Membangun Budaya Organisasi Dengan GCG

“Good Corporate Governance Akan Menjadi Alat Manajemen Yang Andal, Bila Pimpinan Berintegritas Untuk Menjalankannya Dengan Sepenuh Hati.” – Djajendra

Pemimpin seharusnya memiliki kekuasaan untuk membangun budaya organisasi dengan nilai-nilai good corporate governance. Bersama dengan nilai-nilai good corporate governance pemimpin akan mampu menata sistem dan kultur kerja yang berintegritas tinggi. Budaya organisasi dengan GCG akan memberikan kejelasan fungsi, hak, kewajiban dan tanggungjawab antar pihak –pihak yang berkepentingan atas organisasi. Termasuk, terciptanya pengendalian internal dan eksternal organisasi yang berkualitas dalam keseimbangan.

Membangun budaya organisasi dengan nilai-nilai GCG, berarti pemimpin bersama karyawan harus mampu menjadi pekerja yang profesional, efektif, terbuka, jujur, adil, serta mampu mengungkapkan informasi yang benar dan penting buat menjaga amanat stakeholders.

Dalam budaya organisasi GCG, manajemen sebagai pengelola organisasi yang mandiri tidak boleh diintervensi oleh kepentingan apapun. Organisasi wajib dikelola dengan panduan etika bisnis, code of conduct, panduan dewan direksi, dan panduan dewan komisaris. Di mana, kesemua panduan di atas tersebut harus bersifat praktik kerja yang efektif, efisien, kreatif, produktif, terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab, dan tidak terlibat dalam benturan kepentingan oleh pengaruh ataupun tekanan dari pihak manapun. Artinya, manajemen harus benar-benar independen dan bersikap profesional terhadap siapapun dan apapun.

Perusahaan wajib menciptakan sistem pengendalian internal organisasi yang efektif, melalui sistem dan kultur organisasi berbudaya GCG, dengan membagi fungsi dan peran kerja secara tegas di antara pemegang saham, dewan komisaris, dewan direksi, dan auditor.

Untuk membangun organisasi dengan budaya GCG diperlukan ketegasan sikap dan kejujuran perilaku, untuk tidak saling melanggar fungsi dan peran kerja yang terpisah itu. Fungsi dan peran kerja yang terpisah oleh sistem dan kultur adalah untuk membuat organisasi bekerja dengan profesional tanpa intervensi dan tekanan dari pihak manapun.

Budaya organisasi dengan GCG artinya bisnis dan organisasi dijalankan dengan mind set dan perilaku anti korupsi, anti rekayasa keuangan, anti menutupi informasi kepada stakeholders, anti melakukan spekulasi,  anti tidak mengukur risiko, anti tidak mengikuti perubahaan, dan anti bekerja tanpa integritas. Semua sikap anti ini harus membumi dan membatin di dalam perasaan dan pikiran setiap orang, serta menjadikannya sebagai etos kerja yang kuat dalam kebiasaan kerja yang penuh gairah dan semangat kerja tinggi.

Nilai dan semangat dari good corporate governance harus dijadikan sebagai roh untuk membangun dan mengembangkan karakter organisasi. Artinya, organisasi bergerak, bekerja, melangkah, bernafas, dan beroperasi dengan nilai-nilai yang jujur, adil, mandiri, wajar, bertanggungjawab, terbuka, mempertanggungjawabkan, kesatria, tekun, disiplin, peduli pada lingkungan, peduli pada masyarakat, peduli pada alam semesta, peduli pada stakeholders, dan bekerja dengan integritas tanpa menerima tekanan dan intervensi dari pihak manapun.

Pemimpin harus cerdik memfungsikan peran pengawasan dengan maksimal, agar organisasi selalu terjaga dari berbagai macam risiko yang berbahaya. Oleh sebab itu, pemimpin wajib mendorong semua Informasi dan data keuangan organisasi untuk diaudit dan dibukukan sesuai dengan standar akuntansi Indonesia, serta standar tingkat kesehatan organisasi yang bermutu internasional.

untuk seminar/training silakan hubungi www.djajendra-motivator.com

Jangan Suka Mencari Kesalahan Bawahan

“Sikap Suka Mencari Kesalahan  Akan Menjadi Kontra Produktif .”-Djajendra

Salah satu sikap buruk yang harus dihindari pemimpin adalah sikap mencari – cari kesalahan dari bawahan. Bawahan tak mungkin berani berkutik atas lemparan kesalahan kepada diri mereka oleh pemimpin mereka. Sikap diam dan pura – pura patuh pada pemimpin adalah perilaku bawahan yang terjajah. Pemimpin yang suka melempar kesalahan pada bawahan adalah tipe pemimpin yang tidak bertanggung jawab.

Perilaku yang suka mencari kesalahan diakibatkan oleh rendahnya kemampuan dan rasa percaya diri. Hal ini disebabkan oleh upaya untuk menutupi kelemahan dan kekurangan diri sendiri.

Kerugian organisasi atas perilaku kepemimpinan yang suka mencari kesalahan adalah sangat besar. Kinerja organisasi hanya akan berjalan di tempat tanpa kemajuan apa pun, dan rasa tidak suka dari para bawahan kepada pemimpin berpotensi merusak keharmonisan hubungan kerja.

