Menemukan Puzzle Pelayanan

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)

Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.

Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.

“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya

“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia,  “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia

Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.

Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.

Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah  Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic  ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.

Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Sudah Akrabkah Anda Dengan Atasan Anda?

“Anda Perlu Bantuan Dari Orang-Orang Disekitar Anda Untuk Menciptakan Daya Dorong Anda Menuju Puncak Karir Anda, Dan Salah Satunya Adalah Atasan Anda.” – Djajendra

Membangun hubungan baik dengan atasan Anda adalah tanggung jawab Anda. Bila Anda ingin berprestasi dan menjadi cemerlang ditempat kerja, maka jangan pernah melupakan faktor atasan. Atasan Anda memiliki kekuasaan yang cukup besar untuk mendorong Anda menuju puncak sukses. Artinya, disamping perjuangan dan kerja keras Anda pribadi untuk mencapai puncak karir tertinggi, Anda perlu bantuan dari orang-orang disekitar Anda untuk membantu daya dorong Anda menuju puncak karir Anda, dan salah satunya adalah atasan Anda.

Berbicaralah dengan atasan Anda tentang rencana karir Anda di masa depan; berkomitmenlah kepada atasan Anda untuk membantunya dengan total dan maksimal; perlihatkan kepada atasan Anda bahwa Anda adalah pribadi yang sangat loyal kepada perusahaan dan atasan melalui etos kerja Anda yang cemerlang; jadilah pribadi yang membawa keberuntungan buat atasan Anda dan perusahaan Anda. Lalu, lihatlah semua keajaiban akan hadir ke dalam diri Anda untuk menjadikan Anda sebagai profesional yang cemerlang.

Bila Anda akrab dengan atasan, maka Anda akan memiliki kesempatan besar untuk berbagi gagasan dan mengembangkan ide-ide besar Anda di organisasi Anda. Tetapi, hubungan akrab Anda dengan atasan Anda haruslah berlandaskan kecerdasan, kegeniusan, dan kecemerlangan diri Anda yang terikat dalam batas-batas etika kerja yang berintegritas. Bila tidak, maka keakraban Anda akan dinilai negative oleh banyak pihak, termasuk mungkin oleh atasan Anda sendiri. Jadi, jangan pernah lupa untuk terus-menerus belajar dan menjadikan diri Anda lebih cemerlang dari hari ke hari, dan tetap bersikap rendah hati dengan penuh tanggung jawab kepada pekerjaan Anda.

Persiapkan diri untuk Anda menjadi cemerlang, dan pastikan Anda menjadi cemerlang. Berikut tips untuk Anda:

  1. Kerjakan pekerjaan Anda dengan prioritas yang tepat sasaran.
  2. Kerjakan dan pelajari poin- poin kunci tentang cara membangun hubungan kepada atasan, bawahan dan kolega.
  3. Jadilah pribadi yang tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap hubungan Anda dengan setiap kepentingan di organisasi.
  4. Jadilah pribadi yang cerdas membaca situasi di tempat kerja.
  5. Jika atasan tidak tertarik dengan gagasan Anda, maka jangan dipaksa, tapi  berterima kasihlah atas waktu dan kesempatan yang atasan berikan kepada Anda.
  6. Pastikan Anda selalu bersikap konsisten dalam semua situasi dan kondisi.
  7. Miliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dalam semua keadaan dan tantangan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pelatihan Good Corporate Governance 1 Hari 8 Jam

Effective Good Corporate Governance Training

Program Pelatihan GCG 1 hari/8 jam.

Deskripsi

Praktik good corporate governance akan menghindarkan perusahaan dari berbagai tantangan internal dan eksternal. Komitmen terhadap praktik good corporate governance yang konsisten, akan mampu menjauhkan perusahaan dari berbagai masalah yang berisiko tinggi.
Pelatihan good corporate governance ini berkonsepkan soft skill, yang akan mencerahkan mind set peserta untuk bekerja sesuai visi, misi, strategi, values, ethics, moral, yang didukung dengan integritas diri yang kuat, buat menciptakan perusahaan yang sehat dan berkinerja tinggi. Melalui budaya kerja yang transparan, jujur, adil, berintegritas, beretika, bermoral, dan bertanggungjawab, diharapkan nilai-nilai profesionalisme sejati dapat diterapkan secara sempurna, di semua aspek kebijakan dan operasional perusahaan. Setiap orang di perusahaan harus menyadari bahwa tanpa didukung praktik good corporate governance, perusahaan berpotensi menjadi tidak sehat. Hal ini dapat menghasilkan risiko yang merusak fondasi perusahaan. Jika, fondasi perusahaan sudah rusak, maka berbagai penyakit kronis akan menggerogoti perusahaan. Hasilnya, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menjalankan operasionalnya.

Konsep Dasar

Good corporate governance adalah prinsip-prinsip dasar yang mengedepankan etika, peraturan, hukum, kebijakan,  visi dalam memaksimalkan nilai tambah pemegang saham, baik itu secara finansial maupun secara non finansial. Oleh karena itu, diperlukan dorongan motivasi, moral, kecerdasan emosional, dan integritas buat para karyawan dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai good corporate governance sebagai perilaku kerja sehari-hari di tempat kerja.

Tujuan

Membangun kesadaran peserta untuk mempraktikkan good corporate governance buat menjaga daya tahan perusahaan dalam menghadapi berbagai macam tantangan, baik itu yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

Manfaat Pelatihan.

  1. Peserta diperkenalkan untuk memahami prinsip – prinsip dasar GCG.
  2. Peserta akan dimotivasi untuk membangun kepemimpinan, etos kerja, budaya perusahaan, dan kinerja dengan prinsip GCG.
  3. Peserta akan diberikan pencerahan untuk merawat dan menjaga perusahaan agar tetap sehat dan berkinerja maksimal.
  4. Peserta akan diberikan pencerahan untuk memahami realitas stakeholders melalui logika, hati nurani, kebenaran, kejujuran, dan kehormatan.
  5. Peserta akan dimotivasi untuk menyiapkan karakter diri pribadi yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, etika bisnis, dan code of conduct perusahaan.
  6. Peserta akan dicerahkan untuk memahami potensi risiko dan cerdas mengelola risiko.
  7. Peserta akan dimotivasi untuk memiliki visi relasi positif, untuk membangun relasi terbaik dengan stakeholder.
  8. Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju etos kerja yang diperkaya dengan nilai-nilai GCG. Termasuk, dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya-jawab, studi kasus, brainstorming, games, diskusi, role play, icebreaker.

Materi Pelatihan

Pk. 09.00 – Pk 10.30 wib. Sesi 1: Introduction To Good Corporate Governance

Dalam sesi pertama, peserta diperkenalkan tentang latar belakang konsep good corporate governance dan dihubungkan dengan peran budaya GCG dalam membentuk lingkungan kerja, hubungan kerja, etos kerja, proses kerja, dan kebahagiaan hidup di tempat kerja.

Pk.10.30 – Pk.11.00 wib: Istirahat

Pk.11.00 – Pk.12.30 wib. Sesi 2: Cara Menjalankan Nilai Dan Prinsip Good Governance Sebagai Budaya Organisasi.

Dalam sesi dua, peserta dicerahkan dengan prinsip dan nilai good governance untuk dijadikan budaya organisasi.

Pk.12.30 – Pk. 13.30 wib: Istirahat Makan Siang

Pk. 13.30 – Pk. 16.00 wib. Sesi 3: The Best Corporate Practices – Bekerja Berdasarkan Board Manual, Business Ethics, Code of Conduct, Hubungan Dengan Stakeholders, Dan Integritas Dalam Pelayanan Kepada Perusahaan

Dalam sesi tiga, peserta akan dikenalkan tentang peran penting dari berbagai alat pendukung pelaksanaan budaya good corporate governance.

Untuk training: Email: training@djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Profile Pembicara GCG

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking Program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Customer Service Excellence Training – 8 Jam – 4 Sesi – DJAJENDRA

The Best Practices

Program  8 Jam – 4 Sesi

Customer Service Excellence Training

Judul: HOW TO WIN AND KEEP CUSTOMERS

“Customer Service Dengan Kecerdasan Etika pelayanan Tahu Bahwa Kesuksesan Perusahaannya Sangat Tergantung Pada Persepsi Pelanggan, Yaitu Saat Pelanggan Merasakan kebaikan Dan Sopan Santun Dari Pelayanan Perusahaan.”- Djajendra

 

Deskripsi

Sikap dan penampilan dari pelayanan berkualitas  seorang Customer Service merupakan kesan pertama yang dikirimkan perusahaan kepada para pelanggan. Kesan pertama ini harus positif, agar pelayanan yang diberikan perusahaan melalui Customer Service dapat memberikan perasaan senang kepada para pelanggan, sehingga para pelanggan atau konsumen bisa menjadi lebih loyal, senang, kerasan dan puas dengan pelayanan yang mereka terima dari Customer Service. Tetapi sebaliknya, bila kesan negatif yang diterima para pelanggan karena tindakan atau sikap penampilan Customer Service yang negative, maka para konsumen atau pelanggan akan kecewa, dan mungkin akan enggan berkunjung lagi ke perusahaan.

Sikap penampilan yang positif dengan kualitas pelayanan yang sempurna harus benar-benar diterapkan oleh semua karyawan, terutama pada bagian-bagian yang langsung berhubungan dengan para pelanggan atau konsumen. Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa sikap dan penampilan positif dari para karyawan yang mendukung pemberian pelayanan pelanggan berkualitas, mempunyai peranan yang strategis dalam upaya menciptakan reputasi dan image positif bagi pelayanan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu mendorong motivasi, moral, kecerdasan emosi, dan sikap baik para Customer Service dalam setiap interaksi dengan pelanggan. Intinya, para Customer Service harus terus-menerus didorong dan dicerahkan agar mereka selalu dalam kondisi yang paling cemerlang untuk melayani para pelanggan.

Untuk memiliki sikap dan penampilan pelayanan berkualitas sangat ditentukan oleh kondisi internal dan eksternal, baik itu dari kepribadian Customer Service, maupun dari sistem dan model pelayanan yang dimiliki perusahaan. Dalam pelatihan selama delapan jam dan empat sesi ini, pembicara akan memfokuskan materi pembahasan untuk mengembangkan kepribadian, etika dan motivasi kerja Customer Service dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan. Peserta ditargetkan untuk mampu bekerja dan melayani perusahaan dan pelanggan melalui kecerdasan emosional dalam pelayanan, sikap dan perilaku positif, kepemimpinan diri sendiri dalam pelayanan, kecerdasan untuk bekerja sama dengan karyawan dan unit kerja pendukung,  etika pelayanan, etos kerja pelayanan, motivasi dan dorongan kualitas moral yang terpuji untuk membangun interaksi positif dengan para pelanggan atau konsumen.

