Training Emotional Intelligence – SMART EMOTIONS FOR EXCELLENT EMPLOYEE – Program 8 Jam.

Training Emotional Intelligence

Tema: SMART EMOTIONS FOR EXCELLENT EMPLOYEE

Program 8 Jam/4Sesi

“Saat Batin Karyawan Damai Dan Saat Pikiran Karyawan Jernih, Maka Perusahaan Akan Mendapatkan Energi Positif, Energi Positif Yang Akan Menghasilkan Kualitas Kerja Prima Di Setiap Aspek Kerja Perusahaan.” – Djajendra

Deskripsi

Dunia kerja ini dinamis, selalu berubah, dan penuh dengan tantangan dan kesempatan yang luar biasa bagi individu yang berani mengelola potensi dirinya dengan manajemen emosional.

Miliki keterampilan kecerdasan emosional yang luar biasa, kejarlah pencapaian karir kerja dengan tindakan antusias yang langsung dan tidak terbatas, maka Anda akan menjadi pribadi tegar dan sabar untuk meraih keberhasilan bersama perusahaan Anda.

Perusahaan selalu memiliki tuntutan dan harapan besar kepada para karyawannya untuk menghasilkan kinerja terbaik. Untuk semua itu, perusahaan pasti akan memberdayakan setiap karyawannya untuk melakukan efisiensi dan penghematan pengeluaran, mengelola risiko atas setiap aktifitas, untuk terus menerus memperbaiki kualitas diri, mengerjakan banyak pekerjaan dengan biaya minim, meningkatkan cash flow, menjadi lebih fleksible dan lebih responsif kepada perusahaan, lebih fokus untuk meningkatkan kualitas dan hubungan pelayanan kepada pelanggan, dan banyak hal-hal lain yang  sangat lazim menjadi harapan besar perusahaan kepada para karyawannya.

Semua harapan besar perusahaan kepada karyawan ini, bila tidak didukung dengan keterampilan kecerdasan emosional, maka para karyawan akan menunjukkan gejala-gejala seperti berikut: suka menyalahkan orang lain, gampang frustasi, takut melakukan perubahan, menciptakan iklim kerja yang buruk, suka tidak fokus, tidak mampu bekerja sama, kinerja yang buruk, meningkatkan suasana konflik, sering sakit-sakitan, sering bolos kerja, kualitas pelayanan pelanggan menurun, dan merasa terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi jumlah staf yang membantu dan  jumlah waktu untuk mengerjakan pekerjaan dirasakan kurang.

Dampak dari gejala-gejala negative tersebut secara otomatis akan mengurangi kinerja perusahaan. Termasuk tingkat keluar-masuk karyawan akan meningkat, produktifitas karyawan yang semakin rendah, keputusan-keputusan manajemen yang miskin dukungan dari karyawan, turunnya penjualan, ketidakmampuan perusahaan menjaga efisiensi, target-target yang gagal, komunikasi dan kolaborasi yang lemah, inovasi dan kreatifitas yang lemah, dan gagalnya semua deadlines perusahaan kepada stakeholder.

Semua persoalan di atas ini akan berakibat timbulnya tekanan kehidupan di lingkungan kerja, yang berdampak pada berkurangnya daya tahan perusahaan di dalam menghadapi kompetisi bisnis. Oleh karena itu, para karyawan sejak dini sudah seharusnya diperlengkapi dengan keterampilan kecerdasan emosional, agar mereka bisa bekerja dengan emosi yang lebih cerdas untuk berkontribusi secara lebih produktif dengan kualitas kerja terbaik.

Keterampilan kecerdasan emosional secara otomatis akan meningkatkan kualitas pribadi dan kualitas kerja karyawan.

Ingat, jangan pernah bekerja sambil menyalahkan diri sendiri dan orang-orang lain. Setiap karyawan perlu berjuang dan bekerja keras untuk membangun keseimbangan hidup dalam diri, agar emosi baik bisa mengisi setiap sel diri.

Kami merancang pelatihan kecerdasan emosional ini khusus untuk para karyawan terbaik Anda di perusahaan. Harapan kami melalui pelatihan berdurasi delapan jam ini, para karyawan Anda dapat meningkatkan keterampilan kecerdasan emosional mereka untuk mengatasi tekanan kerja dan tekanan kehidupan dilingkungan kerja.

Metode Pelatihan

Presentasi Langsung, Tanya-Jawab,  Pencerahan, Brainstorming, Role Play, Games.

 

 

Manfaat Pelatihan

Peserta akan lebih memahami keterampilan kecerdasan emosional untuk membuat keputusan yang lebih baik, untuk menjaga dan merawat kejernihan mental, meningkatkan produktifitas diri, meningkatkan kompetensi kepemimpinan, meningkatkan kualitas kesehatan diri, bekerja sama secara lebih baik kepada atasan maupun bawahan, meningkatkan kualitas berkomunikasi dengan setiap orang di kantor,  meningkatkan keseimbangan kualitas kerja dan kualitas kehidupan. Memahami cara mendapatkan kepuasan hidup, kebahagiaan dalam hubungan persahabatan, keluarga,dan pekerjaan. Mengerti cara meredam cemas, depresi, kesepian, takut, gugup, sedih, dan rendah diri. Mengerti cara memusatkan perhatian pada hal-hal positif, yang mampu membuat pikiran menjadi lebih tenang.

Materi Pelatihan

Sesi 1: Emotional Intelligence skills improve

  1. Model Emotional Intelligence (Model of Emotional Intelligence)
  2. Kompetensi Emotional Intelligence (Emotional Intelligence Competencies)
  3. Kebiasaan Pikiran (Habits of Mind)
  4. Ketegangan Dan Hubungan (Temperement and Relationship)
  5. Ketahanan Diri (Resilience)
  6. Kualitas/Mutu Keputusan (Quality Of Decisions)
  7. Keterampilan Yang Mempengaruhi (Influencing Skills)

Sesi 2: Intra-Personal Intelligence

  1. Mengelola Emosi-Emosi  Reaktif
  2. Mengelola Stres Dan Khawatir
  3. Kejernihan Mental
  4. Produktivitas Pribadi
  5. Motivasi Pribadi
  6. Percaya Diri
  7. Kreativitas Pribadi
  8. Bersikap Fleksibel
  9. Kerja Dan Hidup Dalam Keseimbangan Positif
  10. Selalu Memiliki Harapan

Sesi 3: Inter-Personal Intelligence

  1. Komunikasi Persuasif
  2. Memahami Orang Lain
  3. Lebih Banyak Mendengarkan, Berbicara Kurang
  4. Mengelola Hubungan Secara Efektif
  5. Mempengaruhi Orang Lain
  6. Mengelola / Menyelesaikan Konflik
  7. Mengelola  Etika, Moral, Semangat, Dan Motivasi Bawahan
  8. Teamwork

Sesi 4: Good Mood Intelligence

  1. Happiness
  2. Optimisme
  3. Gairah
  4. Antusiasme
  5. Tekad
  6. Cinta
  7. Damai
  8. Perasaan-Perasaan Batin Yang Diperkaya

Ingin Mengundang Djajendra?

Apabila perusahaan Anda ingin mengundang Djajendra untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pimpinan buat kesuksesan karier pribadi, bisnis dan organisasi.

Hubungi:DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 – 021 32168111
Mobile phone : 08128777083 – 081399256111
Fax : 021- 57 992 842

Uang Adalah Sumber Memudahkan Dan Menyamankan Hidup

”Uang Adalah Sebuah Kekuatan Yang Sangat Besar Dan Sangat Berpengaruh Pada Pola Kehidupan Diri Kita. Oleh Karena Itu, Kita Harus Selalu Menjadi Pribadi Yang Lebih Cerdas Daripada Kekuatan Dan Kecerdasan Uang Itu Sendiri.” – Djajendra

ouprar

Uang adalah sebuah nilai yang menciptakan daya beli dan daya pesona diri. Tetapi, jika kita salah memahami fungsi dan peran uang dikehidupan kita, maka uang bisa-bisa menjadi sumber emosi negatif, yang akhirnya merusak rasa damai dan rasa bahagia batin.

Uang harus ditempatkan pada fungsi dan perannya secara tegas, agar kita dapat menjalani kehidupan dalam hubungan yang penuh etika dengan pihak-pihak lain.