Pemimpin yang bijak pasti menyadari bahwa sikap suka menyalahkan bawahan adalah sikap buruk. Pemimpin yang tak mampu memikul tanggung jawab organisasi dengan integritas tinggi akan kehilangan kredibilitas. Pemimpin harus bisa membuka diri untuk melihat semua hal secara positif, dan tidak menyudutkan bawahan dengan kesalahan.

Pemimpin adalah seseorang yang dianggap oleh para bawahannya mampu membantu mereka dengan berbagai macam solusi jitu. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu merangkul semua bawahan. Dan mendorong bawahan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab melalui etika kerja yang baik.

Pemimpin bijak tidak akan duduk diam sambil melihat kesalahan dan kelalaian berlalu-lalang dalam sistem organisasi, tapi secara proaktif ia akan membimbing dan mengarahkan semua bawahan menuju kinerja maksimal.

Pemimpin bijak pasti mengerti manfaat besar dari sikap tidak menyalahkan orang lain, serta memahami sikap merangkul dan memotivasi semua kekuatan sumber daya manusia sebagai perilaku terbaik untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Sikap Saling Percaya Meningkatkan Kualitas Kerja

“Saling Percaya Adalah Sebuah Awal Untuk Menghasilkan Prestasi Besar.” – Djajendra

Tanggung jawab kepemimpinan yang paling penting adalah membuat karyawan bekerja dengan sikap saling percaya dan saling mendukung. Pemimpin yang cerdas selalu tahu bahwa karyawan adalah harta terpenting yang wajib dirawat dengan integritas. Oleh sebab itu, pemimpin yang cerdas pasti akan membangun budaya saling percaya di semua aspek kepemimpinan organisasi. Sikap saling percaya akan menyatukan persepsi setiap orang untuk selalu bersama-sama membangun kebesaran organisasi.

Pemimpin harus menghapus semua hambatan terhadap sikap saling percaya. Sikap saling percaya akan menyatukan setiap unit kerja dalam tanggung jawab bersama. Pemimpin dari setiap unit kerja harus bisa menunjukkan sikap saling percaya, tanpa terperangkap pada perilaku saling curiga. Semangat untuk menghasilkan kinerja optimal harus dimiliki oleh setiap pemimpin dari unit kerja terkecil hingga oleh pemimpin puncak.
Melalui visi yang jelas, pemimpin puncak harus memberikan arah kerja yang jelas kepada setiap pemimpin unit kerja. Sebab, setiap karyawan akan mengamati perilaku dan integritas pemimpinnya, sama seperti para pemimpin yang dengan berbagai alat ukur manajemen mengamati integritas dan perilaku karyawan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Miliki Harapan Dan Bekerjalah Dengan Optimis!

“Semakin Menjauh Seseorang Dalam Memperjuangkan Harapan-Harapan Hidupnya, Semakin Tersingkir Dirinya Dalam Mendapatkan Segala Kebaikan Dan Kemudahan Hidup.” – Djajendra

Hidup ini sebuah aktifitas nyata yang harus disertai harapan. Sebab, tanpa harapan-harapan besar hidup hanya akan menjadi rutinitas yang membosankan diri. Pribadi yang cerdas pasti melakoni kehidupannya dengan harapan-harapan positif yang menguntungkan dirinya dan diri orang-orang lain. Sikap tegas untuk memiliki harapan agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih bahagia, lebih sehat, lebih sukses, lebih berdaya tahan terhadap situasi dan kondisi apapun, lebih sabar dan lebih makmur, adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan komitmen total. Di mana, semua harapan ini harus dikerjakan dalam sikap yang optimis dan semangat yang penuh percaya diri.

Saat harapan menguasai diri, rasa percaya diri akan tumbuh untuk memotivasi semua kebutuhan diri melalui kerja yang terfokus pada tujuan yang jelas. Jika seseorang hidup tanpa harapan, maka kemiskinan perasaan dan pikiran dapat merusak semua bakat dan potensi hebat diri. Artinya, menjadi sangat penting kehidupan ini untuk dilakoni dengan sebuah harapan yang mampu mengeluarkan seseorang dari berbagai kesulitan hidup. Harapan adalah sesuatu yang dapat diimajinasikan dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Anda yang cerdas menerapkan harapan Anda dalam kehidupan nyata, adalah Anda yang pasti mampu meraih semua harapan sukses dengan utuh.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Karyawan Pembelajar Yang Loyal Pasti Meraih Presta

”Pikiran Yang Tercerahkan Akan Membuat Pikiran Itu Bergerak Menuju Kepada Sumber Pengetahuan, Untuk Mewujudkan Semua Harapan Dan Tujuan Menjadi Sebuah Kenyataan.” – Djajendra

Seberapa tinggi mimpi dan harapan Anda untuk meraih prestasi di kantor? Seberapa sering Anda belajar dan berlatih mempersiapkan diri untuk meraih prestasi tertinggi? Seberapa cepat Anda memahami setiap perubahan pada pekerjaan Anda? Apakah Anda terus-menerus menjaga nyala api motivasi dalam diri Anda? Anda harus jujur menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, agar Anda bisa menjadi pribadi pembelajar yang loyal dan sabar dalam menghadapi setiap situasi di kantor Anda. Dan, yakinlah bahwa sikap pembelajar, loyal dan sabar itu akan mengantar Anda meraih puncak sukses di dalam karier kerja Anda.

