Mempersiapkan Karyawan Untuk Bertanggung Jawab

“Jadikan Karyawan Sebagai Mitra Kerja, Dan Berikan Tanggung Jawab Dalam Kendali Manajemen Risiko Yang Berkualitas.” – Djajendra

Dalam perjalanan saya dari satu perusahaan ke perusahaan lain, saya menemukan bahwa para pemimpin atau manajer selalu takut untuk memberikan tanggung jawab penuh kepada karyawan. Karyawan jarang dianggap sebagai mitra kerja, tapi lebih difungsikan sebagai pembantu di dalam setiap fungsi dan peran pekerjaan. Pemimpin selalu ingin informasi mengalir dari atas ke bawah, bukan dari bawah ke atas. Semua ini terjadi karena pemimpin tidak ingin melepaskan kontrol seinci pun atas semua pekerjaan di kantor.

Sikap pemimpin yang takut melepaskan kontrol kepada karyawan, biasanya akan sibuk sendiri, dan selalu merasa beban kerja yang luar biasa berat. Semua ini akan menciptakan kepemimpinan yang tidak efektif, manajemen yang tidak efektif. Termasuk, ketidakmampuan pemimpin untuk menerima umpan balik dari para karyawan. Pemimpin akan melakukan semua pekerjaan , dan membiarkan para karyawan hanya fokus  pada apa yang dia suruh dan tugaskan.

Keberanian pemimpin untuk memberikan tanggung jawab penuh kepada karyawan akan menjadikan karyawan lebih peduli dan mencintai pekerjaan dan perusahaan.

Karyawan harus diajarkan untuk mengerti pekerjaan dan tanggung jawab. Mereka harus tahu tugas, peran, dan fungsi mereka di dalam perusahaan. Dan pemimpin harus membiarkan karyawan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab, tanpa mengintervensi pekerjaan yang sedang dilakukan karyawan, kecuali untuk hal-hal yang bersifat pengelolaan risiko.

Di saat pemimpin siap menyerahkan tanggung jawab kepada karyawan, maka tugas pemimpin bukanlah untuk  memberdayakan karyawan menjadi akuntabel terhadap pekerjaan dan tanggung jawab mereka, tapi menjadi inspirator dan motivator yang bisa membuat karyawan memberdayakan diri mereka sendiri.

Peran pemimpin adalah mendorong dan mendukung keberanian karyawan untuk mengambil tanggung jawab penuh atas pekerjaan mereka.  Untuk itu, pemimpin harus memberikan karyawan alat-alat dan pengetahuan yang mereka perlukan dalam setiap tugas dan tanggung jawab mereka. Pemimpin harus mengatur batas-batas yang jelas atas tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan, dan selalu membantu karyawan untuk mencapai prestasi dan kinerja yang terbaik.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Bekerja Keras Untuk Memenangkan Hidup

“Di Saat Gagal Jangan Panik! Tapi, Konsentrasikan Semua Potensi Dan Energi Melalui Kerja Keras Untuk Meraih Sukses Dan Menangkan Hidup.” – Djajendra

Tidak mungkin ada orang yang selalu sukses meraih semua impian dalam waktu yang diinginkan. Sering sekali sebuah kesuksesan harus tertunda oleh berbagai macam kegagalan besar dan kegagalan kecil. Hanya para pejuang kehidupan yang akan terus belajar dan bekerja keras untuk bangkit kembali dari setiap kegagalan.

Di saat Anda jatuh dalam kompetisi kehidupan, janganlah panik, tapi siapkan mental pemenang, dan konsentrasikan semua potensi, energi, kemampuan, kecerdasan, dan strategi untuk bisa meraih kembali sukses Anda yang tertunda.

Jangan biarkan diri Anda tenggelam dalam perasaan kalah, biarkan yang terjadi berlalu dan lupakan. Sekarang, Anda harus berkonsentrasi untuk meraih sukses Anda yang tertunda.

Dan yang perlu Anda pahami adalah bahwa setiap mimpi untuk sukses memerlukan mental dan daya tahan untuk mengikuti kompetisi kehidupan.

Siapkan kualitas diri Anda yang luar biasa untuk bertanding melawan semua tantangan, dan siapkan kualitas diri Anda yang luar biasa untuk mewujudkan semua peluang menjadi hasil terbaik.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kecerdasan Multikultural Membuat Diri Mudah Beradaptasi

“Di Bumi Mana Kita Berdiri; Hormatilah Tanah, Budaya, Adat Istiadat, Bahasa, Dan Masyarakatnya.” – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saya di undang oleh sebuah perusahaan batu bara di Kalimantan Timur untuk memberikan on site motivation tentang kecerdasan emosional dalam lingkungan multikultural. Mereka ingin saya memberikan pencerahan dan motivasi, agar para karyawan di lokasi mampu menjaga diri, emosi, dan kepribadian untuk menciptakan situasi yang harmonis dengan masyarakat di sekitar kawasan tambang.

Pagi sekali saya sudah sampai di Bandara Soekarno – Hatta, saya menggunakan pesawat pertama. Perjalanan dari Jakarta ke Balikpapan membutuhkan waktu sekitar dua jam sepuluh menit. Sesampai di Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, terlihat pemandangan laut yang biru dan bersih. Belum selesai saya menikmati keindahan laut Balikpapan yang luar biasa itu, saya telah dijemput oleh klient saya dan langsung menuju ke kota Samarinda.

Di pertengahan jalan antara Balikpapan dan Samarinda, kami berhenti sejenak di rumah makan Tahu Sumedang, di Jl Poros Balikpapan – Samarinda di km 50. Rumah makan dengan pemandangan bukit dan kebun kecil yang indah.

Setelah selesai menikmati hidangan sunda dari rumah makan Tahu Sumedang, kami kembali bergerak menuju ke kota Samarinda, sambil menikmati kehijauan dan keindahan hutan bukit Soeharto.

Setelah tiga jam perjalanan dari Balikpapan, kami sampai di kota Samarinda, dan langsung check-in di hotel.

Setelah selesai check-in di hotel, setengah jam kemudian kami menuju ke daerah Tenggarong, untuk mengunjungi lokasi tambang milik klient kami. Di perjalanan, kami melihat aktivitas beberapa perusahaan tambang yang cukup sibuk melakukan loading batu bara dengan menggunakan conveyor.

Pemandangan sawah, rawah, semakbelukar, yang diselingi dengan beberapa rumah penduduk terlihat di kiri-kanan jalan menuju lokasi. Terdengar suara nyanyian burung dan hewan hutan lainnya. Aktivitas penduduk asli yang berjalan sambil menggendong anaknya dikeranjang yang diletakkan di pundak. Semua yang saya lihat di perjalanan menjadi sangat indah dan memberikan banyak inspirasi buat kekayaan kehidupan pribadi saya.

Multikultural! Saya langsung teringat tentang materi motivasi yang harus saya sampaikan besok pagi di hadapan para audience saya.

Di setiap daerah sangat ragam perilaku dan budaya masyarakat setempat, kita yang beraktifitas di sebuah daerah wajib untuk mengormati perilaku dan budaya masyarakat setempat. Artinya, di bumi mana kita berdiri, hormatilah tanah, budaya, adat istiadat, bahasa, dan masyarakatnya.

Sekitar tahun 1986 sampai dengan 1988, saya adalah  Auditor yang bekerja di sebuah kantor akuntan publik. Saat itu, kantor saya sering mendapat klient dari BUMN, dan saya berkesempatan melakukan audit di perusahaan perkebunan, galangan kapal, pertambangan, dan lain sebagainya. Khusus untuk perkebunan dan pertambangan, saya harus melakukan perjalanan ke daerah – daerah terpencil. Keragaman masyarakat yang saya temui pada saat itu mengajarkan banyak kekayaan kehidupan kepada saya. Dan sekarang, di tahun 2010 ini, saya masih belajar tentang keragaman kehidupan masyarakat yang luar biasa indah.

Bekerja di sektor sumber daya alam tidaklah mudah. Para karyawan dan pimpinan harus menjadi cerdas secara multikultural, bila tidak, konflik dengan masyarakat setempat bisa merugikan semua pihak.

Karyawan dan pimpinan yang cerdas secara multikultural dan emosional pasti dengan mudah beradaptasi dengan sikap dan perilaku masyarakat lokal. Lalu, mampu membangun hubungan dan komunikasi positif  dengan semua pihak secara berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN MOTIVASI DIRI DAN ETOS KERJA 3 JAM

PELATIHAN MOTIVASI ETOS KERJA UNTUK KARYAWAN DAN PIMPINAN

BEST PRACTICE: MOTIVASI ETOS KERJA

PROGRAM 1 HARI 3 JAM 2 SESI

PEMBICARA: DJAJENDRA

“Semangat Kemenangan Menentukan Perjalanan Sukses. Bila Anda Mampu Meningkatkan Kualitas Semangat Kemenangan Di Dalam Diri Anda, Anda Tinggal Selangkah Lagi Mencapai Kemenangan.” – Djajendra

DESKRIPSI

Pengembangan etos kerja yang berkelanjutan haruslah menjadi prioritas. Bila perusahaan secara terencana mampu melakukan pengembangan etos kerja sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja dan perilaku kerja yang diyakini oleh perusahaan, maka sumber daya manusia perusahaan berpotensi menjadi modal atau aset intelektual yang akan menjadi energi yang kuat untuk menciptakan nilai tambah perusahaan. Termasuk, untuk menciptakan keuntungan, reputasi, kredibilitas, goodwill, ekspansi, dan keunggulan perusahaan dalam memenangkan kompetisi di pasar.