Uang yang banyak akan sangat mudah menarik perhatian orang lain, yang hasilnya  berbondong-bondong para teman-teman baru akan hadir untuk merubah gaya hidup kita.

Uang memiliki kekuatan untuk membangun hubungan-hubungan baru dengan banyak pihak, tetapi yang perlu dipahami adalah hubungan yang dibangun atas dasar uang biasanya sangat rapu dan bersifat tidak tahan lama.

Uang juga merupakan sebuah energi yang bisa meningkatkan rasa percaya diri dan rasa yakin terhadap sebuah harapan, tapi sekali lagi rasa percaya diri dan rasa yakin yang didasari oleh uang biasanya bersifat tidak tahan lama. Oleh karena itu, sebaiknya miliki rasa percaya diri yang kuat dan rasa yakin yang konsisten dalam situasi apa pun, tidak karena uang, tapi oleh mental diri yang stabil.

Kekurangan uang bisa berdampak pada ketidakberdayaan diri pada realitas hidup. Apalagi jika mind set diri adalah mind set yang berorientasi pada uang, maka kondisi kurang uang akan sangat berdampak buruk pada tingkat emosi negatif diri pada kehidupan. Diri Akan memiliki persepsi kehidupan yang buruk pada kondisi keuangan yang kurang. Dan akibatnya, tingkat kesehatan diri akan diganggu secara terus-menerus oleh kekuatan stres dan depresi, akhirnya diri akan kelelahan dalam perasaan putus asa.

Uang haruslah dilihat dan dimanfaatkan dari persepsi yang penuh bijaksana, agar kehidupan kita tidak dikendalikan oleh kekuatan uang.

Kita harus berlatih dan belajar untuk mengendalikan kekuatan uang. Kita harus berusaha membuat uang melayani hidup kita, bukan kita yang melayani kebutuhan uang.

Uang adalah sebuah kekuatan yang sangat besar dan sangat berpengaruh pada pola kehidupan diri kita. Oleh karena itu, kita harus selalu menjadi pribadi yang lebih cerdas daripada kekuatan dan kecerdasan uang itu sendiri.

Mulai detik ini jinakan kekuatan uang, tingkatkan kekuatan diri, dan jadilah pribadi cerdas yang hidupnya tidak dikendalikan oleh kekuatan dan pengaruh uang.

Mungkinkah itu?….Pasti mungkin asal kita memiliki kecerdasan diri yang luar biasa untuk melihat makna kehidupan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Memperteguh Prioritas Kerja

“Bekerja Dengan Prioritas Yang Jelas, Berarti Mendidik Diri  Menjadi Lebih Efektif Untuk Menghasilkan Tindakan Yang Berkualitas, Dan Hasilnya Adalah Anda Akan Mencapai Sukses Yang Maksimal Di Semua Aspek Kehidupan Anda.” – Djajendra

Pekerjaan yang berkualitas hanya dapat dihasilkan melalui sikap dan perilaku yang memprioritaskan pekerjaan sesuai urgensinya. Bila Anda fokus dan peduli untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sesuai dengan kebutuhan mendesak organisasi, maka organisasi Anda akan berjalan sesuai rencana. Tetapi, bila Anda hanya mengikuti selera Anda terhadap tugas dan tanggung jawab, tanpa memikirkan kebutuhan mendesak organisasi, Anda akan menjadi pribadi yang kurang efektif buat organisasi. Jadi, buatlah sebuah daftar pekerjaan yang disesuaikan dengan rencana dan target organisasi, lalu sesuaikan perilaku kerja Anda dengan kebutuhan organisasi.

Berikut ini ada beberapa tip yang dapat kiranya menjadi inspirasi buat Anda dalam menyusun prioritas kerja di organisasi Anda.

1. Buatlah Sebuah List Pekerjaan Anda Secara Total.

Pastikan Anda telah mendaftarkan semua tugas-tugas Anda, kemudian menilai urgensi dari masing-masing tugas Anda tersebut. Lalu, jadwalkan tugas-tugas itu untuk diselesaikan sesuai prioritas.

2. Hapuskan Tugas-Tugas Tidak Penting Dari List Anda.

Lakukan evaluasi melalui filter yang baik, lalu pilih hal-hal terpenting untuk dikerjakan dan hapus semua hal-hal yang tidak penting dari list Anda.

3. Buatlah List Pekerjaan Yang Bersih Dari Hal-Hal Tidak Penting.

Anda harus menjadi pribadi efektif oleh karena fokuskan perhatian Anda hanya pada pekerjaan-pekerjaan yang sangat penting untuk dikerjakan segera. Pastikan Anda mampu mengurangi beban pikiran dan beban pekerjaan Anda melalui list pekerjaan baru tersebut.

4. Pahami Sebab-Sebab Urgensi Sebuah Pekerjaan.

Anda harus menjadi pribadi yang lentur untuk memahami berbagai sebab-akibat atau pun aksi-reaksi terhadap urgensinya sebuah pekerjaan. Jadi, pastikan Anda paham betul tentang apa yang menyebabkan urgensi. Pastikan Anda paham betul situasi apa yang mendesak untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Dan pastikan Anda paham betul untuk tidak menunda-nunda suatu tugas yang sangat mendesak.

5. Jadikan Diri Anda Sebagai Pribadi Berdisiplin Tinggi Yang Patuh Pada Prioritas Kerja Untuk Mensukseskan Program-Program Organisasi.

Pahami cara terefektif untuk melakukan tugas. Pahami cara terefektif untuk berkontribusi kepada organisasi secara maksimal. Miliki visi yang jelas tentang setiap tanggung jawab Anda kepada organisasi, dan miliki integritas diri yang tinggi untuk membantu organisasi meningkatkan kinerja.

Untuk seminar/training hubungi www.ninecorporatetrainer.com

Prinsip – Prinsip Hidup Berdasarkan Energi Jiwa

“Saya Hanya Mengenal Satu Kebebasan, Yaitu Kebebasan Pikiran.” – Antoine De Saint Exupery

Energi jiwa adalah kekuatan daya tahan tubuh dan daya tahan mental dalam memenangkan setiap tantangan hidup dengan cara-cara positif, yang dilakukan dengan kekuatan moral dan etika. Oleh sebab itu, setiap pribadi memerlukan kesadaran spiritual untuk menjaga dan merawat keseimbangan antara pikiran, pekerjaan, makanan, olahraga, doa, dan istirahat.

Sebuah perilaku kehidupan yang luwes dan yang mengalir dengan nilai-nilai positif akan menciptakan pribadi yang sehat dan bahagia, dan semua itu memerlukan energi jiwa yang tangguh dan sehat.

Dalam hidup setiap orang pasti berjuang untuk mewujudkan harapan, mimpi, dan cita – citanya. Dan semua itu sangat tergantung kepada energi yang ada bersama jiwanya. Apabila energi jiwanya rendah dalam wujud tak bergairah dan tak percaya diri, maka ia akan hidup dalam standar hidup yang negatif dan cendrung bersikap pesimis.

Seseorang yang dangkal dalam melihat peran jiwa, raga, dan pikiran dalam mewujudkan impian, hanya akan melihat kegetiran disepanjang hari – hari kehidupannya, dan berbagai macam beban kehidupan dapat menguras energi jiwanya. Oleh sebab itu, melatih dan belajar mengembangkan sikap-sikap positif akan mendorong energi jiwa berkembang dengan sehat dan kuat.

Energi jiwa sangat menentukan tentang kemampuan diri dan pikiran untuk melayani harapan dan mimpi-mimpi di sepanjang kehidupan Anda di bumi ini.

Energi jiwa dan pikiran yang tidak terkendali dengan baik akan menjadi titik lemah kehidupan dan secara pasti akan merusak keseimbangan hidup Anda. Oleh sebab itu, perhatian Anda pada pengembangan mental melalui pikiran positif adalah solusi terbaik dalam menjaga dan merawat energi jiwa Anda.

Kesadaran untuk menata energi jiwa secara profesional akan mampu mengendalikan pikiran dan memperkuatnya untuk dapat menjalani semua proses kehidupan secara sempurna.

Setiap orang menginginkan sukses menjadi miliknya, tapi kesadaran untuk merawat energi jiwa tidak pernah dilakukan secara profesional. Energi jiwa yang terlatih dengan sempurna akan secara otomatis memberikan kekuatan pada diri Anda dalam wujud sikap yang enerjik, bergairah, percaya diri, segar, lugas, tegas, tegar, antusias, kuat, dan selalu bermental baja. Energi jiwa yang tak terlatih hanya akan menghasilkan tubuh dan pikiran yang selalu berada di zona lelah dan letih, yang tidak akan mampu memberikan prestasi dan kinerja optimal dalam mencapai harapan dan cita – cita.

