Melalui Kekuatan Intuisi Anda Pasti Mampu Mengelola Risiko Yang Tidak Teridentifikasi

”Risiko Yang Tak Teridentifikasi Sifatnya Tidak Berwujud, Tidak Berwarna, Tidak Terukur, Tidak Beraroma. Tetapi, Dia Berenergi Sangat Kuat Yang Bisa Melumpuhkan Kekuatan Bisnis.” – Djajendra

Intuisi yang terlatih dengan sempurna mampu menjadi alat yang ampuh untuk mengelola risiko yang tidak teridentifikasi. Seperti yang kita pahami bahwa dalam manajemen risiko ada namanya risiko yang dapat diukur, dipetakan, diidentifikasikan, dimitigasi, atau dapat dikenali melalui berbagai cara dalam pola ukur intelektual. Tetapi, ada juga risiko-risiko yang sulit diprediksi apalagi diidentifikasi melalui ukuran-ukuran intelektual. Sebab, jenis risiko ini sangat tidak mungkin dibuatkan konsep dan teorinya, jenis risiko ini bisa muncul oleh sebab akibat yang sangat kreatif dan cendrung tanpa batas.

Lantas, bagaimana seharusnya perusahaan mengelola risiko-risiko yang tidak teridentifikasi ini?

Adalah sebuah realita bahwa  dalam bisnis selalu akan ada unsur spekulasi, yang pada akhirnya menciptakan situasi tidak pasti. Ketidakpastian dalam bisnis adalah bagian nyata yang tak boleh diingkari eksistensinya oleh siapa pun dalam internal perusahaan. Bila ketidakpastian ini diingkari, maka risiko akan dengan sangat mudah menyusup ke semua aspek organisasi.

Risiko yang tak teridentifikasi ini sifatnya tidak berwujud, tidak berwarna, tidak terukur, tidak beraroma apa pun. Tetapi dia berenergi sangat kuat yang bisa melumpuhkan kekuatan bisnis Anda, termasuk mengakhiri pesona karier Anda bersama perusahaan yang Anda cintai.

Diperlukan integritas perilaku dalam kesadaran total untuk selalu berhati-hati dan berhitung risiko ’sebab – akibat’ dari sebuah proses bisnis. Pimpinan perusahaan harus selalu mengajarkan kepada setiap bawahannya untuk bekerja secara tim dalam lintas fungsi kerja dan antar unit kerja. Termasuk secara disiplin melakukan brainstorming untuk membuat kategori risiko yang saling terkait di antara unit kerja dan fungsi kerja yang ada.

Ketidakpastian merupakan akar dari tumbuhnya beragam risiko yang sering kali terkesan tidak teridentifikasi. Padahal bila Anda mampu melatih intuisi Anda secara sempurna untuk mencium dan melihat melalui mata hati Anda, terhadap berbagai jenis risiko yang tak teridentifikasi ini, maka secara otomatis pikiran bawah sadar Anda akan mengidentifikasikan semua risiko yang tak teridentifikasi itu. Untuk kemudian, agar dapat Anda kelola secara profesional, serta menghindari berbagai bencana terhadap perusahaan, bisnis, dan diri Anda sendiri.

www.djajendra-motivator.com

Mengelola Perusahaan Dengan Lebih Produktif Dan Mengurangi Mental Konsumtif

“Saat Anda Berpikir Good Corporate Governance Itu Teori; Saat Anda Berpikir Risk Management Itu Lelucon; Saat Anda Berpikir Bisnis Itu Milik Anda Pribadi. Saatnya Anda Melakukan Interospeksi Diri Secara Mendalam Untuk Menjadi Pribadi Yang Lebih Jujur Dan Lebih Berintegritas Pada Dunia Bisnis.” – Djajendra

Tahun-tahun penuh tantangan telah menunggu di depan Anda, telah menunggu bersama hari esok yang penuh dengan ketidakpastian, dan hari esok yang sangat tergantung kepada keputusan Anda untuk berkerja lebih produktif dan sekaligus menghapus mental konsumtif Anda.

Selama ini para pimpinan perusahaan tergantung kepada gaji yang jumlahnya sangat besar dan terasa tidak adil dengan stakeholder lainnya. Padahal kerja perusahaan adalah kerja kolektif yang membutuhkan kebersamaan dan kesederhanaan dalam bersikap. Pemimpin merupakan sang inspirator dan motivator yang harus bersahabat dengan semua situasi dan kondisi, untuk merangkul semua kekuatan perusahaan agar bisa tetap survive untuk selama-lamanya.

Di masa-masa yang akan datang bila perilaku gaji-gaji besar yang tak masuk akal ini terus berlangsung, maka bersiap-siaplah untuk hidup dalam kesulitan.

Perusahaan-perusahaan saat ini harus dijalankan dengan efisien, efektif, produktif, dan bersinergi.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pemimpin korporasi adalah ketulusan hati untuk menurunkan gaji yang diterima saat ini; mengikhlaskan hati untuk mengurangi semua fasilitas-fasilitas yang cendrung konsumtif dan berlebihan; termasuk tidak royal dengan budget kepemimpinan yang dialokasikan perusahaan, untuk ruang gerak pemimpin dalam melakukan operasional bisnis perusahaan.

Keberanian para pemimpin untuk melakukan perubahan agar dirinya dan keluarganya tulus untuk menjalankan pola hidup yang lebih sederhana, adalah cara terhormat untuk melangkah dengan bijak dan bahagia ke hari esok.

Mencintai dan peduli pada perusahaan tempat memberi nafkah untuk stakeholdernya adalah tugas utama dari setiap stakeholdernya.

Pemimpin harus merangkul setiap stakeholder untuk menjadi patner bisnis yang memperkuat semua fondasi perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin atau pun pemilik perusahaan harus berani untuk menjadi lebih jujur, lebih berintegritas, tidak serakah, serta berani menjadi pejuang bisnis yang mengutamakan kepentingan stakeholder dari pada kepentingan diri sendiri. Mungkin saja buat Anda semua kata-kata ini terkesan sangat teoritis sekali, tapi ingatlah bahwa masa depan bisnis Anda hanya akan sukses, jika Anda mampu bertindak super efisien, efektif, produktif, dan bersinergi secara total dengan semua stakeholder Anda.

Saatnya Anda bersikap jujur untuk menjaga loyalitas stakeholder, dengan cara hidup yang lebih produktif dan tidak lagi menjadi budak konsumtif.

Di hari ini, pimpinan harus mampu melihat dan merasakan tentang pentingnya bekerja cerdas untuk tetap survive, serta secara tekun fokus pada biaya dan pendapatan perusahaan.

Berbicara tentang efisiensi biaya tidaklah berarti harus mem-PHK karyawan-karyawan yang berjasa, tetapi berbicara tentang bagaimana perusahaan bertindak lebih produktif dan tidak konsumtif, agar biaya produksi bisa menjadi lebih rendah dari sebelumnya, sehingga perusahaan bisa tetap survive dalam pasar yang daya belinya sedang turun.

Ada banyak cara untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis ekonomi saat ini. Salah satunya adalah dengan menjadikan semua karyawan sebagai bisnis patner yang harus bekerja cerdas dalam efisiensi yang supertinggi dengan produktifitas yang hebat.

Pimpinan harus bersikap jujur dan memberikan semua informasi yang membuka hati dan pikiran karyawan, untuk berjuang sampai titik darah penghabisan buat menjaga periuk nasi mereka melalui perusahaan yang solid dan kuat.