Kecerdasan Emosional Pemimpin

“Cerdas Secara Emosional Saja Belum Cukup, Di Perlukan Logika Dan Akal Sehat Untuk Menjawab Semua Tantangan.” – Djajendra

Pemimpin yang cerdas secara emosional pasti akan merawat sikap baik untuk menjawab semua tantangan. Termasuk, secara proaktif  dia akan melatih dirinya untuk memiliki emosi dengan logika. Artinya, dia tidak sekedar cerdas secara emosional, tapi juga cerdas menggunakan logika dan akal sehat dalam menjawab semua tantangan kepemimpinannya.

Pemimpin yang emosinya berlogika positif pasti tidak akan menyalahkan orang lain, tidak akan melemparkan masalah kepada orang lain, tapi dia akan mengambil semua tanggung jawab secara utuh dan total untuk memberikan hal-hal terbaik buat semua pihak.

Pemimpin yang memiliki emosi dengan logika akan meredam semua emosi negatif, tanpa peduli dari mana sumbernya, sehingga Ia bisa melakukan pendekatan pada semua orang dengan emosional positif yang saling menguntungkan.

Kecerdasan emosional yang terkendali dalam logika berpikir positif,  pasti mampu merangkul setiap perbedaan, dan mendapatkan semua keunggulan yang dimiliki oleh orang lain. Di sini, peran pemimpin sebagai penyatu persepsi menjadi sangat penting, dan melalui kecerdasan emosional yang berlogika positif, pemimpin diharapkan dapat merangkul setiap perbedaan dengan sempurna.

Pemimpin harus memiliki integritas, dan mulai memikirkan untuk belajar menjadi lebih sabar, lebih optimis, lebih yakin, lebih bertanggung jawab, lebih peduli pada kehidupan yang lain, dan lebih fokus pada diri sendiri. Khususnya, untuk menghapus semua benih emosi negatif di dalam diri, kemudian menggantinya dengan emosi positif dalam logika berpikir yang bijak dan profesional.

Pemimpin dengan kekuatan emosi positif pasti tahu untuk bekerja sejalan dengan visi. Ia bersama orang lain akan fokus pada apa-apa saja yang perlu dilakukan, dan terus berjuang keras untuk mencapai tujuan. Dan Ia secara cerdas dalam pengendalian emosi diri yang tangguh, akan membantu para pengikut untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna dan berkualitas. Ia akan bertindak berdasarkan pada nilai-nilai tindakan yang sesuai dengan kebijakan, sistem, dan prosedur yang ada di organisasi, dan tidak sekedar bertindak atas moods sesaat, perasaan hati sesaat, atau atas dorongan dari orang-orang di sekitar. Ia adalah pemimpin profesional yang bijak dan cerdas secara emosional.

Pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tangguh akan selalu bekerja dalam sistem menang-menang. Ia bersama para bawahan akan menyatu untuk mencari solusi dan kesepakatan yang saling menguntungkan untuk semua pihak. Mereka mencari solusi yang membuat organisasi menjadi lebih berkinerja maksimal dan lebih membesar dari semua aspek bisnis yang ada.

Emosi positif yang terkendali dalam logika berpikir positif akan menampilkan empati yang tangguh. Dan, pemimpin dengan empati yang tangguh akan mendengar dan merangkul setiap orang dengan cinta dan kepedulian. Ia akan mencoba untuk saling memahami dan dipahami. Ia akan belajar untuk mendengarkan orang lain dengan optimal. Ia akan benar-benar fokus pada setiap percakapan dengan setiap orang, dan tidak mencoba menghakimi sebuah ide ataupun opini. Ia seorang pemimpin dengan keperibadian yang matang dan dewasa dalam setiap tindakan.

Pemimpin dengan kecerdasan emosionalnya akan melihat perbedaan nilai sebagai benih kreatifitas yang lebih tinggi. Ia tidak mengharapkan setiap orang untuk sepakat dengan dirinya. Ia akan membiarkan orang-orang berbeda pendapat dengan dirinya. Sebab, ia melihat perbedaan sebagai peluang baru untuk perspektif, ide dan cara menyelesaikan masalah yang ada.