Pelatihan Motivasi Etos Kerja akan difokuskan untuk mengembangkan mindset, perilaku, kebiasaan, emosi, dan kepribadian peserta agar dapat mengelola dan meningkatan nilai perusahaan melalui kolaborasi, disiplin, tanggung jawab, integritas, etika, dedikasi, dan kontribusi. Mengembangkan nilai-nilai budaya kerja yang menuju pada cara kerja kolaboratif yang saling mendukung untuk mencapai kinerja perusahaan secara total; memahami kaitan antara etos kerja dan produktivitas karyawan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja; merumuskan  strategi untuk membangun  kualitas dan kompetensi diri  dilingkungan masing-masing; serta mengimplementasikan budaya kerja dan nilai – nilai perilaku kerja terbaik.

Pembicara akan memberikan jejak sukses, sugesti sukses, teknik untuk mengatasi tantangan hidup; memenangkan permainan mental diri sendiri; dorongan untuk meraih sukses pribadi dan sukses perusahaan; dorongan untuk menikmati pekerjaan dan kehidupan dengan bahagia; berkemampuan untuk merangkul perubahan; mengembangkan potensi unggul diri sendiri; menyingkirkan semua halangan, hambatan pribadi, dan hambatan dalam pekerjaan; keberanian diri untuk mengambil kendali hidup diri sendiri dengan penuh tanggung jawab, untuk menghasilkan pekerjaan dan kehidupan yang berkualitas.

“Kehidupan Anda Adalah Hasil Dari Perilaku Dan Pilihan Hidup Anda Sendiri.” – Djajendra

“Dalam Proses Perjalanan Diri Menuju Mimpi Dan Visi Kehidupan, Anda Harus Menjadi Pribadi Yang Tegas Tapi Fleksibel.” – Djajendra

“Robohkan Semua Dinding-Dinding Ketakutan Untuk Bisa Memenuhi Kualitas Kemampuan Dalam Upaya Meraih Sukses.” – Djajendra

KONSEP DASAR PELATIHAN

Secara garis besar, program pelatihan Motivasi Etos Kerja berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa di tengah persaingan bisnis yang sangat kompetitif, diperlukan keunggulan sumber daya manusia dengan motivasi dan etos kerja dalam karakter yang kreatif, inovatif, bergairah, beretika,berintegritas, bertanggung jawab, berdedikasi, dan berkontribusi secara maksimal untuk memberikan kinerja terbaik kepada perusahaan.

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya-Jawab, Diskusi, Brainstorming, Games Dan Icebreaker.

TUJUAN UMUM PELATIHAN

Memberikan motivasi dan etos kerja kepada peserta agar peserta dapat meningkatkan kualitas etos kerja, menghasilkan kinerja terbaik, menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kuat,  memiliki gairah dan semangat tinggi dalam menghadapi situasi persaingan yang penuh tantangan , dan mampu bekerja sama dalam perilaku kolaboratif di internal organisasi.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN

  • Ø Peserta memahami cara meningkatkan kualitas etos kerja dan motivasi bekerja, sehingga bisa memberikan kinerja yang produktif,  serta menghasilkan yang terbaik.
  • Ø Peserta memahami cara menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kuat.
  • Ø Peserta memahami cara menghadapi tantangan dan persaingan melalui nilai-nilai etos kerja terbaik.
  • Ø Peserta  memahami cara meningkatkan kualitas kompetensi diri melalui nilai-nilai etos kerja.
  • Ø Peserta memahami untuk tetap termotivasi dalam semangat kerja yang tinggi di tengah perubahan dan ketidakpastian.
  • Ø Peserta memahami cara untuk keluar dari zona nyaman dan tetap berperilaku kreatif untuk melayani stakeholder dan perusahaan.
  • Ø Peserta memahami cara berperilaku atas dasar nilai-nilai etika dan budaya kerja perusahaan.
  • Ø Peserta memahami cara bekerja dengan budaya kolaborasi untuk memberikan pelayanan sempurna di internal perusahaan melalui pekerjaan masing-masing.
  • Ø Peserta memahami cara meningkatkan loyalitas dan integritas untuk memajukan perusahaan.

MANFAAT PELATIHAN

  • Ø Peserta akan memahami arti dari etos kerja dan motivasi kerja sebagai dasar untuk meraih sukses pribadi dan pekerjaan.
  • Ø Peserta akan memahami bahwa pekerjaan melalui etos kerja berkualitas adalah kewajiban yang harus dikerjakan dengan total dalam tanggung jawab penuh.
  • Ø Peserta memahami pentingnya untuk menyiapkan diri dengan nilai-nilai etos kerja agar tidak terperangkap dalam zona nyaman.
  • Ø Peserta memahami cara membangkitkan motivasi diri untuk memberikan kinerja terbaik buat perusahaan.
  • Ø Peserta memahami tentang pentingnya nilai-nilai budaya kerja perusahaan dalam meningkatkan kualitas etos kerja.
  • Ø Peserta memahami tentang pentingnya berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif untuk bisa tetap terhubung dengan kebutuhan pelanggan.
  • Ø Peserta memahami cara meraih kedamaian-ketenangan-kebahagiaan-kesuksesan di tempat kerja.
  • Ø Peserta memahami cara membangun hubungan kerja yang harmonis untuk menghasilkan kerja yang berkualitas tinggi.
  • Ø Peserta memahami etika, emosional dan sikap kerja untuk menghasilkan kinerja maksimal.
  • Ø Peserta memahami cara  mengembangkan pikiran positif untuk mengatasi masa-masa sulit.
  • Ø Peserta memiliki strategi pemenang untuk mengubah kemunduran menjadi kemenangan.
  • Ø Peserta mampu menghadapi perubahan dan mengendalikan diri dalam setiap situasi kehidupan.
  • Ø Peserta memahami cara dan teknik untuk mengatasi tantangan hidup dan menuju puncak sukses.
  • Ø Peserta mampu berpikir rasional dalam setiap proses menuju sukses.
  • Ø Peserta mampu memiliki metode berpikir untuk menemukan tujuan hidup sejati.
  • Ø Peserta mampu keluar dari perangkap lingkungan pesimistis.
  • Ø Peserta mendapatkan ide, wawasan, dan pencerahan tentang kesuksesan dari persfektif yang luas.

MATERI PEMBAHASAN

PK.08.30 – 10.00 WIB. SESI 1: MOTIVASI ETOS KERJA – SUKSES DALAM PEKERJAAN DAN SUKSES DALAM KEHIDUPAN.

PK.10.00 – 10.15 WIB. COFFEE BREAK

PK.10.15 – 12.15 WIB. SESI 2: A HEALTHY WORKPLACE – ETOS KERJA MELALUI BUDAYA KOLABORASI, TANGGUNG JAWAB DAN DISIPLIN.

PROFILE PEMBICARA

Djajendra Adalah Praktisi, Penulis, Dan Pembicara Di Bidang Manajemen Korporasi.  Tahun 1992 Sambil Bekerja Di Rabobank Indonesia, Djajendra Memulai Kariernya Sebagai Coach Yang Mengajar Di Berbagai Perusahaan Di Indonesia, Malaysia, Dan Singapore, Termasuk Sebagai Dosen Di STIE Perbanas -Jakarta.  Sudah Banyak Audience Yang Pernah Mengikuti Pelatihan Djajendra.  Dalam Setiap Sesi Pelatihan, Djajendra Selalu Fokus Untuk Memberikan  Inspirasi, Motivasi, Wisdom, Success Secrets, Dan Pengetahuan.

Gaya Penyampaian Presentasi Djajendra Bersikap Profesional, Ramah, Perhatian, Dinamis, Energik, Terbuka, Hangat, Realistis, Menyenangkan, Berempati Tinggi, Bersahabat, Dan Membesarkan Hati Audience.

Standar Penyampaian Materi Presentasi Terfokus Kepada ”Best Practices” Dengan Nilai-Nilai Yang Terbuka Terhadap Ide-Ide Baru Yang Positif Dan Bermanfaat Buat Sukses Organisasi Dan Audience.

Seluruh Konsep Pelatihan Djajendra Terfokus Kepada Upaya Memotivasi Dan Membangun Mind Set Positif Dari Audience, Agar Audience Dapat Terinspirasi Untuk Meningkatkan Kualitas Berpikir Dan Bertindak Yang Lebih Efektif, Positif, Dan Cemerlang Di Tempat Kerja.

Karier Kerja Djajendra  Adalah  Sebagai Direktur Operasional Dan Marketing  Bank Putra Multikarsa, Direktur Loka Adipura Exchange, Auditor Rabobank Indonesia, Assisten Manajer Bank Internasional Indonesia, Auditor  Di Kantor Akuntan Publik Sudjendro,  Sebagai Direktur Dan Komisaris Di Beberapa Perusahaan Lainnya. Pendidikan S1 Bidang Ekonomi Akuntansi Di Universitas Trisakti, Program MBA In Banking Di Nitro Institute Of Banking & Finance. CEO Advanced Executive Program Di Kellogg School Of Management Northwestern University, Amerika Serikat. Dan, Mengikuti Advance Banking program Dari Barkeley University Di Hongkong.

Untuk Mengundang Djajendra Hubungi:

www.djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 –  021 32168111

Mobile phone :  08128777083 – 081399256111

Fax    : 021- 57 992 842

Email: training@djajendra-motivator.com

“You can tell who has been swimming naked when the tide goes out.” -Warren Buffett

“The secret to my success is practice.” -David Beckham

“In a gentle way, you can shake the world.” -Mahatma Gandhi

GCG – Keunggulan Dewan Direksi Dan Dewan Komisaris

“Good Corporate Governance Lahir Dan Berkembang Sebagai Respons Terhadap Kegagalan Korporasi Dalam Mengatasi Krisis Ekonomi Dan Kejahatan Yang Dilakukan Oleh Para Stakeholders.” – Djajendra

Salah satu fungsi utama dari good corporate governance adalah membangun tata kelola perusahaan yang efektif dan dinamis. Diperlukan keunggulan dewan direksi dan dewan komisaris untuk memiliki integritas, transparansi, akuntabilitas, dan kemampuan berkomunikasi dengan semua pihak, agar kinerja dan prestasi perusahaan dapat mencapai hasil terbaik.

