Bekerja Berdasarkan CORE VALUE Perusahaan

“Perusahaan Yang Tidak Mampu Menggali Nilai-Nilai Luhurnya Untuk Tujuan Memuliakan Setiap Stakeholder, Akan Kehilangan Kebesarannya.” – Djajendra

Bagi saya, perusahaan adalah rumah tempat pimpinan dan karyawannya bekerja untuk menghasilkan kreasi bisnis yang unggul. Di mana, kreasi bisnis yang unggul ini harus menjadi sebuah kekuatan untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi yang maksimal buat kesejahteraan stakeholdernya.

Pimpinan dan karyawan secara bersama-sama harus saling mencintai proses kreasi tersebut, melalui nilai-nilai kerja yang disepakati bersama dalam sebuah keharmonisan hati dan pikiran. Jadi, harus ada sebuah garis empati yang kuat, garis empati yang mampu menghubungkan setiap individu untuk bekerja bersama nilai-nilai kerja yang diperjuangkan tersebut.

Nilai-nilai inti perusahaan atau juga sering disebut dengan istilah core value, haruslah diinternalisasikan ke dalam karakter kerja setiap unit kerja, termasuk ke dalam perilaku kerja setiap individu.  Sekali core value ini disepakati, maka proses implementasi harus dilakukan secara terus-menerus di sepanjang usia perusahaan. Tidak boleh terhenti, tapi lakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus hingga kapan pun.

Core value harus menjadi komitmen bersama dalam sebuah tindakan dan perilaku yang konsisten.  Komitmen bersama ini, lebih lanjut di wujudkan dalam bentuk nilai-nilai kerja yang menyatu ke dalam perasaan dan pikiran pimpinan dan karyawan.

Setiap orang di perusahaan harus berada dalam satu tafsiran atau pun interpretasi terhadap setiap kalimat dan kata-kata core value. Tidak boleh ada perdebatan dan perbedaan tafsiran terhadap core value, yang boleh ada hanyalah sikap menyatu bersama core value perusahaan, untuk kemudian menghasilkan kinerja yang maksimal.

Core value perusahaan harus selalu di update bersama gagasan-gagasan baru, yang lebih menguatkan nilai-nilai perjuangan perusahaan dalam upaya menghasilkan kinerja dan kebahagiaan buat setiap orang di perusahaan.

Bekerja berdasarkan core value, berarti pimpinan dan karyawan sepakat untuk mewujudkan misi dan visi perusahaan melalui kerja keras yang berfondasikan core value perusahaan. Selanjutnya, core value harus mampu menciptakan energi kepemimpinan yang kuat dan konsisten; core value harus mampu menjadi sumber motivasi pimpinan dan karyawan untuk secara bersama-sama mewujudkan rencana dan target kerja; core value harus menjadi piala yang diperebutkan dalam kompetisi untuk menjadi yang terbaik; core value harus menjadi alat pengambil keputusan terbaik; core value harus menjadi kekuatan kebersamaan dalam sebuah reputasi, kredibilitas,  integritas, dan komitmen yang bersifat konsisten.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Miliki Satu Jam Untuk Mempelajari Hal Baru

“Tidak Ada Hal Di Luar Diri Anda Yang Dapat Mengurangi Sukses Anda, Kecuali Anda Sendiri Yang Memberikan Kuasa Kepada Pihak Luar Untuk Mengurangi Sukses Anda.” – DJAJENDRA

Jika Anda bisa memiliki satu jam setiap hari untuk mempelajari dan mengeksplorasi semua potensi kebaikan dari diri Anda, Anda pasti bisa menjadi pribadi hebat dengan berkemampuan yang luar biasa terhadap minat yang Anda cintai. Untuk itu, pada tahap awal, yang Anda butuhkan hanyalah NIAT tulus untuk berjuang secara maksimal dengan keteguhan hati buat kesuksesan diri Anda. NIAT tulus untuk menjadi pribadi tekun, gigih, penuh semangat, terus mencoba, dan tidak pernah menyerah. NIAT tulus untuk menjadi pribadi yang selalu bersikap baik kepada diri sendiri. NIAT tulus untuk bertanggungjawab penuh kepada kemandirian diri sendiri. NIAT tulus untuk mau mendengarkan suara hati di dalam keheningan.

Tanamlah benih-benih kebaikan dan benih-benih sukses di dalam diri Anda. Lalu, pastikan diri Anda memetik hasil yang luar biasa dari pertumbuhan benih-benih kebaikan dan benih-benih sukses tersebut.  Hidup Anda sangat tergantung kepada NIAT tulus Anda. Ingat, tidak ada hal di luar diri Anda yang dapat mengurangi sukses Anda, kecuali Anda sendiri yang memberikan kuasa kepada pihak luar untuk mengurangi sukses Anda.

Mulailah dari NIAT yang kuat untuk melakukan hal-hal terbaik buat kebaikan diri Anda. Ingat, jangan hanya berhenti sebatas NIAT, tapi bekerja keraslah untuk mewujudkan NIAT Anda itu. NIAT Anda itu harus bisa mendorong emosi sukses Anda, harus bisa membangkitkan energi sukses Anda, dan harus bisa menggerakan diri Anda untuk memperkuat jalan Anda menuju sukses. Tanpa NIAT untuk sukses, Anda akan mengalami kesulitan untuk mengeksplorasi semua benih-benih sukses Anda, untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah realitas sukses.

Apa pun realitas yang Anda hadapi di sepanjang perjalanan hidup Anda, jangan pernah berhenti untuk memiliki NIAT menjadi sukses, dan miliki semangat pantang menyerah untuk memperjuangkan NIAT Anda itu menjadi sebuah realitas kebahagiaan hidup Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Teguhkan Kesetiaan Anda

“Loyalitas Membutuhkan Kecintaan Tanpa Alasan, Keyakinan Tanpa Batasan, Dan Keteguhan Hati Pada Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Pagi ini, saya baru saja menyelesaikan sebuah diskusi dengan teman saya, yang merupakan seorang top manajer dari sebuah usaha retail yang cukup besar. Saya mendengarkan dengan penuh antusias tentang kisah loyalitasnya kepada tempat dia bekerja.  Dia dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa dia adalah orang penting bagi perusahaan.  “Saya sangat bahagia diperhatikan perusahaan saya. Itu berarti saya menjadi pribadi yang berharga buat perusahaan,” kata dia.

Teman saya ini adalah tipe pribadi yang selalu berpikir positif, dan menjalani pekerjaannya dengan perasaan syukur yang luar biasa. Saya pribadi sangat kagum kepada sikap baiknya itu. Dan saya tidak heran bila bosnya selalu berkata bahwa dia adalah orang terpenting di perusahaan.

Teman saya ini berbicara seperti itu, karena saya minta tolong kepadanya, untuk membantu riset saya tentang loyalitas. Jadi, teman saya itu tidak lagi berbicara menyombongkan diri, tapi sedang membantu saya untuk mengumpulkan informasi tentang loyalitas.

Begitulah cara saya melakukan riset kecil-kecil an. Buat beberapa pertanyaan, lalu mencari nara sumber yang kompeten untuk hal itu.

Loyalitas adalah sebuah dedikasi yang sangat mulia. Tidak semua orang dilahirkan untuk hidup dalam sebuah loyalitas yang tinggi. Loyalitas membutuhkan kecintaan tanpa alasan, keyakinan tanpa batasan, dan keteguhan hati pada visi yang diperjuangkan. Loyalitas tidak pernah berkeliling ke sana-kemari, sambil mencari peluang untuk lari dari tanggung jawab. Loyalitas berarti terikat kepada cinta dan keyakinan disepanjang kehidupan. Loyalitas selalu melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak hanya berkata-kata soal tanggung jawab.

Saya mendapatkan beberapa sikap hebat dari teman saya itu. Menurut dia, untuk menjadi pribadi yang loyal, harus memiliki tanggung jawab, disiplin, kemampuan untuk bekerja sesuai standar kerja perusahaan, dan mampu menepati semua target kepada perusahaan sesuai waktu.

Loyalitas menurut dia, tidak sekedar menjadi setia, dan membebani perusahaan dengan ketidakmampuan diri. Loyalitas berarti juga bekerja dengan hati nurani tertulus untuk menjaga semua kehormatan perusahaan. Jadi, loyalitas harus didukung dengan kualitas diri yang unggul.

Mencari Jawaban Yang Tepat Untuk Setiap Persoalan Dan Kesulitan

“Kehidupan Yang Baik Itu Selalu Akan Hadir Kepada Orang-Orang Yang Menjalani Hidupnya Dengan Keyakinan, Kecintaan, Tanggung Jawab, Dan Dedikasi Total Terhadap Hal-Hal Rutin Yang Ia Kerjakan Setiap Hari.” – Djajendra

Setiap orang selalu menginginkan jalan kehidupan yang mudah, jalan kehidupan dengan tingkat kesulitan terendah. Persoalannya, kehidupan itu sendiri memiliki keinginan, keinginan untuk menciptakan jalannya sendiri yang sering sekali sangat sulit untuk diprediksi. Hal ini menjadi pemicu munculnya persoalan dan kesulitan. Tetapi, manusia yang kuat dengan akal kreatifnya, pastilah selalu dengan cerdas mencari jawaban yang paling tepat untuk setiap persoalan dan kesulitan yang dihadapinya. Malahan, sering sekali persoalan dan kesulitan itulah yang menjadi energi pendorong seseorang untuk meraih sukses yang lebih besar. Selama seseorang memiliki semangat dan daya juang untuk mencari jawaban atas setiap persoalan dan kesulitan, maka tidak ada kesulitan dan persoalan yang tak mungkin diatasi dengan hasil terbaik. Untuk mendapatkan jawaban yang tepat, pertama definisikan kesulitan dan persoalan itu dalam sebuah bahasa yang singkat dan sederhana. Lalu, ciptakan pertanyaan-pertanyaan secara detil terhadap persoalan dan kesulitan yang ada. Selanjutnya, jawablah semua pertanyaan itu dengan menggunakan logika, hati, pengetahuan, dan keterampilan. Akhiri semua pertanyaan  itu dengan jawaban-jawaban yang sesuai sasaran. Percayalah bahwa kehidupan ini sesungguhnya sebuah latihan; latihan-latihan yang harus dilalui dengan berbagai tantangan, kesulitan, dan persoalan. Jadi, teruslah berlatih dan berlatih, agar diri Anda bisa menjadi lebih sempurna untuk menghadapi kesulitan, tantangan, dan persoalan hidup.  Ingat! Selama semangat masih menyala di hati untuk memenangkan diri dari berbagai persoalan, kesulitan, dan tantangan; maka jiwa, raga, dan pikiran pasti menyatu untuk mencari jawaban – jawaban terbaik buat sebuah kesuksesan tanpa batas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Ciri-Ciri Atau Perilaku Karyawan Yang Beretos Kerja Terbaik

”Jangan Meremehkan Anak Tangga Terbawah Dalam Pendakian Menuju Kesuksesan.” – Publilius Syrus

”Menyatu Adalah Awal; Tetap Bersama Adalah Kemajuan; Bekerja Bersama Adalah Kesuksesan.” – Henry Ford

Bila semua karyawan diperusahaan mampu bekerja dengan etos kerja terbaik, maka budaya perusahaan akan bertransformasi menjadi budaya high trust.  Budaya high trust akan menghasilkan kredibilitas yang menciptakan rasa percaya setiap stakeholder kepada reputasi perusahaan. Untuk itu, perusahaan harus memiliki tindakan nyata untuk menanam etos kerja yang berkualitas di dalam DNA organisasi. Penanaman ini harus dimulai dari mind set setiap karyawan dan pimpinan perusahaan.

Pada umumnya, karyawan – karyawan yang beretos kerja terbaik itu akan berperilaku atau pun berciri-ciri seperti.

1. Mereka akan bekerja untuk membangun reputasi dan kredibilitas dirinya, agar dirinya dihargai perusahaan. Mereka sadar bahwa prestasi dan karir kerja mereka hanya akan berjalan baik, bila mereka mampu berdedikasi total kepada pekerjaan mereka.

2. Mereka sangat loyal kepada pimpinan dan perusahaan. Mereka juga tidak pernah hitung-hitungan jam kerja. Apa pun kejadiannya, mereka akan mengutamakan tanggung jawab pekerjaannya secara maksimal.

3. Mereka bergabung ke perusahaan dengan membawa misi dan visi pribadi mereka. Yang pasti, mereka akan menggunakan perusahaan sebagai kendaraan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka, baik itu dari sisi finansial, maupun dari sisi status sosial mereka.