Konsep Dasar Pelatihan

Secara garis besar, Pelatihan Customer Service Excellence berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa setiap Customer Service wajib bekerja dengan etika pelayanan, kecerdasan emosional pelayanan, dalam team work, dan sikap baik untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada perusahaan dan pelanggan.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan Customer Service Excellence bertujuan untuk mencerdaskan emosi, etika, komunikasi, sikap, dan relasi Customer Service, baik dengan para pelanggan, kolega, atasan, dan stakeholders lainnya.

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya jawab, interaktif, brainstorming, diskusi, studi kasus, role play, games, icebreaker.

Peserta Pelatihan

Customer Service, Front liner, Sekretaris, Marketing Executive, Manager, Supervisor, staff atau pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pelayanan prima perusahaan.

Manfaat Pelatihan

• Meningkatkan Kesadaran Peserta Untuk Melakukan Pelayanan Pelanggan Berkualitas Tinggi Secara Profesional.

• Menjadikan Peserta Sebagai Pribadi Bermental Positif, Yang Senang Membina Pelanggan Untuk Menjadi Loyal.

• Membangun Semangat Berkontribusi Peserta Untuk Membangun Standard Service Excellence Yang Berkualitas Tinggi

• Membangun Semangat, Attitude, Dan Ethic Pribadi Peserta Untuk Proaktif Membangun Pelayanan Berkualiatas Tinggi

• Membangun Kecerdasan Emosi Peserta Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Pelanggan Yang Tinggi.

• Memotivasi Peserta Agar Selalu Peduli Pada Tingkat Kepuasan Pelanggan

Materi Pembahasan

Sesi 1: Providing Customer Service Excellence

Sesi 2: Customer Service Code of Ethics

Sesi 3: Emotional Intelligence

Sesi 4: The Power of Nice: Focus on Customer Service Success

Untuk Mengundang Djajendra Hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

Membuat Komitmen Dengan Orang Yang Tidak Jujur

“Perilaku Anda Ditentukan Oleh Nilai-Nilai Keyakinan Yang Anda Percaya Dengan Keadaan Dan Tuntutan Kehidupan Anda Ditengah-Tengah Masyarakat.” – Djajendra

Dalam setiap hubungan setiap orang selalu menuntut komitmen terhadap hubungan tersebut. Komitmen adalah kata kunci positif untuk membangun hubungan pribadi, hubungan bisnis, hubungan kerja, dan hubungan-hubungan lainnya yang melibatkan dua orang atau lebih. Komitmen yang diberikan akan selalu diawasi dan dikawal secara etika dan moral, agar komitmen tersebut tidak lari dari kontrol yang mengontrol.

Selalu orang-orang dengan sangat mudah menuntut komitmen dari orang lain, apalagi dalam upaya membangun hubungan pribadi diantara dua orang untuk satu kepentingan bersama, dan semua ini dilakukan hanya melalui kata-kata, tanpa memahami kemampuan orang yang dituntut untuk jujur memberikan komitmen yang diharapkan.

Suatu ketika saya mendengar curhat seorang teman, yang menggerutu karena teman bisnisnya mengabaikan komitmen yang dibuat. Menurut dia namanya komitmen pastilah tidak mungkin tertulis hitam di atas putih, kalau sudah tertulis namanya perjanjian bisnis. Sekarang dia sangat menyesal karena semua komitmen awal tersebut tidak di notariskan, dan dia merasa sangat dirugikan oleh temannya tersebut.

Setelah mendengar gerutu teman ini, saya teringat dengan salah satu nasehat bisnis dari Warren Buffett, “Anda tidak dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang buruk.”

Komitmen itu sesungguhnya mirip-mirip etika. Walaupun secara etika salah, tapi bila tidak ditulis dan dibuatkan sanksi atas pelanggaran etika, maka etika juga akan menjadi sekedar kata-kata moral, yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Demikian juga dengan komitmen, bila komitmen tersebut tidak dirinci dalam sebuah perjanjian tertulis dengan saksi notaris, maka komitmen itu hanya akan menjadi sebuah kata-kata moral yang terserah kejujuran orang-orang yang terlibat.

“Semakin tidak hati-hati orang lain dalam melaksanakan urusan mereka, semakin kita harus lebih berhati-hati dalam melaksanakan urusan kita.” Kata Warren Buffett

Setiap orang adalah berbeda, dan tidak boleh Anda merasa bahwa setiap orang itu sama jujurnya dengan Anda. Perilaku setiap orang ditentukan oleh nilai-nilai keyakinan yang dia percaya dengan keadaan dan tuntutan kehidupan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Artinya, manusia itu sangat labil dalam hal komitmen, dan sangat tergantung kepada banyak faktor tuntutan hidup yang harus mereka hadapi. Oleh karena itu, lebih etis bila semua komitmen yang serius itu di buat hitam di atas putih, biar sama-sama enak.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Bekerjalah Untuk Nilai Tambah Kehidupan

“ Pekerjaan Adalah Jembatan Menuju Kemakmuran.” – Djajendra

Manusia dilahirkan untuk melakukan sebuah pekerjaan; manusia dilahirkan untuk menciptakan nilai tambah buat kehidupan; manusia tidak dilahirkan untuk menjadi beban kehidupan. Hanya melalui pekerjaan yang sesuai bakat dan suara hati, manusia dapat menciptakan karya, prestasi, kinerja, dan nilai tambah buat kehidupan.

Pekerjaan adalah jembatan untuk menuju kemakmuran. Oleh karena itu, siapkan diri Anda dengan sebuah pekerjaan yang Anda senangi. Lalu, fokuskan diri Anda untuk bekerja dengan percaya diri, profesional,tanggung jawab, beretika, bersama ide-ide besar, kreatifitas, efektivitas, dan kecerdasan untuk bersaing dalam kompetisi yang meningkatkan nilai tambah kehidupan Anda.

Nilai tambah kehidupan Anda haruslah menjadi tujuan hidup Anda. Anda wajib memperluas visi kehidupan Anda di setiap level sukses Anda. Jangan pernah merasa puas dengan prestasi terhebat Anda di hari ini, tapi siapkan diri Anda dengan pandangan yang lebih lengkap untuk prestasi dan kinerja yang lebih hebat.

Anda harus hidup dengan perasaan berkecukupan dan bahagia di hari ini, dan terus berfokus pada nilai tambah diri sendiri untuk kehidupan yang lebih cemerlang di esok hari.

Anda adalah kehidupan Anda. Kehidupan Anda dengan berbagai ketidakpastian dan kemungkinan. Anda adalah energi sukses. Energi sukses yang hanya bisa tereksplorasi melalui sebuah pekerjaan yang Anda cintai dan senangi. Anda yang sukses tercipta dari sikap hidup Anda untuk melayani kehidupan dengan sepenuh hati, serta cerdas mengelola diri Anda sendiri untuk mendapatkan nilai tambah kehidupan dari semua aspek kehidupan yang Anda inginkan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Customer Service Excellence: Bersikap Baik Dan Menjaga Etika Kepada Klien

“Saya Selalu Hadir Ke Tempat Pelatihan Sebagai Seorang Murid Yang Pembelajar. Sebab, Sering Sekali Saya Menemukan Para Guru-Guru Yang Luar Biasa Di Tempat Pelatihan, Dan Para Guru-Guru Ini Selalu Memperkaya Pengalaman Dan Wawasan Saya. “ – Djajendra

Tidak dapat diragukan lagi bahwa peran customer service dalam pelayanan pelanggan sangat menentukan reputasi dan kredibilitas perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan harus selalu mendorong motivasi, moral, kecerdasan emosi, dan sikap baik para customer service dalam setiap interaksi dengan pelanggan. Intinya, para customer service harus terus-menerus didorong dan dicerahkan agar mereka selalu dalam kondisi yang paling cemerlang untuk melayani para pelanggan.

Beberapa waktu yang lalu ada sebuah perusahaan asuransi terbesar mengundang saya untuk memberikan pelatihan Customer Service Excellence, dengan judul How to Win and Keep Customers. Pelatihan ini terfokus untuk mencerdaskan emosi,etika, komunikasi, sikap, dan relasi dengan para klien. Dalam pelatihan ini ada seorang peserta yang luar biasa cerdas dan kaya dengan pengalaman pelayanan. Beliau sudah lebih dari dua puluh lima tahun mengabdikan dirinya di bidang asuransi, dan masih terus melayani para kliennya dengan bijak dan cerdas. Menurut beliau rahasia kesuksesannya dibidang pelayanan adalah selalu bersikap baik dan menjaga etika kepada para klien.

Beliau juga mengatakan bahwa sikap baik dan etika merupakan dua hal yang selalu pasti akan disenangi oleh siapapun dalam interaksi. Dan hal ini telah beliau buktikan melalui pengalaman-pengalaman interaksinya dengan para klien. Beliau juga menegaskan bahwa kepuasan klien akan tercapai, jika para customer service bekerja dengan hati nurani, moral yang kaya dengan sifat baik, dan jauh dari stres.

Kelas saya menjadi sangat interaktif dengan sikap proaktif dari para peserta. Semua peserta terlihat luar biasa dan sangat menguasai cara memberikan pelayanan berkualitas kepada kliennya. Mereka juga sangat paham bahwa dengan menciptakan hubungan yang langgeng dengan klien, maka mereka secara otomatis akan dapat meningkatkan loyalitas klien, dan sekaligus meningkatkan keuntungan perusahaan.

Mengajar di kelas yang penuh dengan orang-orang yang antusias dan cerdas adalah sebuah kebahagiaan buat saya. Saya selalu hadir ke sebuah tempat pelatihan sebagai seorang murid yang pembelajar. Sebab, sering sekali saya menemukan para guru-guru yang luar biasa di tempat pelatihan, dan para guru-guru ini selalu memperkaya pengalaman dan wawasan saya.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Etika Dan Kecerdasan Emosional Dalam Pelayanan Berkualitas

“Pelanggan Anda Butuh Perhatian Dan Dukungan Dari Anda. Tugas Anda Adalah Menyiapkan Etika Dan Emosi Yang Berintegritas Untuk Para Pelanggan Anda.” – Djajendra

Pekerjaan customer service bukanlah pekerjaan mudah, dan tidak semua orang memiliki kemampuan untuk melayani pelanggan yang berwatak aneka ragam. Beberapa bulan yang lalu, ada seorang kenalan saya yang diterima bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Kenalan saya ini baru tamat dari sebuah universitas ternama di Jakarta dengan nilai yang cukup tinggi. Setelah melewati berbagai macam tahapan penyaringan untuk dapat diterima di perusahaan telekomunikasi tersebut, dia akhirnya diterima dan ditempatkan di sebuah unit pelayanan perusahaan tersebut.

Apa yang terjadi? Setelah dua minggu di terima kerja, kenalan saya ini mulai sakit-sakitan, dia mengalami depresi yang luar biasa. Persoalannya adalah dia tidak mampu berinteraksi dengan para pelanggan yang sering sekali melontarkan kalimat-kalimat negatif bila ada masalah dengan produk yang mereka beli dari perusahaan telekomunikasi tersebut. Padahal dia telah diajarkan oleh perusahaannya untuk wajib berinteraksi dengan pelanggan secara  sopan, profesional, hormat, dan melayani. Termasuk, memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik dalam setiap interaksi dengan pelanggan.