Karyawan tanpa semangat dan gairah kerja hanya sedang membuang-buang waktu produktif untuk meraih sukses. Oleh karena itu, karyawan harus memiliki antusias untuk memotivasi  potensi diri sendiri buat berkontribusi kepada komitmen jangka panjang organisasi, performa puncak organisasi, dan komitmen untuk menjadikan diri sendiri sebagai bintang yang tak tergantikan oleh siapa pun dan apa pun.

Sebagai karyawan yang profesional Anda harus bekerja cerdas membangun kesempatan sukses; Anda harus melihat semua masalah kerja sebagai jalan menuju keberhasilan; Anda harus bermental positif yang mampu melihat masalah sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri; jangan pernah panik dan bingung terhadap masalah, tapi tersenyumlah pada masalah dan selesaikan melalui tindakan strategis yang kreatif.

Perusahaan hanya akan mampu meningkatkan kinerja dengan optimal, bila keterlibatan karyawan bersifat total dalam kepuasan kerja yang berkualitas. Berikut tips untuk menjadi karyawan pembelajar yang loyal:

  1. Setiap detik dari waktu kerja sangat berharga. Jadi, pastikan Anda cerdas mengelola waktu Kerja Anda secara bijak dan professional.
  2. Seorang karyawan adalah satu kesatuan dengan karyawan dan pimpinan organisasi. Jadi, pastikan Anda cerdas berkolaborasi dengan setiap orang di tempat kerja.
  3. Jadilah pribadi cerdas yang berpikir dan bertindak untuk pertumbuhan kualitas diri Anda secara optimal.
  4. Seorang karyawan harus menjadi pribadi yang bersikap profesional, baik, adil dan tak merugikan kepentingan perusahaan.
  5. Seorang karyawan pembelajar harus mengakui setiap kekurangan diri, kemudian dengan tekun dan disiplin memperbaiki semua kekurangan diri.
  6. Seorang karyawan adalah bagian dari rekan-rekan kerja di kantor. Jadi, pastikan Anda terhubung dengan setiap orang dalam sikap baik yang profesional.
  7. Seorang karyawan adalah senjata sakti dari seorang pemimpin bijak. Jadi, siapkan diri Anda secara total untuk membantu bos Anda di kantor.
  8. Belajarlah terus untuk menjadi pribadi dengan kemampuan yang tak tergantikan dalam setiap proses kerja. Jadi, pastikan Anda memiliki otonomi diri yang kuat dalam pekerjaan.

Pekerjaan Yang Menyenangkan

”Saya Tidak Pernah Menjalani Satu Hari Kerja Selama Hidup. Semuanya Hanya Bersenang-Senang.” – Thomas Edison

Mengapa ada orang yang beranggapan bahwa pekerjaan adalah beban, bukan sebagai permainan yang menyenangkan? Padahal untuk meraih sukses dan sekaligus merasa bahagia, wajib menyukai pekerjaan dengan sepenuh hati!

Thomas edison yang luar biasa itu berkata bahwa dia tidak pernah menjalani satu hari kerja selama hidup, dia hanya bersenang-senang dengan pekerjaannya. Artinya, untuk sukses seperti Thomas edison, Anda harus menikmati setiap proses kerja dengan perasaan senang dan bahagia.

Pekerjaan adalah aktivitas nilai tambah yang terus tumbuh dan berkembang sesuai kreatifitas. Pekerjaan juga membangun fondasi untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran dalam hidup. Pekerjaan yang berkualitas muncul dari kecerdasan intelektualitas, kecerdasan etika, kecerdasan emosional, kecerdasan motivasi, dan kecerdasan spiritual.

Bekerja dengan berkualitas berarti tidak sekedar sibuk bekerja dalam rutinitas tanpa visi yang jelas, tapi diperlukan rencana, etika, dan sikap yang berintegritas kepada visi yang jelas. Tanpa visi yang jelas, Anda pasti akan sulit memahami setiap proses kerja dengan baik, akibatnya Anda tidak mungkin bisa mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan fokus yang terarah pada hasil terbaik.

Ketika Anda kehilangan kesadaran untuk bekerja sesuai etika, maka Anda akan kehilangan kekuatan untuk mengetahui nilai apa yang sedang Anda kerjakan. Oleh karena itu, pahami visi, misi, dan nilai yang ada pada pekerjaan Anda. Lalu, komunikasikan visi, misi, dan nilai pekerjaan Anda kepada diri sejati Anda, dan jadikan pekerjaan Anda sebagai permainan yang menghasilkan perasaan senang dan bahagia. Kehidupan yang baik memerlukan pekerjaan yang menyenangkan, dan yang menghasilkan nilai tambah terbaik.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com