4. Mereka selalu fokus dan memiliki Komitmen tinggi untuk menjalankan semua rencana kerja perusahaan secara total dan berkualitas. Mereka akan mendedikasikan dirinya untuk bekerja keras mengejar target-target yang diberikan perusahaan.

5. Demi untuk keberhasilan perusahaan, mereka selalu bekerja dengan cara melakukan kolaborasi, koordinasi, komunikasi dengan atasan dan bawahan mereka.

6. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kreatif dalam mencari solusi buat setiap masalah di pekerjaan mereka. Termasuk, mereka juga selalu berpikir dan bertindak secara strategis untuk kepentingan masa depan mereka dan perusahaan.

7. Mereka adalah pribadi-pribadi yang pintar membangun suasana kerja yang harmonis dan kompak di tempat kerja.

8. Mereka selalu belajar hal-hal baru untuk bisa menghasilkan kinerja melalui cara kerja yang unggul.

9. Mereka adalah pribadi-pribadi cerdas yang sangat mencair dan sangat mudah menyatu dalam struktur organisasi.

10. Mereka sangat memahami nilai-nilai dan semangat SOP perusahaan, dan mampu bekerja secara fleksible untuk memuaskan perusahaan dan pelanggan.

11. Mereka adalah pribadi-pribadi yang sangat mencair di dalam pergaulan mereka di kantor, sehingga sangat pintar meningkatkan pengaruh mereka ke dalam organisasi

12. Mereka adalah pribadi-pribadi yang melaksanakan pekerjaannya, dengan cara mendefinisikan semua persoalan sebelum memulai proses pencarian solusi

13. Mereka selalu terlebih dahulu mengumpulkan informasi sebelum mengambil sikap.

14. Mereka selalu bekerja dengan fakta, dan jarang mau berasumsi.

15. Mereka selalu bekerja sesuai rencana, dan tidak pernah menyerah untuk mencapai target sesuai rencana.

16. Mereka adalah pribadi-pribadi yang selalu bersikap murah hati dan sangat peduli untuk menolong rekan kerja yang lain

17. Mereka adalah pribadi-pribadi yang selalu bertindak tegas dengan memahami risiko.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Mengembangkan Etos Kerja Di Perusahaan

”Tipe Orang Yang Saya Cari Untuk Mengisi Pos Manajemen Tingkat Atas Adalah Pekerja Keras, Orang Yang Tidak Bersikap Seperti Kebanyakan Orang, Orang Yang Berusaha Melakukan Lebih Daripada Yang Diharapkan. Mereka Selalu Menargetkan Sasaran Yang Lebih Tinggi.” – Lee Iacocca

Pada umumnya kehidupan di perusahaan lebih banyak dihabiskan untuk melakukan aktifitas perencanaan, operasional, pengawasan, dan evaluasi. Sangat jarang ada aktifitas pencerahan batin karyawan untuk memahami budaya perusahaan, etika kerja, visi, misi, dan nilai-nilai perjuangan perusahaan. Padahal sebagian besar kegagalan perusahaan diakibatkan oleh rendahnya etos kerja karyawan.

Etos kerja yang rendah membuat semua strategi dan rencana kerja perusahaan yang hebat itu, tidak mampu dijalankan oleh karyawan dengan maksimal. Akibatnya, perusahaan akan kekurangan energi sukses dari para karyawannya. Oleh karena itu, sudah saatnya perusahaan peduli kepada pengembangan etos kerja secara berkelanjutan dalam semua aspek aktifitas perusahaan.

Salah satu cara terefektif untuk pengembangan etos kerja, adalah melalui penginternalisasian budaya perusahaan ke mind set setiap karyawan. Budaya perusahaan yang wajib diwujudkan dalam berbagai macam kebijakan, aturan, sistem, dan prosedur kerja. Termasuk di dalamnya, seperti panduan etika bisnis, panduan code of conduct, dan panduan sop yang jelas.  Di mana, nilai-nilai perjuangan yang ada dalam budaya perusahaan tersebut harus dieksplorasi untuk dicerahkan kepada setiap karyawan.

Proses penginternalisasian nilai – nilai etos kerja ini harus dilakukan dengan sikap tegas dan konsisten, untuk menghasilkan karyawan-karyawan yang beretos kerja unggul dan berkualitas. Sikap tegas dan konsisten ini harus berkelanjutan, tak boleh terhenti di satu titik, dan bersifat terus-menerus melalui evaluasi dan perbaikan.

Tidak ada salahnya bila perusahaan mau memberikan pencerahan melalui konsep doktrin kepada setiap karyawan. Sebab, dipercaya konsep doktrin bisa lebih memaksa pikiran bawah sadar untuk menerima nilai-nilai yang diharuskan oleh perusahaan, untuk dimiliki oleh para karyawannya. Perlu diingat, tidak semua orang bisa menerima pencerahan, kadang diperlukan doktrin yang tegas untuk membangun etos kerja yang unggul.

Pengembangan etos kerja dapat dimulai dari aksi pencerahan atau pun aksi doktrinisasi terhadap mind set karyawan; untuk menjalankan rencana dan strategi bisnis perusahaan sesuai sasaran; untuk menjalankan birokrasi administrasi yang efektif dan efisien; untuk melakukan  prosesing yang telitih dan telaten; untuk melakukan efisiensi di semua aspek biaya; untuk memanfaatan teknologi secara efisien dan efektif; mampu melayani pelanggan dengan sikap baik dan profesional; mampu memaksimalkan kualitas aset-aset produktif untuk menjadi mesin uang; dan mampu bekerja untuk mempercepat perputaran bisnis dengan kualitas etos kerja terbaik.

Etos kerja yang berkualitas tinggi haruslah menjadi jati diri, etika, budaya, dan moralitas perusahaan dalam relasinya dengan stakeholder. Tanpa adanya etos kerja berkualitas, perusahaan hanya akan menjadi beban buat stakeholdernya, dan tidak pernah menjadi aset yang menguntungkan stakeholder.

www.djajendra-motivator.com

Slide Training Etos Kerja Program 4 Jam

6 Kebiasaan Baik Untuk Menghasilkan Kualitas Hidup Terbaik

“Kreatifitas Adalah Akal Manusia. Akal Manusia Yang Bisa Menembus Ruang, Waktu, Tradisi, Dan Semua Batas-Batas Kehidupan. Akal Manusia Yang Bisa Secara Teratur Menghasilkan Ide-Ide Baru Yang Sesuai Dengan Harapan Dan Impian.” – Djajendra

Kehidupan yang baik perlu didukung dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Kebiasaan-kebiasaan yang mampu membentuk karakter diri yang unggul dan spesial.

Berikut ini ada enam kebiasaan baik yang wajib Anda miliki.

1. Mencintai Kehidupan Anda

Mencintai kehidupan yang Anda miliki sekarang ini adalah dasar untuk menghasilkan kualitas hidup terbaik. Oleh karena itu, apa pun situasi Anda sekarang, tetaplah bersemangat, tetaplah memiliki keyakinan yang kuat, dan percayalah bahwa kehidupan yang Anda cintai itu pasti akan membalas cinta Anda seribu kali lebih besar. Yang Anda perlu lakukan sekarang ini adalah mendedikasikan seluru hidup Anda kepada hal-hal yang Anda sukai.

2. Jangan Biarkan Pikiran Dan Perasaan Negatif Tumbuh Dalam Diri Anda.

Pikiran negatif dan perasaan negatif adalah dua hal yang wajib untuk Anda singkirkan dari DNA Anda. Pikiran negatif dan perasaan negatif tidak akan pernah menghasilkan kualitas hidup terbaik buat Anda. Pikiran negatif dan perasaan negatif hanya akan membawa Anda pada kehidupan yang tidak Anda kehendaki. Pastikan Anda menjadi pribadi pemenang dengan kekuatan yang luar biasa untuk menghapus semua benih-benih negatif dari diri Anda.

3. Masuklah Di Dalam Keheningan Dan Berbicaralah Dengan Jiwa Anda.

Di dalam keheningan, akal manusia akan menemukan berbagai sumber kebesaran diri melalui suara hati yang paling jujur. Oleh karena itu, Anda perlu membiasakan diri Anda untuk mencairkan diri sejati Anda dalam suasana hening. Lakukan interospeksi diri melalui keheningan diri. Biasakan untuk berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Dan yakinkan diri Anda bahwa di dalam keheningan, Anda bisa menemukan diri sejati Anda.

4. Bangunlah Hubungan Baik Dengan Siapa Pun

Kehidupan manusia bukanlah kehidupan individu, tapi merupakan kehidupan berkelompok dalam sebuah komunitas yang saling tergantung. Tanpa ada orang lain, kehidupan kita menjadi tidak berguna dan tidak bermakna apa-apa. Untuk itu, mulailah membangun hubungan baik dengan siapa pun, hubungan baik yang didasari oleh cinta, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama kehidupan.

5. Miliki Keyakinan Pada Kemampuan Diri Anda

Ketika Anda merasa yakin dengan kemampuan diri Anda untuk meraih kehidupan yang seperti Anda kehendaki, Anda akan menjadi pribadi tangguh yang jauh dari perasaan ragu dan takut. Oleh karena itu, pastikan setiap hari Anda memperbaiki kualitas diri Anda ke arah yang lebih baik, agar keyakinan Anda kepada diri Anda tidak memudar.

6. Miliki Tanggung Jawab Terhadap Kehidupan Anda

Kalau Anda sendiri tidak mau memikul tanggung jawab terhadap semua perbuatan yang Anda lakukan di dalam hidup Anda, apalagi orang lain. Jadi, janganlah berharap bahwa ada orang lain yang akan bertanggungjawab terhadap hidup Anda. Pastikan Anda selalu bertanggungjawab penuh atas semua sikap dan perilaku, untuk menghasilkan kehidupan Anda yang lebih baik.

PELATIHAN ETOS KERJA PROGRAM 4 JAM

“Kerjakan Pekerjaan Anda Sebelum Bos Anda Tiba Di Tempat Kerja, Dan Akhiri Hari Kerja Anda Di Kantor Setelah Bos Anda Puas Dengan Kinerja Anda.” – Djajendra

Deskripsi Training

Kejarlah karir kerja melalui etos kerja terbaik. Jadikan kehidupan kantor sebagai sebuah kerja keras dengan bersedia melakukan semua tugas dan tanggung jawab secara berkualitas. Untuk meraih prestasi kerja yang tinggi, ada nilai-nilai etos kerja yang wajib diinternalisasikan ke dalam pikiran dan perasaan karyawan. Dan setiap karyawan yang ingin sukses harus bersedia berkorban, berjuang, serta bekerja keras untuk meraih sukses.

Bagi perusahaan, ada begitu banyak perilaku karyawan yang berpotensi  merugikan pertumbuhan perusahaan, seperti: mengeluh, konflik, kurang kreatif, rendahnya komitmen kerja, rendahnya integritas, banyak menuntut, bekerja seadanya, suka menunda-nunda pekerjaan, disiplin kerja yang rendah, malas, kurang inisiatif, daya juang rendah, tidak fokus, sinis, apatis, minim gairah kerja, sulit berubah, kualitas kerja yang rendah, tidak rajin, tidak tekun, kurang antusias, dan kurang motivasi untuk melayani perusahaan. Padahal, perusahaan telah memiliki slogan, misi, visi, dan nilai-nilai perjuangan, untuk memberikan arah kepada setiap fungsi dan aspek kerja,  sehingga karyawan seharusnya tidak menyia-nyiakan waktu kerjanya dalam kebingungan, kemalasan, kebosanan, kejenuhan, dan ketidakpastian.

Semua kondisi ini membuat perusahaan merasa tidak nyaman, tidak aman, dan tidak puas dengan keadaan karyawannya di tempat kerja.

Kenapa semua ini bisa terjadi? Padahal untuk mendapatkan pekerjaan tersebut mungkin para karyawan tersebut harus melalui berbagai test, interview, cobaan, perjuangan, dan pengorbanan. Lantas, kenapa setelah pekerjaan didapatkan karyawan menjadi lupa akan perjuangan dan pengorbanan itu?