Peran dan tugas dari direksi dan komisaris menjadi sangat penting di dalam dan di luar perusahaan. Hal ini mengharuskan direksi dan komisaris wajib memiliki kualitas dan kompetensi untuk menjalankan peran dalam fungsi perencanaan, operasional, monitoring, strategik, evaluasi, dan pengawasan dengan efektif. Bila tidak memiliki kualitas dan kompetensi, maka implementasi good corporate governance berpotensi menjadi bad corporate governance.

Dewan direksi dan dewan komisaris harus bekerja dengan sepenuh hati dan tepat waktu, dengan wawasan yang diterangi oleh pikiran dan perasaan positif. Sikap sepenuh hati, tepat waktu, pikiran dan perasaan positif akan menciptakan integritas  untuk mengatur perusahaan dalam rangka untuk memaksimalkan kinerja organisasi dan bisnis perusahaan.

Masa depan tata kelola perusahaan yang bersih, jujur, profesional, dan efektif terletak pada niat dewan direksi dan dewan komisaris. Sebab, kedua dewan tersebut memiliki kekuasaan dan kekuatan tertinggi di dalam semua aspek organisasi, bisnis, dan sumber daya perusahaan.

Perlu dipahami, konsep good corporate governance lahir dan berkembang sebagai respons terhadap kegagalan korporasi dalam mengatasi krisis ekonomi dan kejahatan yang dilakukan oleh para stakeholders. Oleh karena itu, dewan direksi dan dewan komisaris wajib memiliki kualitas integritas di semua aspek kehidupan. Artinya, harus menjadi orang-orang yang jujur, bersih, cerdas, terbuka, profesional, dan efektif; agar good corporate governance bisa berjalan sesuai semangat dan prinsip nya.

Integritas dewan direksi dan dewan komisaris untuk bekerja sesuai undang-undang, peraturan, dan praktek bisnis yang beretika dan bermoral, akan menentukan kesuksesan perusahaan dalam menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan berkualitas. Bila integritas hilang, maka jangan berharap good corporate governance bisa menyemangati aktivitas perusahaan.

Tanggung jawab tertinggi dalam pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance terletak di pundak dewan direksi dan dewan komisaris. Artinya, dewan direksi dan dewan komisaris tidak boleh melepas tanggung jawab kepada karyawan. Dewan direksi dan dewan komisaris harus bertindak sebagai poros utama untuk menegakkan semua aspek pendukung good corporate governance dengan sempurna dan berkualitas.

Dewan direksi dan dewan komisaris harus bekerja keras dan efektif untuk mempromosikan nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, integritas, profesionalisme, kepatuhan pada undang-undang dan peraturan kepada setiap karyawan dan manajer; agar para karyawan dan manajer mampu bekerja dengan berkualitas untuk memaksimalkan dan memakmurkan kekayaan stakeholders melalui integritas dan reputasi yang terpuji.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Emosi, Komunikasi, Kesehatan Mempengaruhi Produktivitas

“Pihak Manajemen Harus Memiliki Kepedulian Dan Perhatian Penuh Pada Emosi, Komunikasi, Dan Kesehatan Karyawan.” – Djajendra

Manajemen yang efektif selalu akan bekerja dengan berbagai cara untuk menjadikan potensi sumber daya manusianya menjadi super produktif dalam menyelesaikan pekerjaan. Tentu saja super produktif yang berkualitas baik dan yang menjawab semua tantangan organisasi, pasar, dan masa depan.

Persoalannya, ada tiga hal yang sangat sulit untuk dikendalikan oleh manajemen, sehingga upaya untuk menjadikan sumber daya manusia menjadi super produktif selalu gagal.

Ketiga hal tersebut adalah emosi individu, komunikasi dilingkungan tempat kerja, dan kesehatan individu. Ya, emosi, komunikasi, dan kesehatan sangat mempengaruhi kualitas pekerjaan. Ini bukan saja tantangan buat perusahaan, tapi juga tantangan buat setiap individu.

Bila emosi, komunikasi, dan kesehatan terganggu maka sistem, etika, prosedur, rencana, dan kebijakan akan terlihat tak berguna. Di sinilah diperlukan konsentrasi kepemimpinan atau manajemen untuk memberikan inspirasi, pencerahan, dan motivasi pada semua pihak di dalam perusahaan.

Di saat karyawan sedang dalam kondisi marah, sedih, bosan, frustrasi, depresi atau patah hati. Pimpinan dan manajemen harus turun tangan untuk mendinginkan semua emosional negatif tersebut, dan mengarahkan karyawan kepada emosional positif dan etos kerja.

Di saat karyawan sedang menderita tekanan dan mengakibatkan sakit. Pimpinan dan manajemen harus turun tangan dengan perhatian dan kepedulian, agar perasaan tertekan dan sakit si karyawan bisa cepat sembuh.

Fungsi dan peran kepemimpinan dan manajemen menjadi sangat penting untuk merawat emosi, komunikasi, dan kesehatan karyawan. Agar karyawan bisa tetap menjadi produktif untuk menghasilkan kualitas dan hasil kerja terbaik.

Di samping itu, pihak manajemen juga harus selalu memberikan pencerahan, motivasi, dan tips buat karyawan dalam menjaga emosi, komunikasi, dan kesehatan. Perhatian dan kepedulian pihak manajemen dalam meningkatkan kualitas individu karyawan akan menjadikan karyawan lebih produktif dan berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Hemat Pangkal Kaya

“Penghematan Yang Dilakukan Satu Orang Akan Mengurangi Kemiskinan Orang Lain.” – Djajendra

Hemat pangkal kaya adalah sebuah jargon yang menasehati orang-orang untuk tidak menjalani hidup dengan pemborosan.

Sejak kecil, baik itu di rumah, sekolah, atau di lingkungan tetangga, saya selalu menerima nasehat bahwa hemat pangkal kaya. Karena di mana-mana saya mendengar kata hemat pangkal kaya, maka secara tidak sadar pikiran bawah sadar saya merekam kata-kata tersebut dengan sangat kuat.

Awalnya saya kira nasehat hemat pangkal kaya hanya terfokus pada masalah uang, tetapi dalam proses hidup selanjutnya, saya menemukan bahwa jargon hemat pangkal kaya tidak sekedar sebatas manajemen keuangan pribadi, tapi merupakan sebuah nasehat moral untuk banyak aspek kehidupan.

Semua sumber daya di bumi ini sangat terbatas, dan belum tentu mampu memenuhi kebutuhan minimal semua orang. Dan bila ada  satu atau sekelompok orang saja yang menggunakan kekayaan kehidupan secara boros untuk kepentingan diri sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain, maka akan terjadi proses pemiskinan terhadap orang lain.

Arti hemat pangkal kaya menurut persepsi saya adalah bahwa kehidupan ini milik semua orang, dan tidak  boleh ada seorangpun yang melakukan pemborosan dalam hal apapun. Bila ada yang melakukan pemborosan secara berlebihan, maka ketidakadilan akan muncul, dan akan menciptakan kekurangan pada pihak lain.

Bila Anda menggunakan uang Anda untuk membeli makanan secara berlebihan, maka akan ada pihak lain yang tidak kebagian makanan, dan terpaksa harus hidup dalam kelaparan. Bila Anda menggunakan air secara berlebihan, maka akan ada pihak lain yang tidak kebagian air minum. Bila Anda menggunakan listrik secara berlebihan, maka akan ada pihak lain yang hidup dalam gelap gulita. Bila Anda menghalalkan semua cara untuk mengumpulkan uang buat pribadi dan kelompok Anda secara berlebihan, maka akan ada orang-orang yang hidup tanpa uang dan daya beli.

Bila Anda ingin hidup berbagi dengan kehidupan lain di bumi ini, maka Anda wajib hidup dengan pengendalian diri yang kuat untuk berhemat dalam semua aspek kehidupan. Yaitu: hemat hawa nafsu untuk memiliki segalanya buat diri sendiri dan keluarga, hemat perilaku mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kehidupan orang lain, hemat menggunakan sumber daya alam untuk kepuasan ego diri sendiri, hemat  mengumpulkan kekayaan tanpa batas buat diri sendiri.

Bila Anda mampu berhemat pada semua hal di atas tersebut, maka Anda akan menjadi energi positif buat kehidupan, energi positif  yang  akan menjadi kekuatan untuk memperkaya kehidupan banyak orang, sehingga kemiskinan di muka bumi bisa lenyap bersama hadirnya keadilan untuk memanfaatkan kekayaan kehidupan, tanpa ada pihak yang melakukan pemborosan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Di Saat Hidup Menguras Energi

“Kendalikan Hidup Untuk Menaklukkan Masa-Masa Sulit, Lalu Kembangkan Pikiran Dan Perasaan Kaya.” – Djajendra

Di saat Anda merasa lelah dengan kesengsaraan dan cobaan hidup, Anda perlu berdiam diri sejenak untuk mencari perasaan syukur Anda atas semua kebaikan yang Anda peroleh dari kehidupan.

Jangan biarkan pikiran dan perasaan Anda terfokus pada kesengsaraan, tapi fokuskan pikiran dan perasaan Anda pada keunggulan dan kenikmatan yang Anda miliki. Walaupun keunggulan dan kenikmatan itu hanya setitik dari selautan kesengsaraan Anda.

Di saat hidup menguras semua energi positif Anda dengan berbagai cobaan dan kesengsaraan hidup, jangan berkeluh – kesah dan menangis, tapi temukan kelebihan dan kehebatan diri Anda melalui tekad dan motivasi diri yang tak padam oleh hal apa pun.