Saya mencoba membesarkan hati dan daya tahan kenalan saya ini untuk tetap sabar dan tegar menjalani rutinitas di tempat kerjanya. Tetapi, kata-kata saya ternyata tidak ampuh untuk membuatnya bertahan dari perusahaan yang solid tersebut. Apalagi untuk masuk kerja ke perusahaan telekomunikasi tersebut juga tidak gampang, memerlukan berbagai kualifikasi dan kompetensi yang sangat tinggi. Artinya, kenalan saya ini memiliki kualifikasi dan kompetensi yang tinggi. Tapi, dia menyerah oleh kegagalannya dalam berinteraksi dengan pelanggan.

Kenalan saya ini sekarang sangat bahagia bekerja di sebuah perusahaan kecil di bidang pembelian. Dan menjadi orang kepercayaan dari pemilik perusahaan tersebut.

Setelah berbicara dari hati ke hati dan mendiagnosa akar permasalahan dari kegagalan kenalan saya di perusahaan telekomunikasi tersebut. Saya menemukan dua hal yang tidak dikuasai oleh kenalan saya, yaitu etika pelayanan dan kecerdasan emosional dalam pelayanan.

Saya masih ingat, ketika saya menjadi direktur marketing di sebuah bank swasta, saya terjun langsung untuk mengajar etika dan kecerdasan emosional di bidang pelayanan kepada para front liner bank tersebut. Saya selalu mengajarkan kepada para front liner saya bahwa setiap orang tidak luput dari kesalahan, sebab kesalahan dan kegagalan adalah hal yang sangat manusiawi. Oleh sebab itu, para front liner atau customer service akan saya nilai bukan oleh fakta bahwa mereka melakukan kesalahan dan kegagalan untuk memahami persepsi pelanggan, tetapi oleh seberapa cepat para front liner atau customer service mampu berdiri tegar untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalan. Bila pelanggan membuat kesalahan, tugas front liner atau customer service adalah untuk menawarkan solusi, dan bukan untuk menyalahkan pelanggan. Para front liner juga harus bertanggung jawab penuh untuk memenuhi setiap komitmen lisan dan tertulis perusahaan kepada pelanggan.

Etika dan kecerdasan emosional dalam pelayanan wajib untuk diinternalisasikan ke dalam perilaku dan mind set para front liner dan customer service, agar mereka memiliki empati dalam layanan, serta mampu secara ikhlas dan tulus mendukung kebutuhan pelanggan.

Dalam setiap penawaran pelatihan customer service, saya selalu mencoba meyakinkan kepada calon klient untuk menggunakan materi etika pelayanan dan kecerdasan emosional dalam pelayanan. Hasilnya, sebagian besar setuju dan mengundang saya untuk memberikan motivasi dan pencerahan di bidang etika dan kecerdasan emosional customer service. Idealnya, kedua materi tersebut di bahas dalam delapan jam, agar proses pencerahan dan internalisasi bisa lebih persuasif dan kreatif. Tetapi, sering juga perusahaan-perusahaan hanya memiliki waktu empat jam untuk melakukan pencerahan dan motivasi buat para front liner atau customer service. Dalam waktu empat jam, hanya materi inti yang bisa dikupas, tapi tidak cukup tuntas untuk menginternalisasikan secara persuasif tentang esensi pelayanan sempurna yang berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Tanggung Jawab GCG Terletak Di Pundak Dewan Direksi dan Dewan Komisaris

“Kekuasaan Tertinggi Dalam Hal Operasional Di Perusahaan Terletak Pada Dewan Direksi. Karena Itu, Dewan Direksi Harus Menjadi Contoh Positif Pelaksanaan Good Corporate Governance Di Perusahaan.” – Djajendra

Siapakah pihak yang paling bertanggung jawab dalam pelaksanaan prinsip-prinsip dasar good corporate governance di perusahaan? Pertanyaan ini diajukan oleh seorang peserta yang mengikuti pelatihan GCG  and Business Ethics di sebuah perusahaan di Surabaya pada awal bulan Mei 2010. Peserta tersebut berpendapat bahwa GCG harus didukung dari atas, dan bila tidak, maka GCG tidak mungkin bisa dijalankan dengan baik.

Saya sangat bersependapat dengan peserta tersebut, dan dia betul sekali bahwa pelaksanaan GCG harus didukung dengan sepenuh hati dalam integritas yang tinggi oleh dewan direksi dan dewan komisaris. Tanpa dukungan dewan direksi dan dewan komisaris, jangan pernah berharap prinsip-prinsip GCG bisa tumbuh dan berkembang secara sempurna di dalam organisasi.

Setiap fungsi, peran, dan perilaku kerja dari mulai pemilik, komisaris, direksi, manajer, dan karyawan harus tercerahkan untuk menjalankan prinsip-prinsip dasar GCG yang penuh integritas, kecerdasan, dan energi. Oleh karena itu, tidak sekedar cukup setiap orang di dalam perusahaan menandatangani fakta integritas, tapi juga diperlukan kecerdasan emosional untuk menjadi pribadi profesional yang bertanggung jawab penuh pada kinerja, prestasi, dan pertumbuhan perusahaan. Sebab, tujuan akhir dari good corporate governance adalah memaksimalkan nilai tambah bisnis perusahaan. Artinya, setiap orang di perusahaan tidak hanya harus bersikap terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab, dan konsisten; tapi juga harus memiliki energi, kecerdasan, strategi, inovasi, kreativitas, dan efektivitas dalam upaya menciptakan nilai tambah bisnis dan non bisnis yang besar di perusahaan.

Dewan direksi harus membangun sistem untuk mengungkapan semua informasi yang relevan kepada para pemegang saham dan kreditur, termasuk menciptakan alat-alat analisis risiko bisnis yang sesuai dengan keadaan; membangun sistem, aturan, dan praktek yang memandu integritas setiap orang di perusahaan dengan cara-cara profesional dan wajar; membentuk komite-komite pendukung untuk menjaga  independensi operasional perusahaan agar perusahaan bisa berjalan sesuai prinsip-prinsip good corporate governance;membentuk sistem pemantauan dan pengendalian manajemen yang fokus pada kualitas dan integritas.

Lingkungan tata kelola perusahaan sangat menentukan kualitas tata kelola perusahaan. Bila para pemegang saham, dewan komisaris, dewan direksi, manajemen puncak, karyawan, regulator, auditor, investor,  pelanggan, pemasok, dan semua pemangku kepentingan sekunder lainnya memiliki integritas, profesionalisme, tanggung jawab,  dan etika; maka dapat dipastikan prinsip-prinsip good corporate governance akan berjalan dengan sempurna.

Dewan direksi dan dewan komisaris harus memberikan keteladanan dan contoh nyata kepada setiap orang dalam menjalankan etika bisnis secara konsisten. Termasuk,  komitmen untuk patuh pada hukum, peraturan, dan perjanjian dengan setiap stakeholders. Oleh karena itu, saya sangat setuju dengan pendapat peserta di Surabaya tersebut bahwa tanggung jawab pelaksanaan good corporate governance secara benar dan profesional terletak  di pundak dewan direksi dan dewan komisaris.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Rahasia Sukses Ada Dalam Diri Anda

“Pahami Potensi Sukses Diri Sendiri, Dan Perluas Terus Visi Anda Untuk Mencapai Puncak Tertinggi Yang Anda Inginkan.” – Djajendra

Setiap orang memiliki potensi tertentu yang bila diasah dan dikembangkan akan menjadi sebuah kekuatan buat kehidupan. Untuk memahami potensi sukses diri sendiri diperlukan mimpi dan cita-cita. Mimpi dan cita-cita yang keluar dari kekuatan suara hati dan diri sendiri yang asli.

Rahasia sukses setiap orang ada dalam diri masing-masing. Oleh karena itu, diperlukan rumusan yang jelas untuk mencapai impian. Mimpi dan cita-cita harus terus diperjuangkan untuk bisa diwujudkan menjadi nyata, dan dimanfaatkan buat kesejahteraan dan kebahagian diri sendiri dan orang lain

Walaupun di dalam diri Anda sudah ada potensi sukses tanpa batas. Tetapi,  bila Anda tidak memahaminya dan melatihnya secara tekun, terus-menerus, dan tanpa menyerah; maka potensi sukses tanpa batas itu akan lenyap dan terkubur di dalam diri Anda untuk selamanya.

Perasaan takut dan tidak percaya diri selalu akan menjadi penghalang utama untuk mengembangkan potensi diri Anda yang luar biasa itu. Oleh karena itu, jangan biarkan perasaan takut dan perasaan minder Anda menghentikan pertumbuhan benih-benih potensi sukses dari dalam diri Anda.

Rawat dan kembangkan semua mimpi dan rencana sukses Anda. Perkuat kualitas diri Anda dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan mimpi dan rencana sukses Anda. Dengarkan suara hati Anda yang positif dan miliki komitmen dengan diri sendiri untuk sukses. Mulailah langkah pertama dengan percaya diri , dan perluas terus visi sukses Anda di setiap tangga sukses yang Anda capai.

Sukses ada di dalam diri Anda sendiri, dan Anda berhak untuk menjadi diri sendiri seperti yang Anda inginkan. Tetapi, untuk semua itu Anda wajib berjuang, berkorban, belajar, dan berdoa.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Biarkan Staf Anda Berbicara Dan Dengarkan Dengan Cerdas

“Rajin-Rajinlah Buat Rapat, Dan Rekam Semua Pokok-Pokok Pikiran Dari Mind Set Staf – Staf Anda Dengan Cerdas.” – Djajendra

Melakukan pekerjaan dengan staf-staf yang andal adalah impian setiap manajer. Persoalannya, di tempat kerja selalu akan ada beragam ide, persepsi, dan mind set. Tidak mungkin setiap orang dengan ikhlas membiarkan keyakinan dan kepercayaannya terhadap cara kerja takluk oleh keyakinan dan kepercayaan pada sebuah metodologi atau cara kerja yang lain.

Sesungguhnya keragaman adalah sebuah kekayaan yang bisa menciptakan kreativitas dan inovasi yang hebat di tempat kerja. Tetapi, bila keragaman ini dilakoni dengan kaku dan keras kepala, maka konflik yang berkepanjangan pasti akan merusak semua rencana kerja perusahaan.

