Bangkit Dari Kegagalan

”Sikap Optimis Akan Menuntun Anda Untuk Melampaui Risiko.” – Djajendra

Kehidupan selalu saja harus dilalui dengan berbagai kesalahan dan kegagalan. Artinya, siapa pun kita wajib menjalankan kehidupan melalui kesalahan dan kegagalan. Dan hanya orang-orang yang optimis yang mampu menjadi murid terbaik untuk belajar hal-hal positif dari kesalahan dan kegagalan.

Sikap optimis akan mentransformasi kesalahan dan kegagalan menjadi energi pendorong untuk naik kepada level kehidupan yang lebih tinggi. Biasanya optimisme diri untuk mengatasi kesalahan dan kegagalan akan menjadikan diri semakin berkualitas buat melangkah ke masa depan yang lebih gemilang.

Salah satu keunggulan dari sikap optimis adalah di saat Anda yang optimis jatuh dalam kesalahan dan kegagalan, Anda akan tetap tenang dan berpikir lebih positif untuk menjauhkan diri dari stres dan depresi, lalu Anda mampu memperbaiki setiap kesalahan dan kegagalan dengan bekerja lebih baik dari sebelumnya.

Anda yang optimis selalu mampu bangkit lebih cepat untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalan, kemudian berlari kencang menjemput sukses yang telah menunggu di depan kehidupan.

Sangat penting bagi Anda untuk merawat sikap optimis. Salah satu cara untuk merawat sikap optimis adalah dengan berpikir positif tentang kejadian apa pun. Pikiran positif ditambah dengan perasaan optimis akan membuat kualitas diri Anda semakin hebat.

Sikap optimis dapat dilatih melalui kebiasaan-kebiasaan positif dengan cara bersyukur dan berterima kasih atas keadaan Anda saat ini. Jauhkan semua perilaku keluh kesah dan perilaku yang mematahkan semangat, serta perilaku yang membuat suasana hati berduka.

Kembangkan mind set yang selalu menganggap kesalahan dan kegagalan sebagai tanda untuk lebih interospeksi, sebagai tanda untuk belajar lebih baik lagi dalam memahami realitas kehidupan.

Anda yang optimis adalah Anda yang mampu melewati kesalahan, kegagalan, penderitaan, serta mampu memenangkan berbagai pertarungan kehidupan yang tersulit.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Keharmonisan Hubungan Kerja

”Pengetahuan Tentang Kebaikan Membangun Jalan Kebenaran. Kesadaran Untuk Menjalankan Kewajiban Membangun Rasa Tanggung Jawab. Cinta Membangun Pikiran Dan Perasaan Menjadi Lebih Baik. Kepedulian Membangun Keharmonisan Hubungan Baik.” – Djajendra

Setiap orang dari hati terdalam menginginkan sebuah keharmonisan hubungan kerja di tempat kerja dengan setiap orang. Tetapi fakta menunjukkan bahwa persaingan kerja telah menciptakan hubungan kerja yang kurang harmonis. Hal ini disebabkan oleh keinginan kepentingan masing – masing orang, dan rasa takut akan kehilangan pekerjaan yang menutupi semua akal sehat, sehingga membuat orang – orang cendrung berpikir negatif.

Sudah seharusnya pemimpin sebagai koordinator semua fungsi dan peran kerja dapat menjadi contoh positif bagi semua orang untuk membangun sebuah hubungan kerja yang harmonis dan dinamis. Pemimpin yang hebat akan selalu melahirkan karyawan – karyawan unggul yang mampu menciptakan keharmonisan hubungan kerja melalui cara kerja yang beretika, transparan, jujur, dan bertanggungjawab. Tanpa pernah memojokkan siapa pun atas sebuah proses manajemen yang gagal.

Keharmonisan hubungan kerja akan meningkatkan rasa percaya diri pemimpin untuk mempercayai semua kekuatan sumber daya perusahaan, dan hal ini akan menjadikan manajemen mampu berkonsentrasi kepada strategi dan taktik untuk memenangkan persaingan bisnis. Keharmonisan hubungan kerja akan menghasilkan karyawan – karyawan unggul dengan berbagai kekuatan dan kelebihan, yang akan membuat mereka semua pantas sebagai kolega manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dengan sempurna.

Pemimpin yang cerdas tidak akan mau memberhentikan karyawan, tanpa terlebih dahulu mempelajari dan mengasah potensi dan keunggulan karyawan tersebut. Dalam hal ini kebijakan manajemen menjadi sangat penting, sebab manajemen yang efektif  tidak akan mau waktu habis hanya untuk mengotak – atik turnover karyawan, merekrut karyawan, mengganti karyawan, yang semuanya terjadi oleh karena lalai membangun lingkungan kerja yang harmonis dan dinamis.

Biaya untuk ketidakharmonisan hubungan kerja adalah sangat besar, dan biasanya memang jarang sekali ada perusahaan yang menghitung untuk persoalan ini. Padahal potensi kerugian akibat kelalaian membangun keharmonisan hubungan kerja adalah sangat besar.

Kerugian di sini tidak hanya berbentuk uang, tetapi juga dalam wujud kepercayaan dan keyakinan karyawan kepada manajemen menjadi turun, dan akibatnya karyawan tidak akan bekerja dengan sepenuh hati untuk berkontribusi secara optimal.

Karyawan yang masih mau bertahan dalam lingkungan kerja yang tidak harmonis, lebih disebabkan oleh gaji dan tunjangan, serta perasaan takut mereka untuk menjadi pengangguran, sebab mereka Semua memiliki tanggungan ekonomi terhadap keluarga yang harus mereka biayai. Buat perusahaan semua perilaku ini akan menjadi kontribusi yang sangat merugikan.

Turnover yang tinggi secara otomatis akan mendorong manajemen perusahaan untuk selalu merekrut karyawan baru dalam upaya mengganti karyawan yang sudah keluar, dan semua ini harus dikerjakan dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Karyawan baru jelas harus dikembangkan sedemikan rupa agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru mereka. Semua proses ini bisa berakibat tidak terfokusnya manajemen terhadap strategi jangka panjang.

Keharmonisan hubungan kerja akan menciptakan rasa memiliki dan rasa peduli  karyawan terhadap perusahaan lebih dari apa pun. Keharmonisan hubungan kerja berpotensi besar untuk menghasilkan loyalitas karyawan yang tinggi terhadap pekerjaan dan perusahaan.

Keharmonisan hubungan kerja akan menghasilkan perilaku kesetiakawanan di antara para karyawan dan pimpinan; perasaan simpati atas kerja keras rekan kerja; perasaan bertanggungjawab atas pekerjaan; memberikan hormat dan penghargaan tulus terhadap sesama karyawan; menjadikan diri sendiri berdisiplin tinggi, ulet, rajin, sabar, bersemangat, antusias, dan tidak pernah masuk ke dalam perangkap gosip – gosipan.

Untuk membangun keharmonisan hubungan kerja, perusahaan harus memiliki sikap tegas untuk membangun model bisnis, model organisasi, sistem, prosedur, etika, aturan, dan kebijakan kerja yang merangkul setiap orang untuk hidup dalam keharmonisan hubungan kerja yang berintegritas tinggi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com