Membangun Budaya Pelayanan Publik

“Setiap Individu Dan Lembaga-Lembaga Bisnis Dan Non Bisnis Harus Mulai Merevolusi Dirinya Masing-Masing Buat Membangun Budaya Pelayanan Publik Yang Terbaik.” – Djajendra

Abad ke 21 adalah abadnya pelayanan publik. Bila Anda masih tidak percaya kepada kekuasaan publik atas bisnis dan pelayanan Anda, maka Anda sedang menggali lubang untuk mengubur bisnis Anda.

Arah kehidupan manusia sedang berubah. Setelah kehidupan manusia diperkaya dan dipercerah dengan berbagai informasi oleh zaman teknologi internet dan komunikasi, umat manusia di negara – negara beradab sedang menuju kepada abad pelayanan publik terbaik. Artinya, bila Anda menjalankan usaha di negara demokrasi yang terbuka, maka Anda wajib membangun budaya pelayanan publik terbaik.

Indonesia adalah negara demokrasi yang terbuka, berarti setiap pribadi, institusi, dan pemerintahan di Indonesia wajib untuk memfokuskan kekuatannya untuk membangun budaya pelayanan publik yang berkualitas terbaik.

Buat negara-negara yang tidak menjalankan konsep demokrasi terbuka mungkin abad baru akan menghukum mereka. Sebab, kekuasaan teknologi internet dan komunikasi ini mulai menaklukkan semua batas-batas wilayah, dan menghubungkan umat manusia untuk membangun kekuatan melalui individu dengan individu. Lihat saja kekuatan yang sedang ditawarkan twitter, facebook, dan lain sebagainya. Cukup luar biasa. Jangan pernah menganggap kecil kekuatan infrastruktur yang ada di dalam teknologi internet dan komunikasi.

Setiap individu dari pelosok manapun dapat mengirimkan informasi kepada orang-orang terpenting di dunia untuk meminta perlindungan atas kecurangan dan ketidakadilan di tempatnya.

Kisah tentang pembobolan ATM  yang sebelumnya hanya menjadi kisah sedih para nasabah. Kini berubah menjadi kisah yang membuka kekurangan dan kelemahan teknologi dan pelayanan bank. Luar biasa bukan! Saatnya, para pimpinan bank bangkit untuk menjawab tantangan abad baru ini, abad pelayanan publik terbaik dan yang melindungi publik dari berbagai kerugian.

Setiap individu dan lembaga-lembaga bisnis dan non bisnis harus mulai merevolusi dirinya masing-masing buat membangun budaya pelayanan publik yang terbaik.

Setiap organisasi dan individu yang ingin bertahan hidup di zaman baru ini, wajib untuk mengembangkan dan berinovasi secara cerdas buat memberikan pelayanan berkualitas tinggi.
Di abad baru ini, tidak ada sebuah bisnis atau institusi yang bisa menyatakan bahwa mereka sangat superior untuk pelayanan publiknya, bila mereka tidak jujur kepada publik. Artinya, dalam abad baru ini tidak sekedar diperlukan kecerdasan, keterampilan, uang, teknologi, dan energi untuk menjawab tantangan, tapi diperlukan integritas yang tinggi untuk melayani para stakeholder bisnis tersebut.

Sebuah bisnis selalu berada dalam lingkaran dibuat, dibeli, dijual, dan digunakan untuk kebahagiaan dan kesejahteraan para stakeholder. Ingat, pelanggan, konsumen, dan karyawan adalah bagian terpenting dari para stakeholder tersebut, jadi layani mereka dengan sepenuh hati.

Abad baru ini adalah abadnya konsumen. Individu, institusi, dan pemerintahan yang peduli pada kekuasaan konsumen akan mencapai keuntungan di zaman baru ini.

Abad baru membutuhkan pribadi-pribadi terbaik yang tercerahkan dengan sikap baik. Pribadi-pribadi yang berpikir dan beremosi positif  untuk menjalankan bisnis secara cerdas dan profesional.

Haruskah Anda Bahagia Di Kantor?

“Anda Pasti Menemukan Kebahagiaan Di Kantor, Bila Anda Memiliki Pikiran Positif Terhadap Semua Hal Di Lingkungan Pekerjaan Anda.”-Djajendra

Beberapa hari yang lalu, ada seseorang yang curhat melalui email tentang hubungan kerja yang buruk dengan si bos. Seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan batu bara di daerah Samarinda, Kalimantan timur. Persoalan dia adalah si bos meremehkan hasil kerjanya, dan selalu mencurigai dirinya berbuat hal-hal yang merugikan perusahaan. Dia sebagai karyawan merasa tidak bahagia dengan semua keadaan di kantor, tapi karena dia butuh penghasilan dan gaji yang besar, dia terpaksa bertahan bekerja dengan perasaan tidak bahagia. Dia bertanya kepada saya, “haruskah aku bahagia di kantor?”

Haruskah AKU bahagia di kantor?  Sebuah pertanyaan yang aneh dan lucu. Jelas, siapa pun kalau ditanya seperti itu pasti akan menjawab, “ya Anda harus bahagia di kantor.”  Saya juga pasti menjawab, “ya Anda wajib menjadi bahagia di kantor.” Bahagia adalah masalah hati, masalah perasaan.  Persoalannya, saat diri Anda berada dalam situasi tanpa banyak pilihan terhadap pekerjaan lain. Anda sebaiknya tidak terlalu memanjakan diri Anda untuk mendapatkan kebahagiaan dari sikap dan perilaku orang lain.

Banyak sekali orang-orang merasa harus dilayani oleh orang-orang lain dengan sikap baik, agar dirinya merasa nyaman, senang, dan bahagia. Namun mereka lupa bahwa kebahagiaan itu adalah persoalan internal diri sendiri. Diri Anda tidak boleh kalah atau merasa tersudutkan oleh sikap orang lain. Bila Anda membiarkan diri terdalam Anda dimasuki perilaku negatif orang lain, maka sampai kapanpun Anda akan merasa tidak bahagia.

Saat perilaku si bos mampu menghancurkan jiwa bahagia Anda, Anda sesungguhnya telah menjadi pribadi yang tidak mandiri secara emosi, spiritual, dan intelektual.

Berurusan dengan bos yang suka merendahkan diri Anda, haruslah dilakukan dengan taktik dan strategi komunikasi yang jitu. Anda harus memulainya dengan memperbaiki diri Anda sendiri. Anda harus memulainya dengan melakukan evaluasi dan interospeksi diri Anda secara total. Anda harus memulainya dengan memiliki langkah-langkah terbaik untuk memperbaiki cara kerja Anda. Anda harus memulainya dengan memaafkan semua perilaku negatif si bos dari hati yang tulus dan ikhlas.

Anda pastinya menginginkan untuk mengejar karier yang lebih besar, dan yang lebih memenuhi perasaan bahagia Anda. Untuk itu, Anda harus menunjukkan komitmen untuk tak tergoncangkan oleh sikap dan perilaku siapa pun.

Saat Anda terdesak oleh situasi yang buruk di kantor, Anda seharusnya tidak melarikan situasi buruk tersebut ke dalam perasaan Anda. Sebab, nanti yang akan Anda dapatkan hanyalah perasaan tidak bahagia. Oleh karena itu, saat Anda terdesak dalam situasi buruk di kantor, Anda sebaiknya bekerja dengan lebih kreatif untuk menemukan jalan keluar, dan merasa mampu menjinakan sikap dan perilaku si bos.

Untuk seminar/training hubungi:

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com