SELAMAT TAHUN BARU 2009

“Tanamlah Pohon Bisnis Yang Sehat Dan Yang Menghasilkan Bunga Dan Buah Manis; Pastikan Juga Batang, Dahan, Dan Ranting-Rantingnya Kokoh, Agar Dalam Setiap Prediksi Dan Ramalan Pesimis, Anda Bisa Tetap Tersenyum Makmur Bersama Keuntungan Yang Berlipat Ganda.” – Djajendra

Tidak semua bisnis akan sukses dalam kondisi ekonomi buruk. Pertanyaannya, apakah Anda berada dalam bisnis yang hebat untuk memenangkan kompetisi di tahun 2009?, ataukah mungkin Anda sedang melakoni bisnis yang semakin hari semakin ditinggalkan oleh para pembeli?

Ingat, sebuah bisnis dengan daya beli yang buruk akan tidur bersama penyakit kronisnya, untuk kemudian mati tanpa daya.

Melakukan evaluasi dan perubahan-perubahan untuk memastikan para pembeli tetap suka dengan produk dan jasa yang Anda tawarkan, adalah sangat penting agar Anda mampu survive bersama bisnis Anda di tahun 2009 ini.

Tahun 2009 sesungguhnya tahun yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi sayangnya banyak sekali prediksi dan ramalan ekonomi yang tidak memberikan sugesti optimis, termasuk lalai memberikan motivasi dan inspirasi positif kepada dunia bisnis. Jelas, hal ini akan berdampak negatif kepada para pebisnis yang berkarakter ragu dan pesimis.

Seharusnya tahun 2009 ini dijadikan sebagai tahun kerja keras untuk menata kembali fundamental bisnis secara jujur dan penuh integritas untuk sukses.

Kepanikan dan asal bicara dengan berbagai ramalan dan prediksi buruk, hanya akan menjadikan dunia bisnis sebagai tong sampah yang siap menampung kotoran akibat pikiran-pikiran negatif yang pesimis.

Berbagai ramalan dan prediksi ekonomi yang ada, pada dasarnya hanya memberitahukan mind set tentang orang-orang yang sedang membuat ramalan itu daripada kebenaran dan kepastian isi ramalan tersebut. Jadi, sebaiknya kita semua melihat 2009 dengan semangat untuk sukses, bukan dengan semangat untuk gagal.

Setiap peramal ekonomi dan bisnis selalu memiliki agenda yang mewakili kepentingan kelompok-kelompok tertentu, jika si peramal ekonomi dibayar atau tumbuh dilingkungan pesimis, maka Ia akan berbicara pesimis; jika Ia dibayar atau tumbuh dilingkungan optimis, maka Ia akan berbicara optimis. Lantas, maukah Anda dipermainkan oleh kata-kata tidak pasti dari para peramal ekonomi untuk tahun 2009.

Saran saya, sebaiknya Anda semua melakukan interospeksi diri bersama semua bisnis yang sedang Anda lakoni saat ini. Selama bisnis Anda tetap diminati oleh para pembeli atau pelanggan, Anda tidak perlu ikut-ikutan panik bersama orang-orang yang berada bersama bisnis yang sudah kedaluwarsa.

Perlu diingat, sering sekali awal sebuah sengsara atau bencana berasal dari ketidakmampuan pebisnis untuk memahami siklus bisnis yang sedang mereka lakoni.

Para pebisnis sering sekali sulit untuk berbisnis dengan hati-hati; mereka cendrung lebih suka berspekulasi untuk mendapatkan keuntungan besar secara mudah, yang biasanya dibujuk oleh nafsu serakah, dan menciptakan sensasi dan ilusi untuk cepat-cepat kaya bersama pertumbuhan bisnis yang tidak logis, dan inilah benih dari sengsara itu. Jadi, prediksi nasib dan peruntungan bisnis Anda di tahun 2009, sangat tergantung pada keuletan, kejujuran, kerja keras, dan kecerdasan Anda dalam menyikapi situasi dan kondisi yang ada.

Anda pasti lebih pintar seribu kali dibandingkan para peramal yang meramalkan bisnis Anda. Sebab, mungkin Anda sudah berpuluhtahun bergelut dengan bisnis Anda, sedangkan si peramal bisnis Anda mungkin saja hanya mengandalkan kekuatan program S3 nya, dan tidak pernah merasakan nafas bisnis seperti yang Anda rasakan selama ini.

