Emotional Intelligence – Bahasa Tubuh

“Bahasa Tubuh Yang Buruk Memperlihatkan Ketidakcerdasan Emosional.” – Djajendra

Bahasa tubuh yang buruk akan membuat orang lain bisa tersinggung. Hal ini terjadi kepada Mario Balotelli, pemain muda Inter Milan.

Mario Balotelli adalah seorang pemain sepak bola yang cukup berpotensi untuk menjadi pemain terbaik dunia. Persoalannya, dia sering sekali tidak mampu mengendalikan dirinya, sehingga beberapa kali harus menerima hukuman dari klub dan pelatih.

Pada semifinal Liga Champions, saat Inter Milan memenangkan pertandingan melawan sang raksasa Barcelona. Semua pendukung, pengurus, pelatih, dan pemain Inter Milan sedang merayakan kemenangan yang luar biasa tersebut. Tetapi, perayaan tersebut harus ternoda oleh sikap Mario yang membuang kostum Inter Milan yang dia pakai.

Mario Balotelli tidak mengucapkan kata-kata kasar, tapi bahasa tubuhnya, dan sikapnya yang membuang kostum membuat para pendukung dan beberapa pemain Inter tersinggung. Akibatnya, Mario Balotelli harus berseteru dan merusak pesta kemenangan tim dan pendukung.

Mentalitas yang rapuh dan emosional yang tidak cerdas sangat mudah membawa seseorang kepada konflik dan persoalan.

Kisah Mario Balotelli mengajarkan kepada kita bahwa bahasa tubuh yang tidak simpati, dan yang cendrung melecekan sebuah simbol, dapat mengundang emosional orang lain untuk merusak dan menghukum diri kita.

Kecerdasan emosional tidak hanya harus dipelajari, tapi harus diinternalisasikan ke dalam karakter, perilaku, sikap, dan sifat sejati kita. Bila tidak, maka semua pengetahuan kecerdasan emosional hanya akan menjadi sebatas pengetahuan yang tidak mampu merubah diri untuk menjadi lebih berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Pemimpin Bisnis Memaksimalkan Kinerja

“Mentalitas Karyawan Harus Mendorong Motivasi Diri Sendiri Buat Mencapai Hasil Dan Kinerja Yang Bagus,” – Djajendra

Tugas sejati seorang pemimpin bisnis adalah memaksimalkan kemampuan dan keterampilan manajemen, dan mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk berkinerja maksimal.

Pemimpin bisnis harus bekerja dengan prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis. Khususnya, untuk mengelola karyawan dan manajer secara efektif; mengatasi dan memperbaiki praktek-praktek manajemen yang buruk; mengembangkan citra dan reputasi perusahaan yang sehat; meningkatkan daya juang dan daya tahan karyawan dan manajer; membangun hubungan yang saling membantu dalam komunikasi yang persuasif dan efektif.

Prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis akan terwujud di saat pemimpin bisnis cerdas untuk mengembangkan diri sendiri dan orang lain dalam semangat budaya perusahaan yang efektif dan dinamis. Selanjutnya, perusahaan dapat memiliki segala sesuatu dalam operasional dan strateginya. Jika, pemimpin, manajer dan karyawan bersatupadu untuk saling membantu dan saling berkumunikasi secara efektif untuk mendapatkan apa yang perusahaan inginkan.

Prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis. Artinya, semua tugas, proses, pekerjaan, tanggung jawab, dan etika diselesaikan dengan integritas melalui individu dan tim yang solid dan kuat.

Pemimpin harus mengkoordinasikan dan menyatukan semua persepsi, kekuatan, keunggulan, dan motivasi manajer dan karyawan untuk menjadi pribadi-pribadi unggulan yang bekerja dalam efektivitas dan efisiensi yang berkualitas.

Pemimpin harus membangun karakter, integritas, nilai, dan kepercayaan diri setiap orang di dalam organisasi sebagai landasan dasar untuk menjadi efektif dan dinamis di semua aspek kerja organisasi. Termasuk, membangun motivasi, keyakinan, dan filsafat hidup yang mempengaruhi setiap individu manajer dan karyawan untuk menciptakan citra diri yang fokus kepada kinerja maksimal.

Manajer dan karyawan harus diarahkan untuk melakukan pilihan yang tepat atas semua tantangan di lapangan, tidak sekedar hanya memahami tantangan dengan reaksi, tapi cerdas  menanggapi tantangan dengan etos kerja yang telah dibungkus dalam budaya kerja yang efektif dan dinamis.

Agar setiap karyawan dan manajer mampu bekerja dengan kinerja yang maksimal, diperlukan mental untuk bekerja dalam perasaan solid, kuat, berani, bangga, dan menyandang kepribadian positif yang tangguh.  Di sini, pemimpin harus memainkan peran untuk menyulap mental berkinerja maksimal para karyawan dan manajer dalam sasaran dan arah yang tepat. Mentalitas yang ditanamkan pemimpin ke dalam diri setiap karyawan dan manajer harus mendorong motivasi diri sendiri buat mencapai hasil dan kinerja yang bagus.

Pemimpin harus mendapatkan kerja sama yang berkualitas dari setiap orang di dalam organisasi. Untuk itu, diperlukan sebuah etos kerja dengan prinsip-prinsip yang mengedepankan kepemimpinan diri sendiri, kedinamisan yang teratur dalam semua aspek kerja, sikap yang lebih sensitif dalam semua hal di tempat kerja, berkemauan keras untuk menghasilkan kualitas kerja yang terbaik, dan selalu bekerja dengan efektifitas dan efisiensi yang berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com