Jadilah Pemimpin Pembelajar

“Ketika Pemimpin Berhenti Menjadi Pribadi Pembelajar, Maka Pengembangan Kepribadiannya Akan Berhenti Secara Total.” – Djajendra

Seorang pemimpin harus memiliki keyakinan diri yang tinggi untuk tumbuh, keyakinan diri yang tinggi untuk menjadi pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar.

Pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman hidup; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari pengalaman kerja; pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari alam semesta; dan pemimpin tidak boleh berhenti belajar dari kebenaran.

Pemimpin haruslah seorang pembelajar terbaik, yang selalu belajar dari tanda – tanda zaman untuk melakukan perubahan.

Pemimpin harus memiliki gaya hidup yang dekat dengan karya-karya kebaikan, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban yang memanusiakan manusia, agar mampu memahami realitas kehidupan, untuk kemudian dijadikan sebagai pelajaran buat menata masa depan yang lebih cemerlang.

Pemimpin harus terus-menerus belajar, belajar buat masa depan kehidupan yang lebih baik. Sebab,  Pemimpin ada untuk menata masa depan yang lebih manusiawi, bukan untuk mewariskan benih kesengsaraan buat manusia masa depan.

Pemimpin harus belajar menggunakan intuisi, perasaan, nilai-nilai kebaikan, empati, simpati, dan kebenaran,  untuk membuat keputusan – keputusan yang tepat sasaran buat kehidupan orang banyak.

Pemimpin harus belajar untuk melibatkan orang – orang lain secara adil dan terbuka, lalu membicarakan setiap kebaikan buat kemakmuran, kedamaian, dan kemanfaatan semua pihak.

Pemimpin harus belajar tidak hanya pintar bicara, tapi juga pintar mendengarkan dan pintar memahami informasi yang realistis.

Pemimpin harus belajar mendengar dan melihat kebenaran, dan tidak membawa nasib orang lain ke dalam kesulitan hidup. Tetapi, mampu menciptakan peluang sukses buat kehidupan setiap orang.

Pemimpin harus belajar membuat keputusan berdasarkan logika yang cerdas, emosi yang cerdas, dan pikiran yang rasional, untuk menciptakan kemudahan dan kebaikan buat semua orang.

Pemimpin harus belajar untuk melakukan segala kebaikan, segala kebaikan yang dilakukan berdasarkan cinta dan kepedulian kepada orang lain.

Pemimpin harus belajar menjadi mentor yang bijak buat orang-orang disekitarnya, serta menjadi inspirator yang mampu menyebarkan gairah hidup dan motivasi, untuk memberikan nilai-nilai kemenangan hidup ke dalam hati setiap orang.