Kecerdasan Operasional Di Dalam Kehidupan Korporasi

”Saat Orang-Orang Kehilangan Kecerdasan Operasional Atau Pun Kecerdasan Implementasi, Maka Yang Tersisa Hanyalah Janji-Janji Kosong Yang Tak Pernah Berubah Dari Wujud Rencana Dan Strategi Yang Hebat, Dan Tak Pernah Menjadi Realitas.” – Djajendra

Kehidupan korporasi lebih banyak dihabiskan untuk melakukan aktifitas operasional, tetapi sangat jarang ada pencerahan batin untuk memahami kecerdasan operasional atau pun kecerdasan implementasi. Selalu saja perhatian dari para pemimpin dan manajer lebih banyak diberikan kepada hal-hal strategis dan perencanaan. Padahal sebagian besar kegagalan perusahaan diakibatkan oleh lemahnya implementasi, operasional, dan pengawasan. Operasional bisnis yang lemah membuat semua strategi dan rencana yang hebat itu mati tak berkutik. Akibatnya, perusahaan akan terkapar dalam  berbagai kesulitan yang biasanya sudah sangat terlambat untuk perbaikan.
Sudah saatnya para pemimpin untuk lebih peduli kepada hal-hal yang berkaitan kepada kecerdasan operasional dan implementasi. Sebab, sering sekali sebuah rencana yang begitu indah dengan janji dan harapan yang luar biasa hebat,  ternyata tidak dapat dijalankan seperti tulisan dan kata-kata yang ada direncana tersebut. Dan pada akhirnya, rencana dan strategi yang begitu hebat itu terkubur dalam ketidakmampuan, dalam ketidakcerdasan orang-orang untuk menjadikannya sebagai realitas yang bermanfaat buat kehidupan.

Saat orang-orang kehilangan kecerdasan operasional atau pun kecerdasan implementasi, maka yang tersisa hanyalah janji-janji kosong yang tetap dalam wujud rencana dan strategi yang hebat, tanpa pernah menjadi realitas.

Hari ini dunia bisnis hidup di zaman yang kaya dengan strategi dan informasi; di zaman yang begitu mudah untuk memahami strategi, informasi, dan rencana dari perusahaan mana pun di dunia ini melalui internet; di zaman yang begitu mudah mengcopy atau meniru produk, jasa, visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan dari bagian dunia manapun.

Dunia bisnis yang kaya akan informasi ini sepertinya sangat miskin akan implementasi dan operasional. Buktinya banyak sekali perusahaan-perusahaan yang didirikan dengan meniru perusahaan-perusahaan sukses  lainnya, tetapi hanya sangat sedikit yang bisa bertahan, sedangkan mayoritas mati sebelum berkembang. Biasanya perusahaan-perusahaan yang bertahan ini disebabkan oleh kecerdasan operasional dan kecerdasan implementasi dalam wujud eksekusi strategi yang cemerlang dan tepat sasarn.

Kecerdasan operasional ini dapat dimulai dari aksi implementasi strategi bisnis yang tepat guna, birokrasi administrasi yang efektif dan efisien,  prosesing yang telitih dan telaten, efisiensi di semua aspek biaya, pemanfaatan teknologi yang efisien dan efektif, pemanfaatan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan, kemampuan memaksimalkan kualitas aset-aset produktif untuk menjadi mesin uang, dan percepatan perputaran bisnis dengan kualitas pelayanan terbaik.

Kecerdasan operasional berarti kemampuan dari semua level sumber daya manusia untuk mempunyai energi positif yang seimbang; agar bisa menyatukan dirinya ke dalam sistem, strategi, kebijakan, regulasi, visi, misi, dan nilai-nilai; dalam semangat melaksanakan setiap tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab yang sesuai rencana dan strategi, seperti yang tertulis.

Kecerdasan operasional mengajarkan motivasi dan semangat untuk bertindak dengan tegas dan benar. Kecerdasan operasional mengajarkan cara-cara mengeksekusi strategi dengan sempurna, tanpa terikat kepada sikap takut dalam keragu-raguan. Kecerdasan operasional berarti berani bertindak sesuai strategi, berani mengeksekusi setiap rencana dengan penuh percaya diri, dan berani mengambil risiko atas setiap tindakan yang dibuat.

Mental jago strategi di atas kertas haruslah diimbangi dengan mental jago operasional dilapangan secara maksimal. Sebab, sekarang ini sudah banyak sekali orang-orang pintar yang terpenjara di dalam konsep, analisa, dan saran. Dan sangat sedikit orang-orang pintar yang terdidik untuk melakukan operasional dan implementasi di lapangan sesuai strategi dan rencana.

Kecerdasan operasional haruslah menjadi jati diri, etika, budaya, dan moralitas perusahaan di dalam relasinya dengan stakeholder. Tanpa adanya kecerdasan operasional, perusahaan hanya akan menjadi beban buat stakeholdernya, dan tidak pernah menjadi aset yang menguntungkan stakeholder.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Author: DJAJENDRA

Djajendra is corporate motivator. The best corporate motivator in Jakarta, Indonesia. web site: http://www.djajendra-motivator.com E-mail: training@djajendra-motivator.com E-mail: konsultasi@djajendra-motivator.com