Suatu ketika ada seorang klient saya yang menghadapi persoalan dengan stafnya. Dia adalah seorang manajer yang cerdas, yang didukung dengan staf-staf yang secara akademik sangat luar biasa, dan dia bekerja di sebuah perusahaan yang luar biasa besar. Dalam kasusnya, ada seorang staf yang sangat pintar dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi cara kerja staf-staf yang lain. Staf yang pintar ini memiliki keyakinan dan kepercayaan pada cara kerja yang bertolak belakang dengan cara kerja si manajer. Persoalan pun muncul, dari sebuah persoalan kecil yang tak terlalu penting berkembang menjadi sebuah gunung persoalan yang mengganggu kinerja unit kerja. Pada akhirnya, si manajer minta berhenti kerja secara suka rela, sebab dia merasa sudah tidak mampu mengontrol unit kerjanya.

Kisah seperti si manajer di atas sangat berpotensi terjadi di tempat kerja Anda, bila Anda tidak sejak dini menyelesaikan semua perbedaan dengan bijaksana.

Salah satu hal yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan semua staf Anda berbicara bebas di dalam unit kerja, dan tugas Anda adalah mendengarkan semua persepsi, ide, serta memahami mind set setiap staf Anda dengan cerdas. Bila Anda membungkam suara staf Anda, maka Anda tidak pernah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh para staf Anda. Oleh karena itu, rajin-rajinlah buat rapat, dan rekam semua pokok-pokok pikiran dari mind set staf – staf Anda dengan cerdas. Lalu, pastikan Anda mampu mengendalikan semua perbedaan tanpa merusak hubungan baik Anda dengan para staf, dan tanpa merusak rencana dan kinerja perusahaan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Hiduplah Dengan Harapan, Kesabaran, Dan Ketegaran

“Jangan Takut Membuat Kesalahan. Tetapi, Pastikan Anda Tidak Membuat Kesalahan Yang Sama Untuk Kedua Kalinya.” – Akio Morita, Pendiri Sony

Salah satu kisah motivasi yang luar biasa adalah kisah kehidupan nyata Chris Gardner, dari seorang tunawisma dan salesmen yang gagal, Chris Gardner melalui perjuangan kerasnya mampu menjadi seorang pialang saham yang sukses dan kaya.

Kisah Chris Gardner telah difilmkan dengan judul The Pursuit of Happyness, sebuah film drama biografi, yang disutradarai oleh Gabriele Muccino, dan dibintangi oleh Will Smith.

Chris Gardner  bersama anaknya yang masih kecil harus berjuang keras untuk mempertahankan kehidupan mereka. Sebagai seorang salesman yang gagal, dia harus menjalani kehidupan tunawisma, dan menggelandang dari satu tempat ke tempat lain bersama anak kesayangannya. Tidak ada kata menyerah dalam kamus Chris Gardner, dia terus berjuang dengan berbagai cara untuk bisa tetap survive  menjalani kehidupan.

Kisah Chris Gardner ini saya sisipkan dalam sebuah slide lengkap dengan foto dari film The Pursuit of Happyness. Kisah ini saya jadikan sebagai salah satu inspirasi untuk memotivasi 30 orang manajer dari sebuah perusahaan oil and gas di daerah Sukabumi, Jawa Barat, pada senin 17 Mei 2010.

Chris Gardner adalah sebuah  contoh kehidupan yang menunjukkan pola hidup dengan  harapan, kesabaran, dan ketegaran. Begitu banyak tekanan dan cobaan hidup yang harus dia lalui, tapi dia tetap menjalani hidup dengan penuh semangat untuk memperjuangkan hidupannya menjadi lebih baik.

Kisah Chris Gardner ternyata mendapat respons yang luar biasa dari para audience, mereka ikut terlibat secara penuh empati dengan semua perjuangan Chris Gardner. Apalagi sebagian dari audience sudah pernah menonton film tersebut, dan memahami kisah nyata ini.

Kehidupan bisa saja mendadak menjadi sangat keras dan sulit, sebab kehidupan tidak pernah memberikan sebuah jaminan yang pasti buat siapa pun. Kita semua harus selalu mencari lebih banyak inspirasi dan motivasi untuk diri kita sendiri dan untuk bisa bangkit kembali dari setiap kegagalan yang kita alami.

Hanya orang-orang yang sudah mati yang tidak mungkin mengalami kegagalan, sedangkan orang-orang yang masih hidup selalu berjalan di atas kemungkinan sukses dan gagal. Oleh karena itu, sangatlah beruntung diri kita ini bila mampu menyerap nilai-nilai perjuangan Chris Gardner  dengan sepenuh hati.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Jatuh Cinta Pada Pekerjaan

“Bekerjalah Karena Anda Mencintainya, Maka Anda Takkan Menganggapnya Sebagai Pekerjaan.” – Mark Cuban, Pendiri broadcast.com

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya kepada saya tentang cara menghindari stres dan perasaan bosan di tempat kerja.

Sebelum memberikan jawaban, saya balik bertanya, “apakah Anda sudah jatuh cinta pada pekerjaan Anda?”

“ Saya sendiri bingung menjawabnya, apakah saya mencintai pekerjaan saya, atau saya terpaksa bekerja untuk biaya hidup saya?” jawab si penanya dengan tidak tegas dan pasti.

Sambil tersenyum, saya katakan kepada si penanya, “Apa pun profesi atau pekerjaan Anda, Anda wajib memberikan perhatian yang sepenuh hati. Pekerjaan yang dikerjakan tanpa memiliki cinta dan empati pada pekerjaan tersebut, berpotensi mendatangkan berbagai macam persoalan mental, termasuk stres dan perasaan bosan.”

Mendengar jawaban saya,  si penanya lalu mencoba mencari tips-tips praktis untuk bisa mencintai pekerjaan. Lalu, saya katakan kepadanya bahwa kalau dia mau tips terbaik dari orang-orang terbaik yang mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati dan total, maka belajarlah dari para maha guru yang memiliki begitu banyak inspirasi dan motivasi yang mencerahkan pikiran. Para maha guru tersebut adalah Thomas Edison, Andrew Carnegie, Thomas Watson, Napoleon Hill, Henry Ford, Mark Cuban, Oprah Winfrey, Walt Disney, dan maha guru –  maha guru lain.

Di saat Anda mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati, maka waktu dua puluh empat jam sehari, sepertinya menjadi sangat singkat untuk menyelesaikan kegembiraan Anda bersama pekerjaan tercinta.

Cintailah pekerjaan Anda dengan sepenuh hati dan total, dan yakinlah bahwa Anda tidak akan pernah lagi mengalami stres oleh alasan pekerjaan Anda, dan Anda tidak akan pernah lagi merasakan bosan oleh pekerjaan Anda. Kalau mau bukti, mulailah mencintai pekerjaan Anda, dan hiduplah dalam kesenangan dan kegembiraan bersama pekerjaan Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Membudayakan Strategi Di Lingkungan Kantor

“Strategi Perusahaan Harus Menjadi Sarapan Pagi Buat Semua Level Pimpinan Dan Karyawan Di Setiap Pagi Sebelum Memulai Hari Kerja.” – Djajendra

Strategi perusahaan biasanya berasal dari rencana besar pemilik, dewan direksi dan manajemen puncak, dan karyawan di level tengah dan bawah akan menjadi pelaksana di lapangan untuk membuat strategi tersebut berkinerja dan berprestasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menginternalisasikan semua strategi perusahaan ke dalam mind set dan etos kerja karyawan di semua level secara transparan.

Dalam beberapa kali pelatihan untuk karyawan level tengah dan bawah, saya mendapatkan kesan bahwa karyawan di level tengah dan bawah tidak memiliki empati terhadap strategi besar perusahaan dalam menghasilkan prestasi dan kinerja. Hal ini terjadi karena mereka kurang mendapatkan pencerahan yang mendalam tentang strategi perusahaan dari para pimpinan mereka di tempat kerja.

Strategi perusahaan seharusnya menjadi sarapan pagi buat semua level pimpinan dan karyawan di setiap pagi sebelum memulai hari kerja. Membudayakan strategi perusahaan kepada semua level karyawan akan menciptakan empati dan antusiasme, dan hal ini berpotensi mendorong motivasi karyawan untuk bekerja keras sesuai strategi perusahaan dalam mendapatkan kinerja dan prestasi terbaik.

Perusahaan harus membangun budaya yang mendukung implementasi strategi sesuai dengan sasaran dan target jangka pendek, menengah, dan panjang. Berikan karyawan alasan untuk peduli kepada pelanggan, rekan kerja, pimpinan, pemegang saham, dan perusahaan. Ajarkan kepada karyawan untuk  melakukan bisnis secara efektif dan jujur. Berikan nilai-nilai perjuangan kepada karyawan, sebagai kekuatan untuk menjalankan pekerjaan dan bisnis secara profesional dan berintegritas.

Setiap karyawan dan pimpinan harus tahu bahwa mereka sedang berada dalam jalur kompetisi bisnis yang ketat. Oleh karena itu, mereka harus menyatu bersama strategi perusahaan untuk menemukan apa yang diharapkan perusahaan, dan membawanya menjadi prestasi dan kinerja tertinggi bersama kemenangan di dalam kompetisi bisnis tersebut.

Perusahaan harus bertanggung jawab penuh dan total dalam menanamkan nilai-nilai kerja terbaik, mencerahkan visi perusahaan dengan terang dan jelas, mencerdaskan emosi kebersamaan untuk memperkuat keharmonisan kerja setiap orang di perusahaan, dan menyatukan setiap karyawan dan pimpinan untuk bekerja sesuai strategi perusahaan.

Setiap rencana bisnis yang diluncurkan perusahaan harus diikuti dengan strategi yang terang dan terbudayakan di setiap level karyawan. Rencana bisnis baru memerlukan disiplin, fokus, dan tekad untuk menemukan kesuksesan. Untuk itu, diperlukan inisiatif individu untuk memfokuskan semua energi, kecerdasan, dan integritas buat menghasilkan prestasi dan kinerja yang sesuai dengan rencana dan strategi besar perusahaan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Perusahaan Menciptakan Tren Baru, Konsumen Menciptakan Budaya Baru.

“Menjalankan Bisnis Berarti Harus Siap Melayani Dan Menghormati Keanekaragaman Budaya Dan Persepsi Konsumen.” – Djajendra

Bisnis adalah tujuan utama dari keberadaan sebuah perusahaan, dan hanya melalui bisnis perusahaan bisa menciptakan nilai tambah buat pemegang saham, serta menciptakan keberuntungan buat para stakeholdersnya. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi perusahaan untuk memasuki segmen pasar tanpa batas wilayah, budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan membuat perusahaan tumbuh menjadi raksasa.

Para pengelola perusahaan selalu sadar bahwa bisnis yang hebat membutuhkan modal, investasi, kinerja karyawan, sistem yang efisiensi dan efektif, pelanggan yang setia, tren baru,  hubungan kerja yang harmonis antara karyawan, direksi, manajemen, dan pemegang saham. Namun, sering kali mereka lupa bahwa bisnis yang hebat tercipta dari kecerdasan perusahaan untuk melayani keanekaragaman budaya, keyakinan, kepercayaan dan persepsi masyarakat dengan sepenuh hati, melalui penciptaan tren-tren baru yang sesuai dengan mind set masyarakat. Artinya, produk dan layanan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan mind set dan daya beli masyarakat secara umum.