“Definisi Etos Kerja Menurut Saya Adalah, Semangat Di Sebuah Budaya Yang Mampu Menyentuh Sisi Kemanusiaan, Emosi, Karakter, Perilaku Kelompoknya, Untuk Bekerja Cerdas Dan Menghasilkan Kinerja Terbaik.” Djajendra

Training yang bertemakan Etos Kerja ini, akan memberikan nilai-nilai kehidupan kerja yang berkualitas tinggi. Secara garis besar materi akan difokuskan kepada tiga hal berikut:

1. Cara Mengembangkan Etos Kerja Di Perusahaan

2. Ciri-Ciri Karyawan Yang Beretos Kerja Terbaik

3. Dampak Etos Kerja Terhadap Pertumbuhan Organisasi Dan Perkembangan Kepribadian Si Karyawan

Dari ke tiga hal di atas, materi training ini juga bersifat terbuka, untuk pengembangan nilai-nilai etos kerja terbaru, buat memperkuat daya tahan karyawan dan mempertinggi kinerja perusahaan.

Metodologi Training

Presentasi, Tanya Jawab, Brainstorming, Diskusi, Studi Kasus, Games, Role Play, Dan Ice Breaker

“Ketahui Bakat, Kemampuan, Keterampilan, Kepribadian, Minat, Nilai Dan Sikap Hidup Anda, Sebelum Belajar Etos Kerja. Sebab, Etos Kerja Bersifat Unik Dan Melekat Bersama Jenis Pekerjaan, Tidak Bersifat Umum” – Djajendra

Manfaat Training

1. Karyawan akan memahami pekerjaan sebagai kewajiban yang harus dikerjakan secara total.

2. Karyawan akan memiliki motivasi untuk bekerja keras membantu semua rencana perusahaan.

3. Karyawan akan meningkatkan perasaan syukurnya terhadap pekerjaan yang dimiliki sekarang ini.

4. Karyawan akan meningkatkan kualitas dirinya untuk meraih prestasi tertinggi.

5. Karyawan akan mendapatkan nilai-nilai etos kerja terbaik untuk meningkatkan potensi diri. Antara lain: tanggungjawab, integritas, komitmen, rasa peduli, mental kerja keras, perasaan memiliki perusahaan, Kreatifitas, tekun, disiplin, loyalitas, berdedikasi kepada pekerjaan, berempati, perhatian pada kebutuhan perusahaan, dinamis, energik, terbuka, realistis, dan bersikap profesional terhadap fungsi dan peran kerjanya.

Materi Training

Sesi 1: Cara Mengembangkan Etos Kerja Di Perusahaan.

Dalam sesi satu , peserta akan belajar cara untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan etos kerja terbaik. Khususnya, untuk memimpin semua fungsi dan peran kerja dalam semangat untuk  memberikan pelayanan berkualitas kepada perusahaan dan stakeholders.

Sesi 2: Ciri – Ciri Karyawan Yang Beretos Kerja Terbaik.

Dalam sesi dua, peserta akan  diberi pencerahan dan motivasi untuk memahami ciri-ciri karyawan beretos kerja terbaik, termasuk memahami dampak etos kerja terhadap pertumbuhan  perusahaan dan perkembangan kepribadian  karyawan.

Ingin Mengundang Djajendra?

Apabila perusahaan Anda ingin mengundang Djajendra untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pimpinan buat kesuksesan karier pribadi, bisnis dan organisasi.

Hubungi:DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 – 021 32168111
Mobile phone : 08128777083 – 081399256111
Fax : 021- 57 992 842

Tugas Pemimpin Adalah Menyalakan Cahaya Spiritual Pada Visi Yang Diperjuangkan

“Visi Yang Ragu Itu Seperti Berada Di Dalam Kegelapan, Anda Sulit Untuk Mencapainya. Sebab, Di Dalam Kegelapan Anda Tidak Mampu Melihat Visi Anda. Tetapi, Jika Anda Mampu Menyalakan Cahaya Spiritual Di Dalam Visi Anda, Anda Pasti Sampai Dengan Bahagia.” – Djajendra

Kepemimpinan adalah hal yang paling mendasar di dalam perjalanan menjemput visi kehidupan yang cemerlang. Kepemimpinan berarti kemampuan mengelola semua aspek, fungsi, dan peran organisasi dengan cemerlang. Kepemimpinan juga berarti  kemampuan mengelola semua perasaan, emosi, dan energi manusia dengan cara-cara profesional.

Visi kepemimpinan haruslah menjadi sinar spiritual yang dilihat pemimpin untuk kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran dirinya bersama-sama dengan para pengikutnya.

Pemimpin yang bijak akan memulai perjalanan menjemput visi, dengan terlebih dahulu mendisain program-program kerja, yang terencana secara profesional untuk dapat dihubungkan ke dalam batin setiap pengikut.

Semua program kerja tersebut harus dilakukan dengan partisipasi aktif setiap pengikut melalui feedback yang dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.

Pemimpin wajib membangun kepercayaan dan keyakinan  diri yang tinggi, terhadap integritas dan kemampuan para pengikut. Sekali pemimpin meragukan kemampuan dan kesetiaan para pengikut, maka visi yang dikejar akan terhalang di dalam kegelapan dan keraguan hati.

Pemimpin harus memfokuskan dirinya kepada hal-hal positif;  menciptakan tekad, motivasi, dan menyalurkan energi kemenangan kepada setiap pengikut; serta membantu diri sendiri dan para pengikut untuk meraih tujuan sesuai visi.

Pemimpin harus memastikan bahwa dirinya telah bekerja dengan prinsip-prinsip kerja terbaik. Termasuk, telah mampu mengoptimalkan semua potensi, bakat, dan kualitas organisasi dangan sempurna; serta mampu menggambarkan visi yang dituju secara jelas dan sederhana kepada setiap pengikut.

Pemimpin harus tahu semua alasan dari para pengikut untuk membantu dirinya dengan setia. Pemimpin harus memahami dan merawat sumber motivasi para pengikut, yang berdedikasi dan berjuang total bersama dirinya.

Pemimpin harus memperlihatkan sikap dan perilaku hebat, yang dapat membangkitkan rasa percaya pengikut kepada dirinya secara total.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pengalaman Kerja Itu Juga Pendidikan

“Pendidikan Tinggi Plus Pengalaman Kerja Yang Diperkaya Dengan Berbagai Kebijaksanaan Hidup, Adalah Kondisi Terideal Untuk Membangun Kehidupan Karir Kerja Yang Tinggi.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Sebelum mengajukan pertanyaan, saya ingin menggambarkan situasi yang melatar belakangi pertanyaan saya ini. Pertama, sudah puluhan tahun, manajer di bagian purchasing yang pendidikannya cuma tamatan SMP dipertahankan, bahkan dipromosikan dengan jabatan yang lebih tinggi. Pernah suatu waktu, ketika anak dari pemilik perusahaan pulang setelah menamatkan kuliah S2 dari sebuah universitas terkenal di Amerika. Dia mendapatkan kepercayaan dari orang tuanya untuk memimpin purchasing department. Setelah itu, dia melakukan reorganisasi dan mensyaratkan semua pimpinan di bagian purchase minimal harus berpendidikan S1. hasilnya, hanya dalam waktu beberapa minggu perusahaan mengalami kesulitan, dan akhirnya si pemilik perusahaan membuat keputusan untuk mengangkat kembali manajer yang berpendidikan SMP itu menjadi pimpinan bagian purchasing. Pertanyaan saya, apakah mungkin ada hal-hal yang tidak wajar dilakukan oleh manajer berpendidikan SMP itu? Apakah pengalaman menjadi lebih tinggi nilainya dibandingkan pendidikan?  Terima kasih. Aldo P, Medan.

Djajendra Menjawab

Dear Aldo.P,

Salah satu rahasia terpenting dalam mempertahankan pekerjaan adalah menjadi pribadi penting yang berpengaruh terhadap kualitas kerja. Pendidikan tinggi itu penting, tapi di dalam dunia kerja, pendidikan tinggi itu bukanlah segalanya. Tingginya jenjang pendidikan berfungsi sebagai fundamental yang baik untuk menjadikan seseorang lebih percaya diri dengan berbagai konsep kerja yang teruji. Tetapi, pengalaman bertahun-tahun di sebuah bidang pekerjaan, akan membuat seseorang yang tekun dan ulet itu memiliki intuisi yang kuat terhadap tugas dan tanggung jawab pekerjaannya. Walaupun manajer Anda itu hanya berpendidikan formal sebatas SMP, mungkin saja pengetahuan dia tentang pekerjaan dan tanggung jawabnya itu sejenjang dengan seorang professor terbaik dibidang purchasing. Perlu juga diingat bahwa ada pekerjaan-pekerjaan tertentu, seperti pekerjaan pembelian, penjualan, atau pun lobbing, adalah jenis-jenis pekerjaan yang lebih membutuhkan keterampilan khusus, yang biasanya hanya bisa didapatkan melalui interaksi bertahun-tahun dengan operasional pekerjaan tersebut. Purchase Manager, Sales Manager, atau pun Lobbing Manager  tidaklah mudah untuk dicetak melalui universitas atau pun pendidikan formal lainnya. Fungsi dan peran pekerjaan tersebut sering sekali dicetak melalui pendidikan informal, termasuk pengalaman dari tindakan dan kebiasaan sehari-hari.

Menjawab pertanyaan Anda, tentang apakah mungkin ada hal-hal yang tidak wajar dilakukan oleh manajer berpendidikan SMP itu? Jawaban saya. Setahu saya, di banyak perusahaan, para pemilik perusahaan selalu memiliki orang-orang kepercayaan yang tidak didasari pada tingginya pendidikan formal; tetapi didasari oleh hubungan baik, pengalaman, dan kemampuan. Jadi, wajar-wajar saja, bila manajer Anda yang berpendidikan SMP itu mendapat kepercayaan dari bos Anda. Permasalahannya ada dipikiran Anda. Dari pertanyaan Anda ini menunjukkan bahwa Anda tidak menganggap pengalaman kerja bertahun-tahun itu sebagai pendidikan atau pun sebagai sekolah di dunia nyata. Pendidikan tidak selalu harus didapatkan melalui sekolah dan universitas, pendidikan bisa didapatkan dari manapun. Selama seseorang bisa membaca, bisa menulis, bisa berhitung, bisa menggunakan logika dan akal sehat, bisa menggunakan emosi baik, bisa menggunakan pikiran positifnya, dan cerdas berinteraksi dengan orang-orang lain; maka orang tersebut berarti memiliki pendidikan yang sangat tinggi.

Menjawab pertanyaan Anda yang kedua, tentang apakah pengalaman menjadi lebih tinggi nilainya dibandingkan pendidikan?  Jawaban saya. Nilai dari pengalaman dan pendidikan itu sama. Sama-sama terlibat dalam proses pembelajaran, yang satu melalui sekolah dan universitas, yang satu lagi melalui interaksi langsung dengan pekerjaan dan tanggung jawab sehari-hari. Intinya, pendidikan tinggi plus pengalaman kerja yang diperkaya dengan berbagai kebijaksanaan hidup, adalah kondisi terideal untuk membangun kehidupan karir kerja yang tinggi. Sekian dulu ya, Aldo.P. Terima kasih, have a great day!

Training – Leadership Motivation For Manager (8 Jam)

Program Leadership Satu Hari (8 Jam)

Training – Leadership Motivation For Manager (8 Jam)

Mengembangkan Potensi Kepemimpinan Dan Membangkitkan Yang Terbaik Dari Dalam Diri

Pendahuluan

Salah satu rahasia keberhasilan seorang manajer adalah ketika dia mampu membangun nilai-nilai kepemimpinan di dalam dirinya; ketika dia mampu memimpin dan membantu bawahannya untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik; ketika dia memiliki perilaku keberhasilan kepemimpinan yang andal; dan ketika dia mampu menjadi pemimpin yang mempengaruhi setiap bawahannya dengan etos kerja terbaik. Termasuk, mengetahui semua harapan dan impian dari para bawahannya, lalu dengan sikap bijak dan profesional membangun jalan terang buat setiap bawahannya, agar mereka bisa mewujudkan mimpi dan harapan melalui karir kerja. Perlu dipahami bahwa tugas utama manajer tidak sekedar sebatas membuat rencana, mengorganisasi, mengimplementasi, mengevaluasi, dan memperbaiki hal-hal yang kurang. Tetapi, dibutuhkan kemampuan lebih untuk menjawab semua harapan bawahan, harapan customer, dan harapan shareholder dengan bijaksana. Untuk itu semua, diperlukan gaya kepemimpinan manajer yang penuh disiplin dalam rasa tanggung jawab untuk menghasilkan kinerja maksimal.