Pemimpin hari ini harus cerdas meningkatkan semua potensi diri ke arah yang lebih berkualitas. Untuk itu, pemimpin harus menjadi lebih sadar-diri, meningkatkan semua sifat baik, sikap bijak, serta profesionalisme dalam semua aspek kepemimpinan. Ia harus mau membangun keseimbangan hidup dengan fokus pada tubuh, intelektual, emosional, spiritual dan dimensi sosial dalam kehidupan. Kecerdasan pemimpin untuk menjadikan emosi positif dirinya sebagai sumber dari sikap profesionalisme untuk mengembangkan pola hidup yang lebih berintegritas adalah contoh dari emosional pemimpin yang berlogika positif.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kepuasan Kerja Adalah Awal Untuk Bahagia Di Tempat Kerja

“Walau Anda Merasa Tidak Bahagia Di Tempat Kerja, Anda Harus Mempertahankan Sikap Profesionalisme Dan Mencegah Sikap Buruk. “ – Djajendra

Persoalan kepribadian dan kepuasan kerja adalah sebuah awal untuk menjadi tidak bahagia di tempat kerja. Oleh karena itu, bila Anda mampu memahami akar dari ketidakbahagiaan Anda di tempat kerja, Anda pasti mampu mengubah arah perasaan ketidakbahagiaan tersebut, dan mampu memecahkan persoalan kepribadian dan kepuasan kerja Anda dengan sebaik-baiknya.

Pertama, persoalan kepribadian. Apakah Anda mampu mengelola perasaan dan pikiran Anda untuk tidak mengharapkan apa pun, tapi hanya fokus untuk melayani? Anda mungkin sangat sulit untuk menemukan jawaban atas pertanyaan di atas. Tetapi, kepribadian yang tulus dari dalam hati untuk melayani semua tugas dan tanggung jawab tanpa pamrih, akan mendapatkan perasaan bahagia secara alamiah dari sebab-akibat pekerjaan. Tidak percaya? Silakan mencobanya!

Untuk menjadi bahagia di tempat kerja, Anda harus mampu melewati batas-batas ego diri, dan menjadikan diri Anda sebagai pelayan terbaik buat tugas dan tanggung jawab Anda. Jika Anda sudah mampu menjadi pelayan terbaik buat tugas dan tanggung jawab Anda, maka tidak akan ada alasan apa pun  di dalam diri Anda untuk merasa tidak cocok dengan pekerjaan Anda di tempat kerja. Anda akan selalu merasa menjadi bagian dari solusi terbaik buat perusahaan Anda, bukan menjadi bagian dari masalah terburuk.

Anda yang tulus melayani tugas dan tanggung jawab, adalah Anda yang selalu dapat meningkatkan kontribusi Anda untuk perusahaan, dan selalu menemukan cara untuk menjadi lebih kreatif dengan pekerjaan. Anda akan mampu menghapus perasaan membosankan, serta mampu menghindari diri Anda untuk menjadi pribadi negatif bersama pekerjaan Anda.

Kedua, persoalan kepuasan kerja. Untuk merasa puas dengan pekerjaan, Anda harus tertarik dengan proses kerja, dan berusaha menyelesaikan tugas-tugas dalam perasaan tanggung jawab yang tinggi.

Miliki perilaku kerja yang membuat pekerjaan lebih cepat, lebih mudah, dan tidak monoton. Jadilah pribadi kreatif yang membuat pekerjaan menjadi lebih menarik untuk dikerjakan melalui cara yang berbeda. Lakukan semua kreativitas Anda dengan semangat yang penuh antusias selama di tempat kerja.

Perasaan puas terhadap pekerjaan akan menjadi milik Anda, saat Anda menerima pekerjaan Anda dengan perasaan syukur. Apa pun alasannya, jangan pernah menganggap kecil terhadap pekerjaan Anda, tapi jadilah pribadi yang berani mengambil tanggung jawab untuk membuat perubahan, dan menjadikan pekerjaan Anda luar biasa.

Anda harus membantu diri Anda sendiri untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok di dalam perusahaan Anda, agar Anda mampu menciptakan keseimbangan dalam pekerjaan dan kehidupan Anda. Caranya, Anda harus belajar mencintai dan menyukai apa pun pekerjaan yang diberikan perusahaan kepada Anda.

Jadilah pembelajar yang kreatif di dalam organisasi Anda, coba belajar keterampilan baru. Setidaknya, keterampilan baru mungkin bisa membantu mempersiapkan Anda untuk pekerjaan lain yang lebih hebat.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com