Tidak semua konsumen puas dengan apa yang mereka miliki dan yakini saat ini, dan ada sangat banyak konsumen yang terus mencari nilai-nilai kehidupan baru sambil mempertanyakan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka yakini secara kritis. Jelas, hal ini harus dijawab oleh perusahaan melalui cara berbisnis yang tepat sasaran untuk memenuhi harapan dan keinginan target pasar secara maksimal.

Budaya – budaya baru di tengah masyarakat terus berkembang, ada yang terekspos, tapi banyak juga yang tidak terekspos. Budaya – budaya yang bersifat normatif sepertinya sangat mudah untuk dianalisa dan dipahami, tapi di luar hal-hal yang bersifat normatif memerlukan intuisi dan kecerdasan bisnis yang luar biasa dalam memahami realitas baru yang terus tumbuh bersama perubahan perilaku masyarakat.

Budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan menjadi perilaku yang bersifat sistematik untuk mempengaruhi cara orang melakukan bisnis. Salah satu contoh dari budaya baru di dunia bisnis adalah perilaku konsumen yang menjadikan mall mewah sebagai tempat wisata untuk menikmati suasana mewah mall. Padahal mall dan pusat perbelanjaan mewah dibangun untuk menjadi tempat berbelanja aneka kebutuhan buat konsumen segmen eksklusif tertentu, tapi para konsumen dari berbagai latar belakang masyarakat telah menciptakan budaya baru, yaitu mall mewah dijadikan sebagai tempat untuk berwisata. Oleh karena itu, jangan heran bila para pedagang atau pemilik toko di mall pada berkeluh-kesah, karena sepi pembeli, tapi ramai pengunjung yang hanya melihat-lihat saja.

Di saat dunia bisnis melalui kreativitas dan inovasinya menciptakan tren baru, maka masyarakat dari berbagai latar belakang budaya masuk ke dalam tren baru bisnis tersebut, lalu menciptakan perilaku baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh pebisnis. Artinya, bisa saja tren bisnis yang dibangun tidak membawa keuntungan secara finansial buat perusahaan yang menciptakan tren baru tersebut, tapi bisa menciptakan nilai tambah ekonomi buat pebisnis lain yang mampu menangkap semangat dari perilaku baru konsumen terhadap tren baru tersebut.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Melihat Cokelat Cadbury, Ingat Good Corporate Governance!

“Kerjakan Pekerjaan Anda Dengan Niat Tulus Untuk Menjadi Jujur Kepada Semua Hal, Maka Anda Pasti Menemukan Praktik Kerja Terbaik.” – Djajendra

Sekitar tahun 1994, saya dikirim oleh Rabobank Indonesia ke kantor pusatnya di Utrecht, Belanda, untuk mengikuti pertemuan Internal Auditor Rabobank sedunia. Pada saat itu, pembicaraan tentang bisnis etik, good governance, code of conduct, dan the best practices mulai menjadi sebuah isu panas yang sangat antusias untuk dibicarakan. Apalagi kami yang berkumpul adalah para auditor, yang pasti sangat berharap the best practices untuk bisa diwujudkan segera di tempat kerja kami.

Ada sebuah nama yang sangat popular pada saat itu, yaitu Sir George Cadbury Hayhurst Adrian, beliau adalah Direktur Bank Inggris dari 1970-1994. Nama Cadbury menjadi sangat popular dalam pertemuan kami tersebut. Sebab, saat itu beliau menjadi pelopor dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong implementasi tentang tata kelola perusahaan yang sehat, jujur, terbuka, dan beretika. Untuk itu, di sekitar bulan Desember, tahun 1992, beliau mengeluarkan Code of Best Practice (Cadbury Report and Code). Cadbury Report and Code akhirnya menjadi kode praktek bisnis terbaik, yang sekarang ini digunakan sebagai dasar untuk mereformasi tata kelola perusahaan di seluruh dunia, dan di kenal dengan nama Good Corporate Governance.

Cadbury lahir pada tahun 1929, beliau adalah anggota keluarga Cadbury yang dikenal sebagai konglomerat coklat. Anda pasti sering melihat pajangan cokelat Cadbury di hampir semua minimarket dan supermarket di Indonesia. Nah, ingat! Kalau Anda melihat cokelat Cadbury, Anda harus ingat untuk menjalankan good corporate governance dengan sepenuh hati di perusahaan Anda.

Dalam pertemuan di Utrecht, kami selalu bercanda soal cokelat Cadbury yang dihubungkan dengan the best practices. Canda kami pada 16 tahun yang lalu itu, sampai sekarang masih melekat di pikiran saya, sehingga saya tidak pernah melupakan apa itu good governance dengan the best practices nya

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

The Wisdom of Teams: Creating the High-Performance Organization

“Keberadaan Tim Kerja Tidak Boleh Mengganggu Struktur Organisasi Dan Proses Kerja Yang Permanen.” – Djajendra

Judul di atas adalah judul buku karya Jon R. Katzenbach & Douglas K. Smith, yang diterbitkan oleh penerbit: HarperBusiness, 2006. Saya sengaja mengambil judul buku tersebut sebagai judul artikel saya, sebab tulisan saya ini terinspirasi dari buku The Wisdom of Teams.

Melalui keunggulan kerja tim, perusahaan dipastikan akan menciptakan kinerja organisasi tertinggi. Untuk membuktikan judul buku ini, Jon R. Katzenbach & Douglas K. Smith, mengambil contoh keberhasilan Motorola dan Kodak, yang menurutnya sukses besar karena kerja tim.

Buat saya pribadi, isi buku ini cukup memberikan referensi yang luar biasa untuk memahami potensi sukses yang dihasilkan oleh kerja tim yang luar biasa. Bila perusahaan cerdas mengefektifkan semua individu ke dalam tim unggulan di tempat kerja, maka semua energi sukses individu itu akan menyatu dalam sebuah kekuatan yang besar untuk menciptakan kinerja yang terbaik.

Membangun tim yang cemerlang harus dimulai dari kualitas individu yang cemerlang untuk memperkuat kerja tim yang efektif. Artinya, sebuah tim yang luar biasa akan terbentuk bila setiap individu yang hadir di dalam tim membawa misi pelayanan dan misi bantuan kepada tim untuk mencapai kinerja dan prestasi terbaik.

Diperlukan perilaku dan mind set yang mendukung nilai-nilai perjuangan tim untuk mencapai puncak kesuksesan. Lalu, memiliki tanggung jawab untuk menjadi satu kesatuan dalam sebuah kolaborasi, koordinasi, komunikasi, sinergi, dan prestasi bersama. Di mana, semua ini adalah sebuah syarat dasar untuk menjadi tim tangguh yang selalu menghasilkan kinerja terbaik.

Jon R. Katzenbach & Douglas K. Smith mengatakan bahwa organisasi harus membangun tim di dalam  manajemen, dan tidak sekedar tergantung kepada unit kerja di dalam manajemen.  Tim harus menjadi unit dasar di setiap level di dalam struktur organisasi yang besar. Artinya, fungsi tim adalah membantu unit kerja dan departemen yang sah di struktur organisasi manajemen, dan menjadi energi positif buat menciptakan kinerja tertinggi di semua aspek, fungsi, dan peran kerja organisasi.

Tim yang berkualitas membutuhkan kombinasi keterampilan, pengalaman, emosional, pengetahuan, kecerdasan, dan energi yang saling bersinergi dan melengkapi. Tim yang berkualitas merupakan hasil dari sekumpulan individu yang bekerja dalam peran dan tanggung jawab pekerjaan yang terbatas.

Tim harus dibentuk untuk menjadi fleksibel dan mencair dalam semua kepentingan organisasi. Artinya, tim harus dengan lebih cepat bisa dirakit, disebarkan, memfokuskan kembali, dan dibubarkan, sehingga keberadaan tim tidak mengganggu struktur organisasi dan proses kerja yang permanen.

Tim lebih produktif daripada unit kerja atau pun departemen, yang biasanya tidak memiliki sasaran kinerja yang jelas. Tim selalu memulai pekerjaan dan tanggung jawab dari komitmen untuk memberikan hasil kinerja yang nyata, melalui kombinasi kompetensi dan kualitas yang tak terkalahkan. Sedangkan unit kerja dan departemen lebih fokus kepada rutinitas yang biasanya tidak didukung oleh sebuah kombinasi kompetensi dan kualitas untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Tim dibentuk untuk memecahkan setiap masalah yang bersifat jangka pendek, yang tidak mampu atau pun sulit dipecahkan oleh unit kerja, departemen, fungsi, dan peran kerja yang permanen dalam struktur organisasi. Oleh karena itu, pembentukan tim tidak boleh mengganggu keberadaan unit kerja, fungsi, peran, dan departemen yang sah di struktur organisasi manajemen.

Tim yang berkualitas akan selalu sadar bahwa keberadaan mereka di dalam tim adalah untuk mendukung semua unit kerja, peran kerja, fungsi kerja, dan aspek kerja di dalam struktur organisasi manajemen. Tim yang berkualitas selalu sadar bahwa keberadaan mereka di tim tidaklah bersifat permanen, tapi bersifat jangka pendek untuk membantu misi organisasi yang lebih besar, dan yang tidak mampu diselesaikan oleh unit kerja yang sah di dalam struktur organisasi perusahaan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pelatihan Good Corporate Governance 4 Jam

Program Pelatihan GCG 4 Jam – 2 Sesi

Judul: Effective Good Corporate Governance Training

Deskripsi

Praktik good corporate governance akan menghindarkan perusahaan dari berbagai tantangan internal dan eksternal. Komitmen terhadap praktik good corporate governance yang konsisten, akan mampu menjauhkan perusahaan dari berbagai masalah yang berisiko tinggi.
Pelatihan good corporate governance ini berkonsepkan soft skill, yang akan mencerahkan mind set peserta untuk bekerja sesuai visi, misi, strategi, values, ethics, moral, yang didukung dengan integritas diri yang kuat, buat menciptakan perusahaan yang sehat dan berkinerja tinggi. Melalui budaya kerja yang transparan, jujur, adil, berintegritas, beretika, bermoral, dan bertanggungjawab, diharapkan nilai-nilai profesionalisme sejati dapat diterapkan secara sempurna, di semua aspek kebijakan dan operasional perusahaan. Setiap orang di perusahaan harus menyadari bahwa tanpa didukung praktik good corporate governance, perusahaan berpotensi menjadi tidak sehat. Hal ini dapat menghasilkan risiko yang merusak fondasi perusahaan. Jika, fondasi perusahaan sudah rusak, maka berbagai penyakit kronis akan menggerogoti perusahaan. Hasilnya, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menjalankan operasionalnya.

Tujuan

Membangun kesadaran peserta untuk mempraktikkan good corporate governance buat menjaga daya tahan perusahaan dalam menghadapi berbagai macam tantangan, baik itu yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan.

