Temukan Apa Yang Diinginkan Customer, Dan Layani Dengan Baik

“Rahasia Terpenting Dalam Kewiraniagaan Adalah Bagaimana Kita Menangkap Keinginan Pihak Lain, Lalu Membantunya Mencarikan Jalan Terbaik Untuk Mendapatkan Apa Yang Diinginkannya.” – Frank Bettger, How I Raised Myself From Failure To Success In Selling

Beberapa hari yang lalu, ketika saya naik taksi dari mall Ambasador ke Sudirman. Si sopir taksi berkata,” saya hidup dari penumpang, jadi sikap sopan santun sangat saya utamakan. Kalau penumpang malas naik taksi saya, pasti saya tidak dapat uang untuk memenuhi hidup keluarga saya.”  Kata-kata si sopir itu membuat saya kagum pada sikap hebatnya, apalagi ketika dia menyebut bahwa dirinya hanya tamatan sekolah dasar. Untuk melayani orang lain dengan sikap baik ternyata tidak ditentukan oleh tingginya pendidikan, tapi ditentukan oleh sikap baik dan niat untuk memahami kebutuhan orang lain. Demikian juga di dalam sebuah pelatihan seorang penjual senior yang cukup sukses berkata kepada saya,” dalam menjual saya selalu mencoba memahami apa kebutuhan si customer, lalu saya berusaha melayani dengan sepenuh hati.” Dan banyak lagi kisah-kisah seperti di atas yang diceritakan oleh orang-orang terbaik yang saya temui. Menjadi pribadi baik yang hebat itu ternyata mudah, yaitu memahami kebutuhan orang lain dengan baik, dan melayaninya sepenuh hati. Sangat sederhana!

Saat diri Anda mau memahami tentang kebutuhan orang lain secara baik, Anda pasti dapat menjual apa pun kepada orang – orang tersebut. Sifat utama manusia adalah ingin diperhatikan secara penuh, ingin dilayani secara total, dan ingin diberikan hal-hal terbaik buat kebutuhannya. Artinya, saat Anda berniat mencari nilai tambah ekonomi dari orang-orang lain, Anda hanya perlu memahami tentang semua kebutuhan mereka, lalu melayaninya dengan sepenuh hati dan total. Selanjutnya, tunggu saja hasil-hasil luar biasa akan hadir dalam hidup Anda. Prestasi luar biasa akan menjadi kisah Anda, dan uang pun akan mengalir dengan deras ke saku Anda. Intinya, kerjakan pekerjaan Anda dengan fokus untuk memenuhi harapan dan kebutuhan dari orang yang memberi pekerjaan tersebut. Lalu, bersabarlah dan terus layani setiap orang dengan sikap baik yang sempurna, dan Anda pun hanya menunggu waktu untuk menjadi pribadi kaya raya dan sukses.

Untuk seminar/training hubungi:

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Keterampilan Untuk Merangkul Setiap Bawahan Dengan Sikap Baik

“Temukan Harapan Dan Impian Bawahan Anda, Dan Bantulah Mereka Untuk Menemukan Potensi Sukses Mereka Bersama Perusahaan.” – Djajendra

“Setiap Sikap Baik, Setiap Ucapan Baik, Setiap Pikiran Baik, Setiap Senyum Tulus, Akan Mengantar Anda Untuk Menjadi Pribadi Yang Dihormati Dan Disenangi Oleh Orang Lain.”-Djajendra

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik. Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati. Berikut ini delapan cara untuk menjadi pendengar yang bijak:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahannya, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimatnya secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenisnya. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.