Kehidupan selalu memiliki siklus turun-naik. Dan di saat turun, cobalah belajar kembali untuk meningkatkan kualitas diri Anda. Dan di saat naik, janganlah tertawa dan merasa sombong, tapi kendalikan diri Anda untuk meningkatkan kualitas diri Anda buat kehidupan yang lebih berintegritas.

Di saat semua langkah-langkah kehidupan Anda menjadi berat, tidakpasti, penuh perasaan cemas, penuh pikiran takut, dan putus asa. Kendalikan  ambisi Anda yang berlebihan, walaupun Anda harus menguras tenaga dan pikiran untuk bisa mengatasi semua persoalan Anda.

Kehidupan selalu akan memberikan kejutan-kejutan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Oleh karena itu, biasakan diri Anda untuk menghadapi hal apa pun dalam hidup dengan jiwa besar dan pikiran positif.

Di saat tekanan hidup membuat Anda sengsara, maka Anda tidak boleh takut dan cemas. Tetapi, miliki sikap positif dalam percaya diri yang sempurna, lalu rangkullah semua cobaan dan perubahan, dan kendalikan diri Anda dalam sikap sabar, tegar, dan cerdas secara emosional.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

DJAJENDRA MOTIVATION TRAINING

Deskripsi Pelatihan

Pelatihan motivasi ini memberikan pesan yang penuh inspirasi dan pencerahan untuk mengubah mind set peserta. Khususnya, membangun kesadaran peserta untuk menyingkirkan semua halangan dan hambatan menuju puncak sukses. Peserta akan diarahkan untuk merangkul perubahan, mengembangkan potensi unggul diri sendiri, dan mengambil kendali hidup diri sendiri dengan penuh tanggung jawab untuk menuju puncak sukses. Pelatihan motivasi ini dirancang untuk memberikan jejak sukses, sugesti sukses, teknik untuk mengatasi tantangan hidup, memenangkan permainan mental diri sendiri, dan memberikan dorongan kepada peserta agar peserta dapat bekerja dengan penuh semangat dan percaya diri untuk meraih sukses pribadi dan sukses perusahaan, serta menikmati pekerjaan dan kehidupan dengan bahagia.

Konsep Dasar

Training motivasi ini berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa sukses dapat dipelajari dari rekam jejak orang-orang sukses di masa lalu dan yang saat ini. Sebab, setiap kisah sukses selalu meninggalkan jejak dalam bentuk teknik, mind set, karakter, dan hasil akhir.

Tujuan Pelatihan

Secara umum, training ini bertujuan untuk menyemangati, menghibur, memberi sugesti sukses, menyingkirkan mental blocks, dan menginspirasi peserta, agar peserta mampu mengembangkan “SELF MOTIVATION” di dalam dirinya masing-masing di sepanjang hidupnya. Secara khusus, training ini akan memberikan jejak sukses untuk diikuti oleh peserta, cara dan teknik menuju sukses, serta membangun mental optimisme dalam keyakinan dan kepercayaan diri untuk bekerja lebih efektif dan menjalani kehidupan yang lebih berkinerja dan bahagia.

Metode Pelatihan

Presentasi, tanya-jawab, games, diskusi, case study, brainstorming, role play, perenungan, icebreaker.

Manfaat Pelatihan

–  Mampu mengembangkan pikiran positif untuk mengatasi masa-masa sulit.

–  Memiliki strategi pemenang untuk mengubah kemunduran menjadi kemenangan.

– Mampu menghadapi perubahan dan mengendalikan diri dalam setiap situasi kehidupan.

– Memahami cara dan teknik untuk mengatasi tantangan hidup dan menuju puncak sukses.

– Mampu berpikir rasional dalam setiap proses menuju sukses.

– Mampu memiliki metode berpikir untuk menemukan tujuan hidup sejati.

– Mampu keluar dari perangkap lingkungan pesimistis .

– Mendapatkan ide, wawasan, dan pencerahan dari pembicara tentang kesuksesan.

Materi Pelatihan

Sesi 1 : Anda Di Lahirkan Untuk Sukses (90 Menit)

– Keseimbangan Hidup ‘Energi Diri’

– Memperkuat Kesuksesan Diri

– Kenali Potensi Diri Yang Terpendam

– Law Of Success

– Proses Pendakian Puncak Sukses

– Nyalakan Inner Motivasi

– Singkirkan Mental Blocks, dll.

Sesi 2: Belajar Mengikuti Jejak Sukses – The Best of Success (90 Menit)

– Perubahan Terhadap Diri Sendi

– Menemukan Pola Dan Rumusan Sukses

– Melewati Hambatan Dan Halangan

– Kebiasaan Adalah Masa Depan

– Memulai Dengan Antusias

– Tumbuh Satu Inci Setiap Hari

– Bebaskan Diri Anda Dari Tekanan

–  Pikiran Positif  Mendekatkan Takdir Kepada Jalan Sukses

Sesi 3: Rahasia Sukses Dari Upaya Diri Sendiri (90Menit)

– Jalan Menuju Puncak Karier dengan Mendisiplinkan nilai-nilai pribadi.

– Mengembangkan Kemampuan untuk mengontrol Emosional Diri.

– Mengendalikan Lingkungan Dan Berjalan Menuju Puncak Sukses.

– Menemukan Tujuan Diri Melalui Perenungan

Sesi 4 : Rahasia Mengubah Kemunduran Menjadi Kemenangan (90 Menit)

– Mind set di masa-masa sulit

– Prinsip-prinsip hidup dalam menghadapi cobaan dan kesengsaraan

– Strategi untuk mengubah kemunduran menjadi kemenangan

– Menaklukkan ketidakpastian, kecemasan, ketakutan, kesulitan, kekalahan.

Apabila perusahaan Anda ingin mengundang Djajendra untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pimpinan buat kesuksesan karier pribadi, bisnis dan organisasi.

Hubungi:DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 – 021 32168111
Mobile phone : 08128777083 – 081399256111
Fax : 021- 57 992 842

Kebiasaan Anda Adalah Masa Depan Anda

“ Belajarlah Di Hari Ini Untuk Hidup Di Masa Depan Yang Cemerlang.” – Djajendra

Apa yang Anda lakukan hari ini secara rutin akan menjadi masa depan Anda. Setiap tekad dan perjuangan  Anda untuk  mengerjakan sesuatu yang Anda sukai dengan penuh disiplin akan mengantar Anda pada jati diri asli Anda.

Temukan apa yang menjadi keunggulan diri Anda, dan berlatihlah terus hingga keunggulan Anda itu bisa bermanfaat dan diterima untuk kebaikan kehidupan banyak orang.

Semua perilaku Anda di hari ini sebaiknya dikendalikan dalam integritas. Sebab, semua perilaku, karakter, emosional, mind set, dan cara kerja Anda di hari ini akan berlanjut dalam akumulasi untuk membentuk masa depan Anda.

Apa yang Anda pikir dan kerjakan di hari ini akan menjadi pekerjaan dan kehidupan Anda di masa depan. Anda memiliki kesempatan untuk membentuk diri Anda, untuk membentuk pekerjaan Anda, agar sesuai dengan cita-cita dan impian Anda.

Jangan biarkan hari – hari Anda berlalu tanpa sebuah aktivitas yang berkualitas untuk merancang masa depan Anda yang luar biasa. Mulailah dengan hal-hal kecil yang terfokus untuk membentuk diri sejati Anda. Diri sejati Anda tidak akan muncul begitu saja, tapi harus didapatkan melalui proses hidup yang penuh dedikasi, tanggung jawab, etika, dan perjuangan untuk nilai-nilai kehidupan yang Anda inginkan.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan, rasakan, dan kerjakan setiap hari. Bila Anda memikirkan, merasakan, dan mengerjakan semua hal yang Anda sukai dan cintai, maka Anda akan menemukan sumber kebahagiaan hidup dari diri sejati Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Emotional Intelligence – Ketika Orang Lain Tak Memahami Anda

“Kualitas Diri Anda Akan Mundur Di Saat Anda Tidak Mampu Memahami Orang Lain.” – Djajendra

Mungkin saja Anda pernah merasakan atau sedang merasakan bahwa orang-orang di sekitar Anda suka salah menilai Anda. Akibatnya, muncul kesalahpahaman  terhadap perilaku Anda. Mungkin Anda akan berpikir bila orang-orang di sekitar Anda mau mengenal diri Anda lebih baik, maka pandangan mereka terhadap diri Anda akan berubah menjadi positif.

Saran saya, sebaiknya Anda jangan berandai-andai tentang perilaku orang lain kepada Anda, sebab Anda tidak mungkin mampu merubah perilaku orang lain, Anda hanya mungkin bisa membangun hubungan baik dengan orang lain dengan cara merubah perilaku, karakter, persepsi, dan sikap Anda kepada diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, di saat Anda dikiritik habis-habisan oleh orang-orang di sekitar Anda, jangan bereaksi dengan negatif, tapi konsolidasikan diri Anda, lalu renungkan semua sebab-akibat orang-orang mengkritik Anda. Dengarkan semua suara kritik, dan jangan pernah tersinggung kepada siapa pun. Tapi, perbaiki diri Anda, agar orang-orang di sekitar Anda bisa menyayangi Anda dengan sepenuh hati.