Manfaat Pelatihan.

  1. Peserta akan memahami prinsip – prinsip GCG.
  2. Peserta akan dimotivasi untuk membangun kepemimpinan, etos kerja, budaya perusahaan, dan kinerja dengan prinsip GCG.
  3. Peserta akan diberikan pencerahan untuk merawat dan menjaga perusahaan agar tetap sehat dan berkinerja maksimal.
  4. Peserta akan diberikan pencerahan untuk memahami realitas stakeholders melalui logika, hati nurani, kebenaran, kejujuran, dan kehormatan.
  5. Peserta akan dimotivasi untuk menyiapkan karakter diri pribadi yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, etika bisnis, dan code of conduct perusahaan.
  6. Peserta akan dimotivasi untuk memiliki visi relasi positif, untuk membangun relasi terbaik dengan stakeholder.
  7. Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju etos kerja yang diperkaya dengan nilai-nilai GCG. Termasuk, dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya-jawab, brainstorming, games, diskusi, role play.

Materi Pelatihan

Sesi 1: Introduction To Good Corporate Governance

The Best Corporate Practices – Bekerja Berdasarkan Board Manual, Business Ethics, Code of Conduct, Hubungan Dengan Stakeholders, Dan Integritas Dalam Pelayanan Kepada Perusahaan.

Sesi 2:Become A Good Corporate Citizen

Etos Kerja Untuk Menjadi Warga Korporasi Terbaik Yang Berbudaya Good Corporate Governance

Untuk training hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

 

WORKSHOP OUTBOUND: ETIKA BISNIS DAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN 2 HARI 1 MALAM

PROGRAM WORKSHOP OUTBOUND 2 HARI 1 MALAM: BUSINESS ETHICS, CODE OF CONDUCT, BEING PROFESSIONAL EMPLOYEE

PROGRAM WORKSHOP OUTBOUND: ETIKA BISNIS + KODE ETIK ORGANISASI + MENJADI KARYAWAN PROFESSIONAL + OUTBOUND

WORKSHOP OUTBOUND PROGRAM 2 HARI 1 MALAM

Program pelatihan Business Ethics, Code of Conduct, Being Professional Employee akan disampaikan dalam bentuk lokakarya (workshop) dengan tambahan aktivitas outbound. Materi pelatihan dirancang untuk fokus pada tiga aspek utama, yaitu: 1. Etika Bisnis yang meliputi pengenalan tentang pentingnya etika dan nilai dalam bisnis yang berkelanjutan; tentang etika dan organisasi; tentang isu-isu etis yang lebih luas dalam perspektif stakeholder. 2. Kode Etik Organisasi yang meliputi pemahaman arti dan pentingnya kode etik untuk bisa menegakkan etika bisnis secara baik. 3. Menjadi Karyawan Yang Profesional yang meliputi perilaku, karakter, sifat, dan sikap yang diperlukan dari seorang individu karyawan untuk menjadikan dirinya memiliki kepribadian yang mampu menjalankan etika bisnis secara tegas dan penuh tanggung jawab. Pelatihan dirancang untuk memberikan keterampilan kepribadiani yang patuh pada panduan etika bisnis dan kode etik organisasi dengan cara-cara profesional. Pelatihan akan dilengkapi dengan latihan tertulis, diskusi, dan role play di dalam kelas.

Etika Adalah Pengetahuan Tentang Apa Yang Baik Dan Apa Yang Buruk. Hak Dan Kewajiban Moral

DESKRIPSI

Aktifitas bisnis dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, dan agar aktifitas bisnis mampu berjalan secara baik diperlukan etika bisnis. Di mana, etika bisnis mampu memagari perilaku pekerjaan sehari-hari di kantor untuk membuat para pemimpin dan karyawan agar tidak terperangkap dalam masalah.

Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi. Sebuah praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.

Secara prinsip etika bisnis itu mengatur agar para pemimpin dan karyawan di perusahaan tidak menjadi korban dari kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemahaman etika bisnis harus diikuti dengan kekuatan sifat baik yang didukung oleh nilai-nilai moral kehidupan yang tinggi.

Etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.

Etika bisnis itu seperti cahaya yang menerangi semua fungsi dan peran kerja karyawan dan pimpinan. Semakin terang pikiran si karyawan dan pimpinan untuk memahami dan mematuhi etika bisnis, akan semakin tinggi kualitas integritas dan kinerja mereka.

Bila para karyawan dan pimpinan mampu mematuhi etika bisnis secara sempurna, maka secara otomatis mereka akan menjadi energi positif perusahaan; mereka akan menjadi pribadi yang membangun kebaikan di organisasi; mereka akan menjadi pribadi istimewa yang berpotensi meraih sukses tertinggi; mereka akan menjadi pribadi yang dicari-cari oleh perusahaan lain untuk direkrut.

Etika bisnis tidak sekedar aturan yang mengikat para karyawan dan pimpinan di perusahaan, tapi etika bisnis menjadi sebuah energi yang mampu menciptakan nilai tambah buat organisasi.

Etika bisnis adalah perilaku moral dan sikap baik yang menjadi inti dari kekuatan sebuah manajemen, dan inti dari sebuah kekuatan bisnis.

KONSEP DASAR

Etika Bisnis berarti melakukan semua aspek bisnis dan berurusan dengan semua kepentingan stakeholder dalam cara yang etis. Untuk itu, setiap pegawai wajib memiliki integritas dan mampu bekerja berdasarkan kode etik perusahaan

TUJUAN PELATIHAN

Menginternalisasikan etika bisnis dan kode etik perusahaan ke mind set peserta; membangun sikap bertanggung jawab peserta untuk melaksanakan etika bisnis dan kode etik secara multikultural; memberi pencerahan untuk melihat keterbatasan etika bisnis dan kode etik dari pikiran positif; membangun kepercayaan diri dan keyakinan peserta untuk bekerja berdasarkan etika bisnis dan kode etik; memberikan pencerahan, motivasi, dan mencerdaskan emosional peserta untuk berperilaku positif di dalam setiap hubungan dan komunikasi dengan stakeholders.

MANFAAT PELATIHAN

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  1. Peserta akan mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk membangkitkan potensi integritas terbaik dari dalam diri.
  2. Peserta akan mendapatkan pencerahan untuk memiliki persepsi positif tentang keberadaan etika bisnis dan code of conduct di perusahaan.
  3. Peserta akan belajar cara memanfaatkan kekuatan etika bisnis dan code of conduct untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada organisasi dan stakeholders.
  4. Peserta akan belajar cara berkomunikasi persuasif dengan stakeholders melalui kekuatan empati.
  5. Peserta akan belajar cara meningkatkan kesadaran sosial untuk mendengarkan harapan dan kepentingan stakeholders terhadap pelayanan perusahaan.
  6. Peserta akan belajar cara menjaga dan merawat etika bisnis dalam sebuah keharmonisan hubungan kerja.
  7. Peserta akan mendapatkan tips dan trik untuk menuju hidup yang diperkaya dengan nilai-nilai positif. Termasuk, dapat mendiskusikan semua persoalan dan tantangan kerja, untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pembicara

METODE PELATIHAN

Indoor dan Outdoor: Presentasi, Latihan Tertulis, Brainstorming, Tanya-Jawab, Role Play, Games, Studi Kasus, Diskusi, Ice Breaker.

MATERI PELATIHAN

HARI 1 / DAY 1

PK 10.00 -12.00 WIB : SESI 1 : ETIKA BISNIS (Business Ethics)

Peserta belajar mengenal etika dan nilai untuk menjalankan bisnis yang sehat. Materi meliputi isu-isu etis dalam sistem pasar, sistem sosial, dan keseimbangan lingkungan. Tanggung jawab sosial bisnis, konflik etika, dan isu-isu etis yang lebih luas di masyarakat, seperti: korupsi, masalah ekologi, diskriminasi, sara, etika teknologi informasi, dan cara menyelesaikan dilemma etika.

PK 12.00 – 13.30 WIB: LUNCH BREAK

PK. 13.30 – 13.45 WIB. CHECK IN DI HOTEL

PK 13.45 – 15.00 WIB. SESI 2: KODE ETIK (Code Of Conduct )

Peserta belajar tentang cara memahami dan menjalankan kode etik organisasi di semua aspek organisasi, kode etik dalam manajemen sumber daya manusia, kode etik dalam budaya organisasi, kode etik dalam pemasaran, kode etik dalam bidang akuntansi dan keuangan.

PK. 15.00 – 18.00 WIB: AKTIVITAS OUTBOUND DIPANDU OLEH PARA PROFESSIONAL DIBIDANGNYA.

PK.18.00 – 19.30: BREAK, MANDI DAN MAKAN MALAM

PK.19.30 – 21.00 WIB. SESI 3: MENJADI KARYAWAN YANG PROFESIONAL DALAM MENJALANKAN ETIKA BISNIS DAN KODE ETIK ORGANISASI (Being Professional Employee)

Peserta belajar menjadi pribadi profesional untuk menjalankan nilai, etika, dan  kode etik organisasi dengan berkualitas, adil, terbuka, bertanggung jawab, dan mampu mempertanggungjawabkannya kepada stakeholder.

PK.21.15 WIB: ISTIRAHAT.

HARI 2 / DAY 2

PK. 06.00 – 08.00: BREAKFAST/MAKAN PAGI

PK. 08.00 – 12.00 WIB. FORUM BRAINSTORMING

Peserta akan melengkapi tugas dan latihan tertulis yang mencakup  etika bisnis, kode etik, dan pengembangan kepribadian untuk menjalankan etika bisnis dan kode etik. Hasil latihan tertulis ini menjadi bahan di Forum Brainstorming.

PK. 12.05 WIB: PELATIHAN SELESAI.

PK.12.30 WIB: CHECK OUT DARI HOTEL.

PK. 13.00 – 14.00 WIB: MAKAN SIANG BERSAMA.

Untuk Training Hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Email: training@djajendra-motivator.com

Menghindari Percakapan Emosional Dan Membosankan

“Komunikasi Terburuk Adalah Di Saat Anda Atau Pun Lawan Bicara Anda Berbicara Secara Agresif, Yang Tak Meyakinkan, Penuh Emosional, Membosankan, Dan Yang Saling Menyakitkan Perasaan.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali kita terjebak di dalam ruang rapat dengan percakapan yang tidak menyenangkan, yang sangat membuang-buang waktu, dan tidak bermanfaat buat siapa pun, kecuali buat kepuasaan ego diri sendiri.

Kesadaran diri sendiri untuk bisa mengontrol semua interaksi dan komunikasi dengan orang lain, akan membantu diri sendiri untuk menjadi lebih positif dalam setiap komunikasi.

Bila  Anda sudah terlanjur berada dalam percakapan yang penuh emosional atau yang membosankan, maka segeralah ambil sikap positif untuk menghindar dari komunikasi yang penuh energi negatif tersebut.