Tuntutan zaman mengharuskan setiap pemimpin di level apa pun untuk selalu mengembangkan potensi dari setiap orang yang ada di sekitar organisasi. Apakah itu mengembangkan potensi customer? Apakah itu mengembangkan potensi diri sendiri? Apakah itu mengembangkan potensi dari karyawan? Termasuk, apakah itu mengembangkan potensi sukses para shareholder? Jadi, zaman menuntut kepada para manajer masa depan untuk lebih mampu memimpin diri sendiri di semua aspek kehidupan, agar mampu menjadi manajer yang bijaksana dan bersikap profesional terhadap semua persoalan. Manajer haruslah menjadi pahlawan buat kantornya, dan menjadi sahabat terbaik buat atasan dan bawahannya.

Pelatihan satu hari ini akan membantu peserta untuk mengembangkan potensi kepemimpinan dari dalam diri sendiri. Termasuk, memotivasi peserta untuk tumbuh sesuai keinginan dan harapan mereka, untuk menjadi seorang pemimpin terbaik dilingkungan tempat kerja .

Konsep dasar

Perusahaan yang hebat memerlukan manajer yang penuh tanggung jawab bersama motivasi dan disiplin diri yang tinggi. Manajer yang mampu menjadi navigator bagi organisasi dan para karyawan; manajer yang mampu mengembangkan para bawahannya untuk membantu mewujudkan visi, misi, dan nilai-nilai organisasi.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan leadership motivation for manager ini, bertujuan untuk menemukan nilai-nilai kepemimpinan yang mampu memberikan kontribusi kepada perusahaan dan karyawan. Termasuk, memberikan ide-ide yang memotivasi manajer untuk menciptakan kehidupan organisasi yang ideal; serta memberikan cara, tips, taktik, dan teknik yang jitu, untuk menghasilkan kehidupan organisasi yang luar biasa dalam setiap aspek.

Manfaat Pelatihan

1. Menggunakan berbagai gaya kepemimpinan dan menentukan jenis perilaku kepemimpinan yang sesuai dengan situasi.

2. Mengetahui dasar-dasar dari  motivasi manusia untuk bekerja dengan maksimal.

3. Mampu menerapkan keterampilan dan prinsip-prinsip kepemimpinan yang lebih efisien dan efektif.

4. Mampu memimpin dengan sikap dan perilaku positif, termasuk berkomunikasi secara terbuka dengan setiap orang di tempat kerja.

5. Mampu menjadi manajer yang berpengaruh positif terhadap siapa pun dalam pekerjaan.

6. Mampu mendapatkan komitmen dari para bawahan, dan mampu mempertahankan kontrol pada setiap aspek pekerjaan.

Metode Pelatihan

Presentasi Langsung, Tanya – Jawab, Brainstorming, Dan Role Play.

Materi Pelatihan

Pk. 09.00 – 10.30 Wib.

Sesi 1 : Developing The Leader Within You

Pk.10.40 – 12.10 Wib.

Sesi 2: Leading And Helping People Perform Better

Pk. 13.10 – 14.40 Wib.

Sesi 3: The Behaviors of Successful Leadership

Pk.14.50 – 16.20 Wib.

Sesi 4: Become a Leader of influence

Ingin Mengundang Djajendra?

Apabila perusahaan Anda ingin mengundang Djajendra untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pimpinan buat kesuksesan karier pribadi, bisnis dan organisasi.

Hubungi:DJAJENDRA CORPORATE TRAINING

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Phone: 021 32849777 – 021 32168111
Mobile phone : 08128777083 – 081399256111
Fax : 021- 57 992 842

Kembangkan Karakter Positif Anda Selangkah Demi Selangkah

”Karakter Itu Seperti Akar Yang Menjadi Pusat Dari Semua Pertumbuhan Diri Menuju Kepada Kehidupan Seperti Yang Diinginkan.” – Djajendra

Tahukah Anda bahwa sebagian besar kegagalan hidup, disebabkan oleh ketidakmampuan diri sendiri untuk mengembangkan karakter positif.

Walaupun setiap hari Anda bekerja keras untuk masa depan Anda yang gemilang, jika karakter diri Anda tidak positif, Anda pasti akan mengalami banyak kesulitan di dalam sukses Anda.

Lakukan sebuah evaluasi terhadap perkembangan karakter diri Anda. Evaluasi terhadap karakter hanya bisa Anda lakukan melalui pikiran terjujur Anda, melalui perasaan terjujur Anda, dan melalui pengetahuan terhadap diri sendiri yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan.

Dalam praktek evaluasinya, masuklah dalam keheningan dan buat diri Anda serileks mungkin, lalu secara jujur bayangkan atau visualisasikan diri sejati Anda di saat ini; bayangkan karakter diri yang menjadi kekuatan perjalanan hidup Anda; bayangkan juga karakter diri yang menjadi hambatan buat perjalanan hidup Anda menuju kepada sumber kebahagiaan hidup. Setelahnya, fokuskan diri Anda kepada semua kelebihan diri Anda di hari ini; kepada semua reputasi baik diri Anda terhadap kehidupan lain; dan pada semua kekuatan diri Anda yang berpotensi tumbuh menjadi sebuah kekuatan baru yang hebat. Lalu, visualisasikan atau bayangkan di dalam keheningan Anda tentang karakter-karakter baru yang Anda butuhkan dalam membawa hidup Anda sesuai harapan dan keinginan diri Anda. Lakukan praktek membayangkan hal-hal positif tentang diri Anda di dalam keheningan batin, pikiran, dan perasaan. Saat Anda di keheningan, jangan biarkan pikiran sadar Anda aktif. Masuklah ke dalam keheningan bersama gelombang otak di frekuensi antara level alpha sampai theta. Jangan biarkan gelombang otak Anda di frekuensi level delta atau pun  beta. Biarkan pikiran bawah sadar Anda yang aktif bekerja untuk menumbuh kembangkan karakter-karakter baru yang hebat buat diri Anda.

Pastikan Anda telah memiliki role model yang Anda inginkan. Jika Anda sudah memiliki seorang role model untuk membangun karakter diri Anda, Anda harus secara total mempelajari orang yang Anda jadikan sebagai role model Anda tersebut, dengan benar dan total. Luangkan waktu Anda dan berikan energi yang cukup untuk benar-benar mengenal orang yang ingin Anda copy karakternya. Amati role model Anda itu dengan sempurna. Kenali semua hal secara detail tentang role model Anda, dan ambillah hal-hal terunggul dari role model Anda, lalu abaikan semua kekurangan yang dimiliki role model Anda. Ingat, tidak pernah ada manusia yang sempurna, jadi janganlah terlalu terobesi kepada tampak luar role model Anda.

”Karakter Ibarat Pohon Dan Reputasi Seperti Bayangannya. Bayangan Adalah Apa Yang Kita Pikirkan; Sedangkan Pohon Adalah Hal Nyata.” Abraham Lincoln

”Setiap Anda Bertindak Jujur, Kekuatan  Sukses Akan Menggerakkan Anda Ke Dalam Kesuksesan Yang Lebih Besar. Setiap Anda Berbohong, Bahkan Dengan Sedikit Kebohongan Yang Bermaksud Baik Sekalipun, Ada Kekuatan Besar Yang Mendorong Anda Ke Arah Kegagalan.” Joseph Sugarman, Penulis Dan Pemimpin Perusahaan.

”Ukuran Tertinggi Seseorang Bukanlah Di Mana Ia Berdiri Pada Saat Yang Nyaman Dan Menyenangkan, Melainkan Di Mana Ia Berdiri Pada Saat Ada Tantangan Dan Kontroversi.” – Martin Luther King.Jr

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Berikan Perhatian, Cinta, Kepedulian Untuk Mendapatkan Loyalitas

”Loyalitas Karyawan Kepada Perusahaan Sering Sekali Tergantung Dari Perhatian, Cinta, Dan Kepedulian Perusahaan Kepada Kecemerlangan Masa Depan Karyawan.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Sikap seperti apa yang harus dimiliki perusahaan untuk membangun loyalitas karyawan, apakah pertimbangan ekonomi yang harus diutamakan, atau nilai-nilai dan harapan seperti apa yang harus dimiliki perusahaan untuk membuat karyawan loyal? Mohon pencerahaannya pak. Terima kasih, Anya Dewi, Bekasi Timur.

Djajendra Menjawab!

Dear Anya Dewi,

Kalau perusahaan ingin karyawannya menjadi loyal kepada perusahaan, maka pertama-tama yang harus perusahaan lakukan adalah memberikan perhatian, cinta, dan kepedulian tanpa batas kepada setiap karyawan. Semua ini biasanya membutuhkan proses, sebab loyalitas bukanlah pekerjaan sesaat, tapi pekerjaan panjang yang membutuhkan sikap yang konsisten dalam komitmen untuk meluluhkan hati para karyawan, agar para karyawan menjadi cinta mati kepada perusahaan, hingga lahirnya sikap loyal dari perasaan terdalam mereka kepada perusahaan. Intinya, loyalitas adalah persoalan hati, jika perusahaan mampu menyentuh hati terdalam para karyawan dengan segala kebaikan, maka para karyawan itu juga akan memperlihatkan loyalitas tanpa batas kepada perusahaan.

Pertimbangan ekonomi haruslah menjadi hal terpenting di dalam membangun loyalitas. Bila perusahaan mampu memenuhi semua kebutuhan kehidupan ekonomi para karyawan, maka para karyawan akan merasa aman dan nyaman dari sisi kehidupan ekonomi rumah mereka. Tetapi, perusahaan tetap perlu menanamkan nilai-nilai dan harapan-harapan buat membangun lingkungan kerja yang terikat pada loyalitas yang tinggi. Termasuk, perusahaan perlu memberikan perhatian kepada karyawan dalam bentuk penghargaan, hadiah, atau pun tanda jasa sebagai rasa terima kasih perusahaan kepada karyawan-karyawan yang loyalitasnya benar-benar diperlihatkan sepenuh hati.

Sekian dulu ya, Anya Dewi, have a great day!

Kegagalan Selalu Menyediakan Jalan Menuju Sukses

“Sering Sekali Hobi Dan Pengalaman Pembelajaran Kita Kepada Sesuatu Hal, Menjadi Bekal Menuju Puncak Sukses.” – Djajendra

Saya paling suka membaca biografi dari orang-orang sukses. Di dalam biografi, selalu ada nilai-nilai kehidupan seseorang dari berbagai aspek kehidupan ekonomi, kemanusian, sosial, emosional, spiritual, dan mental. Dari kebiasaan membaca biografi orang-orang sukses, mind set saya meyakini bahwa ada sebuah garis takdir yang membawa seseorang menuju kepada nilai-nilai kehidupan yang baru. Dalam pengamatan saya, garis takdir ini selalu melewati kisah-kisah kegagalan yang sangat menyedihkan, garis takdir ini juga yang memaksa seseorang untuk melakukan perubahan agar dia tidak tenggelam bersama nilai-nilai dan cara kehidupan lama. Garis takdir ini juga yang mendorong orang-orang untuk selalu bangkit dari masa-masa sulit, lalu menjadi sahabat perjalanan seseorang menuju puncak sukses.

Saya selalu mempercayai garis takdir sebagai cara Tuhan mengantar seseorang menuju puncak sukses. Hal ini dapat saya pahami melalui biografi-biografi yang saya baca. Di mana, setiap orang yang ingin sukses harus menjadi pribadi yang berani bangkit dari setiap kemunduran kehidupan, lalu mau mengikuti arus kehidupan, berani mengambil risiko, dan siap menciptakan strategi-strategi baru untuk cara kehidupan yang baru.

Suatu ketika saat di dalam pesawat menuju ke kota Medan, saya membaca sebuah biografi yang menceritakan kisah penuh inspiratif tentang Anita Roddick. Anita Roddick adalah kisah sukses dibalik kejayaan kerajaan bisnis The Body Shop. Saat ini, toko The Body Shop mungkin telah berkembang di lebih dari tujuh puluh negara, termasuk hampir di semua mal-mal di seluruh kota besar di Indonesia ada toko The Body Shop. Toko The Body Shop ini menjual barang-barang kosmetik dengan konsep ramah lingkungan, di mana Anita Roddick tidak menggunakan hewan sebagai bahan percobaan terhadap hasil-hasil temuan kosmetik, yang semuanya berasal dari bahan-bahan alam dan tanaman.

