Ketika Etos Kerja Menjadi Kekuatan Inti Pemberdayaan Potensi Karyawan

“Etos Kerja Berarti Berdedikasi Kepada Pekerjaan Dalam Tanggung Jawab, Ketulusan Hati, Kejujuran Moral, Sesuai Hati Nurani, Penuh Kebenaran, Penuh Kehormatan, Penuh Kepedulian, Penuh Perhatian, Serta Penuh Kerja Keras Melalui Mutu Dan Kualitas Diri Tertinggi.” – Djajendra

Pada tahun 1996, saat saya mengikuti sebuah program pendidikan di Kellogg, Northwestern University. Salah satu materi yang dibahas adalah tentang core value yang dihubungkan ke dalam work ethos, atau di sini kita kenal dengan istilah etos kerja.

Work ethos sesungguhnya bermaksud memberdayakan moral karakter seseorang untuk mencair bersama core value organisasi, lalu bekerja dengan perilaku yang sesuai harapan core value tersebut.

Semangat sejati dari work ethos adalah bekerja atas dasar kesadaran tertinggi diri sendiri terhadap tugas dan tanggung jawab kerja. Untuk itu, diperlukan pemberdayaan terhadap sumber motivasi diri untuk bekerja berdasarkan kekuatan spiritual, moral, dan etika. Dan, salah satu hal terpenting dalam pemberdayaan nilai-nilai spiritual, moral, dan etika adalah kualitas kepemimpinan diri sendiri untuk bisa mencair di dalam organisasi, di semua area dan di semua level secara sempurna.

Ethos itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang terjemahan bebasnya bermakna kebiasaan-kebiasaan, karakter, dan perilaku yang keluar dari moral atau pun dari batin terdalam yang paling jujur. Saya pribadi menyerap makna ethos ini sama maknanya dengan integrity.

Konon katanya, work ethos ini sudah diimplementasikan diberbagai aktifitas pekerjaan di zaman kuno dulu, baik itu di Yunani maupun diberbagai bangsa besar di zaman kuno dulu. Artinya, sejak zaman kuno kehidupan kerja manusia telah dihubungkan dengan tanggung jawab moral, etika, dan spiritual.

Perusahaan-perusahaan di zaman sekarang sudah semakin memahami pentingnya tanggung jawab moral, etika, dan spiritual karyawan dalam menjalankan fungsi dan peran kerja. Sebab, saat seorang karyawan memahami tanggung jawab kerjanya secara etika, moral dan spiritual, maka dirinya secara otomatis sudah tahu apa yang harus dikerjakan; sudah tahu apa yang harus dilakukan; dan sudah tahu apa yang harus dipertanggungjawabkan kepada perusahaan dan pimpinan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Author: DJAJENDRA

Djajendra is corporate motivator. The best corporate motivator in Jakarta, Indonesia. web site: http://www.djajendra-motivator.com E-mail: training@djajendra-motivator.com E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com