Daya tahan tubuh dan daya tahan mental Anda yang prima dan kuat itu, adalah identitas dari jati diri Anda yang terlatih secara sempurna.

Setiap orang harus memiliki disiplin dan motivasi untuk mau menjaga dan merawat energi jiwanya secara sempurna. Tanpa energi jiwa yang prima, Anda hanya pribadi yang loyo dan tak bergairah dalam menatap hari esok yang cerah.

Tubuh memiliki batasan – batasan waktu yang akan mengurangi energi dan kekuatannya secara natural. Dengan menjaga pikiran dan stamina diri, maka tubuh akan selalu berada dalam kebugaran dan kekuatan yang optimal di setiap batas usia Anda.

Ada beberapa tip agar energi jiwa Anda mendukung tubuh dan pikiran Anda yaitu:

Kendalikan Pikiran Untuk Hidup Dalam Sebuah Keseimbangan Yang Konsisten.

Perlambat Irama Kehidupan Untuk Dapat Menikmati Dan Menghayati Setiap Gerak Langkah Menuju Harapan Dan Cita – Cita.

Lakukan Gerak Tubuh Secara Teratur Yang Mampu Menggerakan Semua Fungsi Dan Komponen Tubuh.

Makan Secukupnya Dengan Porsi Yang Seimbang Antara Protein, Karbo, Lemak, Mineral, Vitamin, Serat, Dan Jangan Ikuti Nafsu Untuk Makan Berlebihan.

Miliki Waktu Secara Teratur Untuk Menyatu Dengan Alam Semesta, Dan Biarkan Pikiran Dan Jiwa Mengikuti Irama Alam Semesta.

Secara Teratur Masuki Dunia Spiritual Dengan Kepercayaan Dan Keyakinan Pribadi.

Berkomunikasi Dengan Tubuh Melalui Intuisi Agar Anda Mengerti Tentang Perilaku Dan Kebutuhan Tubuh Anda.

Kompromikan Dengan Energi Tubuh Anda Dalam Mengejar Harapan Dan Cita – Cita.

Dekatkan Diri Anda Dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

Setiap Detik Hiduplah Dalam Rasa Syukur Dan Terima Kasih.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kumpulkan Ide-Ide Baik Dan Wujudkan Ide-Ide Baik Itu Buat Kebahagiaan Kehidupan

“Ide Yang Baik Bersama Mimpi Yang Baik Akan Menghasilkan Kebaikan-Kebaikan Yang Mensejahterakan Dan Membahagiakan Batin-Batin Kehidupan.” – Djajendra

Ide-ide Anda yang baik itu adalah pesan Tuhan ke dalam diri Anda. Nah, sekarang tinggal kekuatan pikiran, batin, dan raga Anda untuk mau bekerja keras dengan integritas diri yang solid untuk mewujudkan ide-ide tersebut menjadi nyata.

Mengingat pesan Richard Bach, “ Anda tidak diberi mimpi tanpa diberi kekuatan untuk mewujudkannya, Anda hanya perlu bekerja keras.”

Kalau Anda bisa menangkap pesan Richard Bach itu, Anda pasti menjadi pribadi yang terus bekerja keras siang dan malam bersama semangat diri yang tak pernah padam. Ide-ide Anda yang hebat itu butuh mimpi-mimpi yang luar biasa. Sebab, melalui mimpi dan harapan yang besar, ide-ide itu akan berkembang menjadi benda-benda kehidupan yang bermanfaat buat kebaikan manusia.

Ide yang baik bersama mimpi yang baik akan menghasilkan kebaikan-kebaikan yang mensejahterakan dan membahagiakan batin-batin kehidupan.

Seperti juga pesan Henry David Thoreau,” jika manusia maju dengan penuh percaya diri menuju mimpi-mimpinya dan berusaha menjalani kehidupannya sebagaimana yang ia bayangkan , ia akan memperoleh kesuksesan secara tidak terduga dalam hitungan jam.”

Gunakan ide-ide baik Anda itu sebagai dasar buat mimpi-mimpi baik Anda. Jadikan diri Anda sebagai pembawa pesan kebaikan buat kehidupan. Ingat! Semua kebaikan yang Anda hasilkan dari lubuk hati terdalam Anda, akan menjadi sumber kebahagiaan dan sumber kekayaan batin Anda.

Menuju Kebahagiaan Dan Kedamaian Pikiran

“Kebahagiaan Sejati Berasal Dari Hati. Jika Hati Merasa Bahagia, Bahkan Sebuah Penjara Pun Dapat Menjadi Sebuah Istana!” – J.P. Vaswani, A Little Book Of Wisdom

Dua kata ajaib, bahagia dan damai merupakan harapan dari semua manusia. Semua orang pasti menginginkan bahagia dan damai, tidak peduli apakah dia yang kantongnya sangat tebal, atau pun dia yang kantongnya sangat tipis. Bahagia dan damai adalah dua kata ajaib yang selalu menjadi visi kehidupan manusia. Persoalannya, banyak orang yang merasa terjebak dalam sebab-akibat kehidupan, dalam aksi-reaksi kehidupan, sehingga mereka bingung dan tidak tahu cara yang tepat untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan damai. Padahal Tuhan telah menanamkan benih bahagia dan benih damai di batin terdalam manusia, dan sekarang semuanya sangat tergantung kepada integritas diri untuk menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur dan terima kasih.

Bahagia dan damai hanya akan ada di jiwa orang-orang yang menjalani hidup ini dengan perasaan beruntung, perasaan syukur, perasaan rendah hati, perasaan terima kasih, perasaan cinta, perasaan yang memuliakan orang lain, perasaan yang menghormati kehidupan lain melalui rasa kasih sayang, dan perasaan-perasaan batin lainnya yang diperkaya oleh nilai-nilai cinta dan penghormatan.

Bahagia dan damai adalah kado Tuhan buat kita, kado yang harus kita buka dengan penuh rasa syukur dan penuh rasa terima kasih, agar isi kado tersebut menjadi bernilai buat kehidupan kemanusiaan kita.

Untuk seminar/training hubungi:

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Ketika Etos Kerja Menjadi Kekuatan Inti Pemberdayaan Potensi Karyawan

“Etos Kerja Berarti Berdedikasi Kepada Pekerjaan Dalam Tanggung Jawab, Ketulusan Hati, Kejujuran Moral, Sesuai Hati Nurani, Penuh Kebenaran, Penuh Kehormatan, Penuh Kepedulian, Penuh Perhatian, Serta Penuh Kerja Keras Melalui Mutu Dan Kualitas Diri Tertinggi.” – Djajendra

Pada tahun 1996, saat saya mengikuti sebuah program pendidikan di Kellogg, Northwestern University. Salah satu materi yang dibahas adalah tentang core value yang dihubungkan ke dalam work ethos, atau di sini kita kenal dengan istilah etos kerja.

Work ethos sesungguhnya bermaksud memberdayakan moral karakter seseorang untuk mencair bersama core value organisasi, lalu bekerja dengan perilaku yang sesuai harapan core value tersebut.

Semangat sejati dari work ethos adalah bekerja atas dasar kesadaran tertinggi diri sendiri terhadap tugas dan tanggung jawab kerja. Untuk itu, diperlukan pemberdayaan terhadap sumber motivasi diri untuk bekerja berdasarkan kekuatan spiritual, moral, dan etika. Dan, salah satu hal terpenting dalam pemberdayaan nilai-nilai spiritual, moral, dan etika adalah kualitas kepemimpinan diri sendiri untuk bisa mencair di dalam organisasi, di semua area dan di semua level secara sempurna.

Ethos itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang terjemahan bebasnya bermakna kebiasaan-kebiasaan, karakter, dan perilaku yang keluar dari moral atau pun dari batin terdalam yang paling jujur. Saya pribadi menyerap makna ethos ini sama maknanya dengan integrity.

Konon katanya, work ethos ini sudah diimplementasikan diberbagai aktifitas pekerjaan di zaman kuno dulu, baik itu di Yunani maupun diberbagai bangsa besar di zaman kuno dulu. Artinya, sejak zaman kuno kehidupan kerja manusia telah dihubungkan dengan tanggung jawab moral, etika, dan spiritual.

