Tragedi 17 Pagi – Bisnis Pascaledakan Di Ritz-Carlton Dan JW Marriott

“Ketika Cahaya Di Dalam Batin Terdalam Mati, Maka Kegelapan Akan Menguasai Pikiran Cerdas.” – Djajendra

Kehidupan saat ini, di dunia bagian manapun, ada orang-orang yang telah kehilangan cinta dan kasih sayang pada sesama manusia, sehingga mereka menjadi buas untuk melukai orang-orang tak berdosa. Jumat 17 pagi, orang-orang tak berdosa di Mega Kuningan Jakarta harus menerima musibah dan bencana dari kejadian ledakan bom. Kita semua sedih mendengarkan peristiwa yang menghasilkan bencana kemanusiaan, peristiwa yang melukai perasaan banyak orang. Kita semua berduka cita untuk korban-korban yang tak berdosa di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jakarta. Kita juga kecewa tidak dapat menonton tim sepak bola Manchaster United lawan PSSI di Senayan. Musibah akan selalu datang dan pergi, bencana akan selalu datang dan pergi, tetapi semangat tidak boleh pudar oleh bencana dan musibah. Jelas, dalam jangka pendek insiden ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriott ini pasti akan menjadi sorotan dunia Internasional. Untuk itu, diperlukan sikap tenang dari para pemimpin, lalu secara bijaksana mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas keamanan. Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang memiliki magnet bisnis dan investasi untuk siapa pun. Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang sangat berpengalaman menjinakan bencana dan musibah. Sudah banyak sekali bencana dan musibah yang jauh lebih besar dari tragedi 17 pagi, yang mampu diatasi oleh pemerintah dan rakyat. Saatnya kita interospeksi diri untuk memperkuat semua aspek keamanan, sehingga tidak ada ruang buat orang-orang buas yang hobinya menikmati penderitaan orang-orang tak berdosa.  Marilah kita membangun Indonesia menjadi rumah yang lebih aman dan nyaman buat tinggal, berbisnis dan berinvestasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu berpikiran positif untuk mengatasi kecemasan, ketakutan, kekhawatiran,  ketakberdayaan, dengan keamanan yang mendamaikan hati setiap orang.