Anda harus segera keluar dari percakapan yang penuh emosi dan membosankan itu. Mulailah dengan senyum dan katakan bahwa Anda harus segera pergi untuk sebuah urusan yang tidak bisa ditunda. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Untuk interaksi atau komunikasi berikutnya, pastikan Anda telah menyarankan atau menyampaikan informasi yang ingin Anda bicarakan. Katakan secara jujur kepada rekan bicara Anda bahwa Anda hanya tertarik untuk berbicara terhadap materi yang disepakati. Dengan tegas Anda harus meminta rekan bicara Anda untuk berkomitmen terhadap materi pembahasan.

Komunikasi yang penuh emosional berpotensi mengaburkan semua informasi penting, dan hal ini akan menyebabkan Anda dan rekan-rekan komunikasi Anda akan gagal meletakkan keputusan dasar untuk kerjasama yang berkualitas.

Berbicaralah secara efektif pada sasaran yang dituju. Jangan terlalu banyak berasumsi dan berteori, tapi fokuskan semua energi, kecerdasan, dan pengetahuan Anda untuk topik yang sedang Anda bicarakan.

Jadilah pribadi yang bersikap terbuka terhadap semua informasi pendukung. Berikan yang terbaik, dan pastikan Anda cerdas membaca pikiran dan motivasi orang lain.

Miliki kekuatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Jangan hanya sekedar menerima jawaban, tapi dapatkan informasi yang lebih detail untuk semua persoalan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Di Saat Anda Tak Memegang Kendali Dalam Persaingan Karir Anda

“Walaupun Profesi Saya Adalah Mengajar Dan Memotivasi, Tapi Saya Tetaplah Seorang Murid Yang Akan Terus Belajar Dari Setiap Momen Kehidupan.” –  Djajendra

Sebagian besar karyawan di tempat kerja selalu berharap mendapatkan karir, jabatan, dan gaji yang terbaik. Untuk itu, mereka selalu mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan, motivasi, karakter, keterampilan, dan semangat untuk menjadi yang terbaik. Persoalannya, dalam proses pengejaran karir, ada sangat banyak faktor x yang  diperlukan, dan tidak sekedar tergantung kepada kegeniusan atau pun kepada kehebatan keterampilan kerja individu. Peluang untuk mendapatkan karir terbaik sering sekali ditentukan oleh sikap murah hati para pimpinan. Apakah Anda menyadari bahwa kecemerlangan karir Anda di saat ini mungkin ditentukan oleh sikap murah hati para atasan Anda di mana pun itu?

Saya pribadi tidak pernah menyangkal bahwa sebagian besar karyawan pasti menyimpan harapan kepada para pimpinannya. Namun, ada juga sebagian karyawan yang terlalu percaya diri dan cendrung bersikap sombong, dan mengabaikan faktor x di dalam mendapatkan karir kerja terbaik. Mereka selalu berpikiran kegeniusan, pendidikan, dan kehebatan keterampilan mereka pasti mampu mengantar mereka kepada puncak karir dan puncak prestasi tertinggi. Padahal di dalam dunia kerja, hubungan baik dan komunikasi yang persuasif sangat menentukan untuk mendapatkan yang terbaik di dalam setiap proses perjalanan karir ke puncak prestasi.

Setiap karyawan  harus bekerja keras dan berinteraksi dengan baik kepada setiap orang di internal kantor. Setiap karyawan harus berpikir bahwa tugas mereka adalah berjuang, bekerja keras, beretika, memiliki etos kerja terbaik, melayani perusahaan dan stakeholders dengan tulus, ikhlas dan penuh tanggung jawab. Setiap karyawan harus bersikap rendah hati, dan berperilaku seolah-olah perjalanan karir mereka tidak sepenuhnya atas kendali diri sendiri, tapi masih ada faktor x yang diperlukan untuk memenangkan persaingan karir di tempat kerja.

Mungkin di saat ini Anda telah memenangi berbagai kompetisi karir di tempat kerja Anda. Artinya, Anda telah meraih sukses. Namun, memenangi karir di saat ini bukanlah berarti Anda telah sampai di puncak prestasi, masih ada puncak – puncak prestasi yang lebih tinggi yang harus Anda daki, dan mungkin juga ada tantangan-tantangan sulit yang harus Anda lalui untuk sampai di puncak prestasi yang lebih tinggi.

Di dalam hidup, Anda tak bisa memenangi semua perlombaan karir menuju puncak prestasi di setiap waktu. Anda tak bisa berada di puncak prestasi di setiap waktu. Meski begitu, Anda harus selalu bersikap rendah hati, optimistis, berjuang, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah oleh hal apa pun. Ingat! Kadang-kadang, Anda harus menjadi lebih kuat untuk menerima momen terburuk dari perjalanan karir Anda, dan selalu mau menjadi murid terbaik untuk belajar dari momen terburuk itu.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Tips: Memimpin Dengan Baik

“Jadilah Pemimpin Yang Selalu Menabur Kebaikan, Agar Anda Menjadi Pemimpin Yang Selalu Dicintai Setiap Stakeholders.” – Djajendra

Untuk memimpin dengan baik, Anda harus melayani organisasi dan setiap stakeholders dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Artinya, kualitas seorang pemimpin terletak pada kemampuan teknis untuk mengelola organisasi, ditambah kualitas untuk memberikan pelayanan melalui hati nurani dengan kekuatan empati, toleransi, cinta, kepedulian, dan tanggung jawab.

Berikut tips untuk memimpin dengan baik:

  1. Pahami karakter orang – orang di kantor Anda dengan baik, lalu layani mereka dengan cinta dan penuh tanggung jawab.
  2. Pimpinlah dengan perasaan sabar dalam pengendalian diri yang baik.
  3. Jadilah pemimpin yang memberi perhatian, penghargaan, dan dorongan kepada semua bawahan Anda.
  4. Jadilah diri sendiri dan dapatkan  kehormatan melalui sifat baik Anda.
  5. Perlakukan setiap orang di tempat kerja sebagai orang-orang penting yang menjadi inti kekuatan organisasi.
  6. Jadilah pemimpin yang memenuhi harapan dan kebutuhan orang lain dengan tanpa pamrih.
  7. Kuatkan kecerdasan emosional Anda, dan singkirkan sifat dan perilaku yang merugikan diri Anda dan orang lain.

Pemimpin yang baik tidak hanya akan sibuk bekerja keras dengan permainan kekuasaan, tapi dia akan mulai menanam nilai-nilai positif kepada setiap orang di tempat kerja, lalu akan berjuang total untuk mengembangkan, membangun dan mempertahankan reputasi perusahaan di semua aspek, secara keseluruhan dan total.

Pemimpin yang hebat selalu memahami bahwa dia akan menuai apa yang dia tabur. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu menabur kebaikan agar Anda menjadi pemimpin yang dicintai setiap stakeholders.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mencari Ide-Ide Terbaru Untuk Menyegarkan Pelayanan Pelanggan Berkualitas

“Jangan Menghabiskan Begitu Banyak Waktu Untuk Memilih Peluang Yang Sempurna, Sehingga Anda Kehilangan Peluang Yang Tepat.” – Michael Dell

Jangan pernah membatasi imajinasi Anda untuk apa yang sudah Anda ketahui di dalam pelayanan berkualitas kepada pelanggan Anda. Anda harus selalu berinovasi untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan Anda, jangan mengikuti apa yang orang lain berikan kepada pelanggannya, tapi jadilah lebih kreatif bersama imajinasi Anda yang luar biasa untuk melakukan pelayanan terbaik, dan meraih kesuksesan luar biasa dari pelayanan Anda yang hebat dan penuh kreatifitas tersebut.

Saya sangat suka untuk mengamati apa-apa saja yang ada dipermukaan bisnis, salah satunya di aspek pelayanan pelanggan. Dari pengamatan saya, sangat banyak perusahaan yang lebih suka mengikuti cara dan gaya perusahaan lain yang dianggap sukses dan luar biasa di dalam pelayanan pelanggan.  Sangat jarang ada perusahaan yang berani mencari pengalaman baru melalui ide-ide baru mereka sendiri di bidang pelayanan pelanggan yang berkualitas. Apakah memang sudah tidak ada ide atau memang lahan kreativitasnya yang sedang kering? Jawabannya mungkin bisa sangat beragam, apalagi pendapat saya ini hanya berdasarkan pengamatan saya secara indrawi, bukan dari hasil sebuah riset yang mendalam.

Pelanggan atau konsumen adalah tujuan akhir dari sebuah bisnis. Apa pun yang dikerjakan oleh sebuah unit bisnis, hasil akhirnya haruslah memuaskan harapan pelanggan, agar pelanggan terus-menerus mau datang kembali untuk membeli dengan ikhlas dan senang. Jika unit bisnis gagal memenuhi semua harapan dan kebutuhan pelanggan atau konsumennya, maka unit bisnis tersebut pasti akan gulung tikar. Sebab, tanpa ada pelanggan atau konsumen unit bisnis tidak akan memiliki pemasukan uang, sedangkan pengeluaran biaya sifatnya bisa setiap hari. Artinya, bila tidak ada pemasukan uang sama sekali dari pelanggan, maka secara otomatis unit bisnis tersebut pasti akan mati.

Memahami perilaku pelanggan adalah hal yang sangat penting, termasuk memahami potensi dan kemungkinan-kemungkinan baru untuk memberikan pelayanan pelanggan berkualitas juga akan sangat membantu kesuksesan bisnis Anda. Untuk itu, Anda harus dapat mengidentifikasi semua cara untuk melakukan interaksi dengan pelanggan Anda melalui produk, jasa atau layanan bisnis Anda. Miliki intuisi untuk melihat gambaran besar tentang pelanggan dan bisnis Anda, lalu lakukan identifikasi peluang yang ada untuk dimodifikasi melalui kreativitas dan inovasi yang bisa menjadi tren terbaru di dalam pelayanan berkualitas.

Bisnis yang baik harus memiliki kecerdasan untuk berinteraksi dengan pelanggan melalui produk dan jasa yang terbaik.  Oleh karena itu, Anda wajib menemukan berbagai potensi terbaik untuk meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan Anda, walaupun di hari ini kualitas pelayanan yang Anda berikan sudah sempurna. Tetapi, bila Anda lalai untuk mengikuti perubahan dan tren terbaru di bidang pelayanan pelanggan yang berkualitas, maka kesempurnaan pelayanan pelanggan yang ada di hari ini berpotensi menjadi tidak sempurna di masa depan,

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Motivasi Selalu Di Butuhkan

“Apa Rahasia Kesuksesan? Tidak Ada. Yang Anda Perlukan Adalah Sikap Seorang Pemenang, Kejujuran, Integritas, Dan Keinginan Membara Untuk Sukses.” – Dave Thomas, Pendiri Wendys (1932-2002)

Hari jumat malam, tanggal 7 Mei 2010, saya di undang oleh sebuah perusahaan galangan kapal terbesar untuk memberikan motivasi kepada para pimpinan dan karyawan. Acara di buat di Ruang Sidang Caravan, Safari Lodge.  Taman Safari Indonesia. Jl. Raya Puncak No 601, Cisarua, Bogor, Indonesia .