The Body Shop lahir bukan karena visi atau pun mimpi-mimpi besar dari Anita Roddick, The Body Shop lahir karena garis takdir yang membawa Anita Roddick ke bisnis kosmetik. Anita bersama suaminya Gordon Roddick mengalami kegagalan demi kegagalan di bidang ekonomi dan keuangan, semua usaha dan pekerjaan mereka harus gulung tikar. Mereka hanya menyadari bahwa hidup harus terus berjalan, mereka butuh makan, dalam keterdesakan ini, mereka dibimbing Tuhan melalui garis takdir mereka untuk membuat dan menjual kosmetik. Sebenarnya, Anita Roddick tidak memiliki pengalaman dan latar belakang keluarga yang berkecimpung dalam bisnis membuat kosmetik. Semua keberanian dia untuk berbisnis kosmetik lebih disebabkan dari hobi traveling sambil mengamati dan mempelajari budaya-budaya tradisional bangsa lain. Oleh karena itu, pada awal membuka usaha, Anita Roddick tidak mudah mendapatkan pinjaman atau pun pendanaan untuk bisnis The Body Shop tersebut, hingga pada akhirnya ada sebuah bank yang memberikan pinjaman sebesar empat ribu Pounds Sterling, yang digunakan Anita untuk membeli bahan baku, dan sebagai modal awal untuk jualan. Secara resmi toko The Body Shop pertama didirikan Anita Roddick, pada tahun 1976 di Brighton, Inggris. Di dalam sebuah buku Anita Roddick menulis, ” saya tidak memperkirakan intuisi apa pun tentang gerakan cinta pada alam. Apa yang ada dalam benak saya saat itu, hanyalah satu, bertahan hidup.”

Ketika kehidupan memaksa kita untuk mengikuti arus kehidupan yang penuh ketidakpastian, kita membutuhkan kecerdasan spiritual sebagai pembimbing untuk membaca tanda-tanda kehidupan, kita membutuhkan tekad dan semangat untuk survive. Lalu, mampu mengawasi setiap arus deras agar kita tidak hanyut dalam bahaya ketidakpastian hidup. Kegagalan selalu menyediakan jalan menuju sukses buat orang-orang yang mau berjuang terus hingga nafas terakhir.

Untuk seminar/training hubungi:

http://djajendra-motivator.com

Email: training@djajendra-motivator.com

Tragedi 17 Pagi – Bisnis Pascaledakan Di Ritz-Carlton Dan JW Marriott

“Ketika Cahaya Di Dalam Batin Terdalam Mati, Maka Kegelapan Akan Menguasai Pikiran Cerdas.” – Djajendra

Kehidupan saat ini, di dunia bagian manapun, ada orang-orang yang telah kehilangan cinta dan kasih sayang pada sesama manusia, sehingga mereka menjadi buas untuk melukai orang-orang tak berdosa. Jumat 17 pagi, orang-orang tak berdosa di Mega Kuningan Jakarta harus menerima musibah dan bencana dari kejadian ledakan bom. Kita semua sedih mendengarkan peristiwa yang menghasilkan bencana kemanusiaan, peristiwa yang melukai perasaan banyak orang. Kita semua berduka cita untuk korban-korban yang tak berdosa di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jakarta. Kita juga kecewa tidak dapat menonton tim sepak bola Manchaster United lawan PSSI di Senayan. Musibah akan selalu datang dan pergi, bencana akan selalu datang dan pergi, tetapi semangat tidak boleh pudar oleh bencana dan musibah. Jelas, dalam jangka pendek insiden ledakan di Ritz Carlton dan JW Marriott ini pasti akan menjadi sorotan dunia Internasional. Untuk itu, diperlukan sikap tenang dari para pemimpin, lalu secara bijaksana mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas keamanan. Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang memiliki magnet bisnis dan investasi untuk siapa pun. Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang sangat berpengalaman menjinakan bencana dan musibah. Sudah banyak sekali bencana dan musibah yang jauh lebih besar dari tragedi 17 pagi, yang mampu diatasi oleh pemerintah dan rakyat. Saatnya kita interospeksi diri untuk memperkuat semua aspek keamanan, sehingga tidak ada ruang buat orang-orang buas yang hobinya menikmati penderitaan orang-orang tak berdosa.  Marilah kita membangun Indonesia menjadi rumah yang lebih aman dan nyaman buat tinggal, berbisnis dan berinvestasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu berpikiran positif untuk mengatasi kecemasan, ketakutan, kekhawatiran,  ketakberdayaan, dengan keamanan yang mendamaikan hati setiap orang.

Terjebak Dalam Cara Kerja Berdasarkan Kebiasaan

”Mayoritas Pekerja Di Kantor Lebih Suka Bersembunyi Dibalik Zona Nyaman Kerja Mereka, Sambil Merasa Tidak Puas Dengan Pangkat Dan Jabatan, Yang Naiknya Seperti Keong Yang Sedang Naik Pohon.” -Djajendra

Meskipun Anda telah bekerja keras disepanjang hari-hari kerja Anda, Anda akan sulit meraih karir tertinggi, jika Anda terjebak dalam cara kerja berdasarkan kebiasaan. Anda harus berani melakukan perubahan-perubahan terhadap cara kerja Anda dengan melihat cara-cara baru, taktik dan strategi baru, nilai-nilai kerja baru, ataupun teknik-teknik kerja yang lebih efektif dan efisien.

Suatu ketika, saat saya sedang memberikan pelatihan leadership motivation, yang berjudul The Best Habits Of Excellent Leaders, di sela-sela coffee break, seorang peserta sambil tersenyum menghampiri saya. ” Pak, saya selalu mengalami kesulitan untuk memimpin diri sendiri, apalagi untuk mengeksplorasi potensi-potensi diri saya.” Sebelum saya memberikan jawaban, dia mulai bercerita tentang dirinya yang adalah seorang pecandu kerja, yang selalu rajin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan dia sangat menikmati semua rutinitas kerja di kantor. ”Masalah saya sekarang ini, sudah lebih lima tahun posisi dan jabatan saya tetap di satu posisi, sama sekali tidak ada kenaikan jabatan buat saya. Apakah saya ini memang pribadi yang tidak mempunyai harga buat perusahaan?” tanya dia kepada saya.

”Anda telah terjebak dalam zona nyaman kerja Anda,” kata saya padanya. ”Namun, pertanyaan Anda pada saya sekarang ini menunjukkan indikasi bahwa Anda sedang berontak kepada zona nyaman Anda. Jadi, sekarang ini waktu yang tepat buat Anda untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap mind set Anda, agar Anda mau bekerja untuk jabatan dan posisi yang lebih tinggi.” Jawab saya kepadanya.

Sering sekali karyawan yang terjebak di dalam zona nyaman pekerjaannya, disebabkan oleh perasaan takut kehilangan atas apa yang sedang dinikmati di dalam pekerjaan, mungkin juga pekerjaan yang sedang dilakoni sekarang telah menyatu ke jiwa terdalamnya, sehingga dirinya takut berpikir untuk melakukan perubahan terhadap zona nyaman kerjanya. Maka itu pikiran kreatifnya tidak mampu menciptakan taktik, strategi, dan cara kerja baru untuk mendapatkan jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari ucapan si peserta training di atas, yang mengatakan bahwa dirinya seorang pecandu kerja yang rajin menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Artinya, dia sangat menikmati pekerjaan yang sekarang, dan dia sebenarnya tidak mempunyai masalah apa-apa dengan pekerjaan yang sedang dia kerjakan saat ini, dia hanya menginginkan promosi kenaikan jabatan atau pun posisi yang lebih tinggi. Jadi, persoalan si penanya lebih kepada status, bukan pada esensi kerja.

Pada umumnya peserta pelatihan ini mengakui bahaya dari zona nyaman pekerjaan mereka. Mereka juga menyadari bahwa rutinitas dan kebiasaan yang tak diperbarui hanya akan menjadi penghambat upaya mencapai karir kerja tertinggi. Persoalannya, perusahaan juga tidak menghendaki karyawannya untuk melakukan perubahan,  semua orang di kantor diarahkan untuk sibuk dengan urusan masing-masing dalam sebuah bentuk relasi kerja yang rutin, dan yang itu – itu saja. Perusahaan selalu tidak akan mau peduli kepada urusan perasaan dan harapan karyawan. Bagi perusahaan yang terpenting adalah karyawan harus mampu berkinerja tinggi sesuai etos kerja perusahaan.

Perusahaan yang baik pasti selalu memperbarui organisasi dengan nilai-nilai kerja yang berkualitas tinggi, sehingga para karyawan bisa menemukan alasan-alasan baru untuk memiliki antusiasme, keinginan, dan komitmen terhadap kemajuan organisasi.

Seorang karyawan hanya akan merasa puas dengan pekerjaannya, ketika dia mampu melihat pekerjaannya tumbuh ke level yang lebih tinggi, ketika dia mampu merasakan berharga buat perusahaan, ketika dia merasakan adanya keadilan dan kejujuran dalam budaya organisasi.

Kecerdasan Spiritual Menuju Spiritual Mind Set

“Perjalanan Spiritual Berarti Perjalanan Jiwa Terdalam Untuk Menemukan Keabadian Jiwa Di Dalam Perasaan Tegar, Sabar, Dan Penuh Syukur Kepada Tuhan.” – Djajendra

J.P.Vaswani, seorang guru spiritual dari India berkata melalui bukunya, A Little Book of Wisdom. “  Dua hal mendasar bagi kebahagiaan dan ketenangan pikiran kita adalah cinta dan karya. Kita harus melupakan diri kita dan mencintai yang lain, tanpa memikirkan imbalan. Dan kita harus bekerja berdasarkan cinta kita kepada Tuhan. Aspirasi hati kita haruslah selalu:”demi engkau,ya,Tuhan!” tidak ada cara lain untuk menuju kebahagiaan dan kedamaian pikiran.”

Selanjutnya beliau juga berkata.” Buatlah orang-orang merasakan bahwa mereka lebih baik, dan lebih besar dari yang selama ini mereka pikirkan. Maka kau akan membantu mereka mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka. Dan yang terbaik tidak mengenal batasan.”

Saya sangat suka dengan rangkaian kata-kata J.P.Vaswani di atas. Cinta, karya, Tuhan, dan membesarkan kehidupan adalah tanda-tanda terpenting menuju jalan spiritual.

Jalan spiritual akan membentuk karakter untuk menemukan kekuatan jati diri sejati.

Kita semua harus jujur kepada diri sendiri bahwa kehidupan yang kita miliki ini sangat abstrak, dan tidak mudah untuk dipahami sepenuhnya dengan pengetahuan dan pengalaman. Termasuk tidak semua persoalan dan tantangan kehidupan yang bisa dipecahkan melalui logika dan akal sehat.

Kehidupan kita ini selalu menjadi misteri yang membutuhkan perjalanan panjang spiritual untuk menemukan diri sejati yang abadi. Dan sering sekali kehidupan memiliki caranya sendiri untuk memaksa kita melakukan perjalanan spiritual. Biasanya orang-orang mulai sadar untuk melakukan perjalanan spiritual setelah dirinya tak berdaya menghadapi realitas kehidupan sehari-hari. Realitas kehidupan  yang penuh dengan kesulitan-kesulitan dan tantangan kehidupan yang luar biasa berat. Sebuah contoh, sering sekali kita terperangkap kepada situasi-situasi kehidupan tersulit. Hal ini bisa terjadi di semua aspek kehidupan. Apakah itu di aspek ekonomi, keluarga, pribadi, lingkungan, sosial, atau dalam aspek-aspek kehidupan yang sangat sulit untuk diidentifikasikan dalam logika. Dan sangking sulitnya, semua jalan keluar seolah-olah tertutup, dan kita mengalami kebingungan dijalan buntu kehidupan. Biasanya, disinilah kehidupan memaksa kita untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan spiritual, yaitu nilai-nilai kehidupan yang mensyukuri kebaikan sang pencipta kepada diri kita. Semua ini akan kita pahami setelah kita memiliki spiritual mind set. Spiritual mind set berarti menyatunya jati diri dalam alam semesta melalui cinta, karya, kerja, dan kebesaran Tuhan. Spiritual mind set berarti  tidak melihat kesulitan dan tantangan kehidupan dari sudut pandang kemarahan, ketakutan, dan ketidakmampuan; tetapi selalu melihat masa-masa sulit sebagai waktu untuk belajar kebijaksanaan hidup, sebagai waktu yang tepat untuk belajar cinta dan kepedulian kepada semua ciptaan Tuhan, tanpa pernah menciptakan perbedaan atas keragaman kehidupan yang Tuhan ciptakan.

Ketika di dalam diri sudah terbentuk spiritual mind set, maka diri kita akan semakin tangguh dengan fondasi yang kokoh untuk meningkatkan perasaan damai dan bahagia, akan memperkuat rasa percaya diri dalam upaya mengoptimalkan potensi diri yang hebat, akan meningkatkan kekuatan fokus dan konsentrasi diri dalam hal apa pun, akan memperkuat jati diri yang selalu merasa syukur kepada kebaikan Tuhan, akan memperkuat terangnya visi kehidupan pribadi, dan akan meningkatkan kualitas tidur dalam perasaan nyaman.

