Sukses Sejati Berasal Dari Dalam Diri

“Sembilan Puluh Sembilan Persen Kegagalan Berasal Dari Orang-Orang Yang Memiliki Kebiasaan Membuat Alasan.” – George Washington Carver

Sukses adalah sebuah kata yang sangat abstrak, maknanya sesuai persepsi masing-masing orang atas tuntutan kehidupannya. Seseorang mungkin merasa sangat sukses dengan sebuah rumah, sebuah mobil, sebuah pekerjaan, dan sebuah keluarga yang kompak. Dan, seseorang mungkin masih merasa belum meraih sukses walau dirinya sudah memiliki lima pabrik, lima rumah raksasa, bisnis yang menggurita, dan lain-lain hal yang serba wahhh.  Jadi, apa artinya sukses? Sukses sejati itu berasal dari perasaan dan pikiran sukses. Sukses sejati berasal dari dalam diri yang penuh rasa syukur pada kehidupan. Sukses itu sesuatu yang abstrak dan sangat persepsi.

Setiap orang berhak untuk membangun suksesnya sendiri, tanpa perlu berharap pada sukses orang lain. Setiap orang harus mampu membangun takdir hidupnya sesuai keinginan, harapan, dan mimpi-mimpi.

Hak untuk membangun sukses harus diperlihatkan melalui sikap, perilaku, kata-kata, tindakan, serta kerja keras siang dan malam tanpa pernah menyerah oleh hal apapun.

Saya Diminta Untuk Menyentuh Perasaan Dan Pikiran Karyawan

“Segala Sesuatu Yang Kita Ketahui Kita Pelajari Dari Orang Lain.” – John Wooden

Sekarang ini sangat banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki kesadaran untuk melakukan pelatihan pengembangan sumber daya manusianya. Pada umumnya, jenis pelatihan yang paling diminati adalah yang terfokus kepada pengembangan kualitas karyawan dibidang etika, etos, kepemimpinan, motivasi, pelayanan, penjualan, dan berpikir positif.  Di mana, bidang-bidang di atas itu diarahkan  agar para karyawan bisa bekerja lebih giat, lebih disiplin, lebih bertekad, lebih fokus, lebih yakin, lebih percaya diri, lebih berinisiatif, lebih gigih, lebih berkarakter, lebih berkualitas, lebih bersemangat, dan lebih profesional.

Untuk materi pelatihan, tidak selalu perusahaan harus fokus kepada hal-hal yang bersifat normatif, teori, dan konseptual. Sebaiknya, perusahaan juga harus lebih peduli kepada konsep materi pelatihan yang bersifat moral, motivasi, pencerahan, dan tips-tips sederhana untuk membantu kehidupan karyawan bersama perusahaan. Sebab, hal-hal yang bersifat moral, motivasi, dan pencerahan akan langsung menyentuh hati terdalam para karyawan untuk lebih bertanggungjawab terhadap semua fungsi dan peran kerja mereka bersama perusahaan.

Dari pengalaman saya, saya sering bertemu dengan berbagai macam kualitas dari para penentu pelatihan. Ada orang-orang yang luar biasa hebat dan sangat memahami materi pelatihan seperti apa yang harus diberikan kepada karyawannya, tapi banyak juga yang tidak memahami kebutuhan pelatihan karyawannya. Saya melihat bahwa seorang pembuat keputusan untuk pelatihan karyawan haruslah seorang pribadi dewasa yang cerdas dengan kekuatan empati dan pikiran positif.

Saya memiliki sebuah pengalaman yang luar biasa hebat dengan orang-orang yang luar biasa. Suatu pagi saya menerima email yang sangat sederhana, yang menanyakan kesediaan saya untuk menjadi pembicara etika bisnis di dua puluh cabang perusahaannya di seluruh Indonesia. Dan, saya membalas email dengan mengatakan saya bersedia menjadi pembicara di dua puluh cabang perusahaannya. Semua proses berjalan begitu singkat dan begitu sederhana. Beberapa hari kemudian saya bertemu dengan tim tersebut, ternyata tim yang mengundang saya ini adalah pribadi-pribadi yang sangat berpengalaman dan luar biasa luas wawasannya.  Saya bertanya tentang materi yang mereka inginkan, dan jawaban mereka sangat singkat, yaitu meminta saya menyentuh perasaan dan pikiran karyawan mereka untuk menjalankan panduan etika bisnis perusahaan secara jujur dan benar. Titik. Hanya itu saja pesan mereka kepada saya. Karena pesan dari orang-orang luar biasa itu begitu jelas dan sederhana, maka saya bisa mendisain materi presentasi yang sesuai harapan mereka, yaitu menyentuh perasaan dan pikiran karyawan untuk menjalankan panduan etika bisnis perusahaan secara sempurna.

Komunikasi yang jelas dan sederhana antara perusahaan dengan nara sumber akan menjadikan sebuah pelatihan lebih berkualitas. Termasuk, ruang training dengan pencahayaan yang baik, dan sound system yang sempurna akan membuat suasana training semakin luar biasa.

www.djajendra-motivator.com