Lokasi Ruang Sidang Caravan berada di tengah kehijauan hutan Cisarua. Cisarua adalah daerah pegunungan yang di malam hari udaranya sangat dingin. Saya dan tim sangat memahami tantangan yang akan dihadapi oleh para peserta. Dingin di malam hari di tengah hutan pastilah membuat pikiran dan perasaan ikut membeku bersama kehijauan hutan Cisarua di malam hari.

Memberi motivasi tidak hanya cukup dengan kata-kata yang luar biasa, tapi diperlukan pemahaman tentang situasi, lokasi, karakter peserta, dan tujuan perusahaan untuk mengadakan acara motivasi tersebut. Setelah memahami semua hal di atas, barulah bisa di buatkan sebuah program motivasi yang tepat sasaran.

Setelah saya dan tim memahami bahwa acara motivasi di buat di malam hari di tengah udara dingin hutan Cisarua, kami berkesimpulan bahwa acara harus dibawakan dalam suasana yang menghibur dan penuh gerak. Kami pun merancang games dan materi motivasi yang bisa membuat suasana terus aktif, agar peserta tidak ngantuk, dan dapat mengikuti acara dengan penuh antusias dan semangat. Hasilnya luar biasa, sampai dengan acara selesai peserta masih antusias untuk mengikuti program motivasi yang kami berikan.

Acara pun selesai sekitar jam 22.30 – 23.00 wib. Saya dan tim pulang kembali ke Jakarta dengan hati yang puas dan bahagia. Kami selalu merasa senang dan bahagia bila bisa memberikan yang terbaik buat para peserta kami. Apalagi para peserta kami adalah pribadi-pribadi luar biasa yang telah menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang luar biasa di sepanjang acara motivasi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Berikan Yang Terbaik Kepada Pelanggan Anda

“Anda Harus Memberikan Yang Terbaik Kepada Pelanggan Untuk Mendapatkan Keuntungan Yang Layak.” – James Cash Penney, Pendiri JC Penney

Seorang pelanggan hanya akan puas bila ia mendapatkan pelayanan, produk atau jasa yang berkualitas terbaik dengan harga yang murah.

Penawaran produk atau jasa dengan kualitas yang terbaik dan ternyaman akan membuat pelanggan selalu setia bersama perusahaan. Di samping itu, pelanggan juga sangat mungkin untuk merekomendasikan produk atau layanan perusahaan kepada yang lain. Artinya, perusahaan berpotensi menambah jumlah pelanggan, tanpa harus mengeluarkan biaya promosi.

Berikan yang terbaik kepada pelanggan Anda, dan pelanggan Anda akan menjadi penjual yang persuasif untuk menceritakan kehebatan produk, jasa, dan layanan Anda kepada orang lain.

Salah satu kekuatan terpenting dalam pemasaran adalah melakukan tindakan untuk mengembangkan jumlah pelanggan setia. Untuk itu, semua kekuatan sumber daya perusahaan harus difokuskan untuk memuaskan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Setiap orang di internal perusahaan harus mampu mendedikasikan dirinya secara total untuk memberikan kualitas dan keunggulan layanan kepada pelanggan.

Bila semua orang di internal perusahaan sadar bahwa kepuasan pelanggan adalah sangat berharga, maka hati nurani setiap orang pasti akan tergerak untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Hal ini jelas akan mempermudah strategi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan setia sebanyak mungkin.

Pelayanan berkualitas adalah pelayanan yang harus bisa menyentuh perasaan terdalam pelanggan. Artinya, perusahaan bersama semua kekuatan sumber dayanya harus fokus untuk memberikan pelayanan terbaik, yang bisa menyentuh emosional si pelanggan untuk menjadi setia, dan mencintai produk dan layanan perusahaan.

Semakin banyak pelanggan setia yang Anda miliki, akan semakin murah biaya operasional perusahaan Anda. Artinya, Anda tidak perlu takut menghadapi para pesaing Anda. Sebab, Anda mampu menjalankan bisnis dengan konsep yang melayani pelanggan dengan segala hal terbaik, sehingga pelanggan Anda bersedia untuk menjadi setia kepada perusahaan Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

GCG – Di Saat Anda Harus Berbohong Untuk Mempertahankan Pekerjaan.

“Pekerjaan Yang Anda Lakukan Tidaklah Berdiri Sendiri, Tapi Didalamnya Ada Hak Dan Kepentingan Para Stakeholders.” – Djajendra

Apa yang akan Anda lakukan di saat perusahaan meminta Anda untuk mengerjakan pekerjaan – pekerjaan yang berpotensi melanggar etika dan yang bersifat berbohong? Apakah Anda mau mengorbankan kejujuran Anda demi mempertahankan pekerjaan Anda? Apakah Anda mau mengambil risiko untuk mengerjakan pekerjaan yang penuh tantangan tersebut? Atau Anda akan bersikap tegas untuk meninggalkan perusahaan dan pekerjaan Anda?

Perilaku berbohong adalah perilaku yang tidak disukai oleh siapa pun. Tetapi, di saat perusahaan tempat Anda mencari kehidupan menyuruh Anda untuk berbohong, maka pilihan Anda ada pada hati nurani Anda. Bila hati nurani Anda sepakat dengan keinginan perusahaan, maka kemungkinan Anda akan mendapatkan berbagai fasilitas dan kompensasi yang memperkaya sisi keuangan dan materi Anda. Di sisi lain, bila hati nurani Anda menolak semua perintah perusahaan yang bersifat berbohong, maka Anda berpotensi disingkirkan dari perusahaan. Memang pilihan yang sulit, tapi realitas di dunia bisnis selalu menuntut perusahaan untuk berbohong. Hal ini disebabkan oleh sangat beragamnya niat dan kepentingan stakeholders yang ada di dalam dan di luar perusahaan.

Di dalam pelatihan di internal perusahaan hal-hal yang menyangkut  etika dan hukum selalu menjadi bahan diskusi yang sangat sulit untuk mendapatkan jawaban. Oleh karena itu, semua kelas pelatihan saya bersifat tertutup, dan hasil diskusi hanya untuk memberikan pencerahan kepada satu perusahaan. Saya pun tidak pernah mengambil video untuk dokumentasi saya, hanya peserta yang berhak untuk mendokumentasikan acara pelatihan tersebut. Sikap saya ini bertujuan untuk mendorong para peserta agar bisa bersikap jujur dan mampu mengekspresikan persoalan-persoalan di internal mereka untuk mendapatkan saran dan tips yang membesarkan semangat dan kerja keras mereka.  Saya sangat menghormati kerja keras seseorang untuk mempertahankan pekerjaan dan kehidupannya.

Sebuah kejujuran bila tidak terlalu penting dan tidak banyak manfaatnya buat kesejahteraan dan keadilan kehidupan, maka sebaiknya kejujuran tersebut tidak perlu dipertahankan dengan mengorbankan pekerjaan. Oleh karena itu, di saat Anda harus berbohong, coba renungkan dulu, apakah memang ada manfaatnya untuk mengungkapkan kebenaran Anda kepada orang lain? Apakah kebenaran yang Anda pikirkan tersebut manfaatnya sebanding dengan risiko yang menyertai sikap Anda? Anda harus menjadi pribadi yang cerdas secara empati untuk melihat kebenaran sejati di sekeliling tempat kerja Anda.

Pesan yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini adalah jangan terlalu kaku untuk mempertahankan kebenaran versi Anda di tempat kerja, coba kembangkan wawasan Anda seluas mungkin untuk memahami kepentingan dan kebenaran versi orang-orang lain. Sebab, pekerjaan yang Anda lakukan tidaklah berdiri sendiri, tapi didalamnya ada hak dan kepentingan para stakeholders yang mungkin berbeda sikap dan persepsi dengan Anda.

Kebenaran tidak selalu akan menjadi benar. Kebenaran yang penuh risiko berbahaya pasti akan menjadi hal tersulit untuk diungkapkan. Apalagi bila kebenaran yang Anda pikirkan itu tidak menguntungkan siapa pun.

Yang perlu selalu Anda pahami adalah kekuasaan yang kuat bisa merekayasa kebohongan menjadi kebenaran, atau bisa merekayasa ketidakjujuran menjadi jujur. Oleh karena itu, sikap Anda di tempat kerja harus diperkuat dengan wawasan yang luas, yang penuh empati dan toleransi, untuk membuat kebenaran versi stakeholders tetap menjadi rahasia perusahaan yang tabu untuk dibicarakan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Keterampilan Berkomunikasi Di Internal Perusahaan

“Komunikasi Persuasif Akan Mengembangkan Semangat Kerja, Dan Menghapus Sikap Negatif Di Antara Karyawan Dan Pimpinan.”-Djajendra

Beberapa waktu yang lalu, saya di undang oleh sebuah perusahaan properti ternama, untuk memberikan training motivasi komunikasi di internal perusahaan.  Materi di fokuskan untuk membangun komunikasi persuasif dengan rekan kerja selevel, bawahan, dan atasan.

Komunikasi persuasif tidak boleh dihindari oleh siapa pun. Sikap rendah hati dalam balutan empati dan kecerdasan emosional yang baik, akan menjadikan setiap orang di perusahaan mampu memberikan yang terbaik.

Komunikasi persuasif akan membuat informasi di internal perusahaan tersampaikan dengan baik kepada setiap fungsi dan peran kerja. Hal ini akan meningkatkan rasa kepercayaan di antara setiap orang untuk saling berbagi dan berkontribusi secara maksimal.

Komunikasi persuasif akan mengembangkan semangat kerja, dan menghapus sikap negatif di antara karyawan dan pimpinan. Termasuk, meningkatkan produktivitas dan efisiensi di semua aspek pekerjaan di perusahaan.

Komunikasi persuasif menjadi sangat penting, karena akan menjadi alat manajemen untuk memberikan kontribusi kepada organisasi dan stakeholders.

Pelatihan selama delapan jam ini berlangsung dengan sangat baik. Setiap peserta sangat antusias dan aktif dalam role play, dan selalu berusaha dengan berbagai cara untuk tetap bisa mengontrol diri, serta mampu secara konsisten memainkan peran persuasif di dalam setiap komunikasi.

Komunikasi persuasif tidak hanya sebatas teknik-teknik komunikasi yang bersifat normatif, tapi diperlukan hati nurani untuk bersikap baik, adil, jujur, profesional, terbuka, dan positif terhadap siapa pun.

Etika, moralitas, sikap, dan pengendalian diri merupakan sebuah dasar yang tak boleh diabaikan di dalam pengembangan komunikasi persuasif di internal perusahaan.

Komunikasi persuasif akan menghasilkan individu – individu yang setia kepada visi perusahaan, serta mampu memiliki tekad dan motivasi untuk menghasilkan kinerja yang produktif dan efektif.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com