Kekuatan Untuk Berubah

“Rutinitas Dan Kebiasaan Kerja Adalah Hal Yang Sangat Penting, Tapi Tanpa Nilai-Nilai Baru Yang Lebih Efektif, Rutinitas Dan Kebiasaan Kerja Yang Ada Saat Ini Akan Menjadi Beban Buat Masa Depan.” – Djajendra

Suatu ketika di kota Semarang dalam sebuah acara on site training di sebuah cabang bank, saya ditanya oleh seorang peserta. “ Pak, saya sering mengikuti berbagai pelatihan tentang motivasi, bahkan kadang saya pergi sampai ke Jakarta atau pun Surabaya. Saat mendengar pesan-pesan motivator, perasaan saya selalu ingin melakukan berbagai perubahan terhadap diri sendiri dan cara kerja saya di kantor, tetapi setelah kembali ke kantor dan seminggu kemudian semua masukkan dari si motivator hilang ditelan oleh kebiasaan dan rutinitas kantor. Apakah karena usia saya sudah di atas kepala tiga sehingga sudah sulit melakukan perubahan?” Tanya dia.

Pertanyaan seperti di atas itu sudah sering saya mendengar, bahkan di luar negeri juga seperti itu, banyak peserta training tidak mampu memanfaatkan nilai-nilai positif yang diajarkan oleh para mentor untuk merubah kehidupan mereka. Sering sekali orang-orang berjanji merubah cara berpikirnya setelah membaca sebuah buku atau pun setelah mendengar kata-kata penuh bijaksana dari para mentornya, tapi setelahnya mereka semua kembali lagi kepada kebiasaan dan rutinitas lamanya. Semua ini disebabkan gagalnya proses pembelajaran, padahal pembelajaran yang baik itu harus bersifat seumur hidup, dan tidak hanya mengandalkan materi seminar sehari dari para mentor. Dan juga tidak bijak menjadikan umur sebagai alasan kegagalan dalam melakukan perubahan.

Pada umumnya para peserta pelatihan yang antusias pasti memiliki kekuatan mendengarkan. Mereka selalu fokus dan terhipnotis saat mengikuti pelatihan di kelas. Dan hal yang sering dilupakan oleh mereka adalah bahwa dalam proses pembelajaran tidak hanya cukup memiliki kekuatan mendengar, tapi juga harus memiliki kekuatan bertindak untuk melakukan perubahan dan perbaikan di semua aspek kehidupannya dengan penuh tanggung jawab.

Pembelajaran artinya belajar secara total, yaitu kesadaran diri sendiri untuk menempa dan mengasah kekuatan diri dengan nilai-nilai kebaikan. Lalu, menjadikan diri sendiri sebagai agen perubahan yang konsisten dalam menghapuskan semua hal-hal yang tidak diinginkan di dalam hidup.

Setiap pribadi yang ingin melakukan perubahan harus meningkatkan kesadaran tentang komitmennya untuk menjadi lebih baik. Meningkatkan keyakinan diri yang lebih kuat, yang tak tergoncangkan oleh hal apa pun merupakan syarat mutlak untuk sebuah perubahan. Untuk itu, jangan pernah sinis terhadap kemampuan diri sendiri; jangan pernah sinis terhadap kemampuan para mentor Anda; dan jangan pernah sinis untuk mengikuti permainan kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Intinya, belajarlah terus dan jangan pernah merasa gagal atau pun kalah oleh situasi hari ini yang tidak Anda sukai. Mulailah dari cinta. Cinta berarti Anda menerima apa adanya kehidupan Anda di hari ini dengan penuh rasa syukur. Lalu secara sadar dan bertahap, Anda melakukan perbaikan dan perubahan di semua aspek kehidupan yang Anda inginkan ada perbaikan dan perubahan. Ingat!Kebiasaan diri untuk selalu berpikir negatif tentang lingkungan dan orang lain, merupakan salah satu kelemahan yang akan menghambat diri dalam menyerap hal-hal baik.

Belajarlah menjadi pribadi yang mampu menangkap pesan dari nilai-nilai kehidupan positif. Perlu Anda pahami bahwa hanya melalui nilai-nilai kehidupan positiflah seorang individu bisa menjadi lebih sukses. Dan sukses itu bisa dipelajari dan dikembangkan dengan baik, bila dilakukan melalui tanggung jawab dan kesadaran diri tertinggi.

Pengaruh rutinitas dan kebiasaan kerja terhadap perubahan sangatlah besar. Rutinitas dan kebiasaan kerja adalah hal yang sangat penting, tapi tanpa nilai-nilai baru yang lebih efektif, rutinitas dan kebiasaan kerja yang ada saat ini akan menjadi beban buat masa depan.

Saya sangat yakin bahwa para motivator atau pun mentor pasti mempersiapkan diri dengan baik untuk menyampaikan nilai-nilai positif, yang mampu mempengaruhi kultur perubahan gaya kerja dari para audience. Jadi, di saat para audience mampu menangkap pesan-pesan kebaikan dari para motivator dan mentor, maka pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sebuah fenomena untuk mendapatkan suasana baru, tapi bisa lebih kepada penyerapan nilai-nilai baru untuk direnungkan buat kebaikan diri.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Author: DJAJENDRA

Djajendra is corporate motivator. The best corporate motivator in Jakarta, Indonesia. web site: http://www.djajendra-motivator.com E-mail: training@djajendra-motivator.com E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com