Spiritual mind set akan menjadi lahan subur untuk pertumbuhan kearifan dan kebijaksanaan hidup, yang tidak dikendalikan oleh ego kepentingan diri sendiri atau pun kelompok, tapi cerdas memahami kebesaran Tuhan melalui keragaman dan perbedaan sebagai warna-warni kehidupan yang terindah.

Untuk bisa memiliki spiritual mind set yang tak tergoncangkan oleh hal apapun, maka kita wajib memahami bahwa kehidupan spiritual atau pun perjalanan spiritual itu bersifat unik dan sangat pribadi, sehingga tidaklah mungkin kita bisa menggurui orang lain tentang perjalanan spiritual.

Perjalanan spiritual itu adalah pengalaman individu yang sangat pribadi dengan kebesaran Tuhan. Oleh karena itu, spiritual mind set yang ada di dalam jati diri kita baru akan menjadi efektif, saat diri kita menghormati pengalaman spiritual orang-orang lain, saat diri kita menghormati identitas orang lain, saat diri kita menghormati keyakinan dan kepercayaan orang lain, saat diri kita menghormati kebiasaan-kebiasaan dan tradisi orang lain, saat diri kita menghormati kemampuan orang lain, serta saat diri kita terbiasa menghormati lingkungan kehidupan orang lain dengan cinta dan kepedulian.

Memperkuat Fondasi Bisnis

”Berbisnis Itu Sama Seperti Berperang, Perlu Menyiapkan Semua Kekuatan Internal Dengan Sempurna, Lalu Mempelajari Kekuatan Dan Kelemahan Lawan, Dan Pada Akhirnya Harus Mampu Menaklukkan Semua Kekuatan Lawan.” – Djajendra

Setiap pemilik bisnis pastinya berharap memiliki unit bisnis yang sehat dan menjadi mesin uang yang produktif. Biasanya harapan ini selalu diikuti dengan semangat ekspansi usaha keberbagai segment pasar dan segment customer dengan perilaku sedikit berspekulasi. Sering terkesan tidak fokus, lebih didasari oleh keinginan untuk berlomba dengan kompetitor, serta lebih suka berkaca pada keberhasilan para kompetitor.  Bila kompetitor membuat sebuah produk baru, maka yang lainnya pun ikut-ikutan membuat produk sejenis. Selalu saja insting untuk meniru kompetitor, dan sekaligus mengalahkan kompetitor menjadi lebih dominan, sehingga pertarungan ego, gengsi, dan nafsu ini membawa para pemilik bisnis lupa diri untuk membenahi kekuatan fondasi perusahaannya. Mereka lebih asyik bermain-main dengan spekulasi, sambil berharap ada keuntungan yang lebih besar. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian perusahaan menjadi besar karena didorong oleh ego, gengsi, dan nafsu spekulasi tersebut, tapi juga banyak perusahaan yang berkualitas terpaksa gulung tikar oleh para pemimpinnya yang suka berspekulasi dan lalai membangun fondasi yang kuat.

Menurut saya sangat sah untuk bertarung dengan para kompetitior agar pangsa pasar yang ada bisa diambil dan dikelola untuk keuntungan perusahaan. Termasuk segment customer yang perlu diperluas keberbagai tingkatan daya beli customer, sehingga perusahaan bisa bermain diberbagai segment pasar dengan kekuatan penuh. Persoalannya, pertarungan yang tidak diikuti dengan penguatan di semua aspek fundamental bisnis dan organisasi perusahaan, akan menjadi titik lemah yang akan diserang para lawan atau para kompetitior. Oleh karena itu, berkompetisilah dengan kekuatan finansial, kekuatan produktifitas, kekuatan kompetensi, kekuatan sumber daya manusia yang andal, kekuatan efisiensi, dan kekuatan motivasi untuk memenangkan setiap kompetisi di pasar. Jadilah pemenang yang selalu melakukan interospeksi diri; yang selalu mau memperkuat semua aspek fundamental bisnis, organisasi, dan manusia; dengan nilai-nilai, visi, dan misi yang memang pantas untuk diperjuangkan. Pastikan visi bisnis yang Anda miliki mampu menceritakan kejadian-kejadian, perubahan-perubahan, dan tantangan-tantangan yang ada di masa depan; agar Anda selalu bisa melangkah dengan strategi untuk menciptakan kemenangan dan kesuksesan.

Menguatkan fondasi dasar bisnis berarti fokus seratus persen untuk mengawasi setiap titik informasi dari perputaran cash flow; setiap titik informasi dari pergerakan neraca; dan setiap titik informasi dari perubahan-perubahan dilaporan penghasilan atau pun dilaporan keuntungan perusahaan. Setiap titik dan inci informasi dari cash flow, neraca, rugi-laba, dan laporan aset produktif, akan menjadi informasi awal untuk memahami tingkat kesehatan perusahaan. Bila sejak awal Anda mampu menjaga dan merawat semua inci demi inci informasi di atas, maka perusahaan Anda bisa selalu diselamatkan dari serangan-serangan bencana risiko yang tak terditeksi. Anda juga mampu berbisnis dengan prinsip-prinsip yang memperkuat fondasi bisnis Anda, dan para kompetitor Anda pun tidak akan sembarangan berani merebut pangsa pasar yang Anda kuasai. Berbisnis itu sama seperti berperang, perlu menyiapkan semua kekuatan internal dengan sempurna, lalu mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, dan pada akhirnya harus mampu menaklukkan semua kekuatan lawan.

Jadikanlah visi bisnis Anda sebagai benchmarking untuk membantu memperbesar bisnis Anda, jangan terlalu terobsesi untuk menjadikan perusahaan atau pun bisnis orang lain sebagai benchmarking Anda. Sebab, bisnis atau perusahaan Anda pertumbuhannya akan dibatasi seluas perusahaan yang Anda jadikan sebagai benchmarking atau batas visi Anda. Intinya, Anda boleh atau pun wajib mempelajari kehebatan perusahaan lain, tapi miliki visi Anda sendiri untuk membawa bisnis Anda ke level yang Anda impikan.

Jangan pernah lupa untuk memiliki daya saing yang kuat; jangan pernah lalai untuk memiliki kompetensi bisnis yang dicintai para pelanggan; dan jangan pernah lupa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai-nilai baru yang memperkaya wawasan, keterampilan, dan pengetahuan mereka. Siapkan visi bisnis setinggi langit, visi yang tidak Anda batasi dengan batasan-batasan tertentu. Ciptakan standar bisnis yang terhebat; lalu jadikan bisnis, organisasi, dan manusia korporasi Anda sebagai keunggulan yang tak tertandingi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kekuatan Untuk Berubah

“Rutinitas Dan Kebiasaan Kerja Adalah Hal Yang Sangat Penting, Tapi Tanpa Nilai-Nilai Baru Yang Lebih Efektif, Rutinitas Dan Kebiasaan Kerja Yang Ada Saat Ini Akan Menjadi Beban Buat Masa Depan.” – Djajendra

Suatu ketika di kota Semarang dalam sebuah acara on site training di sebuah cabang bank, saya ditanya oleh seorang peserta. “ Pak, saya sering mengikuti berbagai pelatihan tentang motivasi, bahkan kadang saya pergi sampai ke Jakarta atau pun Surabaya. Saat mendengar pesan-pesan motivator, perasaan saya selalu ingin melakukan berbagai perubahan terhadap diri sendiri dan cara kerja saya di kantor, tetapi setelah kembali ke kantor dan seminggu kemudian semua masukkan dari si motivator hilang ditelan oleh kebiasaan dan rutinitas kantor. Apakah karena usia saya sudah di atas kepala tiga sehingga sudah sulit melakukan perubahan?” Tanya dia.

Pertanyaan seperti di atas itu sudah sering saya mendengar, bahkan di luar negeri juga seperti itu, banyak peserta training tidak mampu memanfaatkan nilai-nilai positif yang diajarkan oleh para mentor untuk merubah kehidupan mereka. Sering sekali orang-orang berjanji merubah cara berpikirnya setelah membaca sebuah buku atau pun setelah mendengar kata-kata penuh bijaksana dari para mentornya, tapi setelahnya mereka semua kembali lagi kepada kebiasaan dan rutinitas lamanya. Semua ini disebabkan gagalnya proses pembelajaran, padahal pembelajaran yang baik itu harus bersifat seumur hidup, dan tidak hanya mengandalkan materi seminar sehari dari para mentor. Dan juga tidak bijak menjadikan umur sebagai alasan kegagalan dalam melakukan perubahan.

Pada umumnya para peserta pelatihan yang antusias pasti memiliki kekuatan mendengarkan. Mereka selalu fokus dan terhipnotis saat mengikuti pelatihan di kelas. Dan hal yang sering dilupakan oleh mereka adalah bahwa dalam proses pembelajaran tidak hanya cukup memiliki kekuatan mendengar, tapi juga harus memiliki kekuatan bertindak untuk melakukan perubahan dan perbaikan di semua aspek kehidupannya dengan penuh tanggung jawab.

Pembelajaran artinya belajar secara total, yaitu kesadaran diri sendiri untuk menempa dan mengasah kekuatan diri dengan nilai-nilai kebaikan. Lalu, menjadikan diri sendiri sebagai agen perubahan yang konsisten dalam menghapuskan semua hal-hal yang tidak diinginkan di dalam hidup.

Setiap pribadi yang ingin melakukan perubahan harus meningkatkan kesadaran tentang komitmennya untuk menjadi lebih baik. Meningkatkan keyakinan diri yang lebih kuat, yang tak tergoncangkan oleh hal apa pun merupakan syarat mutlak untuk sebuah perubahan. Untuk itu, jangan pernah sinis terhadap kemampuan diri sendiri; jangan pernah sinis terhadap kemampuan para mentor Anda; dan jangan pernah sinis untuk mengikuti permainan kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan. Intinya, belajarlah terus dan jangan pernah merasa gagal atau pun kalah oleh situasi hari ini yang tidak Anda sukai. Mulailah dari cinta. Cinta berarti Anda menerima apa adanya kehidupan Anda di hari ini dengan penuh rasa syukur. Lalu secara sadar dan bertahap, Anda melakukan perbaikan dan perubahan di semua aspek kehidupan yang Anda inginkan ada perbaikan dan perubahan. Ingat!Kebiasaan diri untuk selalu berpikir negatif tentang lingkungan dan orang lain, merupakan salah satu kelemahan yang akan menghambat diri dalam menyerap hal-hal baik.

Belajarlah menjadi pribadi yang mampu menangkap pesan dari nilai-nilai kehidupan positif. Perlu Anda pahami bahwa hanya melalui nilai-nilai kehidupan positiflah seorang individu bisa menjadi lebih sukses. Dan sukses itu bisa dipelajari dan dikembangkan dengan baik, bila dilakukan melalui tanggung jawab dan kesadaran diri tertinggi.

Pengaruh rutinitas dan kebiasaan kerja terhadap perubahan sangatlah besar. Rutinitas dan kebiasaan kerja adalah hal yang sangat penting, tapi tanpa nilai-nilai baru yang lebih efektif, rutinitas dan kebiasaan kerja yang ada saat ini akan menjadi beban buat masa depan.

Saya sangat yakin bahwa para motivator atau pun mentor pasti mempersiapkan diri dengan baik untuk menyampaikan nilai-nilai positif, yang mampu mempengaruhi kultur perubahan gaya kerja dari para audience. Jadi, di saat para audience mampu menangkap pesan-pesan kebaikan dari para motivator dan mentor, maka pelatihan tersebut tidak hanya menjadi sebuah fenomena untuk mendapatkan suasana baru, tapi bisa lebih kepada penyerapan nilai-nilai baru untuk direnungkan buat kebaikan diri.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Bisnis Yang Kuat Butuh Salesman Yang Tangguh

“Salesman Bukanlah Profesi Yang Bersembunyi Di Balik Telepon Dan Meja Kerja, Tapi Salesman Adalah Profesi Yang Bergerak Dari Satu Pasar Ke Pasar Berikut, Dari Satu Distributor Ke Distributor Berikut, Dari Satu Pelanggan Ke Pelanggan Berikut. Intinya, Salesman Yang Tangguh Itu Adalah Pribadi – Pribadi Yang Pintar Mencari Uang Untuk Mengisi Kas Perusahaan.” – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saya menerima email dari seorang client, yang isinya meminta saya membuat sebuah pelatihan untuk salesman. Isi dari email ini mengatakan bahwa pelatihannya ini tidak boleh berbicara tentang konsep atau pun teori marketing, tapi yang dibahas itu adalah hal-hal yang mampu menggerakkan hati salesman untuk berjuang mengisi kas perusahaan. Intinya, isi email dari client tersebut meminta saya membuat training untuk menjadikan para salesman ahli dalam mengkonversi produk menjadi uang tunai.

