Pengelolaan Keuangan Pribadi Karyawan – ”Menabung Dulu, Baru Belanja”

”Impian Adalah Visi Kreatif Anda Tentang Hidup Anda Di Masa Depan. Anda Harus Menerobos Keluar Dari Zona Nyaman Anda Dan Menjadi Nyaman Dengan Keasingan Dan Ketidaktahuan.” – Denis Waitley

Kemampuan untuk mengendalikan diri agar tidak tergoda kepada benda-benda yang bersifat konsumtif, adalah sebuah keharusan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Untuk itu, kembangkan mind set untuk menjalani pola hidup sederhana yang berkecukupan.

Siapa pun pasti memiliki keinginan untuk memiliki rumah, mobil, dan barang-barang lainnya. Tetapi, pribadi yang bijak pasti tahu diri untuk tidak memaksa kehendak dalam memenuhi barang-barang tersebut dengan uang pinjaman berbunga tinggi.

Pribadi yang ingin hidup bahagia pasti tidak akan mau hidupnya digadaikan untuk melayani pola hidup cari hutang nunggak hutang. Dia akan selalu bertindak menabung dulu baru kemudian membeli barang-barang yang dia inginkan.

Bila sudah terjebak dengan pinjaman berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari ini, maka sebagian dari hidup pasti akan dijalani dengan stres untuk melayani hutang. Perlu diingat bahwa suka ngutang itu akan menciptakan penderitaan dan kehilangan kemerdekaan untuk hidup bebas. Hasilnya, produktifitas, kualitas kerja, rasa bahagia, kesehatan, dan pengembangan diri akan menghalami hambatan dan gangguan. Jika hal ini terjadi kepada karyawan, maka perusahaan dan karyawan akan sama-sama kehilangan energi untuk meraih kinerja secara optimal.

Berikut tips untuk pengelolaan keuangan pribadi yang sehat.

  • Pengelolaan keuangan pribadi yang baik harus dimulai dari mind set rasa syukur terhadap jumlah penghasilan yang diterima saat ini. Jadi, jangan pernah mengeluh dengan penghasilan yang didapatkan sekarang ini. Miliki rasa syukur dan rasa cukup untuk membiayai hidup tanpa perlu berutang kepada siapa pun.
  • Jangan pernah sekali pun tergoda untuk membeli barang-barang konsumtif dengan pinjaman yang berbunga tinggi. Ingat! Pinjaman berbunga tinggi akan mengurangi kekayaan Anda di masa depan. Jadi, bersabarlah dan tabunglah di instrumen investasi yang kebal terhadap inflasi.
  • Hal yang paling bijak dalam pengelolaan keuangan pribadi adalah melakukan pengeluaran tidak melebihi 75% dari total penghasilan, dan sisanya sebesar 25% di tabung dalam bentuk logam mulia emas. Kalau di tabung di bank, bila bunga yang diterima kecil, maka nilai uang dari tahun ke tahun akan mengecil oleh inflasi. Jadi, pilihlah emas, tanah, atau rumah sebagai tempat investasi yang baik. hindari untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu penting. Untuk kebutuhan uang tunai dalam hal membiayai rutinitas kehidupan, simpan maksimal untuk tiga bulan.
  • Kembangkan potensi diri secara optimal agar mampu meraih karir yang lebih tinggi. Dengan karir yang lebih tinggi pasti akan ada penghasilan yang lebih besar dari pada saat ini. Dan, Anda memiliki kesempatan untuk menabung lebih banyak.
  • Untuk mengatasi kebutuhan uang tak terduga usahakan membentuk koperasi simpan pinjam karyawan di kantor. Atau juga bisa membentuk kelompok arisan di kantor. Manfaatkan fungsi koperasi dan arisan tersebut secara bijak hanya untuk memenuhi kebutuhan darurat.
  • Berhati-hatilah untuk berinvestasi dalam portofolio berisiko tinggi, seperti reksadana, saham, obligasi, dan sejenisnya. Berpikirlah lebih cerdas dan jangan tergoda kepada iming-iming cepat kaya.
  • Jangan pernah ragu untuk menabung uang tunai Anda ke dalam usaha riel atau jasa yang Anda kuasai secara profesional. Jadi, lakukan investasi di sektor usaha riel atau jasa yang Anda kuasai tersebut. Lalu, yakinlah bahwa usaha riel dan jasa yang Anda kuasai secara profesional tersebut akan menjadi sumber penghasilan terbesar untuk pengelolaan keuangan pribadi Anda.

Patuh Pada Peraturan Bersama Etika Bisnis Dan Code of Conduct

“Hitung Hari Yang Hilang Di Mana Matahari Yang Tenggelam Mendapati Anda Tanpa Perbuatan Baik.” – Napoleon Hill

Aktifitas bisnis dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, dan agar aktifitas bisnis mampu berjalan secara baik diperlukan etika bisnis. Di mana, etika bisnis mampu memagari perilaku pekerjaan sehari-hari di kantor untuk membuat para pemimpin dan karyawan agar tidak terperangkap dalam masalah.
Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi.

Menjadikan panduan etika bisnis dan code of conduct perusahaan sebagai pedoman kerja, akan menciptakan  praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.

Secara prinsip etika bisnis itu mengatur agar para pemimpin dan karyawan di perusahaan tidak menjadi korban dari kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemahaman etika bisnis harus diikuti dengan kekuatan sifat baik yang didukung oleh nilai-nilai moral kehidupan yang tinggi.
Etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.
Etika bisnis itu seperti cahaya yang menerangi semua fungsi dan peran kerja karyawan dan pimpinan. Semakin terang pikiran si karyawan dan pimpinan untuk memahami dan mematuhi etika bisnis, akan semakin tinggi kualitas integritas dan kinerja mereka.
Bila para karyawan dan pimpinan mampu mematuhi etika bisnis secara sempurna, maka secara otomatis mereka akan menjadi energi positif perusahaan; mereka akan menjadi pribadi yang membangun kebaikan di organisasi; mereka akan menjadi pribadi istimewa yang berpotensi meraih sukses tertinggi; mereka akan menjadi pribadi yang dicari-cari oleh perusahaan lain untuk direkrut.
Etika bisnis tidak sekedar aturan yang mengikat para karyawan dan pimpinan di perusahaan, tapi etika bisnis menjadi sebuah energi yang mampu menciptakan nilai tambah buat organisasi.
Etika bisnis adalah perilaku moral dan sikap baik yang menjadi inti dari kekuatan sebuah manajemen, dan inti dari sebuah kekuatan bisnis.

Artikel ini karya djajendra