Kemampuan Anda untuk belajar positif dari kritikan dan ketidaksukaan orang lain kepada Anda, akan membuat kepribadian Anda menjadi lebih dewasa bersama emosi yang cerdas. Untuk itu, jangan paksa orang lain untuk memahami Anda, tapi berdayakan diri Anda untuk memahami perilaku orang lain. Menyalahkan orang lain atas ketidaksukaan mereka kepada Anda adalah hal yang paling mudah. Mencari seribu satu alasan untuk membantah semua kritikan orang lain kepada Anda adalah hal yang paling gampang. Persoalannya, hal termudah dan tergampang itu akan menggiring Anda kepada kemunduran kualitas diri. Sebab, di saat Anda tidak memiliki kemampuan untuk memahami orang lain, Anda hanya akan mengalami konflik, khususnya dalam hal membangun hubungan baik dengan orang lain.
untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Emotional Intelligence – Bahasa Tubuh

“Bahasa Tubuh Yang Buruk Memperlihatkan Ketidakcerdasan Emosional.” – Djajendra

Bahasa tubuh yang buruk akan membuat orang lain bisa tersinggung. Hal ini terjadi kepada Mario Balotelli, pemain muda Inter Milan.

Mario Balotelli adalah seorang pemain sepak bola yang cukup berpotensi untuk menjadi pemain terbaik dunia. Persoalannya, dia sering sekali tidak mampu mengendalikan dirinya, sehingga beberapa kali harus menerima hukuman dari klub dan pelatih.

Pada semifinal Liga Champions, saat Inter Milan memenangkan pertandingan melawan sang raksasa Barcelona. Semua pendukung, pengurus, pelatih, dan pemain Inter Milan sedang merayakan kemenangan yang luar biasa tersebut. Tetapi, perayaan tersebut harus ternoda oleh sikap Mario yang membuang kostum Inter Milan yang dia pakai.

Mario Balotelli tidak mengucapkan kata-kata kasar, tapi bahasa tubuhnya, dan sikapnya yang membuang kostum membuat para pendukung dan beberapa pemain Inter tersinggung. Akibatnya, Mario Balotelli harus berseteru dan merusak pesta kemenangan tim dan pendukung.

Mentalitas yang rapuh dan emosional yang tidak cerdas sangat mudah membawa seseorang kepada konflik dan persoalan.

Kisah Mario Balotelli mengajarkan kepada kita bahwa bahasa tubuh yang tidak simpati, dan yang cendrung melecekan sebuah simbol, dapat mengundang emosional orang lain untuk merusak dan menghukum diri kita.

Kecerdasan emosional tidak hanya harus dipelajari, tapi harus diinternalisasikan ke dalam karakter, perilaku, sikap, dan sifat sejati kita. Bila tidak, maka semua pengetahuan kecerdasan emosional hanya akan menjadi sebatas pengetahuan yang tidak mampu merubah diri untuk menjadi lebih berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Pemimpin Bisnis Memaksimalkan Kinerja

“Mentalitas Karyawan Harus Mendorong Motivasi Diri Sendiri Buat Mencapai Hasil Dan Kinerja Yang Bagus,” – Djajendra

Tugas sejati seorang pemimpin bisnis adalah memaksimalkan kemampuan dan keterampilan manajemen, dan mendorong setiap orang di internal perusahaan untuk berkinerja maksimal.

Pemimpin bisnis harus bekerja dengan prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis. Khususnya, untuk mengelola karyawan dan manajer secara efektif; mengatasi dan memperbaiki praktek-praktek manajemen yang buruk; mengembangkan citra dan reputasi perusahaan yang sehat; meningkatkan daya juang dan daya tahan karyawan dan manajer; membangun hubungan yang saling membantu dalam komunikasi yang persuasif dan efektif.

Prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis akan terwujud di saat pemimpin bisnis cerdas untuk mengembangkan diri sendiri dan orang lain dalam semangat budaya perusahaan yang efektif dan dinamis. Selanjutnya, perusahaan dapat memiliki segala sesuatu dalam operasional dan strateginya. Jika, pemimpin, manajer dan karyawan bersatupadu untuk saling membantu dan saling berkumunikasi secara efektif untuk mendapatkan apa yang perusahaan inginkan.

Prinsip-prinsip manajemen yang efektif dan dinamis. Artinya, semua tugas, proses, pekerjaan, tanggung jawab, dan etika diselesaikan dengan integritas melalui individu dan tim yang solid dan kuat.

Pemimpin harus mengkoordinasikan dan menyatukan semua persepsi, kekuatan, keunggulan, dan motivasi manajer dan karyawan untuk menjadi pribadi-pribadi unggulan yang bekerja dalam efektivitas dan efisiensi yang berkualitas.

Pemimpin harus membangun karakter, integritas, nilai, dan kepercayaan diri setiap orang di dalam organisasi sebagai landasan dasar untuk menjadi efektif dan dinamis di semua aspek kerja organisasi. Termasuk, membangun motivasi, keyakinan, dan filsafat hidup yang mempengaruhi setiap individu manajer dan karyawan untuk menciptakan citra diri yang fokus kepada kinerja maksimal.

Manajer dan karyawan harus diarahkan untuk melakukan pilihan yang tepat atas semua tantangan di lapangan, tidak sekedar hanya memahami tantangan dengan reaksi, tapi cerdas  menanggapi tantangan dengan etos kerja yang telah dibungkus dalam budaya kerja yang efektif dan dinamis.

Agar setiap karyawan dan manajer mampu bekerja dengan kinerja yang maksimal, diperlukan mental untuk bekerja dalam perasaan solid, kuat, berani, bangga, dan menyandang kepribadian positif yang tangguh.  Di sini, pemimpin harus memainkan peran untuk menyulap mental berkinerja maksimal para karyawan dan manajer dalam sasaran dan arah yang tepat. Mentalitas yang ditanamkan pemimpin ke dalam diri setiap karyawan dan manajer harus mendorong motivasi diri sendiri buat mencapai hasil dan kinerja yang bagus.

Pemimpin harus mendapatkan kerja sama yang berkualitas dari setiap orang di dalam organisasi. Untuk itu, diperlukan sebuah etos kerja dengan prinsip-prinsip yang mengedepankan kepemimpinan diri sendiri, kedinamisan yang teratur dalam semua aspek kerja, sikap yang lebih sensitif dalam semua hal di tempat kerja, berkemauan keras untuk menghasilkan kualitas kerja yang terbaik, dan selalu bekerja dengan efektifitas dan efisiensi yang berkualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

10 Menit Untuk Tidak Mencela Orang Lain

“Jangan Mencela, Maka Kau Tidak Akan Dicela.” – Abraham Lincoln

Sebagian besar orang lebih suka mencela dan menceritakan kekurangan orang lain daripada mencela dan memperbaiki diri sendiri.

Perilaku mencela orang lain adalah hasil dari emosional negatif, dan akan ada dua hal yang muncul dari perilaku mencela, yaitu: akan dibenci orang lain dan akan mengundang banyak musuh untuk merusak perasaan damai dan bahagia.

Setiap orang tidak pernah menginginkan ada orang lain yang mencelanya, demikian juga dengan Anda, mungkin tidak akan membiarkan diri Anda dicela oleh siapa pun.

Pekerjaan mencela adalah pekerjaan yang paling gampang, tapi dampak negatifnya luar biasa merusak mental dan hubungan. Setiap kali Anda mencela seseorang, semakin sakit hati dan semakin dendam orang tersebut kepada Anda.  Hasilnya, Anda akan dikelilingi oleh musuh yang terlihat dan yang tidak terlihat oleh mata dan perasaan Anda.

Agar Anda tidak menjadi seorang yang suka mencela orang lain, Anda harus menjalani kehidupan Anda dengan memfokuskan semua perhatian Anda kepada sisi baik orang lain. Jangan pernah melihat sisi negatif siapa pun, tapi lihatlah sisi baik, dan layani orang lain dengan sikap baik Anda, yang membuat orang lain terlihat hebat dan penting.

Gunakan setiap hari 10 menit dari waktu Anda, khusus untuk melatih mind set Anda, agar Anda mampu untuk tidak mencela orang lain. Gunakan 10 menit itu untuk merenungkan sisi baik dari orang lain, dan gunakan 10 menit itu untuk membuat diri Anda mendapatkan sifat dan perilaku yang menghormati orang lain.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mencegah Konflik Di Tempat Kerja

“Konflik Akan Menciptakan Efek Buruk Berantai Yang Berpotensi Merusak Fondasi Perusahaan.” – Djajendra

Pengaturan hubungan kerja yang gagal akan menciptakan konflik dalam bentuk gesekan antara individu di dalam organisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah dan kerugian bagi stakeholders. Bila manajemen tidak mampu mengelola berbagai macam kepribadian yang berbeda untuk sebuah visi bersama, maka para individu akan berperilaku atas dasar ego dan kepentingan diri mereka masing-masing.

Ketegangan dan konflik yang tak terkendali akan memicu ketidakcerdasan emosional di internal organisasi. Oleh karena itu, pihak manajemen harus mampu memecahkan akar dari ketegangan dan konflik tersebut. Bila tidak, maka secara otomatis kepatuhan karyawan dan pimpinan kepada etika dan moralitas akan menurun, dan kondisi ini akan menghilangkan potensi perusahaan untuk meraih kinerja terbaik.

Setiap karyawan dan pimpinan sejak dini harus diajarkan cara untuk mengendalikan situasi di saat benih konflik muncul. Terutama untuk mengubah pandangan dan tanggapan negatif menjadi positif terhadap situasi yang ada, agar bisa mengatasinya dengan cara yang paling profesional dan bijaksana.

Konflik biasanya akan diikuti sikap marah dan dendam, kedua sifat ini pasti akan mengganggu perilaku setiap orang. Artinya, energi negatif yang dimunculkan oleh sekelompok orang di dalam internal organisasi, akan menciptakan efek buruk berantai yang berpotensi merusak fondasi perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, jika sekelompok orang sedang berkonflik satu sama lain, maka perhatian orang-orang lain di internal perusahaan tidak akan fokus pada pekerjaan mereka, tapi perhatian akan ditujukan untuk mengetahui perjalanan konflik. Dan setiap orang akan mencoba untuk berasumsi dalam membongkar konflik. Hasilnya, gosip akan menguasai etos kerja, dan setiap orang akan terlibat dalam pro-kontra konflik.