Perusahaan-perusahaan di zaman sekarang sudah semakin memahami pentingnya tanggung jawab moral, etika, dan spiritual karyawan dalam menjalankan fungsi dan peran kerja. Sebab, saat seorang karyawan memahami tanggung jawab kerjanya secara etika, moral dan spiritual, maka dirinya secara otomatis sudah tahu apa yang harus dikerjakan; sudah tahu apa yang harus dilakukan; dan sudah tahu apa yang harus dipertanggungjawabkan kepada perusahaan dan pimpinan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Belajar Kebaikan Dari Ketidakbaikan Orang Lain

“Kehidupan Yang Damai Selalu Akan Mendapat Cobaan Dan Ujian Dari Sikap Tidak Baik Orang Lain. Tetapi, Jika Anda Memiliki Keteguhan Hati Untuk Berpikir Positif Dan Belajar Hal-Hal Baik Dari Ketidakbaikan Orang Lain Tersebut, Anda Pasti Dapat Menjalani Kehidupan Yang Lebih Damai.” – Djajendra

Hal terburuk dalam hidup ini adalah membicarakan keburukan orang lain. Sebab, saat Anda membicarakan keburukan orang lain, saat itu juga Anda telah mengundang kekuatan negatif masuk ke dalam pikiran Anda, saat itu juga Anda telah membiarkan gerbang perasaan Anda terbuka untuk dimasuki dan diisi oleh kekuatan emosi negatif. Dan hasilnya, Anda tidak akan pernah merasa damai, nyaman, apalagi bahagia.

Benar! Membicarakan ketidakbaikan orang lain hanya akan membuat diri Anda tidak bahagia. Membicarakan ketidakbaikan orang lain akan menambah stres, akan mengurangi rasa bahagia Anda secara tanpa Anda sadari.

Maukah Anda menjadi pribadi yang tidak bahagia? Saya yakin semua orang menginginkan hidup dalam kebahagiaan total.

Jika Anda mengharapkan kehidupan yang bahagia, Anda harus memulainya dari hal-hal kecil. Misalnya, tidak lagi memikirkan apalagi membicarakan ketidakbaikan orang lain. Mulai hari ini belajarlah untuk menjadi pribadi yang melihat setiap hal dan setiap orang dari pikiran positif, dan dari perasaan baik Anda.

Sikap positif, pikiran positif, dan perasaan positif Anda dapat menciptakan kehidupan yang lebih bahagia, lebih damai, lebih ceria, lebih bersemangat, dan lebih  bermanfaat buat kehidupan yang indah ini.

Baik dan buruknya kehidupan ini ada di dalam pikiran dan perasaan. Ketika Anda merasakan hal-hal buruk di dalam kehidupan Anda, maka sesungguhnya hal-hal buruk itu keluar dari persepsi Anda, dari pikiran-pikiran negatif Anda terhadap realitas kehidupan.

Sikap baik Anda kepada orang lain; perasangka baik Anda kepada kehidupan; ketulusan hati Anda untuk menjalani setiap ujian kehidupan; kesabaran Anda dalam melihat perilaku dan karakter tak terpuji; dan kecerdasan Anda untuk memahami kebesaran Tuhan melalui keanekaragaman warna kehidupannya, dapat membantu Anda untuk menjadi pribadi positif yang melihat semua aspek kehidupan dari sisi-sisi kebaikannya.

Merdeka! 17 Agustus 2009

header choise

“Merdeka Berarti Memiliki Gagasan-Gagasan Kehidupan Dalam Batas Tanggung Jawab, Dalam Batas Etika, Dalam Batas Moralitas, Dalam Batas-Batas Kemerdekaan Orang Lain.” – Djajendra

Merdeka berarti menjadi manusia bebas yang berdiri bersama kehormatan diri tertinggi. Kehormatan diri tertinggi hanya dapat dihasilkan melalui kerja keras tanpa henti dengan diperkaya oleh nilai-nilai integritas diri tertinggi. Kemerdekaan berarti berhasil memerdekakan diri melalui tindakan-tindakan yang gagah berani, melalui tindakan-tindakan yang penuh perhitungan untuk berhasil. Merdeka berarti bekerja berdasarkan satu  visi yang jelas dan terang. Satu visi yang mampu membuat setiap orang bersemangat tinggi untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh antusias dan penuh percaya diri. Merdeka berarti kemampuan diri untuk berfokus kepada jalan kehidupan yang dipilih, jalan kehidupan yang dipercaya mampu mewujudkan harapan dan keinginan. Merdeka berarti tidak menunggu keadaan menjadi sempurna, tapi memulai perjuangan dengan rasa syukur yang tinggi atas apa yang dimiliki sekarang. Merdeka berarti memiliki gagasan-gagasan kehidupan dalam batas tanggung jawab, dalam batas etika, dalam batas moralitas, dalam batas-batas kemerdekaan orang lain. Merdeka berarti tidak memiliki rasa takut untuk memperjuangkan kehidupan diri menuju kualitas kehidupan terbaik. Merdeka berarti tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang membuat orang lain kehilangan kemerdekaan. Merdeka berarti mampu menjadi pribadi yang penuh empati, yang hidup dalam toleransi tertinggi buat kemerdekaan siapa pun. Merdeka berarti selalu mampu bangkit dari keterpurukan dan berjuang lebih keras untuk sebuah tanggung jawab kehidupan. Merdeka berarti mau mendengarkan suara orang-orang lain, dan tidak menjadi pribadi egois yang hanya mementingkan kemerdekaan diri sendiri. Merdeka berarti menjalani kehidupan dalam sebuah visi, misi, dan nilai-nilai kehidupan yang bersifat konsisten dalam sebuah komitment yang kuat. 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2009. Merdeka Indonesia!

Kesadaran Yang Lahir Dari Perjalanan Hidup

” Kehidupan Ini Seperti Sedang Melakukan Pendakian Menuju Puncak Gunung Tertinggi. Walaupun Kita Sedang Mendaki Ke Puncak Tertinggi Tapi Di Dalam Gunung Itu Sendiri Masih Ada Lembah, Tanjakan, Tikungan, Dan Jalan Berkelok – Kelok. Lalu, Mengapa Harus Gentar Menuju Puncak Sukses Melalui Perjalanan Turun-Naik Yang Penuh Ketidakpastian.” Djajendra

Kehidupan ini adalah sebuah seni untuk memainkan peran di setiap persinggahan. Kehidupan ini adalah sebuah Keberanian untuk melangkah bersama visi kehidupan pribadi; Keberanian untuk menjadi diri sendiri yang asli; keberanian untuk bertahan dan menaklukkan setiap kesulitan; dan keberanian untuk bertindak bersama nilai-nilai kebenaran diri. Di mana, semua ini adalah hal-hal yang bersifat mutlak untuk dimiliki di dalam karakter diri menuju kesuksesan pribadi.

Seperti pesan Publilius Syrus, ” Jangan meremehkan anak tangga terbawah dalam pendakian menuju kesuksesan.”

Dan juga pesan Ruben Gonzalez, seorang atlet peraih medali emas 3 kali di Olimpiade dan pakar kinerja, ” Senti demi senti, kesuksesan itu mudah. Meter demi meter, kesuksesan itu sulit.”

Kehidupan ini memang tidak boleh dijalani dengan ambisi yang terlalu berlebihan, yang tanpa perhitungan. Kehidupan ini memang tidak boleh dijalani asal-asalan tanpa niat dan kerja keras. Kehidupan ini harus dijalani dengan harapan dan kerja keras tanpa henti. Sebab, sering sekali hasil-hasil besar, sukses-suskes besar, dihasilkan setelah kita mampu melewati berbagai ujian dan cobaan hidup yang luar biasa tantangannya. Selama diri kita mampu menjalani semua tantangan tersulit dengan senyum, sabar, tegar, optimistis, berani, dan penuh integritas kepada kemampuan diri sendiri, kehidupan akan memberikan hal-hal terbaik.

Adalah sebuah realitas bahwa seorang pemenang sejati lahir dari kesadaran tertingginya bersama perjalanan hidup yang penuh dengan asam garam kehidupan. Yakinlah bahwa sukses sejati tidak akan pernah lahir secara instan. Sukses sejati akan lahir inci demi inci melalui proses perjalanan diri yang turun-naik menuju kepada puncak kesadaran diri tertinggi. Setelah sampai di puncak kesadaran diri tertinggi, diri akan menjadi bijak dan cerdas untuk memahami makna kehidupan secara benar.

