda. Perilaku setiap orang ditentukan oleh nilai-nilai keyakinan yang dia percaya dengan keadaan dan tuntutan kehidupan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Artinya, manusia itu sangat labil dalam hal komitmen, dan sangat tergantung kepada banyak faktor tuntutan hidup yang harus mereka hadapi. Oleh karena itu, lebih etis bila semua komitmen yang serius itu di buat hitam di atas putih, biar sama-sama enak.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com