Konflik yang berkepanjangan akan menciptakan ketidakmampuan sumber daya manusia untuk berkonsentrasi buat mencapai semua rencana dan tujuan. Akhirnya, etos kerja di internal perusahaan akan terbebani dengan perasaan gelisah dan marah. Termasuk, penurunan kualitas kerja, disiplin dan moral.

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menjadi Orang Penting

“Setelah Semua Keinginan Kehidupan Terpenuhi, Keinginan Untuk Menjadi Orang Penting Akan Mendesak.” – Djajendra

Kisah sukses seseorang tidak akan menjadi lengkap bila dia tidak mampu menjadikan dirinya orang penting. Kekayaan dan prestasi tidak akan berarti apa-apa bila tidak menjadi orang penting.

John Dewey, filsuf ternama Amerika mengatakan bahwa motivasi utama manusia adalah keinginan untuk menjadi penting. Artinya, semua upaya dan kerja keras menuju sukses akan berakhir pada pencarian diri untuk menjadi orang penting.

Keinginan untuk menjadi orang penting sering kali menggoda sebagian orang untuk mengabaikan etika, kejujuran, dan moralitas. Apa pun akan dilakukan untuk menjadi orang penting. Ada seribu satu strategi yang dibungkus dalam berbagai kemasan kehidupan hanya untuk menjadi orang penting di tengah-tengah kehidupan orang lain.

Sukses tidak pernah akan menjadi tujuan hidup, tapi akan menjadi awal kehidupan untuk menjadi orang penting. Oleh karena itu, saat seseorang telah mendapatkan berbagai macam prestasi dan kekayaan, dia akan tetap tidak pernah puas, sampai dia menjadi orang penting.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Membangun Loyalitas Pelanggan

“ Loyalitas Pelanggan Akan Meningkatkan Pertumbuhan Bisnis Perusahaan Dengan Biaya Yang Minimal.” – Djajendra
Perusahaan dengan basis pelanggan setia akan memiliki daya tahan di segala zaman dan kondisi, serta mampu menikmati keuntungan, walau keadaan ekonomi lagi sulit. Perilaku setia pelanggan kepada perusahaan adalah energi yang akan memperkuat semua aspek operasional perusahaan di setiap waktu dan kondisi. Oleh karena itu, perusahaan harus membangun strategi pelayanan pelanggan untuk mendapatkan pelanggan setia, dan merancang berbagai macam stimulus untuk membuat pelanggan datang kembali, dan berbisnis dengan perusahaan dalam kondisi dan situasi apapun.

Pada umumnya perusahaan di Indonesia sangat luar biasa untuk membuat program pelayanan yang berorientasi untuk mendapatkan pelanggan baru, tapi setelah itu perusahaan jarang sekali mau membuat program pelayanan pelanggan yang bersifat mempertahankan pelanggan-pelanggan lama untuk selalu setia berbisnis dengan perusahaan.

Dari hasil pengamatan saya terhadap beberapa perusahaan besar yang berorientasi kepada pelayanan pelanggan. Saya menemukan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut begitu luar biasa membuat program-program marketing dan pelayanan dengan tujuan untuk mendapatkan pelanggan baru, tapi di sisi lain, saya tidak melihat program-program marketing dan pelayanan yang fokus untuk merawat dan meningkatkan loyalitas pelanggan lama kepada perusahaan. Malahan ada kesan seolah-olah pelanggan lama itu sudah tidak terlalu penting untuk diperhatikan, sebab pelanggan lama sudah ada dalam data base bisnis perusahaan, dan secara statistik mereka telah menjadi pelanggan.

Loyalitas pelanggan tidak diperoleh pada saat awal perusahaan mempromosikan bisnisnya kepada pelanggan, dan di saat awal pelanggan mulai tertarik berbisnis dengan perusahaan. Tetapi, loyalitas pelanggan akan diperoleh setelah perusahaan mampu memberikan semua janji, kemudahan, harapan, dan perhatian penuh kepada pelanggan-pelanggan lama yang mungkin sudah berkali-kali membeli produk atau jasa perusahaan.

Perusahaan yang ingin berdaya tahan kuat haruslah menciptakan pelanggan setia dalam jumlah yang sebanyak mungkin. Sebab, semakin banyak jumlah pelanggan setia di perusahaan, semakin pasti besarnya keuntungan perusahaan, dan semakin pasti kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam setiap risiko, situasi dan kondisi.

Loyalitas pelanggan tidak terjadi oleh karena integritas pelanggan kepada perusahaan, tapi oleh emosional pelanggan yang tersambung dengan sikap baik perusahaan terhadap setiap respon dan tindakan pelanggan kepada bisnis yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan.

Ketika pelanggan menjadi sangat setia kepada perusahaan, maka pelanggan yang setia ini akan menjadi duta perusahaan untuk memberitahukan kepada orang lain tentang kehebatan kualitas dan pelayanan perusahaan. Dan loyalitas pelanggan ini akan menjadi aktifitas tersembunyi untuk merekomendasikan kehebatan perusahaan kepada orang lain secara berulang. Jelas, hal ini akan sangat membantu peningkatan penjualan perusahaan dengan biaya yang sangat murah.

Akhirnya, sikap loyalitas pelanggan kepada perusahaan akan meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan kepada stakeholders. Loyalitas pelanggan akan meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan dengan biaya yang minimal. Sebab, para pelanggan setia secara tidak sadar akan turut serta berkontribusi membangun bisnis melalui pemasaran dari mulut ke mulut.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Uang Adalah Benteng Pertahanan Diri

“Uang Bisa Menjadi Benteng Pertahanan Diri Dan Sekaligus Berpotensi Menjadi Lubang Ancaman Yang Memusnahkan Diri.” – Djajendra

Ketika Anda tidak memiliki uang, maka banyak pengalaman sedih yang harus Anda jalani. Tetapi, di saat Anda memiliki uang banyak dan tidak memahami fungsi dan peran uang tersebut, maka Anda juga berpotensi untuk mengalami banyak pengalaman sedih bersama uang Anda yang banyak itu.

Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Untuk itu, Anda harus cerdas memahami fungsi dan peran uang di dalam hidup Anda, agar uang Anda itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri Anda dalam setiap proses perjalanan hidup Anda.

Memiliki uang yang banyak adalah dambaan dan harapan banyak orang. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup.Tetapi, tidak semua orang tahu bahwa uang yang banyak itu bisa menjadi benteng pertahanan hidup dan sekaligus menjadi lubang ancaman keselamatan hidup. Artinya, Anda tidak sekedar cukup memiliki uang yang banyak buat memudahkan kehidupan Anda, tapi Anda juga harus cerdas memahami fungsi dan peran uang agar bisa menjadi kekuatan pertahanan diri Anda terhadap ancaman, kekurangan, dan risiko kehidupan dalam bentuk apa pun.

Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.  Sebaliknya uang yang didapatkan melalui jalan yang tidak jujur dan tidak beretika berpotensi menciptakan lubang ancaman yang sewaktu-waktu bisa merusak reputasi dan kehormatan.

Uang adalah sebuah alat yang sangat menentukan kualitas hidup. Artinya, di saat uang Anda banyak, dan Anda mampu mengendalikan diri dari segala godaan yang ditawarkan uang, maka Anda berpotensi untuk meningkatkan dan merawat kualitas diri Anda ke arah yang lebih sempurna. Tetapi, di saat uang Anda banyak, dan Anda tidak mampu mengendalikan diri dari ketidakcerdasan Anda memanfaatkan uang Anda, maka Anda berpotensi menurunkan kualitas diri Anda.

Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri dan sekaligus berpotensi menjadi lubang ancaman yang memusnahkan diri. Hanya kecerdasan memahami uang lah yang bisa membuat seseorang bahagia bersama uangnya.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Uang Adalah Benteng Pertahanan Diri

“Uang Bisa Menjadi Benteng Pertahanan Diri Dan Sekaligus Berpotensi Menjadi Lubang Ancaman Yang Memusnahkan Diri.” – Djajendra

Ketika Anda tidak memiliki uang, maka banyak pengalaman sedih yang harus Anda jalani. Tetapi, di saat Anda memiliki uang banyak dan tidak memahami fungsi dan peran uang tersebut, maka Anda juga berpotensi untuk mengalami banyak pengalaman sedih bersama uang Anda yang banyak itu.

Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Untuk itu, Anda harus cerdas memahami fungsi dan peran uang di dalam hidup Anda, agar uang Anda itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri Anda dalam setiap proses perjalanan hidup Anda.

Memiliki uang yang banyak adalah dambaan dan harapan banyak orang. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup.Tetapi, tidak semua orang tahu bahwa uang yang banyak itu bisa menjadi benteng pertahanan hidup dan sekaligus menjadi lubang ancaman keselamatan hidup. Artinya, Anda tidak sekedar cukup memiliki uang yang banyak buat memudahkan kehidupan Anda, tapi Anda juga harus cerdas memahami fungsi dan peran uang agar bisa menjadi kekuatan pertahanan diri Anda terhadap ancaman, kekurangan, dan risiko kehidupan dalam bentuk apa pun.

Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.  Sebaliknya uang yang didapatkan melalui jalan yang tidak jujur dan tidak beretika berpotensi menciptakan lubang ancaman yang sewaktu-waktu bisa merusak reputasi dan kehormatan.

Uang adalah sebuah alat yang sangat menentukan kualitas hidup. Artinya, di saat uang Anda banyak, dan Anda mampu mengendalikan diri dari segala godaan yang ditawarkan uang, maka Anda berpotensi untuk meningkatkan dan merawat kualitas diri Anda ke arah yang lebih sempurna. Tetapi, di saat uang Anda banyak, dan Anda tidak mampu mengendalikan diri dari ketidakcerdasan Anda memanfaatkan uang Anda, maka Anda berpotensi menurunkan kualitas diri Anda.

Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri dan sekaligus berpotensi menjadi lubang ancaman yang memusnahkan diri. Hanya kecerdasan memahami uang lah yang bisa membuat seseorang bahagia bersama uangnya.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Mempertahankan Dan Memotivasi Karyawan

“Kecerdasan Manajemen Untuk Mengintegrasikan Strategi Perusahaan Ke Mind Set Dan Perilaku Kerja Karyawan Akan Membuat Perusahaan Lebih Kuat.” – Djajendra

Sering saya ditanya oleh pimpinan HRD tentang cara membuat karyawan agar selalu bersemangat untuk menghasilkan kinerja terbaik.  Biasanya saya akan balik bertanya lagi sebelum memberikan  jawaban. Pertanyaan saya sederhana, apakah perusahaan telah mengintegrasikan strategi perusahaan kepada etos kerja dan mind set karyawan? Bila manajemen sudah mengintegrasikan strategi perusahaan ke dalam etos kerja dan emosional karyawan, maka hal ini akan membantu karyawan untuk menempatkan diri pada posisi yang tepat, untuk mengejar sasaran dan target perusahaan dengan optimal. Artinya, kehebatan kerja seorang karyawan sangat ditentukan oleh kecerdasan manajemen untuk mengintegrasikan strategi perusahaan ke mind set dan perilaku kerja karyawan.

Setelah mengintegrasikan strategi perusahaan ke dalam etos kerja, mind set, dan emosional karyawan, perusahaan harus mempengaruhi motivasi kerja karyawan dengan penghargaan, agar sikap dan perilaku karyawan mau mendukung strategi perusahaan.

Penghargaan kepada karyawan dalam bentuk pujian, hadiah, gaji yang menarik, dan lain sebagainya akan mempersambungkan semangat karyawan kepada strategi perusahaan, dan kemudian bekerja secara total buat mewujudkan strategi perusahaan menjadi nyata.

Komunikasi yang bersifat mencerahkan dan memotivasi adalah cara untuk memperkuat loyalitas dan dedikasi karyawan terhadap strategi perusahaan.

Perusahaan harus memperlakukan karyawan sebagai aset terpenting di antara semua aset yang ada di perusahaan. Sebab, mind set perusahaan yang menganggap karyawan sebagai aset terpenting akan menciptakan pendekatan yang menambahkan nilai positif kepada semua aktivitas produktif perusahaan.

Imbalan yang menarik dan penghargaan yang tulus akan menarik motivasi karyawan untuk mengabdi secara total kepada perusahaan. Dan hal ini akan membantu perusahaan untuk menarik orang-orang terbaik untuk bergabung dengan perusahaan; mempertahankan orang-orang terbaik untuk tidak kabur dari perusahaan; dan mampu menjadi alat untuk memotivasi karyawan buat kinerja, reputasi, dan prestasi terbaik.

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Team Building – Memahami Kepribadian Individu

“Bakat Dan Potensi Individu Harus  Disesuaikan, Direncanakan Dan Ditindaklanjuti Untuk Visi Dan Misi Tim.” – Djajendra

Hampir semua pekerjaan di perusahaan harus diselesaikan melalui kerja tim, meskipun karyawan harus menjadi bagian dari tim yang terpisah berdasarkan unit kerja dan departemen yang beda fungsi dan peran. Tetapi,  untuk mengejar tujuan besar perusahaan, setiap perbedaan dari fungsi dan peran itu harus berkolaborasi, berkoordinasi, berkomunikasi, bersinergi, dan menyatu dalam satu persepsi untuk kinerja terbaik.

Sudah menjadi rahasia bahwa persoalan kerja sama diantara semua unit kerja dalam perusahaan bukanlah persoalan mudah dan sederhana. Diperlukan komitmen dan keikhlasan dari masing-masing individu untuk menghapus ego dan kepentingan pribadi buat sebuah tujuan besar perusahaan.

Secara konsep dan teori sangat gampang untuk berbicara tentang kerja sama dalam tim, tapi dalam realitas akan menjadi sangat sulit, dan membutuhkan sangat banyak pengetahuan lain di luar pengetahuan tim building itu sendiri.

Para karyawan biasanya sangat memahami bahwa pekerjaan mereka akan menjadi semakin berkualitas dan berkinerja, jika pekerjaan itu dikerjakan secara bersama-sama melalui proses kerja yang melibatkan semua fungsi dan peran kerja secara berkualitas dalam integritas yang tinggi. Tetapi, para karyawan biasanya kurang mampu untuk melakukan pengendalian diri buat kerja sama yang berkualitas.

Sekarang ini di era yang penuh dengan kompetisi, semua bisnis membutuhkan kerja tim, dan semakin mengandalkan keterlibatan setiap individu karyawan dan pimpinan untuk menyatu dalam kerja sama buat produktivitas dan kualitas terbaik di semua aspek pelayanan perusahaan kepada stakeholders.

Kemampuan perusahaan dalam membangun kerja sama tim tidak boleh berhenti ditahap konsep dan impelementasi, tapi harus ditindaklanjuti dengan memberikan pencerahan untuk pengembangan kepribadian individu dalam melakukan kerja sama secara ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Bekerja dalam tim merupakan bagian dari setiap proses kerja di perusahaan, tetapi hal itu tidak berarti secara otomatis akan menciptakan kerja sama tim yang solid dan kuat, diperlukan perencanaan, manajemen, komitmen, tanggung jawab, dan ketulusan dari setiap individu dan unit kerja untuk membangun dan menangani semua proses pekerjaan dengan efektif.

Sebuah tim kerja akan memberikan manfaat yang signifikan kepada perusahaan, bila di dalam tim itu setiap orang bisa saling memahami kepribadian yang berbeda, dan memfokuskan perhatian pada kekuatan dari masing-masing anggota tim, serta menghindarkan diri untuk melihat kekurangan orang lain.

Perusahaan harus secara proaktif dalam niat tulus dan ikhlas untuk membangun kekuatan kerja sama tim melalui pengembangan bakat dan potensi setiap individu. Termasuk, bakat dan potensi individu mampu  disesuaikan, direncanakan dan ditindaklanjuti untuk visi dan misi perusahaan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Memahami Kultur Stakeholders

“Saat Anda Tidak Memahami Kultur Stakeholders, Maka Komunikasi Anda Dengan Stakeholders Akan Saling Menghancurkan. “ – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saat saya sedang memberikan pelatihan di sebuah perusahaan batu bara di daerah Kalimantan. Saya mendapat pertanyaan dari seorang peserta tentang cara membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan. Sebab, dia merasa sangat sulit memahami mind set masyarakat di sekitar areal tambang. Saat itu saya mengatakan bahwa hal yang paling benar untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat di sekitar tambang (stakeholders) adalah dengan cara memahami kultur, emosional, dan perilaku sehari-hari. Setelahnya, melakukan komunikasi dengan cara-cara persuasif yang penuh empati.

Hubungan interpersonal yang positif dengan para stakeholders akan terwujud saat niat dan sikap baik mampu untuk tidak saling merugikan, serta menjaga kehormatan dan kenyamanan masing-masing pihak. Termasuk, menjaga dan merawat keberhasilan, kepuasan, dan kebahagiaan setiap orang dalam hubungan yang harmonis.

Keberhasilan  hubungan interpersonal akan terjadi saat Anda mampu memperlakukan orang lain dengan cara yang Anda ingin diperlakukan. Artinya, dalam setiap hubungan cobalah miliki empati dengan cara menempatkan diri Anda di tempat orang lain dan melihat diri Anda dalam kehidupan orang lain tersebut.

Jangan pernah bersikap diskriminatif dengan stakeholders, tapi miliki ketulusan hati untuk memberikan yang terbaik dari yang Anda miliki. Pahami juga cara untuk mendorong terciptanya hubungan  positif yang saling menghargai, memaafkan, mendengarkan, dan memahami satu sama lain dalam sebuah keharmonisan hubungan baik.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

GCG – Pengawasan Dan Pengorganisasian

“Tanpa Pengawasan Dan Pengorganisasian Yang Baik, Perusahaan Berpotensi Merusak Fondasinya.” – Djajendra

Secara sederhana manajemen perusahaan harus memberikan perhatian pada lima hal terpenting, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, operasional, pengawasan, dan evaluasi. Kelima hal tersebut seharusnya berada dalam sebuah keseimbangan yang saling memperkuat untuk menghasilkan kinerja terbaik di semua aspek.

Berdasarkan pengalaman saya sebagai internal Auditor dan eksternal Auditor dari tahun 1986 sampai dengan tahun 1993, ada dua hal yang selalu saya temukan sebagai kelemahan di perusahaan-perusahaan yang pernah saya audit di saat itu, yaitu di sisi pengawasan dan pengorganisasian.  Sampai sekarang juga di saat saya memberikan pelatihan kepada perusahaan-perusahaan, saya memahami bahwa persoalan pengawasan dan pengorganisasian tetap menjadi sebuah tantangan yang harus diberikan perhatian lebih.

Pada umumnya, kebanyakan perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat luar biasa dalam hal perencanaan dan operasional, tapi kurang dalam hal pengawasan dan pengorganisasian. Padahal, pengawasan dan pengorganisasian akan sangat menentukan kekuatan fundamental sebuah perusahaan.

Pengawasan dan pengorganisasian yang baik akan menjadikan setiap aset perusahaan terkelola secara lebih efektif dan terkendali dari setiap risiko yang berbahaya.