Client yang mengirim email ke saya ini adalah pemilik yang sekaligus menjadi “Executive Director” diperusahaan tersebut. Jadi, beliau sangat mengetahui bahwa bisnis yang baik itu harus didukung oleh salesman yang pintar mencari uang untuk perusahaan, dan beliau dengan sangat cerdas langsung memfokuskan kekuatan salesmannya hanya untuk berpikir dan bertindak mengisi uang ke kas perusahaan.

Kegagalan salesman untuk mengkonversi produk menjadi uang tunai akan berdampak besar pada kegagalan perusahaan untuk tumbuh dan berkembang sesuai rencana.

Salesman adalah kunci kesuksesan perusahaan. Para salesman harus menjadi orang-orang terdepan, yang harus berani mengetuk pintu hati para pembeli, dengan sikap penuh percaya diri untuk menjual produk dengan sukses.

Menurut client saya ini bahwa tugas terpenting salesman seharusnya adalah memberikan perhatian total kepada cara atau pun upaya untuk menguangkan barang, dan sekaligus membangun hubungan baik yang bersifat jangka panjang dengan pelanggan. Lalu, beliau juga mengatakan bahwa saat salesman mulai tidak fokus kepada upaya menguangkan barang, maka secara  perlahan – lahan insting menjual mereka akan hilang, dan lama-kelamaan mereka tidak lagi memiliki nilai lebih dalam berbisnis dengan pelanggan.

Saya pribadi sangat setuju dengan pandangan client saya ini. Saya yakin bahwa salesman yang cerdas akan selalu melatih insting menjualnya dengan berbagai teori dan konsep yang baik. Sebab, mereka tahu bahwa kalau ingin menjual sebanyak mungkin, mereka harus selalu melatih dan mempertajam insting menjualnya dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan baru, agar dirinya menjadi pribadi unggul yang tangguh dan yang tak terkalahkan di dalam menjual.

Salesman bukanlah profesi yang bersembunyi di balik telepon dan meja kerja, tapi salesman adalah profesi yang bergerak dari satu pasar ke pasar berikut, dari satu distributor ke distributor berikut, dari satu pelanggan ke pelanggan berikut. Intinya, salesman adalah orang-orang yang harus pintar menjalani relasi baik dengan banyak orang.

Tanpa kecerdasan salesman dalam menjual produk, perusahaan akan kehilangan bisnis. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan harus selalu bekerja ekstra keras untuk memberikan semangat dan motivasi kepada setiap salesman, agar para salesman mau bertindak proaktif dalam upaya menguangkan produk secepat mungkin. Salesman yang hebat tidak hanya akan memikirkan menjual produk atau jasa prusahaan, tapi dia juga akan memikirkan menjual reputasi dan kredibilitas perusahaan kepada pelanggannya.

Pemenang Tidak Pernah Menyerah Dan Orang Yang Menyerah Tidak Pernah Menang.

”Seorang Juara Itu Lahir Dari Kepastian Latihan Penuh Disiplin, Dan Dari Keyakinan Untuk Menciptakan Sang Juara Di Dalam Diri.” – Djajendra

Yth Bapak Djajendra,

Nama saya Visnu dan saya adalah seorang atlit. Sehari-hari saya sangat disiplin dalam berlatih fisik, teknik, dan teori. Saya sering sekali merasa kurang yakin dan percaya untuk memenangkan kejuaraan. Apakah ada hal yang salah dengan diri saya? Bagaimana caranya agar saya bisa memiliki mental juara? Terima kasih, Visnu, Jakarta.

Djajendra Menjawab!

Dear Visnu,

Perasaan kurang yakin dan tidak percaya diri untuk memenangkan kejuaraan adalah awal dari perjalanan kegagalan Anda. Artinya, sejak awal Anda memutuskan dan mempersiapkan diri untuk menerima kegagalan, walaupun Anda terus berlatih dan tidak berhenti berusaha, tapi benih kegagalan telah menguasai semua kawasan pikiran dan perasaan Anda.

Kemenangan itu ada bukan hanya dari latihan dan disiplin, tapi juga dari keyakinan dan kepercayaan diri untuk secara bersungguh-sungguh mewujudkan seorang juara di dalam diri Anda.  Bila mulai saat ini Anda mampu mempercayai kehebatan diri Anda dalam sikap rendah hati, maka semua keraguan Anda kepada kehebatan potensi juara diri Anda akan terhapus. Jangan ragu untuk berlatih melalui teknik visualisasi atau pun imajinasi, biasanya latihan melalui teknik visualisasi mampu menembus batas-batas logika, dan keterampilan Anda bisa menjadi lebih unik. Jadi, sekarang ini bangkitlah dari ketidakpercayaan diri Anda, lalu  berjuanglah untuk menjadikan diri Anda juara.  Jangan sekali-kali meremehkan latihan dan kerja keras Anda di dalam perjalanan Anda menuju juara. Ingat, pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang. Sekian dulu ya, Visnu, saya doakan Anda selalu menjadi juara sejati di dalam setiap kompetisi. Have a nice day!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kecerdasan Operasional Di Dalam Kehidupan Korporasi

”Saat Orang-Orang Kehilangan Kecerdasan Operasional Atau Pun Kecerdasan Implementasi, Maka Yang Tersisa Hanyalah Janji-Janji Kosong Yang Tak Pernah Berubah Dari Wujud Rencana Dan Strategi Yang Hebat, Dan Tak Pernah Menjadi Realitas.” – Djajendra

Kehidupan korporasi lebih banyak dihabiskan untuk melakukan aktifitas operasional, tetapi sangat jarang ada pencerahan batin untuk memahami kecerdasan operasional atau pun kecerdasan implementasi. Selalu saja perhatian dari para pemimpin dan manajer lebih banyak diberikan kepada hal-hal strategis dan perencanaan. Padahal sebagian besar kegagalan perusahaan diakibatkan oleh lemahnya implementasi, operasional, dan pengawasan. Operasional bisnis yang lemah membuat semua strategi dan rencana yang hebat itu mati tak berkutik. Akibatnya, perusahaan akan terkapar dalam  berbagai kesulitan yang biasanya sudah sangat terlambat untuk perbaikan.
Sudah saatnya para pemimpin untuk lebih peduli kepada hal-hal yang berkaitan kepada kecerdasan operasional dan implementasi. Sebab, sering sekali sebuah rencana yang begitu indah dengan janji dan harapan yang luar biasa hebat,  ternyata tidak dapat dijalankan seperti tulisan dan kata-kata yang ada direncana tersebut. Dan pada akhirnya, rencana dan strategi yang begitu hebat itu terkubur dalam ketidakmampuan, dalam ketidakcerdasan orang-orang untuk menjadikannya sebagai realitas yang bermanfaat buat kehidupan.

Saat orang-orang kehilangan kecerdasan operasional atau pun kecerdasan implementasi, maka yang tersisa hanyalah janji-janji kosong yang tetap dalam wujud rencana dan strategi yang hebat, tanpa pernah menjadi realitas.

Hari ini dunia bisnis hidup di zaman yang kaya dengan strategi dan informasi; di zaman yang begitu mudah untuk memahami strategi, informasi, dan rencana dari perusahaan mana pun di dunia ini melalui internet; di zaman yang begitu mudah mengcopy atau meniru produk, jasa, visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan dari bagian dunia manapun.

Dunia bisnis yang kaya akan informasi ini sepertinya sangat miskin akan implementasi dan operasional. Buktinya banyak sekali perusahaan-perusahaan yang didirikan dengan meniru perusahaan-perusahaan sukses  lainnya, tetapi hanya sangat sedikit yang bisa bertahan, sedangkan mayoritas mati sebelum berkembang. Biasanya perusahaan-perusahaan yang bertahan ini disebabkan oleh kecerdasan operasional dan kecerdasan implementasi dalam wujud eksekusi strategi yang cemerlang dan tepat sasarn.

Kecerdasan operasional ini dapat dimulai dari aksi implementasi strategi bisnis yang tepat guna, birokrasi administrasi yang efektif dan efisien,  prosesing yang telitih dan telaten, efisiensi di semua aspek biaya, pemanfaatan teknologi yang efisien dan efektif, pemanfaatan kompetensi sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan, kemampuan memaksimalkan kualitas aset-aset produktif untuk menjadi mesin uang, dan percepatan perputaran bisnis dengan kualitas pelayanan terbaik.

Kecerdasan operasional berarti kemampuan dari semua level sumber daya manusia untuk mempunyai energi positif yang seimbang; agar bisa menyatukan dirinya ke dalam sistem, strategi, kebijakan, regulasi, visi, misi, dan nilai-nilai; dalam semangat melaksanakan setiap tugas, pekerjaan, dan tanggung jawab yang sesuai rencana dan strategi, seperti yang tertulis.

Kecerdasan operasional mengajarkan motivasi dan semangat untuk bertindak dengan tegas dan benar. Kecerdasan operasional mengajarkan cara-cara mengeksekusi strategi dengan sempurna, tanpa terikat kepada sikap takut dalam keragu-raguan. Kecerdasan operasional berarti berani bertindak sesuai strategi, berani mengeksekusi setiap rencana dengan penuh percaya diri, dan berani mengambil risiko atas setiap tindakan yang dibuat.

Mental jago strategi di atas kertas haruslah diimbangi dengan mental jago operasional dilapangan secara maksimal. Sebab, sekarang ini sudah banyak sekali orang-orang pintar yang terpenjara di dalam konsep, analisa, dan saran. Dan sangat sedikit orang-orang pintar yang terdidik untuk melakukan operasional dan implementasi di lapangan sesuai strategi dan rencana.

Kecerdasan operasional haruslah menjadi jati diri, etika, budaya, dan moralitas perusahaan di dalam relasinya dengan stakeholder. Tanpa adanya kecerdasan operasional, perusahaan hanya akan menjadi beban buat stakeholdernya, dan tidak pernah menjadi aset yang menguntungkan stakeholder.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Orang Yang Optimis Lebih Cepat Memperbaiki Kesalahan Dan Kegagalan

”Emosi Optimisme Dalam Diri Hanya Menjadi Kuat Dan Berpengaruh, Saat Diri Mau Berjalan Melampaui Risiko Kehidupan.” – Djajendra

Kehidupan manusia selalu saja harus dilalui dengan berbagai kesalahan dan kegagalan. Sepertinya sudah menjadi hukum kehidupan bahwa siapa pun yang menjadi penghuni bumi wajib menjalankan kehidupan melalui kesalahan dan kegagalan.

Hanya orang-orang yang optimislah yang mampu menjadi murid terbaik untuk belajar hal-hal positif dari kesalahan dan kegagalan.

Sikap optimisme akan mentrasformasi kesalahan dan kegagalan menjadi energi pendorong untuk naik kepada level kehidupan yang lebih tinggi. Biasanya optimisme diri untuk mengatasi kesalahan dan kegagalan akan menjadikan diri semakin berkualitas buat melangkah ke masa depan yang lebih gemilang.

Salah satu keunggulan dari sikap optimisme adalah di saat orang-orang optimis itu terjatuh di dalam kesalahan dan kegagalan, mereka akan tetap tenang dan berpikir lebih positif, untuk menjauhkan diri mereka dari stres dan depresi, lalu mampu memperbaiki setiap kesalahan dan kegagalan dengan bekerja lebih baik dari sebelumnya.

Orang – orang yang optimismenya tinggi selalu mampu bangkit lebih cepat untuk segera memperbaiki kesalahan dan kegagalan, kemudian berlari kencang menjemput sukses yang telah menunggu di depan kehidupan mereka.

Sangatlah penting bagi siapapun untuk menaikkan kualitas optimisme di dalam diri. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas optimisme di dalam diri adalah dengan berpikir positif tentang kejadian apa pun di dalam hidup. Pikiran positif ditambah dengan perasaan optimis akan membuat diri menjauh dari pengaruh hal-hal yang tidak diinginkan di dalam hidup.