Sukses yang lahir seperti kilat dan instan itu sesungguhnya bukanlah sukses, tapi keberuntungan awal menuju perjalanan ke puncak kemenangan diri sejati. Jadi, saat pertama kali Anda merasa mendapatkan keberhasilan atau pun kesuksesan di bidang yang Anda tekuni, maka saat itu janganlah langsung merasa tinggih hati, tapi mulailah persiapkan sebuah fondasi atau pun landasan diri yang kuat, yang tangguh, dan yang tak goyah oleh ujian dan cobaan yang lebih berat di kemudian hari.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Saat Diri Menolak Untuk Menerima Hal-Hal Baru

”Bila Kita Selalu Menciptakan Batas-Batas, Pagar-Pagar, Dan Aturan-Aturan Untuk Kecerdasan Diri Kita. Kita Hanya Akan Menjadi Pribadi Berjiwa Kecil Dalam Pengetahuan Sebatas Pikiran Kita.” – Djajendra

Seorang pembelajar sejati selalu berpikir untuk mempelajari hal-hal baru dari setiap orang yang ditemuinya. Dia tahu bahwa saat dirinya merasa tahu sangat banyak, maka aliran pengetahuan baru akan tersendat untuk masuk ke dalam kecerdasan dirinya. Sebab, mekanisme otomatis dirinya akan langsung menolak hal-hal baru dengan perasaan telah tahu banyak.

Ketika diri kita merasa terlalu pintar dan tahu banyak hal, maka saat itu juga kita akan kehilangan sikap rendah hati kita. Dan, saat sikap rendah hati kita mencair dalam kesombongan hati, kita akan menjadi pribadi yang berkualitas rendah.

Seorang pribadi yang berkualitas rendah tidak akan mampu menciptakan hal-hal terbaik buat kehidupan.

Kehidupan ini adalah sebuah perubahan. Perubahan yang secara perlahan-lahan melalui zaman melakukan koreksi-koreksi atas kekeliruan masa lalu. Artinya, kita harus selalu belajar untuk memperbaiki kualitas diri kita, agar diri kita menjadi pribadi yang berharga buat kehidupan siapa pun. Tidak sekedar berharga sebatas komunitas kita, tapi bisa lebih mencair dalam kehidupan secara umum.

Seorang pembelajar tahu bahwa dirinya tidak akan mungkin bisa sempurna. Merasa diri sempurna sama artinya mengundang kebodohan ke dalam kecerdasan diri. Oleh karena itu, seorang pembelajar selalu memahami realitas zaman, dan mau menjadi pribadi yang fleksible yang selalu mampu mencair dalam kehidupan yang sesuai zaman.

Bila kita selalu menciptakan batas-batas, pagar-pagar, dan aturan-aturan untuk kecerdasan diri kita. Kita hanya akan menjadi pribadi berjiwa kecil dalam pengetahuan sebatas pikiran kita. Dan biasanya, pribadi-pribadi berjiwa kecil selalu diliputi kesombongan batin dengan perasaan benar atas pengetahuan yang dia miliki.

Menjadikan diri sebagai magnet yang mampu menerima hal-hal baru kehidupan; menjadikan diri sebagai lautan yang siap menampung keanekaragaman kehidupan; menjadikan diri seperti bumi yang mampu menciptakan warna-warni kehidupan; menjadikan diri sebagai alat yang mampu menyerap berbagai pengetahuan untuk kebaikan hidup semua orang, adalah sikap bijak yang akan menjadikan diri kita mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Intrapreneur

”Mau Berbagi, Mau Berkomunikasi, Mau Saling Membantu, Mau Sama-Sama Bekerja Keras, Dan Mau Menjaga Harkat Perusahaan Untuk Sebuah Reputasi Dan Kredibilitas. Inilah Awal Membangun Perusahaan Dengan Komunitas Intrapreneur.” – Djajendra

Dalam sebuah tulisan, Gifford Pinchot, seorang pembicara di bidang manajemen korporasi, menuliskan tiga tahapan untuk memudahkan manajer memahami organisasi. Pertama, organisasi sebagai hierarki, yang alat utamanya adalah pendelegasian. Kedua, organisasi sebagai komunitas, yang alat utamanya adalah visi dan nilai. Ketiga, organisasi sebagai ekonomi, yang alat utamanya adalah kepemimpinan yang efektif dari bisnis intinya.

”Organisasi masa depan akan merupakan komunitas intrapreneur.” begitulah inti pesan Gifford Pinchot di dalam tulisannya tersebut.

Setelah saya membaca dan merenungkan semangat yang ada di tiga tahapan Gifford Pinchot tersebut. Saya berkesimpulan bahwa untuk bisa menjadi manajer berkualitas dalam memimpin komunitas intrapreneur, manajer harus memiliki kemampuan – kemampuan sebagai berikut.

1. Bekerja dengan membangun tim dan menempatkan orang-orang terbaik sesuai kemampuan.

2. Bersikap konsisten dan selalu menjelaskan pekerjaan dengan sesederhana mungkin kepada bawahan.

3. Memahami mind set bawahan dengan serius, dan memperbaiki setiap kekurangan untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

4. Menyiapkan semua peralatan penting untuk mendukung pekerjaan bawahan.

5. Memiliki manajemen waktu yang berkualitas, lalu mampu mengerjakan hal-hal prioritas sebelum melangkah ke hal-hal lain.

6.  Mengajari bawahan untuk proaktif bekerja sama, khususnya dengan atasan dan kolega satu tim.

7. Memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan pikiran, ucapan, dan tindakkan.

8. Mengelola organisasi dengan cara menetapkan batas wewenang, lalu memberikan Kebebasan kepada bawahan untuk berkreasi dalam tanggung jawab.

9. Menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan komitmen, semangat, kepercayaan,  dan kerja sama.

10. Menciptakan etos kerja yang berdisiplin dan terperinci.

11. Memotivasi bawahan untuk menemukan cara sendiri dalam setiap tantangan di pekerjaan.

12. Memahami perilaku setiap bawahan, lalu bersikap adil dan membantu bawahan untuk berhasil.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Belajar Menjadi Pemimpin Yang Dicintai Orang Lain

“Saya Tidak Tahu Kunci Kesuksesan, Tetapi Kunci Kegagalan Adalah Berusaha Menyenangkan Semua Orang.” – Bill Cosby, Actor

Yth Bapak Djajendra,

Bagaimana cara kita belajar menjadi pemimpin yang dicintai orang lain? Seberapa besar pengaruh integritas diri terhadap orang yang dipimpin? Apa yang harus dilakukan agar kita bisa mengambil peluang dan menikmati pekerjaan dengan santai? Terima kasih, Rica M, Bekasi.

Djajendra menjawab

Dear Rica M,

Pertama, yakinkan diri Anda bahwa Anda dilahirkan untuk menjadi pemimpin yang dicintai orang lain. Kemudian, pelajari kualitas dan mind set dari para pemimpin-pemimpin hebat yang Anda kagumi, dan juga pelajari cara-cara efektif untuk menjadikan diri Anda sebagai pemimpin yang dicintai.

Jadilah pemimpin pembelajar yang mempelajari cara-cara terbaik untuk menyatukan batin Anda dengan batin para pengikut Anda.

Pengaruh integritas diri terhadap orang yang dipimpin, sangat besar dan sangat menentukan. Kalau Anda fokus untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan Anda dari dalam diri Anda yang terjujur, Anda pasti akan memiliki integritas diri yang diakui dan dipercaya oleh orang lain.

Integritas kepemimpinan diri Anda merupakan rahasia menjadi pemimpin yang dicintai dan dipercaya oleh para pengikut.

Tidak ada pribadi yang sangat sempurna. Setiap orang pasti ada kekurangan dan kelemahan di dalam dirinya. Saat Anda mau secara jujur memahami kekurangan dan kelemahan Anda, saat Anda mau belajar serius untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan Anda, maka saat itu Anda telah membuka gerbang sukses Anda untuk menerima semua peluang dan mengerjakannya dengan senang hati. Perasaan gembira dan senang hati Anda bersama pekerjaan akan membuat Anda mampu menikmati pekerjaan dengan santai. Sekian dulu ya, Rica M. Have a great day!

