Kepribadian Dan Sikap Mental Kartini Waktu Itu Dan Keterkaitannya Dengan “Kartini-Kartini” Sekarang.

”Kartini Masa Lalu Telah Sukses Menanam Benih Mind Set Positif Kepada Kultur, Lingkungan, Dan Sistem Keyakinan, Untuk Menghormati Dan Menghargai Peran Wanita Di Segala Aspek Kehidupan.” – Djajendra

Yth, Bp Djajendra

Terima kasih Pak, setiap tulisan bapak menambah wawasan dan motivasi saya, banyak inspirasi dan pengetahuan saya dapatkan. Saya ingin sehubungan dengan 21 April – Hari Kartini. Bagaimana kepribadian dan sikap mental Kartini dalam menghadapi emansipasi pd jaman Kartini waktu itu? dan bagaimana keterkaitannya dengan “Kartini-kartini” sekarang? Terima Kasih.

Salam,

Ruth Vivi Suryana

Djajendra Menjawab!

Yth. Ibu Ruth vivi Suryana,

Kartini masa lalu adalah Kartini yang berjuang merubah mind set dari sistem kehidupan, pola pikir, tradisi, budaya, dan lingkungan, yang membatasi peran wanita dalam berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Mind set kehidupan masyarakat pada zaman Kartini masa lalu tidak mendorong semangat para wanita untuk mengembangkan potensi diri mereka secara optimal, tapi membatasi potensi para wanita sebatas ruang lingkup rumah tangga.

Raden Ajeng Kartini, yang lahir pada 21 April 1879, di Jepara, Jawa Tengah, merupakan sebuah pribadi yang menjadi simbol kekuatan perjuangan emansipasi wanita di segala zaman. Sebuah perjuangan untuk memotivasi para wanita untuk bangkit mengembangkan kekuatan potensi diri mereka secara total, tanpa mau lagi direndahkan oleh kultur, lingkungan, dan sistem keyakinan.

Kita semua di zaman sekarang harus menunduk hormat kepada mind set positif dan sikap kemanusiaan yang begitu mulia dari seorang pejuang emansipasi wanita yang bernama Kartini. Kartini masa lalu telah mampu membangun mind set positif kepada kultur, lingkungan, dan sistem keyakinan, untuk menghormati dan menghargai peran wanita di segala aspek kehidupan. Dan hasilnya, di hari ini para Kartini-Kartini sekarang telah diakui oleh kultur, lingkungan, dan sistem keyakinan, untuk mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Sekarang ini semuanya tergantung kepada pribadi Kartini-Kartini hari ini untuk mau berjuang total dalam upaya mengembangkan potensi diri sesuai mimpi dan harapan masing-masing. Percayalah bahwa tidak ada mimpi dan harapan yang tidak mungkin diraih oleh para Kartini zaman sekarang, asal mau berjuang total untuk melalui sebuah proses hidup dengan rasa sabar, senang dan bahagia.

Perjuangan para Kartini sekarang ini adalah berpikir positif dan berjuang total, untuk menjadi pribadi-pribadi berkarakter positif yang tangguh dan konsisten dalam menghadapi setiap tantangan hidup.

Sekian dulu, ya, Ruth vivi Suryana. Selamat Hari Kartini, semoga semangat juang para Kartini di zaman ini tidak tergoncangkan oleh badai kehidupan seperti apa pun. Thanks, have a great Kartini Day!


Persaingan Tidak Sehat Antara Karyawan

“Manajemen Yang Cerdas Tidak Hanya Akan Fokus Pada Hasil Yang Ingin Dicapai, Tapi Juga Akan Fokus Kepada Kualitas Dari Orang-Orang Yang Terlibat Dalam Pencapaian Hasil Tersebut.” – Djajendra

Sering sekali manajemen hanya akan fokus kepada hasil akhir dari kinerja yang ingin dicapai, tanpa mau memperhatikan kekuatan daya tahan mental dan mind set dari para karyawan yang diberi target tersebut. Padahal, kepuasan kerja dari para karyawan harus menjadi prioritas penting dalam mewujudkan kualitas kerja terbaik, sebab, saat karyawan merasa terlindungi dan diperhatikan oleh perusahaan, maka si karyawan akan bekerja dengan sepenuh hati untuk memberikan kualitas kerja terbaik kepada perusahaan.

Manajemen yang baik tidak hanya akan fokus kepada target dan hasil akhir, tapi juga akan fokus kepada pengembangan kualitas kompetensi dan daya tahan karyawan dalam menghadapi setiap tantangan pekerjaan.

Secara visi, perusahaan akan merencanakan target-target besar yang harus dicapai oleh manajemen. Dan oleh manajemen, target-target besar tersebut akan dirinci dalam bentuk yang lebih kecil dan lebih terfokus untuk dikerjakan oleh masing-masing unit kerja dan individu.

Dalam semua proses ini, perusahaan dan manajemen hanya akan fokus kepada hasil akhir melalui instrumen target. Dan, sangat langka bahwa perusahaan dan manajemen mau memperhatikan secara terfokus kepada daya tahan dan kemampuan unit kerja atau individu dalam meraih keberhasilan atas setiap target. Hal ini akan menghasilkan persaingan tidak sehat diantara karyawan di dalam perusahaan, yang membuat setiap orang di perusahaan lupa bahwa mereka merupakan bagian dari sistem organisasi perusahaan yang kompleks dan lebih besar. Untuk menghindari persaingan tidak sehat di dalam perusahaan, manajemen wajib membangun mind set positif dari para karyawan, agar para karyawan selalu disiplin diri untuk fokus dalam mengerjakan fungsi dan peran kerjanya dengan kualitas kerja individu yang profesional dan beretika. Semua ini harus diarahkan untuk tujuan membangun kekuatan manajemen yang solid dalam sebuah kesadaran tanggung jawab besar buat kepentingan perusahaan secara total di setiap situasi dan kondisi.

Jika manajemen dan perusahaan membiarkan orang-orangnya terlibat dalam perdebatan dan persaingan tidak sehat demi sebuah target bisnis, maka yang unggul adalah kepentingan ego dari masing-masing individu dan unit kerja di perusahaan. Kekuatan ego akan mengurangi sikap rendah hati dan sikap saling membantu di dalam perusahaan, yang ada hanyalah kompetisi siapa menang, siapa kalah. Kondisi ini pada akhirnya hanya akan memperlemah kerja sama antar unit kerja dan antar individu di perusahaan, termasuk akan perginya orang-orang terbaik ke perusahaan lain.

Sikap rendah hati dari perusahaan, manajemen, dan karyawan, yang dilandasi oleh keterampilan yang hebat dengan daya juang yang tinggi, adalah sikap yang akan memperkuat fondasi perusahaan untuk menjalankan visinya secara profesional.

Setiap orang diperusahaan harus dilatih secara terus-menerus untuk meningkatkan kualitas diri, agar para individu mampu melihat organisasi dan bisnis perusahaan sebagai kepentingan diri si individu, untuk kemudian memfokuskan semua keterampilan dan potensi diri buat mengerjakan semua tujuan jangka pendek sampai dengan semua tujuan jangka panjang perusahaan dengan prestasi terbaik.

Manajemen harus selalu berorientasi kepada keberhasilan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, dengan cara memfokuskan semua karyawan untuk mempersiapkan diri, dengan kualitas kompetensi dan daya tahan mental dalam upaya mencapai target-target di setiap jangka waktu tersebut.