Sebuah perusahaan didirikan diantaranya dengan modal ide, uang, teknologi, manusia, dan kepercayaan. Selanjutnya, semua modal ini harus menjadi aset awal untuk memperoleh aset-aset yang lebih besar. Setelah diperoleh aset-aset yang lebih besar, maka perusahaan harus mempertahankan dan meningkatkannya agar perusahaan bisa tumbuh menjadi lebih besar.

Di saat perusahaan tumbuh menjadi lebih besar, diperlukan pembagian fungsi manajemen secara lebih detil agar efektifitas dan efisiensi di semua aspek kerja organisasi dapat mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang optimal. Dalam hal ini, perusahaan tidak boleh mengutamakan sebuah fungsi manajemen dengan membiarkan fungsi manajemen yang lain menjadi lebih lemah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan perusahaan selalu lebih suka bersikap pragmatis dengan berfokus pada aspek operasional, khususnya pada aspek penjualan, keuangan, produksi dan pembelian. Dan selalu kurang begitu tertarik di aspek pengawasan dan pengorganisasian. Padahal pengawasan yang rendah berpotensi mengundang berbagai macam risiko berbahaya ke dalam perusahaan. Demikian juga dengan pengorganisasian yang kurang akan mudah menciptakan konflik kepentingan di dalam organisasi, termasuk berpotensi menjadikan manajemen dan pekerjaan menjadi kurang efektif.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Komunikasi Yang Gagal Melumpuhkan Organisasi

“Komunikasi Yang Saling  Berempati Akan Menjadi Kekuatan Untuk Menyatukan Semua Orang.” – Djajendra

Masalah komunikasi di dalam organisasi adalah masalah yang sangat penting. Sebab, kegagalan komunikasi akan menghasilkan gonjang-ganjing di internal organisasi dan berpotensi merusak reputasi organisasi. Di samping itu, akan terjadi penurunan moral, etika, produktivitas, dan integritas.

Pemimpin yang cerdas pasti akan mengutamakan semua cara-cara persuasif untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan di dalam organisasi, walau di dalam organisasi tersebut ada perbedaan yang besar. Bila perbedaan tidak disikapi dengan cara-cara persuasif, maka komunikasi di dalam organisasi pasti akan lumpuh, dan hal ini akan melemahkan energi organisasi untuk menjawab semua tantangan dan harapan stakeholders.

Komunikasi yang gagal akan mengurangi kepercayaan diri organisasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang berkualitas. Termasuk, kinerja organisasi akan jatuh bebas ke dasar yang paling rendah karena pengambilan keputusan tertunda oleh komunikasi yang gagal; akuntabilitas organisasi akan dipertanyakan oleh para stakeholders; dan perang dingin di akar rumput organisasi akan merusak fondasi organisasi.

Pemimpin yang bijak pasti memahami bahwa sebuah organisasi adalah milik para stakeholders, bukan sekedar milik si pemimpin dan orang-orangnya. Untuk itu, dia harus berkomunikasi dengan informasi yang benar, tidak menekan pihak manapun, mampu meminimalkan atau menghindari masalah yang lebih besar, dan menjaga keutuhan organisasi sambil menghindari semua potensi yang merugikan organisasi dan stakeholders. Bila tidak, maka sikap apatis dan sinisme stakeholders akan menyudutkan organisasi, sehingga organisasi akan tampak seperti tak berdaya dan tak berwibawa.

Komunikasi yang baik dan persuasif akan membantu keterlibatan organisasi dalam mewujudkan semua harapan stakeholders. Oleh karena itu, setiap individu dan kelompok di dalam organisasi harus berhenti untuk saling mencurigai, tapi harus memiliki komitmen dan konsensus untuk memberikan  hal-hal terbaik buat organisasi dan stakeholders.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cerita Kecerdasan Emosional

“Kecerdasan Emosional Menjadi Sangat Penting Untuk Menghadapi Kompetisi Dan Tekanan Kerja. Jika Anda Gagal Meningkatkan Kualitas Diri Anda Dengan Etos Kerja Yang Cerdas Secara Emosional, Maka Anda Berpotensi Mengalami Kegagalan.” – Djajendra

Ada sebuah kisah tentang seorang karyawan di sebuah kantor. Sebut saja kisah ini tentang si A. Si A ini adalah seorang pekerja yang sangat kreatif, efektif, dan pintar. Dia selalu berhasil menyelesaikan semua persoalan dengan cepat dan tuntas. Intinya, si A selalu memberikan yang terbaik dari semua kemampuannya. Persoalannya, si A terlihat sangat dominan, sangat dipercaya, sangat menentukan nasib karyawan lain, cendrung bersikap sombong, dan menganggap dirinya terlalu sempurna dan pintar.

Jelas! Sikap dan perilaku si A ini akan ada yang suka, tapi juga akan ada yang tidak suka. Artinya, walaupun secara etos kerja si A ini sempurna, tapi secara emosional si A ini masih belum sempurna. Akibatnya, kondisi emosional si A ini telah menciptakan musuh-musuh dalam selimut, yang ternyata secara diam-diam menggagalkan semua ambisi si A untuk memberikan yang terbaik buat perusahaan.

Kisah karier kerja si A ini berakhir oleh sebuah persoalan kecil yang disengaja oleh orang-orang disekeliling dia. Pimpinan tertinggi perusahaan berusaha menyelamatkan si A, tapi demi menjunjung tinggi etika, moralitas, profesionalisme, peraturan dan prosedur kerja, maka si A akhirnya diberhentikan dari pekerjaannya.

Kisah si A ini adalah kisah nyata.Tidak ada satu orang pun yang bisa menyelamatkan si A dari ketidakcerdasan emosionalnya untuk memahami semua seluk beluk politik kantor. Dia sangat spektakuler dengan kemampuan teknis dan pengetahuan kerjanya, tapi dia tidak pintar secara emosional untuk memahami emosional orang-orang disekitarnya.

Di atas kertas, si A adalah pribadi dengan potensi dan bakat yang begitu spektakuler dan sempurna. Sayangnya, si A belum banyak belajar dari kehidupan nyata yang sering sekali bisa menjadi sangat kejam kepada siapa pun.

Si A jatuh oleh ketidakpahaman dirinya tentang orang lain. Sikap dan perilaku dominan dia telah mengundang musuh-musuh yang tak terlihat untuk mengakhiri karier kerjanya di perusahaan tersebut.

Hidup ini tidak hanya cukup menjadi hebat dari sisi akademis dan kemampuan teknis lainnya. Tapi juga harus menjadi mahir untuk memiliki empati dan intuisi, agar bisa mempelajari emosional dan perilaku orang lain.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Emotional Intelligence – Kompetensi Emosional

“Jika Ingin Emosional Anda Cerdas, Anda Harus Mencintai Kehidupan.” – Djajendra

Di tempat kerja, Anda tidak hanya harus menjadi pintar dengan keterampilan teknis, tapi juga harus pintar untuk menangani perilaku diri sendiri dan orang lain. Bila tidak, Anda akan sulit bekerja untuk memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan Anda.

Kecerdasan emosional bukan berarti membuat diri sekedar terkendali dalam sikap baik, tapi membuat diri menjadi lebih berani untuk menghadapi setiap tantangan dan ketidaknyamanan, serta cerdas menghadapi semua risiko dan persoalan tanpa menghindar.

Kecerdasan emosional tidak dibangun dengan cara mengekang perasaan, tapi dibangun dengan cara mengelola perasaan secara efektif.

Kecerdasan emosional bukanlah warisan genetis, tapi merupakan akumulasi kesadaran diri sendiri berdasarkan pembelajaran dari pengalaman hidup.

Anda bisa belajar untuk memiliki kompetensi emosional dengan cara memiliki kesadaran, motivasi, empati, intuisi, hubungan positif, serta mampu mengatur potensi dan bakat dalam keseimbangan diri yang tercerahkan.

Saat kualitas diri Anda dilengkapi dengan kompetensi kecerdasan emosional, maka Anda akan bekerja dengan lebih tenang, tidak membuang-buang waktu, lebih fokus, lebih efektif, lebih tajam, serta tidak bersikap apatis terhadap siapa pun dan apa pun.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Sikap Berani Pemimpin Untuk Keadilan Dan Kebenaran

“Sikap Berani Pemimpin Harus Menjadi Energi Yang Meringankan Beban Berat Orang-Orang Dari Ketidakadilan.” – Djajendra

Pemimpin terbaik akan bekerja untuk melindungi setiap orang dengan adil dan jujur.

Pemimpin terbaik tidak akan membiarkan ketidakadilan menjadi panglima dari kepemimpinannya, tapi kebenaran dan keadilan yang akan menuntun perjalanan kepemimpinannya.

Pemimpin terbaik tidak akan membiarkan kekuasaannya bekerja buat ketidakadilan dan ketidakbenaran, tapi akan mengarahkan kekuasaannya untuk berjuang total buat keadilan dan kebenaran sejati.

Pemimpin terbaik tidak akan memelihara perasaan takut di dalam dirinya, tapi membangun perasaan berani untuk menghapus semua ketidakadilan dan ketidakbenaran melalui integritas sejati.

Pemimpin terbaik akan mendukung sikap beraninya dengan data dan informasi yang benar, agar setiap tindakannya memiliki dasar, manfaat, tujuan, rencana yang berkualitas dan berintegritas.

Sikap berani pasti akan diikuti oleh berbagai macam risiko yang berpotensi mengancam jiwa si pemimpin. Dan disinilah ujian keberanian itu dimulai. Bila si pemimpin takut menghadapi ancaman maut dari realitas di sekitar dirinya, maka sikap berani tersebut tidak akan membawa manfaat apapun buat keadilan dan kebenaran. Tetapi, bila si pemimpin tetap teguh dalam komitmen dan konsistensi sikap, emosi, dan perbuatan, maka si pemimpin akan menjadi pahlawan buat keadilan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com