Good Values Good Moral Good Ethics

“ Saudara-Saudara Sekalian, Saya Sebagai Pimpinan Anda Tidak Begitu Mempersoalkan Masalah Kejeniusan Dan Kepintaran Anda. Buat Saya Hal Yang Paling Penting Adalah Etika, Moral, Dan Kepatuhan Anda Semua Kepada Nilai-Nilai Kerja Perusahaan. Sepintar Apa Pun Anda, Jika Anda Melanggar Etika, Moral, Dan Nilai-Nilai Kerja Perusahaan; Saya Pasti Akan Mengeluarkan Surat Peringatan, Dan Mungkin Juga Meminta Anda Untuk Segera Meninggalkan Perusahaan.” – Direktur Sdm Sebuah Perusahaan Swasta

Dengan memiliki nilai-nilai etos kerja terbaik,perusahaan akan mendapatkan peluang untuk menuju pada keberhasilan. Dengan memiliki panduan etika bisnis dan code of conduct terbaik, perusahaan akan memiliki integritas untuk memenangkan kompetisi secara total di semua aspek. Berbisnis itu tidak sekedar butuh kepintaran dan kejeniusan saja, tapi bisnis yang baik selalu lebih mementingkan etika terpuji.

Dalam sebuah acara pelatihan perusahaan. Saat salah satu direktur dari perusahaan peserta pelatihan itu memberikan kata sambutan. Si direktur berkata, “ saudara-saudara sekalian, saya sebagai pimpinan Anda tidak begitu mempersoalkan masalah kejeniusan dan kepintaran Anda. Buat saya hal yang paling penting adalah etika, moral, dan kepatuhan Anda semua kepada nilai-nilai kerja perusahaan. Sepintar apa pun Anda, jika Anda melanggar etika, moral, dan nilai-nilai kerja perusahaan; saya pasti akan mengeluarkan surat peringatan, dan mungkin juga meminta Anda untuk segera meninggalkan perusahaan.”

Kata-kata si direktur itu begitu lugas, tegas, dan jelas. Saya pikir pesan-pesan seperti itulah yang harus di sampaikan oleh para pimpinan perusahaan kepada para karyawannya. sebab, saya sangat yakin bahwa ketika etika, moral, dan nilai-nilai kerja perusahaan didukung dengan disiplin yang tinggi; energi positif akan mengisi batin terdalam para karyawan, untuk kemudian mendorong semangat juang para karyawan secara total buat keberhasilan perusahaan dengan cara-cara yang terhormat dan beretika.

Perusahaan yang baik pasti akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menjalankan etika bisnis dengan nilai-nilai organisasi yang terpuji di semua aspek kerja perusahaan. Demikian juga dengan kepemimpinan yang terpuji di perusahaan, pasti akan membangun iklim dan suasana kerja perusahaan dengan berlandaskan etika bisnis dengan nilai-nilai profesionalisme terbaik.

Salah satu cara terbaik untuk menjadikan etika bisnis, code of conduct, core value perusahaan, dan moral terpuji sebagai bagian dari perilaku kerja sehari-hari, adalah melalui proses memodifikasi karakter para karyawan dan pimpinan perusahaan. Proses memodifikasi ini harusnya menjadi sebuah proses menginternalisasian nilai-nilai perusahaan ke dalam karakter pribadi dan karakter kerja karyawan. Sehingga perusahaan mampu menjalankan setiap nafas dari core value perusahaan dengan bijak dan profesional.

Nilai-nilai terpenting yang harus ada dalam core value perusahaan adalah nilai-nilai yang dapat membuat karyawan menjadi loyal untuk berdedikasi secara utuh dan total terhadap visi dan misi perusahaan. Intinya, diperlukan nilai-nilai integritas yang tinggi, nilai-nilai profesionalisme, nilai-nilai kecintaan dan kepedulian kepada perusahaan, nilai-nilai untuk menjaga kebersamaan dalam komunikasi positif yang efektif, dan nilai-nilai untuk melayani semua kepentingan customer, shareholder, dan stakeholder lainnya dengan sikap dan perilaku terpuji.

www.djajendra-motivator.com

Membangun Kualitas Karyawan Di Learning Centre

“Seumur Hidup Saya Tak Pernah Bekerja. Yang Saya Lakukan Hanyalah Bersenang-Senang.” – Thomas Edison

Perusahaan pembelajar. Di zaman pemberdayaan ini, hanya perusahaan-perusahaan pembelajarlah yang akan mampu melakukan transformasi semangat dan nilai-nilai organisasi ke dalam batin sumber daya manusia,  sehingga harapan perusahaan pada kualitas sumber daya manusia dapat dicapai dengan maksimal.

Sabtu, 8 Agustus 2009, ketika saya menjadi nara sumber di acara peluncuran kartu core value sebuah perusahaan finance, yang diadakan di Learning Centre perusahaan tersebut di Rancamaya – Bogor.

Saya melihat ada sebuah semangat yang luar biasa besar di dalam perusahaan tersebut, untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan yang dapat dipercaya.

Keseriusan perusahaan finance tersebut diwujudkan melalui sebuah Learning Centre yang dilengkapi dengan fasilitas kampus termodern plus fasilitas hotel berbintang. Lebih dari dua ratus kamar berkualitas tinggi disiapkan untuk menampung para karyawan, agar para karyawan tidak sekedar belajar tapi juga benar-benar berlibur untuk melakukan penyegaran diri.

Saya percaya bahwa setelah selesai proses pembelajaran di Learning Centre tersebut, para karyawan pasti mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, untuk kemudian lebih memantapkan diri untuk berjuang bersama visi perusahaan.

Kembali ke soal acara peluncuran kartu core value. Saya melihat ada semangat yang begitu besar, baik itu dari level top manajemen, maupun sampai ke level terbawah, untuk membangun komitmen yang tulus terhadap core value perusahaan.

Para peserta acara tersebut sangat paham betul bahwa core value akan menjadi efektif, bila butir-butir di dalam core value tersebut diterima secara tulus dan sukarela oleh setiap karyawan dan pimpinan. Mereka juga paham bahwa core value harus menjadi alat untuk membangun perilaku baru sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Intinya, mereka semua kompak untuk bekerja berdasarkan core value yang mereka miliki.

Kembali ke soal Learning Centre.

Saya benar-benar kagum dengan konsep dan metode pembelajaran yang digunakan di Learning Centre tersebut. Upaya mensosialisasikan core value perusahaan kepada para karyawan dilakukan secara visual, konseptual, dan juga pencerahan. Di mana, ada proses untuk menggugah kesukarelaan para karyawan untuk mempersatukan barisan dan memperkuat komitmen kerja dengan core value.

Ada konsep untuk membuang mind set lama dan diganti ke mind set baru yang sesuai dengan core value perusahaan.

Learning centre merupakan kampusnya perusahaan, yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran hal-hal yang bersifat pragmatis dan strategis.

Learning Centre juga bisa berfungsi sebagai laboratorium perusahaan untuk melakukan berbagai penelitihan terhadap sistem manajemen, model kerja, model bisnis, etos kerja, budaya perusahaan, membangun visi pribadi, visi kepemimpinan di perusahaan, dan juga untuk membangun visi bersama.

Bila Staf Membangkang Apa Yang Harus Dilakukan?

” Bila Staf Membangkang Terhadap Diri Anda, Sebaiknya Anda Melakukan Interospeksi Terhadap Sikap Dan Perilaku Anda. Bila Staf Membangkang Terhadap Etos Kerja Perusahaan, Segeralah Bertindak Tegas Untuk Menjaga Kehormatan Perusahaan Anda.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Pak! Saya baru saja dipromosikan menjadi supervisor. Bagaimana cara terbaik untuk melakukan komunikasi dengan staf? Bila staf membangkang apa yang harus dilakukan. Terima kasih, pak! Puput, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Puput,

Saya ucapkan selamat untuk promosi yang Anda terima. Menjadi supervisor berarti Anda adalah pemimpin yang telah  memiliki staf untuk dikelola. Selanjutnya, komunikasi merupakan hal terpenting untuk bisa menghasilkan sebuah kerja sama yang baik diantara Anda dengan para staf Anda.

