10 Menit Untuk Tidak Mencela Orang Lain

“Jangan Mencela, Maka Kau Tidak Akan Dicela.” – Abraham Lincoln

Sebagian besar orang lebih suka mencela dan menceritakan kekurangan orang lain daripada mencela dan memperbaiki diri sendiri.

Perilaku mencela orang lain adalah hasil dari emosional negatif, dan akan ada dua hal yang muncul dari perilaku mencela, yaitu: akan dibenci orang lain dan akan mengundang banyak musuh untuk merusak perasaan damai dan bahagia.

Setiap orang tidak pernah menginginkan ada orang lain yang mencelanya, demikian juga dengan Anda, mungkin tidak akan membiarkan diri Anda dicela oleh siapa pun.

Pekerjaan mencela adalah pekerjaan yang paling gampang, tapi dampak negatifnya luar biasa merusak mental dan hubungan. Setiap kali Anda mencela seseorang, semakin sakit hati dan semakin dendam orang tersebut kepada Anda.  Hasilnya, Anda akan dikelilingi oleh musuh yang terlihat dan yang tidak terlihat oleh mata dan perasaan Anda.

Agar Anda tidak menjadi seorang yang suka mencela orang lain, Anda harus menjalani kehidupan Anda dengan memfokuskan semua perhatian Anda kepada sisi baik orang lain. Jangan pernah melihat sisi negatif siapa pun, tapi lihatlah sisi baik, dan layani orang lain dengan sikap baik Anda, yang membuat orang lain terlihat hebat dan penting.

Gunakan setiap hari 10 menit dari waktu Anda, khusus untuk melatih mind set Anda, agar Anda mampu untuk tidak mencela orang lain. Gunakan 10 menit itu untuk merenungkan sisi baik dari orang lain, dan gunakan 10 menit itu untuk membuat diri Anda mendapatkan sifat dan perilaku yang menghormati orang lain.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mencegah Konflik Di Tempat Kerja

“Konflik Akan Menciptakan Efek Buruk Berantai Yang Berpotensi Merusak Fondasi Perusahaan.” – Djajendra

Pengaturan hubungan kerja yang gagal akan menciptakan konflik dalam bentuk gesekan antara individu di dalam organisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah dan kerugian bagi stakeholders. Bila manajemen tidak mampu mengelola berbagai macam kepribadian yang berbeda untuk sebuah visi bersama, maka para individu akan berperilaku atas dasar ego dan kepentingan diri mereka masing-masing.

Ketegangan dan konflik yang tak terkendali akan memicu ketidakcerdasan emosional di internal organisasi. Oleh karena itu, pihak manajemen harus mampu memecahkan akar dari ketegangan dan konflik tersebut. Bila tidak, maka secara otomatis kepatuhan karyawan dan pimpinan kepada etika dan moralitas akan menurun, dan kondisi ini akan menghilangkan potensi perusahaan untuk meraih kinerja terbaik.

Setiap karyawan dan pimpinan sejak dini harus diajarkan cara untuk mengendalikan situasi di saat benih konflik muncul. Terutama untuk mengubah pandangan dan tanggapan negatif menjadi positif terhadap situasi yang ada, agar bisa mengatasinya dengan cara yang paling profesional dan bijaksana.

Konflik biasanya akan diikuti sikap marah dan dendam, kedua sifat ini pasti akan mengganggu perilaku setiap orang. Artinya, energi negatif yang dimunculkan oleh sekelompok orang di dalam internal organisasi, akan menciptakan efek buruk berantai yang berpotensi merusak fondasi perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, jika sekelompok orang sedang berkonflik satu sama lain, maka perhatian orang-orang lain di internal perusahaan tidak akan fokus pada pekerjaan mereka, tapi perhatian akan ditujukan untuk mengetahui perjalanan konflik. Dan setiap orang akan mencoba untuk berasumsi dalam membongkar konflik. Hasilnya, gosip akan menguasai etos kerja, dan setiap orang akan terlibat dalam pro-kontra konflik.

Konflik yang berkepanjangan akan menciptakan ketidakmampuan sumber daya manusia untuk berkonsentrasi buat mencapai semua rencana dan tujuan. Akhirnya, etos kerja di internal perusahaan akan terbebani dengan perasaan gelisah dan marah. Termasuk, penurunan kualitas kerja, disiplin dan moral.

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com