Disiplinkan Core Value Perusahaan Anda

” Setiap Kalimat Dari Core Value Perusahaan, Setiap Hari Akan Diuji Oleh Karyawan-Karyawan Yang Membangkang Terhadap Core Value Tersebut.” – Djajendra

Mengatur kebiasaan kerja sesuai dengan nilai-nilai yang perusahaan miliki, bukanlah pekerjaan yang mudah.  Dalam banyak kasus, setiap upaya dan kerja keras perusahaan untuk menjalankan core value secara optimal di setiap aktifitas perusahaan, akan mendapatkan respons daya tolak dari karyawan. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksiapan mind set karyawan untuk menerima core value tersebut. Padahal visi, misi, dan rencana kerja perusahaan baru akan berjalan secara maksimal, bila para karyawan dan pimpinan mampu bekerja keras sesuai dengan core value perusahaan.

Core value yang biasanya juga disebut sebagai corporate value, atau pun kadang-kadang disebut juga sebagai nilai-nilai luhur perjuangan perusahaan, merupakan sebuah komitmen yang wajib dijalankan oleh semua pihak di perusahaan secara konsisten.

Pertanyaannya, bagaimana menghadapi daya tolak tersebut?

Pertama, perusahaan tidak boleh berpikir bahwa setelah core value tertulis secara rinci di atas kertas sesuai dengan fungsi dan peran kerja masing-masing unit kerja, maka secara otomatis harus dipahami oleh karyawan. Para karyawan perlu dilatih secara rutin untuk sebuah proses penginternalisasian setiap arti dari kalimat-kalimat yang tertulis di dalam corporate value tersebut. Agar setiap kata-kata yang ada di core value tersebut bisa tertanam secara permanen di mind set karyawan. Kedua, perusahaan harus selalu mengawasi dan mengevaluasi persepsi dari para karyawan terhadap core value. Misalnya, salah satu kalimat core value berkata,” Menjaga keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan kedamaian lingkungan kantor.”

Apakah kalimat core value tersebut telah dipahami dalam satu bahasa persepsi oleh setiap orang di kantor?

Biasanya, orang-orang memiliki kesulitan untuk melihat satu persoalan dalam satu persepsi yang sama. Oleh karena itu, sebuah kalimat core value bisa dimaknai secara beragam sesuai persepsi dan kebutuhan karyawan. Jelas! Hal ini harus dihindari. Bila tidak, perusahaan akan mengalami kesulitan untuk memberdayakan semua potensi SDM dan potensi perusahaan buat mencapai kinerja yang optimal.

Dalam pengalaman saya melakukan evaluasi terhadap core value perusahaan, selalu saja akan ada persepsi yang berbeda dari para karyawan dalam memahami sebuah kalimat dari core value tersebut. Hal ini merupakan sebuah tantangan yang cukup serius. Ingat, setiap kalimat dari core value tersebut setiap hari akan diuji oleh karyawan-karyawan yang membangkang terhadap nilai-nilai luhur perusahaan tersebut. Pasti akan ada karyawan-karyawan yang berpikiran bahwa core value perusahaan menjadi penghambat kerja mereka, sehingga mereka selalu berpikiran negatif terhadap core value perusahaan. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan harus sesering mungkin melakukan proses pendisiplinan terhadap core value, agar setiap orang di perusahaan mau menerima dan menjalankan core value perusahaan dengan sepenuh hati. Perusahaan tidak boleh merasa puas dan bangga terhadap semangat bekerja berdasarkan core value, perusahaan harus selalu mengawasi dengan ketat, agar setiap maksud dan tujuan dalam core value bisa dilaksanakan secara baik di setiap momen kerja perusahaan.

Bagaimana Cara Agar Karyawan Mau Bekerja Dengan Jujur Dan Sepenuh Hati?

”Sikap Profesionalisme Para Karyawan Di Perusahaan Sangat Tergantung Kepada Budaya Perusahaan. Semakin Kuat Budaya Perusahaan Mengendalikan Semua Aktifitas Karyawan, Semakin Profesional Para Karyawan Bekerja.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Salam sukses bapak! Nama saya Dillan, sudah 3 tahun ini saya menekuni sebuah usaha kecil dari rumah. Saya mau bertanya, bagaimana caranya agar karyawan mau bekerja dengan jujur dan sepenuh hati? Apa saja yang harus kami lakukan untuk meningkatkan kualitas karyawan? Mohon saran dan pencerahaannya pak. Terima kasih. Dillan, Cempaka Putih, Jakarta.

Djajendra Menjawab.

Dear Dillan,

Perusahaan yang baik pastinya akan menyiapkan peraturan kerja, SOP, peraturan karyawan, etika kerja, rencana kerja, dan tata tertib kerja perusahaan. Di mana, semua hal di atas itu harus dilebur ke dalam sebuah budaya perusahaan yang kuat.

Dari budaya perusahaan yang kuat ini, perusahaan tinggal membentuk karakter kerja karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bila karakter kerja karyawan sudah terbentuk, maka perusahaan akan sangat mudah untuk menjalankan sebuah etos kerja yang sesuai dengan core value perusahaan.

Bila perusahaan sudah mampu menjalankan etos kerja yang sesuai dengan core value perusahaan, maka secara otomatis para karyawan akan bekerja dengan lebih jujur dan lebih sepenuh hati. Sebab, semua perilaku kerja karyawan akan terawasi secara otomatis melalui etos kerja, yang juga merupakan nilai-nilai luhur dari budaya perusahaan buat mengoperasionalkan perusahaan secara profesional.

Untuk meningkatkan kualitas karyawan, perusahaan harus secara terus-menerus melakukan pelatihan dan pengembangan mutu karyawan di semua fungsi dan peran kerja mereka. Jadi, perusahaan tidak boleh berhenti untuk mendidik para karyawan, agar para karyawan bisa bekerja sesuai harapan perusahaan. Beri karyawan Anda kejelasan dan kesederhanaan di semua aspek kerja perusahaan, agar karyawan Anda mampu mengikuti visi dan misi perusahaan secara baik. Sekian dulu ya, Dillan. Have a great day!