Mungkinkah Kebijakan Proteksi Menjadi Fenomena Ekonomi Abad 21?

”Sebuah Perusahaan Tidak Sekedar Sebuah Unit Bisnis Milik Perorangan, Tapi Merupakan Aset Bangsa Yang Harus Dilindungi Oleh Negara Untuk Menjaga Keamanan Dan Keberlanjutan Kemakmuran Ekonomi Bangsa Tersebut.” -Djajendra

Semakin banyak pemimpin dari negara maju yang secara terang-terangan mengatakan, bahwa krisis ekonomi di hari ini merupakan yang terburuk dalam 100 tahun terakhir. Lantas, mereka juga segera mempersiapkan obat ajaib untuk menyembuhkan ekonomi dalam negeri mereka dengan berbagai macam strategi. Salah satunya melalui paket stimulus ekonomi untuk mengamankan perusahaan-perusahaan mereka, termasuk memotivasi masyarakatnya untuk membeli produk dalam negeri dan menghindari produk import.

Sebuah perusahaan tidak sekedar sebuah unit bisnis milik perorangan, tapi merupakan aset bangsa yang harus dilindungi oleh negara untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan kemakmuran ekonomi bangsa tersebut. Jadi, bukan tidak mungkin kebijakan proteksi juga diberlakukan oleh negara-negara maju tersebut untuk mengamankan ekonomi dalam negerinya. Dan, bagi Anda yang selama ini pasarnya seratus persen tergantung pada pasar ekspor mungkin kebijakan proteksi adalah kabar buruk. Oleh karena itu, sekarang ini saatnya buat Anda semua untuk merenung sejenak sambil mempelajari fenomena ekonomi dunia yang sedang berubah fokus.

Memang perubahan sedang berlangsung dan setiap pengusaha harus cerdas memahami fenomena perubahan saat ini, agar perusahaan-perusahaan di dalam negeri mampu menjadi unit bisnis yang solid dan kuat, untuk bisa berkontribusi membangun ekonomi dalam negeri yang kuat dan tangguh.

Pastinya negara-negara maju yang terkena krisis ekonomi dan finansial ini akan memberikan berbagai stimulus dan intensif kepada perusahaan-perusahaan di dalam negeri, untuk meningkatkan pasar ekspor mereka dan meminimalkan impor, agar mereka bisa segera memperbaiki kerusakan ekonomi negaranya dengan lebih pasti.

Seperti kita ketahui proteksionisme merupakan kebijakan ekonomi yang membatasi perdagangan antar negara. Caranya, antara lain, dengan pemberlakuan tarif tinggi pada barang impor, pembatasan kuota, dan berbagai upaya menekan impor. Proteksi dimaksudkan untuk mengurangi PHK dalam negeri dan untuk tujuan membuka lapangan kerja baru di dalam negeri.

Jika negara-negara maju yang terkena dampak krisis ekonomi dan finansial ini menjalankan kebijakan proteksi, untuk melindungi pertumbuhan perusahaan di dalam negeri mereka, maka perusahaan-perusahaan yang selama ini mengandalkan pasar ekspor, dengan tujuan ke negara-negara yang melakukan kebijakan proteksi tersebut, pasti akan mengalami kesulitan yang luar biasa. Sebab, pasar yang selama ini di andalkan akan lenyap bersama kebijakan proteksi.

Mungkinkah kebijakan ”Beli Produk Amerika” dalam rencana stimulus perbaikan ekonomi Amerika Serikat akan menjadi ancaman buat para eksportir Indonesia? Waktu pasti akan menjawabnya!

Buat perusahaan-perusahaan Indonesia yang selama ini pasar utamanya ekspor, maka saatnya untuk mempelajari semua fenomena ekonomi di hari ini, agar langkah-langkah strategis yang kreatif dapat diciptakan buat membangun fondasi ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan tangguh.