Cara terbaik untuk melakukan komunikasi dengan staf. Pertama, lakukan secara persuasif dan bangun kekuatan empati di dalam diri para staf, untuk membantu Anda secara total di dalam pekerjaan sehari-hari. Kedua, kembangkan sebuah etos kerja yang baik, yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan. Lalu, pastikan semua komunikasi Anda dengan staf Anda tersebut dilakukan sesuai dengan etos kerja perusahaan.

Saya tidak memahami maksud ”membangkang” dari email yang Anda kirim ke saya. Apakah staf membangkang terhadap kepribadian Anda, atau apakah staf membangkang terhadap etos kerja perusahaan? Jika staf membangkang terhadap kepribadian Anda, maka sebaiknya Anda melakukan interospeksi terhadap diri Anda. Sebab, mungkin saja ada hal-hal atau perilaku yang harus Anda rubah, agar Anda bisa menjadi pribadi yang dihormati oleh para staf Anda. Tetapi, jika staf membangkang terhadap etos kerja perusahaan, Anda harus berani bersikap tegas dan mengambil tindakan, untuk menjaga kehormatan perusahaan Anda.

Posted in Uncategorized

Menemukan Kembali Gairah Kerja

“Gairah Kerja Anda Akan Tumbuh, Saat Anda Mampu Menikmati Nilai – Nilai Kerja Perusahaan Anda Dengan Perasaan Gembira.” – Djajendra

Pekerjaan adalah sebuah tanggung jawab. Dan kalau Anda melalaikan tanggung jawab itu, Anda akan kehilangan komitmen untuk berdedikasi kepada pekerjaan Anda. Hasilnya, Anda sulit mendapatkan prestasi dan karir kerja yang maksimal.

Dalam beberapa kasus yang saya temui ditempat kerja, ada orang-orang yang sangat bergantung kepada figure manajer. Loyalitas orang-orang tersebut tidak pada perusahaan, tapi pada manajer. Bila manajer pindah kerja, mereka pun segerombolan pindah kerja mengikuti si manajer. Dan hal ini selalu menjadi pola dan cara mereka memperlihatkan loyalitas mereka kepada si manajer.

Suatu waktu ketika saya sedang berbincang-bincang dengan beberapa karyawan. Salah seorang dari mereka berkata, “Saya masih bekerja disini karena saya tidak bisa meninggalkan manajer saya, saya menemukan kembali gairah kerja karena motivasi dan kepercayaan yang diberikan manajer kepada saya. Untuk itu saya harus menunjukkan kesetiaan saya pada manajer.”
saya pribadi sangat kagum kepada loyalitas si karyawan tersebut kepada manajernya, tapi saya ragu, apakah si manajer mampu mewujudkan semua impian dan harapan si karyawan tersebut. Sebab, si karyawan begitu menggantungkan dirinya kepada si manajer, sehingga dirinya kehilangan motivasi untuk menjadi pribadi mandiri yang bekerja secara profesional.

sering sekali seorang manajer yang hebat mampu menyelamatkan para karyawan yang hampir putus asa dengan pekerjaannya. Kondisi ini membangkitkan kembali rasa percaya diri si karyawan, dan pada akhirnya si karyawan mampu menemukan kembali gairah kerjanya bersama perusahaan.

Kemampuan manajer untuk menemukan kembali gairah kerja karyawan, merupakan hasil kerja manajer yang sangat mulia. Tetapi, manajer tidak boleh memanfaatkan kelemahan si karyawan tersebut sebagai keuntungan buat petualangannya dalam meraih karir kerja tertinggi.

Manajer yang baik pastinya menjadi pemimpin yang mulia, pemimpin yang memperlihatkan reputasi dan kredibilitas diri yang kuat, agar para karyawan yang kehilangan gairah kerja itu bisa bangkit kembali dengan sikap optimistis. Untuk kemudian menyiapkan diri sedemikian rupa, untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan lebih profesional dalam pendakian ke puncak karir.

The Legend ‘I Love You Full’

”Menjadi Orang Yang Benar-Benar Jujur Adalah Sesuatu Yang Indah.”- J.P.Vaswani

Sukses itu tidak mengenal waktu dan usia. Sukses itu sesungguhnya hadiah dari Tuhan buat pribadi yang menjalani kehidupannya dengan integritas tertinggi. Begitu juga dengan kisah sukses Mbah Surip. I love You Full, dengan lagu Tak Gendong yang lucu dan menghibur.

Dengan bermodalkan karakter diri yang sangat kuat, Mbah Surip memperlihatkan kepada kita semua bahwa kerja keras dan perjuangan untuk menjadi The Legend, tidaklah boleh terhenti oleh waktu dan usia. Mbah Surip adalah pribadi yang terlihat menjalani hidup dengan apa adanya,  dan sangat mungkin juga menjalani hidup sesuai dengan suara hatinya.

Lagu-lagunya Mbah Surip sangat sederhana dan menghibur, sepertinya menyatu ke dalam karakter diri sejatinya.

Kita tidak tahu seberapa tinggi mimpi dan cita-cita Mbah Surip. Kita juga tidak tahu seberapa cepat Mbah Surip bergerak untuk mewujudkan obsesinya. Kita juga tidak tahu seberapa besar kerja keras Mbah Surip untuk menjadi The Legend. Yang kita tahu hanyalah seorang penyanyi dengan karakter yang sangat kuat, tiba-tiba muncul diberbagai acara, dan langsung mengisi hati para pencinta musik Indonesia.

Mbah Surip adalah kisah sukses musik Indonesia. Mbah Surip adalah kisah sukses seorang kakek yang mampu meraih popularitas tertinggi dibidang yang ditekuni, di ujung usia.  Selamat jalan Mbah Surip, engkau adalah seorang legenda musik. Engkau adalah sebuah kisah sukses.

Disiplinkan Core Value Perusahaan Anda

” Setiap Kalimat Dari Core Value Perusahaan, Setiap Hari Akan Diuji Oleh Karyawan-Karyawan Yang Membangkang Terhadap Core Value Tersebut.” – Djajendra

Mengatur kebiasaan kerja sesuai dengan nilai-nilai yang perusahaan miliki, bukanlah pekerjaan yang mudah.  Dalam banyak kasus, setiap upaya dan kerja keras perusahaan untuk menjalankan core value secara optimal di setiap aktifitas perusahaan, akan mendapatkan respons daya tolak dari karyawan. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksiapan mind set karyawan untuk menerima core value tersebut. Padahal visi, misi, dan rencana kerja perusahaan baru akan berjalan secara maksimal, bila para karyawan dan pimpinan mampu bekerja keras sesuai dengan core value perusahaan.

Core value yang biasanya juga disebut sebagai corporate value, atau pun kadang-kadang disebut juga sebagai nilai-nilai luhur perjuangan perusahaan, merupakan sebuah komitmen yang wajib dijalankan oleh semua pihak di perusahaan secara konsisten.

Pertanyaannya, bagaimana menghadapi daya tolak tersebut?

Pertama, perusahaan tidak boleh berpikir bahwa setelah core value tertulis secara rinci di atas kertas sesuai dengan fungsi dan peran kerja masing-masing unit kerja, maka secara otomatis harus dipahami oleh karyawan. Para karyawan perlu dilatih secara rutin untuk sebuah proses penginternalisasian setiap arti dari kalimat-kalimat yang tertulis di dalam corporate value tersebut. Agar setiap kata-kata yang ada di core value tersebut bisa tertanam secara permanen di mind set karyawan. Kedua, perusahaan harus selalu mengawasi dan mengevaluasi persepsi dari para karyawan terhadap core value. Misalnya, salah satu kalimat core value berkata,” Menjaga keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan kedamaian lingkungan kantor.”

Apakah kalimat core value tersebut telah dipahami dalam satu bahasa persepsi oleh setiap orang di kantor?

Biasanya, orang-orang memiliki kesulitan untuk melihat satu persoalan dalam satu persepsi yang sama. Oleh karena itu, sebuah kalimat core value bisa dimaknai secara beragam sesuai persepsi dan kebutuhan karyawan. Jelas! Hal ini harus dihindari. Bila tidak, perusahaan akan mengalami kesulitan untuk memberdayakan semua potensi SDM dan potensi perusahaan buat mencapai kinerja yang optimal.

