Jadikan Suasana Pertemuan ‘RAPAT’ Berkualitas

“Pengambilan Keputusan Yang Hebat Didasari Oleh Mempercayai Dan Mengikuti Intuisi Serta Insting Anda.” – Ruben Gonzalez

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap rapat, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak.

Sebuah perilaku rapat adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, rapat atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan  rapat sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema pertemuan tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat pertemuan.

Rapat harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meeting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.

Berikut tips untuk membuat pertemuan, meeting, atau rapat menjadi berkualitas tinggi:

1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang pertemuan.

2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.

3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.

4. Jangan memulai rapat dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema pertemuan, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.

5. Tuntaskan semua materi rapat di ruang rapat, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang rapat.

6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil rapat. Pastikan hasil rapat melalui diskusi dan brainstorming, yang  merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.

7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum rapat sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.

8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter  untuk mendukung keputusan akhir rapat dengan sepenuh hati.

Apakah Anda Bisa Dipercaya?

“Hubungan Kepercayaan Yang Dibangun Atas Fondasi Integritas Untuk Saling Memberi Dan Saling Bertoleransi, Tetap Akan Abadi Dan Tidak Akan Pernah Rusak Oleh Kepentingan Pribadi.” – Djajendra

Ketika saya diminta oleh sebuah perusahaan untuk membangun mental karyawannya dalam rangka mempersiapkan organisasi yang saling mempercayai (trust),  mind set saya hanya berpikir kepada sebuah tema “Apakah Anda Bisa Dipercaya?”

Kepercayaan adalah landasan terpenting dalam bisnis,  dalam kehidupan pribadi, dan dalam berperusahaan. Tetapi, sering sekali kebanyakan orang menganggap remeh kepada aspek kepercayaan. Padahal hanya melalui lingkungan kerja yang saling mempercayai, perusahaan akan dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance secara lebih baik.

Konsep Trust (saling percaya) seharusnya menjadi sebuah awal untuk memantapkan kekuatan sumber daya manusia, agar sdm perusahaan bisa menjadi kekuatan yang terpercaya dan yang dapat dipercaya.

Ketika setiap pimpinan dan karyawan sudah menjadi pribadi yang dapat dipercaya, maka perusahaan sesungguhnya telah menjadi perusahaan yang mampu menjalankan semua prinsip good corporate governance dengan luar biasa.

Integritas sdm kepada semua aspek kehidupan perusahaan secara total akan mengantar perusahaan kepada kekuatan untuk menjadi perusahaan yang terpercaya dan yang selalu dapat dipercaya oleh stakeholder.

Di setiap aspek dan fungsi perusahaan diperlukan peran kepercayaan. Peran kepercayaan dalam penjualan, peran kepercayaan dalam manajemen, peran kepercayaan  dalam operasional, peran kepercayaan dalam pengawasan, peran kepercayaan dalam branding dan pemasaran, peran kepercayaan dalam layanan pelanggan, peran kepercayaan  dalam administrasi perusahaan, peran kepercayaan dalam  kepemimpinan, dan peran kepercayaan dalam setiap aspek dan aktivitas perusahaan secara tidak terbatas.

Peran kepercayaan ini harus menjadi alat yang memperkuat setiap orang di perusahaan untuk saling merangkul, saling berkontribusi secara profesional, saling berkolaborasi secara baik,  saling mendapatkan kepercayaan, saling memetik hasil kinerja terbaik, dan  saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Kebenaran tentang Trust di Bisnis akan membantu sdm memperkuat semua hubungan positif dan memungkinkan mereka untuk membangun bisnis dan kehidupan pribadi yang kokoh berdasarkan visi, misi, dan nilai-nilai terbaik.

Kepercayaan yang mendalam di organisasi akan memperkuat core value perusahaan kepada penyatuan ke dalam batin para pegawai, dan semua ini pada akhirnya akan menciptakan cara kerja yang efektif dan yang berkinerja maksimal.

Apakah Anda Bosan Dengan Pekerjaan?

“Kalau Anda Sering Bosan Pada Pekerjaan, Coba Pelajari Kembali Visi Dan Misi Hidup Anda.” – Djajendra

Perasaan jenuh dalam pekerjaan adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi. Tetapi, kalau Anda merasa pekerjaan Anda membosankan, maka ini adalah tanda bahwa Anda harus mulai memikirkan untuk menukar pekerjaan Anda dengan jenis pekerjaan yang benar-benar Anda sukai.

Masalah bosan dengan pekerjaan adalah masalah kecerdasan emosional. Bila Anda cerdas memahami turun naiknya suasana hati Anda terhadap pekerjaan Anda, maka Anda akan selalu memiliki berbagai cara yang hebat untuk mengatasi rasa bosan pada pekerjaan. Tetapi, bila Anda belum mampu memiliki kualitas diri yang cerdas secara emosional, maka pilihan Anda adalah pindah kerja, dan cari pekerjaan baru yang membuat Anda tidak bosan.

Hal yang harus Anda pahami adalah jangan pernah bekerja dengan alasan terpaksa. Sebab, bila Anda merasa terpaksa dengan pekerjaan Anda sekarang, maka Anda akan menjadi pribadi yang tidak tulus dan tidak ikhlas terhadap pekerjaan Anda. Hasilnya, prestasi Anda tidak akan pernah naik, dan Anda juga akan sulit berkontribusi secara optimal buat perusahaan Anda. Artinya, Anda hanya akan menjadi beban buat perusahaan Anda.

Bila Anda sudah merasa sangat bosan dengan pekerjaan, sebaiknya ambil cuti dan pergi beristirahat di tempat yang paling Anda sukai, lalu merenunglah sejenak tentang pekerjaan dan kehidupan Anda. Jadilah pribadi yang paling jujur dalam perenungan ini, dan miliki sikap yang jelas untuk meraih sesuatu yang lebih besar.

Bila setelah masa istirahat Anda masih dalam sikap ragu-ragu, sikap tidak ikhlas, sikap tidak tulus, dan sikap tidak bersyukur terhadap keberadaan Anda bersama pekerjaan sekarang, maka Anda akan tetap berada dalam situasi seperti yang ada di hari ini. Yaitu bosan dan terus bosan.

Hidup ini harus dijalani dengan penuh perjuangan. Mungkin akan ada sejumlah rasa sakit dalam setiap proses perjuangan menuju puncak sukses, tapi bila Anda memiliki tekad dan rajin untuk menjalani setiap proses hidup  Anda dengan perasaan senang dan pikiran positif, Anda pasti akan mendapatkan hasil yang luar biasa buat karir dan kehidupan Anda.

Bila perasaan bosan Anda sudah sangat kronis, maka kembalilah pada visi dan misi hidup Anda. Buat visi dan misi hidup Anda menjadi terang dan jelas dalam karir dan kehidupan Anda sekarang. Lalu, teruslah berjuang! Tidak ada istilah berhenti di tengah jalan, tidak ada sifat takut dan malas, tidak ada alasan untuk hal apa pun. Teruslah berjuang hingga perasaan bosan Anda hilang untuk selama-lamanya.

Hanya Anda seorang dirilah yang memiliki solusi untuk persoalan hidup Anda. Bertanyalah pada suara hati Anda, apakah Anda harus tetap tinggal bersama perusahaan dengan kepastian penghasilan tiap bulan, atau Anda harus meninggalkan perusahaan dengan ketidakpastian hari esok? Semua keputusan akhir memang Anda yang harus memutuskan!