Sikap optimisme dapat dilatih melalui kebiasaan-kebiasaan positif untuk selalu bersyukur dan berterima kasih kepada kehidupan atas segala hal dan kejadian yang ada di sekitar diri saat ini. Jauhkan semua perilaku keluh kesah dan perilaku yang mematahkan semangat, serta perilaku yang membuat suasana hati berduka. Kembangkan mind set baru yang selalu menganggap kesalahan dan kegagalan sebagai tanda untuk lebih interospeksi diri lagi, sebagai tanda untuk belajar lebih baik lagi dalam memahami realitas kehidupan.

Yakinkan diri bahwa hanya sikap optimis  yang akan mendorong diri  untuk segera bangkit dari kesalahan dan kegagalan, lalu berpikir cerdik untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam memperbaiki kesalahan dan kegagalan tersebut. Ingat! Semua orang-orang yang namanya terukir di sejarah kehidupan manusia sebagai orang-orang yang hebat dan sukses adalah orang-orang pemberani yang mampu melewati maut, kesalahan, kegagalan, penderitaan, serta mampu memenangkan hidup mereka melalui berbagai pertarungan kehidupan yang tersulit.

Membangun Disiplin Dari Meja Kerja

”Meja Kerja Merupakan Tempat Dimulainya Proses Perjalanan Diri Untuk Meraih Sukses Tertinggi, Namun Sering Sekali Meja Kerja Diabaikan Sebagai Saranan Untuk Membangun Disiplin Menuju Sukses Besar.” – Djajendra

Bila kesibukan sehari-hari Anda membuat meja kerja Anda selalu penuh dengan tumpukkan pekerjaan yang belum terselesaikan, maka saatnya Anda melakukan interospeksi diri untuk menata ulang semua kekacauan dan ketidakdisiplinan diri Anda itu dengan pikiran yang jernih. Hanya dalam ketenangan Anda dapat berpikir jernih untuk menyelesaikan pekerjaan didepan mata Anda dengan hasil maksimum.

Bila Anda tidak mampu membuat pikiran Anda tenang dan jernih untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pekerjaan Anda, Anda  akan selalu hidup dengan pola kerja yang bermental menunda-nunda tugas dan tanggung jawab.

Periksa kembali semua tumpukkan kertas dan dokumen di meja kerja Anda, lalu mulailah susun serapi mungkin dengan sistem dokumentasi arsip yang sesuai selera, dan yang memudahkan Anda di pekerjaan sehari-hari.

Susunlah semua tugas dan pekerjaan Anda berdasarkan prioritas, dan selesaikan semuanya sebelum waktu pertanggungjawaban Anda kepada manajemen atau pun kepada atasan Anda.

Kertas dan dokumen yang penting segera dirapikan sesuai dengan manajemen arsip yang andal. Untuk kertas dan dokumen yang tak penting segera hancurkan dan buanglah ke tempat sampah, jangan biasakan menumpuk sampah di meja kerja Anda, sebab perasan dan pikiran Anda akan selalu kacau dalam kebingungan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sesuai waktu.

Jika meja kerja Anda rapi, bersih, dan tertib dari kertas dan dokumen yang tidak penting; maka meja kerja Anda akan menjadi tempat yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, lebih produktif, dan tanpa stres.

Bangunlah terlebih dahulu sebuah komitmen untuk memperbaiki diri Anda secara total. Khususnya, untuk mulai melakukan proses manajemen pekerjaan diri sendiri yang berdisiplin tinggi dan penuh tanggung jawab. Lalu, ciptakan sebuah pola kerja di mind set Anda dalam setiap proses penyelesaian pekerjaan, yaitu untuk melakukan langkah-langkah  pengumpulan data, mengorganisasi data menjadi hasil yang diharapkan, mereview kembali semua pekerjaan untuk memastikan bahwa pekerjaan sesuai target, dan yang terakhir melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan prinsip-prinsip good governance.

Jagalah selalu meja kerja Anda sebagai tempat terbersih, sebersih pikiran dan perasaan Anda dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab Anda dengan total, dan tanpa pamrih.

untuk seminar/training silakan hubungi www.djajendra-motivator.com

Mengcopy Ide Bisnis Orang Lain

“Kecintaan Anda Kepada Bisnis Anda Akan Menjadi Lahan Yang Subur Untuk Memperbesar Bisnis Anda. Rasa Cinta Itu Muncul Dari Dalam Diri Oleh Hal-Hal Yang Dihasilkan Oleh Diri Sendiri Dengan Jujur.” – Djajendra

Salah satu jalan termudah untuk membangun bisnis sendiri adalah dengan mengcopy ide dari  bisnis orang lain yang sudah sukses. Mengcopy bisnis orang lain merupakan sebuah perilaku yang lazim dan sangat membumi dikalangan para pebisnis. Biasanya hasil copyan ini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ide baru atau pun konsep baru. Walaupun etika dan moralitas perilaku bisnis merupakan bagian dari pada good corporate governance, tetapi dunia bisnis adalah dunia yang selalu tidak akan pernah mau peduli pada hal-hal yang menghalangi sumber uang.

Saat Anda ingin mengcopy ide bisnis orang lain, Anda terlebih dahulu perlu terjun langsung kedalam bisnis tersebut. Mungkin Anda bisa bekerja sebagai pegawai dibisnis yang Anda sukai itu, atau kalau tidak bisa menjadi pegawai, cobalah menjadi pelanggan yang rajin dan tekun mengamati semua detail praktik dan kebiasaan kreatif yang dilakukan bisnis tersebut. Amati semuanya dalam bahasa yang paling sederhana, lalu visualisasikan didalam mind set Anda, miliki semangat dan motivasi yang kuat untuk melakoni bisnis tersebut sesuai dengan model bisnis yang Anda anggap cocok dengan kepribadian Anda. Model Bisnis yang Anda gunakan tersebut harus memudahkan diri Anda untuk melakukan pengawasan, perencanaan, pengoperasian, inovasi, dan pengembangan. Pastikan model bisnis Anda itu tidak membuat Anda terjebak dalam kesulitan dan kerumitan. Buatlah model bisnisnya menyatu ke dalam batin terdalam Anda, lalu nikmati setiap proses bisnis dengan penuh antusias dalam kebahagian tertinggi Anda.

Jangan pernah sedikitpun menganggap remeh pada kondisi keuangan bisnis Anda. Kondisi keuangan terutama yang terkait dengan cash flow adalah hal yang paling menentukan keberhasilan bisnis Anda di masa depan. Jika sejak awal Anda selalu terlilit masalah cash flow, maka bisnis Anda hanya akan berjalan ditempat dan selalu melambat.

Walaupun Anda mengcopy ide bisnis orang lain, tapi bisnis Anda itu suatu hari akan menjadi jati diri Anda. Oleh karena itu, pastikan untuk segera menciptakan kredibilitas dan reputasi yang memperkuat keberadaan bisnis Anda tersebut di tengah-tengah konsumen Anda. Anda wajib mendukung ide bisnis copyan Anda tersebut dengan karyawan yang memahami visi bisnis Anda dengan sempurna, dan karyawan Anda juga harus memahami misi mereka masing-masing di dalam mempertanggungjawabkan hasil kerja mereka. Miliki kata-kata sakti sebagai kekuatan ritual untuk meningkatkan etos kerja karyawan Anda. Lalu, ciptakan motto sebagai mantra bisnis yang mampu menyatukan setiap orang didalamnya untuk berjuang menghasilkan kinerja dan pelayanan terbaik.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Memotivasi Tim Frontliner!

“Dengan Kekuatan Motivasi, Seorang Pribadi Harus Bisa Menyemangati Dirinya Sendiri, Untuk Mengupas Setiap Kemampuan Diri Sendiri Buat Mencapai Prestasi Tertinggi.” – Djajendra

Seminggu yang lalu saya diundang menjadi pembicara di acara outing sebuah perusahaan properti untuk tim front liner dari divisi marketing. Para peserta outing ini adalah pribadi-pribadi yang sangat cerdas dan penuh antusias untuk mempelajari hal-hal baru. Buat saya sebagai pembicara hal ini menjadi sangat menguntungkan. Sebab, ketika para audience mau bersikap kritis, antusias, berenergi positif, fokus, dan penuh perhatian kepada topik yang dibahas; maka sangatlah mudah untuk saya dalam memberikan sugesti ke dalam batin terdalam tentang nilai-nilai pelayanan terbaik.

Saya melakukan presentasi dengan menggambarkan pentingnya faktor-faktor kekuatan dari dalam diri sendiri untuk membangun budaya pelayanan yang berkinerja tinggi; mengembangkan relasi positif dengan client, kolega, dan manajer; serta kemampuan memimpin diri sendiri untuk memiliki kekuatan karisma pelayanan yang tegas, lugas, dan kreatif.

Ruang tempat saya berbicara menjadi sangat bersahabat dengan pribadi-pribadi dewasa yang beraura positif. Hal ini biasanya menandakan para audience adalah pribadi-pribadi pilihan yang memang berniat tulus dan bersemangat tinggi untuk mempelajari hal-hal baru, tanpa pernah mau menyombangkan pendidikan dan pengalaman pelayanan mereka yang luar biasa kaya itu. Dan biasanya tipe pribadi-pribadi seperti ini tidak akan pernah kehilangan keyakinan dan kepercayaan untuk memberikan hal-hal terbaik kepada orang lain, walaupun itu di saat mereka sedang menghadapi kenyataan paling buruk di pekerjaan.

Dalam sesi tanya jawab seorang peserta berdiri dan mengacungkan tangan lalu berbicara seperti ini. “Sudah empat bulan ini penjualan tim kami turun tujuh puluh persen, penghasilan tim kami sangat tergantung dari komisi penjualan,” kata dia. ”Kami beruntung berada dalam tim yang selalu saling memberi motivasi kepada satu sama lainnya, untuk selalu sabar dan tidak sedikitpun berpikir untuk menyerah di dalam situasi sulit. Kami setiap hari hanya berbicara untuk bekerja lebih keras agar bisa meningkatkan kembali penjualan di masa penurunan ini. Prinsip kami maju terus pantang mundur.” kata dia lagi sambil memperkuat semangat dan motivasinya untuk tetap tegar dan berjuang lebih keras di saat-saat sulit.

Saya pribadi sangat kagum dengan mind set orang tersebut, dan rasa kagum itulah yang menginspirasi saya untuk menulis artikel ini. Jelas, artikel ini saya buat agar saya bisa selalu teringat tentang semangat yang luar biasa dari orang-orang luar biasa di masa sulit mereka.

Para audience saya di acara outing tersebut adalah pribadi – pribadi sukses yang sedang mendapat cobaan dalam bentuk penurunan target penjualan. Tetapi semangat mereka seinci pun tidak turun, mereka tetap percaya diri untuk meraih keajaiban-keajaiban di masa sulit mereka. Mereka tahu bahwa keberhasilan itu bukanlah kerja sesaat, tapi merupakan rangkaian yang harus dirajut helai demi helai dengan sikap sabar dan tegar.

Membangun Networking

Pertanyaan: Tip Dan Trik Membangun Networking Yang Baik

Djajendra Menjawab!

Salah satu tip dan trik membangun networking yang baik adalah membuat setiap individu dalam networking tersebut mampu mencair menjadi satu kekuatan yang saling dukung mendukung. Lalu, membangun budaya networking yang saling bertoleransi, saling menghormati, dan yang saling memberi kesempatan untuk memperkuat kesuksesan individual. Selanjutnya, setiap individu harus memahami dahulu apa saja yang ingin dia dapatkan dari networking tersebut; mampu membangun self leadership yang kuat dengan keterampilan, teknologi, pengetahuan, dan sikap baik; serta mudah untuk mengakses setiap aktifitas dalam networking tersebut dari manapun dia berada. Pada akhirnya, pemanfaatan keunggulan teknologi telekomunikasi, internet, dan komputer akan menjadi nilai tambah buat membangun networking yang baik.

Pertanyaan: Apakah Jenjang Pendidikan Menjamin Kita Mendapatkan Posisi Jabatan Yang Tinggi Di Perusahaan?

Djajendra Menjawab!

Pendidikan tinggi yang berkualitas memang selalu menjadi syarat untuk bisa diterima menjadi pekerja di perusahaan. Tetapi, pendidikan tinggi tidaklah selalu menjamin seseorang untuk mendapatkan jabatan tinggi di perusahaan. Perusahaan akan memberikan jabatan tinggi kepada pribadi yang memiliki sikap, karakter, kepemimpinan, pengetahuan, dan keterampilan untuk menghasilkan karya; dan bukan lagi oleh alasan tingginya pendidikan.

Catatan: Tanya-Jawab Ini Dibuat Untuk Majalah Cosmopolitan

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com