Memahami Law Of Attraction Secara Bijak

”Manusia Selalu Bertindak Dan Merasa Dan Berprestasi Menurut Apa Yang Mereka Bayangkan Sebagai Benar Tentang Dirinya Sendiri Dan Lingkungannya.” – Maxwell Maltz

“Ciptakan Sebuah Rencana Yang Pasti Untuk Melaksanakan Hasrat Anda Dan Mulailah Segera. Siap Atau Tidak, Segera Ubah Rencana Tersebut Menjadi Tindakan.” – Napoleon Hill

Pengetahuan law of attraction mendapat respons cukup positif dari masyarakat yang suka melakukan pengembangan diri. Ada sebagian orang menjadikan law of attraction ini sebagai pengetahuan untuk pengembangan kekayaan, karier, harapan, impian, cita-cita, dan keinginan. Dari sebagian orang itu, sebagian kecilnya begitu terobsesi dengan hukum tarik-menarik ini sehingga menjadikannya sebagai senjata sakti buat mengejar kekayaan dan kesenangan duniawi. Dan dari sebagian yang terkecil ini mungkin hanya beberapa orang yang berhasil, sedangkan mayoritas dari yang terkecil ini tetap berada dalam rasa bingung, kecewa, dan tidak percaya pada kesaktian hukum tarik menarik ini. Apanya yang salah? Padahal hukum tarik-menarik atau yang popular dengan istilah law of attraction ini sejatinya cukup sakti asal dipahami secara bijak.

Perlu dipahami bahwa law of attraction ini lebih hebat kerjanya pada saat seseorang memanfaatkannya untuk mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang ia kehendaki daripada digunakan untuk mengejar benda-benda yang bersifat konsumtif.

Apapun yang diinginkan dan dikerjakan secara total dalam keyakinan, kepercayaan diri, dan sikap sabar, tanpa menunggu hasilnya dengan sikap ambisius yang berlebihan pasti akan mewujud dalam kehidupan. Untuk mewujudkan pengetahuan Law Of Attraction seseorang harus mampu menciptakan sebuah rencana yang jelas, lalu bekerja keras dengan motivasi yang tinggi untuk mendapatkan hasilnya dan mampu menjalani kehidupan dengan sugesti sukses sambil membayangkan seolah olah ia sudah sukses dan hidup dalam realitas yang ia inginkan tersebut. Di sini ada unsur perilaku kehidupan semu. Di mana ini semua hanya sebuah manipulasi terhadap emosi dan memori mental, agar mental itu mencatat dan terbiasa dengan pola dan gaya hidup yang diinginkan tersebut. Padahal sesungguhnya semua itu masih dalam proses untuk mewujudkan rencana menjadi realitas. Ingat! Manusia terdiri atas fisik, emosi dan memori. Dan saat ketiga unsur itu bisa dimanipulasi dengan sebuah sugesti, maka manusia akan hidup dalam pesona sugestinya tersebut, selanjutnya seluruh jiwa, raga, dan pikirannya akan berada dalam keyakinan tinggi terhadap sugesti tersebut. Inilah sesungguhnya inti dari pengetahuan law of attraction. Agar pengetahuan law of attraction mampu bekerja secara maksimal, maka seseorang wajib mendukung dirinya dengan keterampilan, pengetahuan, motivasi, sikap baik, dan kerja keras tanpa henti dan tanpa mengenal menyerah di sepanjang hidupnya terhadap pekerjaan yang dilakoninya tersebut.

Semua keinginan memerlukan infrastruktur untuk dijadikan sebagai alat mencapai keinginan tersebut. Jadi, seseorang harus memiliki sebuah pekerjaan yang berfungsi sebagai infrastruktur untuk mencapai semua harapan dan keinginan.

Salah satu hal terpenting dalam upaya memanfaatkan law of attraction ini adalah tidak memiliki keyakinan diri yang berpotensi mematikan atau membuat ragu sugesti sukses. Jadi, sugesti sukses harus bebas dari hambatan-hambatan apa pun, baik itu di level alam bawah sadar maupun di level alam sadar seseorang.

Pastikan diri telah diisi oleh nilai-nilai kehidupan yang yakin dan percaya pada sugesti sukses; yakin dan percaya pada visi yang sedang dikerjakan; yakin dan percaya pada misi yang sedang diperjuangkan.

Ingat pesan Bruce Barton, bahwa tak ada yang istimewa yang tak pernah dicapai kecuali oleh mereka-mereka yang berani percaya bahwa ada sesuatu di dalam dirinya yang lebih unggul dibandingkan keadaan. Oleh karena itu, manfaatkanlah pengetahuan law of attraction ini untuk menuju hidup Anda yang berkualitas tinggi dan yang diperkaya dengan kebijaksanaan hidup.