Dalam pengalaman saya melakukan evaluasi terhadap core value perusahaan, selalu saja akan ada persepsi yang berbeda dari para karyawan dalam memahami sebuah kalimat dari core value tersebut. Hal ini merupakan sebuah tantangan yang cukup serius. Ingat, setiap kalimat dari core value tersebut setiap hari akan diuji oleh karyawan-karyawan yang membangkang terhadap nilai-nilai luhur perusahaan tersebut. Pasti akan ada karyawan-karyawan yang berpikiran bahwa core value perusahaan menjadi penghambat kerja mereka, sehingga mereka selalu berpikiran negatif terhadap core value perusahaan. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan harus sesering mungkin melakukan proses pendisiplinan terhadap core value, agar setiap orang di perusahaan mau menerima dan menjalankan core value perusahaan dengan sepenuh hati. Perusahaan tidak boleh merasa puas dan bangga terhadap semangat bekerja berdasarkan core value, perusahaan harus selalu mengawasi dengan ketat, agar setiap maksud dan tujuan dalam core value bisa dilaksanakan secara baik di setiap momen kerja perusahaan.

Bagaimana Cara Agar Karyawan Mau Bekerja Dengan Jujur Dan Sepenuh Hati?

”Sikap Profesionalisme Para Karyawan Di Perusahaan Sangat Tergantung Kepada Budaya Perusahaan. Semakin Kuat Budaya Perusahaan Mengendalikan Semua Aktifitas Karyawan, Semakin Profesional Para Karyawan Bekerja.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Salam sukses bapak! Nama saya Dillan, sudah 3 tahun ini saya menekuni sebuah usaha kecil dari rumah. Saya mau bertanya, bagaimana caranya agar karyawan mau bekerja dengan jujur dan sepenuh hati? Apa saja yang harus kami lakukan untuk meningkatkan kualitas karyawan? Mohon saran dan pencerahaannya pak. Terima kasih. Dillan, Cempaka Putih, Jakarta.

Djajendra Menjawab.

Dear Dillan,

Perusahaan yang baik pastinya akan menyiapkan peraturan kerja, SOP, peraturan karyawan, etika kerja, rencana kerja, dan tata tertib kerja perusahaan. Di mana, semua hal di atas itu harus dilebur ke dalam sebuah budaya perusahaan yang kuat.

Dari budaya perusahaan yang kuat ini, perusahaan tinggal membentuk karakter kerja karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bila karakter kerja karyawan sudah terbentuk, maka perusahaan akan sangat mudah untuk menjalankan sebuah etos kerja yang sesuai dengan core value perusahaan.

Bila perusahaan sudah mampu menjalankan etos kerja yang sesuai dengan core value perusahaan, maka secara otomatis para karyawan akan bekerja dengan lebih jujur dan lebih sepenuh hati. Sebab, semua perilaku kerja karyawan akan terawasi secara otomatis melalui etos kerja, yang juga merupakan nilai-nilai luhur dari budaya perusahaan buat mengoperasionalkan perusahaan secara profesional.

Untuk meningkatkan kualitas karyawan, perusahaan harus secara terus-menerus melakukan pelatihan dan pengembangan mutu karyawan di semua fungsi dan peran kerja mereka. Jadi, perusahaan tidak boleh berhenti untuk mendidik para karyawan, agar para karyawan bisa bekerja sesuai harapan perusahaan. Beri karyawan Anda kejelasan dan kesederhanaan di semua aspek kerja perusahaan, agar karyawan Anda mampu mengikuti visi dan misi perusahaan secara baik. Sekian dulu ya, Dillan. Have a great day!

 

15 Kemampuan Awal Yang Wajib Dimiliki Manajer Hari Ini

”Manajer Hari Ini Tidak Sekedar Cukup Memiliki Keterampilan Kuantitatif Dan Analitik Yang Luar Biasa Hebat, Tapi Wajib Memiliki Perspektif Fungsional Dan Teknis Kepemimpinan Yang Luas, Yang Mampu Melewati Sekat-Sekat Emosi Dan Pikiran.” – Djajendra

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

DMU 006 2013

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin bijak yang dapat dengan mudah memimpin melewati sekat-sekat emosi dan pikiran dalam membangun sebuah keharmonisan. Manajer harus mampu mengajak semua staf-staf nya untuk bekerja bersama nilai-nilai sejati perusahaan; manajer harus mampu menyemangati, mendorong, memberdayakan, dan memberi kekuatan kepada setiap staf-staf nya untuk bekerja sesuai rencana dan target perusahaan.

Untuk itu semua, seorang manajer hari ini haruslah memiliki kompetensi atau keahlian di berbagai bidang, agar dirinya dapat memimpin secara maksimal untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan.

Berikut ini ada lima belas keahlian atau kompetensi yang wajib di miliki manajer hari ini.

1. Kepemimpinan

Manajer hari ini wajib memiliki kompetensi kepemimpinan yang andal dan dipercaya oleh setiap bawahan.

2. Keterampilan Kerja

Manajer hari ini wajib memiliki keterampilan kerja yang optimal. Manajer harus selalu mengupdate pengetahuan dan cara kerjanya setiap saat, untuk diselaraskan dengan realitas kerja hari ini.

3. Kemampuan Memberdayakan

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang cerdas memberdayakan semua fungsi dan peran organisasinya, dengan tujuan menghasilkan kualitas kerja dan kinerja yang maksimal.

4. Kemampuan Memotivasi Dan Memberi Inspirasi

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang berkemampuan untuk memotivasi dan memberi inspirasi kepada staf-staf nya. Di mana, setiap motivasi dan inspirasi ini harus bisa menyentuh lubuk hati terdalam dari para staf untuk bekerja lebih maksimal.

5. Kemampuan Meningkatkan Produktifitas Kerja

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan menjaga tingkat produktifitas kerja yang tinggi. Setiap staf harus di beri petunjuk dan pedoman kerja dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja secara maksimal.

6. Kemampuan Meningkatkan Kinerja

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang ahli dalam hal memacu potensi para staf dan memacu semua potensi organisasi untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

7. Kemampuan Kerja Sama

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu mendorong setiap stafnya untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, berjuang bersama, selalu menjaga kebersamaan, mau berbagi informasi kerja dengan sesama kolega, dan selalu berkomunikasi secara terbuka dalam hal pekerjaan.

8. Kemampuan Mengelola Waktu

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang bijak, yang mampu memanfaatkan waktu kerja secara optimal untuk menghasilkan out put yang maksimal.

9. Kemampuan Mengelola Konflik Kerja

Manajer hari ini haruslah menjadi seorang pemimpin yang sabar dan tegar dalam hal mengelola semua konflik di pekerjaan. Di mana, setiap konflik kerja harus dikelola dengan sikap tenang, hati penuh kasih sayang dan kepedulian, serta pikiran positif yang di ikuti dengan niat baik untuk menyelesaikan setiap konflik melalui bahasa cinta.

10. Kemampuan Membangun Hubungan Positif

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin positif, yang cerdas menggunakan sikap baik untuk membangun hubungan positif terhadap setiap orang. Hubungan positif yang saling melengkapi di antara para staf, untuk kemudian memberikan yang terbaik buat kemajuan perusahaan.

11. Kemampuan Mengurangi Tingkat Stress Dan Depresi

manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang mampu bekerja untuk mengurangi ketegangan di tempat kerja. Khususnya, memiliki kemampuan untuk menghapus atau pun mengurangi tingkat stres dan depresi di organisasi.

12. Kemampuan Mengarahkan Staf Untuk Mencapai Sasaran Kerja Tertinggi

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu memberikan pedoman dan arahan yang jelas kepada setiap staf, agar para staf mampu bekerja dan bergerak ke arah pencapaian sasaran kerja yang optimal.

13. Kemampuan Membangun Nilai-Nilai Sukses

Manajer hari ini wajib memiliki kemampuan untuk menanam nilai-nilai sukses di dalam organisasi, dan mampu meyakinkan setiap orang untuk bekerja keras sesuai nilai-nilai sukses terbaik.

14. Kemampuan Bekerja Berdasarkan Core Value Perusahaan

Manajer hari ini harus secara tegas dan tanpa kompromi, mengarahkan setiap staf untuk patuh pada setiap nilai-nilai kerja perusahaan. Nilai-nilai kerja perusahaan ini harus diperlihatkan melalui etos kerja yang baik.

15. Kemampuan Bekerja Sesuai Visi Dan Misi Perusahaan.

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai visi dan misi perusahaan. Tidak boleh ada pertentangan antara tugas-tugas harian dengan misi atau pun visi perusahaan.