Bekerja Untuk Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik

“Jalan Untuk Sukses Selalu Ada Bagi Karyawan Yang Menginginkannya. Salah Satu Jalan Terbaik Menuju Kesuksesan Yang Saya Temukan Ada Pada Mind Set Untuk Bekerja Buat Kuantitas Dan Kualitas Kerja Terbaik.” – Djajendra

Produktifitas merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan perusahaan yang sehat dan kuat. Bila para karyawan mampu bekerja untuk kuantitas yang maksimal dan kualitas yang prima, maka perusahaan akan menjadi semakin efektif dalam operasionalnya.

Perilaku kerja yang mampu mendorong produktifitas adalah perilaku kerja yang cerdas untuk berkolaborasi, berkomunikasi, bersinergi, berkoordinasi, dan fokus pada prestasi.

Berkolaborasi artinya selalu siap bekerja sama dengan siapa pun tanpa memiliki perasaan suka atau tidak suka terhadap pihak-pihak terkait.

Berkomunikasi artinya mampu mencair bersama irama kerja sama yang saling memahami dalam satu bahasa persepsi. Bersinergi artinya selalu siap melakukan kegiatan bersama atau kerja gabungan untuk mencapai sasaran dan target. Berkoordinasi artinya selalu menyatukan persepsi terhadap setiap aturan, peraturan, kebijakan agar setiap tindakan dapat berjalan sempurna dan tidak saling bertentangan atau simpang siur.

Perilaku kerja di atas tersebut haruslah menjadi karakter kerja yang membatin dalam diri. Sebab, tanpa kerja sama yang baik, tanpa saling pengertian, dan tanpa saling membantu, maka setiap upaya untuk menghasilkan kuantitas dan kualitas kerja terbaik akan mengalami kegagalan.

Kuantitas kerja berarti karyawan harus berupaya dengan sekuat tenaga untuk mencapai hasil kerja yang sesuai dengan target. Artinya, karyawan harus selalu menyiapkan kondisi tubuh yang kuat dan sehat; kondisi perasaan dan emosi yang penuh semangat; kondisi pikiran yang jernih, tenang, dan kreatif.

Kualitas kerja berarti karyawan harus memiliki mind set, keterampilan, pengetahuan, dan niat baik untuk bekerja dengan berkualitas, rapi, bersih, teliti, dan indah.

Keberhasilan mengoptimalkan kualitas kerja dan kuantitas kerja sangat tergantung kepada niat dan kemauan karyawan untuk berprestasi. Bila karyawan memiliki motivasi yang kuat untuk menjadikan diri sendiri sebagai pribadi yang produktif, maka mereka pasti memfokuskan diri untuk kuantitas dan kualitas kerja yang prima.

Setiap orang dilahirkan untuk mencapai apa yang diinginkan. Setiap orang diberi kesempatan oleh kehidupan untuk mencapai semua harapan dan keinginan. Setiap orang memiliki hak untuk menjadi sukses dan menghasilkan keberhasilan dalam hidupnya. Setiap orang hanya bisa sukses bila dia bekerja untuk kuantitas dan kualitas terbaik. Jadi, sekaranglah waktunya untuk mulai bekerja secara cerdas buat kuantitas dan kualitas terbaik.

www.djajendra-motivator.com

Hidup Dalam Rumah Etika

“Etika Itu Seperti Cahaya Yang Menerangi Setiap Jiwa, Setiap Pikiran, Setiap Emosi, Dan Setiap Perasaan Untuk Menjalani Kehidupan Yang Adil Dan Beradab.” – Djajendra

Di saat selesai acara pelatihan etika bisnis,  photographer yang bertugas dalam acara training tersebut menghampiri saya dan mengucapkan terima kasih. Dia merasa mendapatkan pengetahuan yang begitu penting untuk menjadikan pekerjaannya berkualitas.

Si photographer tersebut bukanlah peserta, tapi sambil menjalankan tugasnya dia juga menyimak semua materi pembahasan etika bisnis tersebut. Dia adalah pribadi luar biasa.

Adalah sebuah realitas bahwa siapapun pasti tak ingin disebut sebagai pribadi tanpa etika. Sebab, sesungguhnya setiap manusia memiliki kekuatan hati nurani yang mampu memahami apa yang baik dan apa yang buruk. Persoalannya, dalam kehidupan sehari-hari banyak orang suka lupa untuk menjalani kehidupan bersama kekuatan moral, etika dan sikap baik. Padahal hidup bersama kekuatan moral, etika, dan sikap baik pasti mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian buat batin terdalam.

Salah satu kunci sukses dalam meraih kehidupan bahagia adalah membiasakan diri untuk hidup dalam rumah etika. Rumah etika adalah raga diri. Raga diri yang terdiri dari kekuatan perasaan, pikiran, dan tindakan yang sesuai dengan kekuatan moral dan kekuatan yang bisa membedahkan mana baik dan mana yang tidak baik, mana pantas dan mana yang tidak pantas.

Saat perasaan dan pikiran tumbuh berkembang  dalam rumah etika, maka di saat itu permainan kehidupan tidak akan didasari oleh kekuatan ego dan nafsu, tapi akan didasari oleh sifat dan sikap baik dalam kekuatan moral dan akal sehat.

Diri akan menjadi semakin damai dan bahagia bila mampu hidup berpondasikan etika yang kuat, santun, dan penuh prasangka baik.

Bila Anda yang ingin hidup dalam kekuatan pondasi etika, Anda harus cerdas memperhitungkan semua tuntutan hak dan kewajiban moral, agar Anda mampu memberikan pelayanan kehidupan yang efektif dan berkualitas bersama kekuatan moral dan sikap baik Anda.

Ingat! Anda yang beretika pasti akan menjadi simbol kebaikan dan kenyamanan buat semua orang, baik itu buat kawan maupun lawan.