Nasehat saya, bangkitlah dan jadilah pemenang dalam semua kompetisi bisnis Anda di tahun 2009.

Selamat tahun baru dan jadilah pemenang di 2009.

Jaga Ketahanan Mental Sambil Mengusir Krisis Ekonomi Dari Lingkungan Kerja Anda

Jaga Ketahanan Mental Sambil Mengusir Krisis Ekonomi Dari Lingkungan Kerja Anda

“Pemenang Akan Terus Berlatih Untuk Membuat Dirinya Tangguh Dan Kuat Menghadapi Krisis Ekonomi Yang Ada, Sedangkan Pecundang Membiarkan Mental Dirinya Hancur Dan Tak Kuasa Menahan Kesulitan Krisis Ekonomi.” – Djajendra

Dari hari ke hari memasuki tahun 2009, banyak perusahaan mendeklarasikan akan mengurangi jumlah produksi, dan ada juga yang merencanakan menyetop produksinya. Di mana semua ini dilakukan untuk mengantisipasi turunnya kekuatan daya beli di tahun 2009.

Sejauh ini sikap yang mengemuka dari dunia bisnis terhadap krisis ekonomi cendrung pesimis. Sikap pesimis yang berlebihan pada akhirnya akan menjadi virus yang melemahkan ketahanan mental, dan mengurangi sikap optimis untuk keluar dari perangkap krisis ekonomi saat ini.

Saya pribadi melihat di tahun 2009 ada harapan besar untuk meraih sukses dan keberhasilan yang lebih besar, asal semua pihak memiliki harapan bagi kemampuannya untuk mengusir benih krisis dari lingkungan kerjanya. Pada prinsipnya, krisis ekonomi saat ini akan menjadi peluang bisnis yang hebat, jika pemimpin mampu membuat konsep dan desain bisnis yang tahan krisis. Tidak ada persoalan tanpa solusi, dan tidak ada kesulitan yang tak mungkin diselesaikan dengan cara-cara bijak dan terhormat.

Kecurigaan dan keraguan banyak pihak terhadap ekonomi Amerika Serikat bukan hal yang tidak beralasan. Sebab, pemerintah Amerika Serikat sudah menyatakan bahwa mereka sedang di dalam krisis, dan banyak korporasi besar harus terpaksa gulung tikar. Semua kejadian di Amerika Serikat telah mengancam dan mengganggu stabilitas ekonomi dunia.

Berbagai prediksi, asumsi-asumsi, dan ramalan yang ada seakan ingin menyimpulkan ekonomi Amerika Serikat dalam keadaan darurat. Padahal sampai detik ini ekonomi Amerika Serikat secara kasatmata masih berdiri kokoh di antara bangsa-bangsa dunia. Lagian Amerika Serikat masih memiliki mesin pencetak dollar, yang kita semua ketahui bahwa dollar Amerika serikat merupakan salah satu mata uang yang paling dipercaya untuk dijadikan tabungan oleh sebagian besar masyarakat dunia setelah emas.

Ramalan dan prediksi yang berkembang selalu didasarkan pada asumsi-asumsi yang terlalu pesimis, sehingga mengabaikan aspirasi dari orang – orang yang optimis dalam melihat ekonomi 2009, asumsi-asumsi pesimis pasti akan melemahkan mental dan kepercayaan diri para pengusaha optimis. Dan hal ini sangat berbahaya bagi para pengusaha dalam menghadapi krisis yang ada.
Saat ini kita semua perlu pandangan yang jujur, optimis dan jernih untuk membangkitkan semangat dalam menghadapi bencana krisis yang mungkin muncul. Jika semua orang berpikir positif, tekun, ulet, mau bekerja keras, mau menghadapi perubahan yang ada, dan tidak mengenal kata menyerah dalam mengusir semua benih krisis yang ada, maka pastinya krisis yang ditakuti tidak akan pernah muncul ke permukaan. Tetapi jika semua orang takut dan pesimis dalam menghadapi tahun 2009, maka krisis yang ditakuti pasti akan menjadi kenyataan.

Saatnya kita semua berpikir optimis dan bekerja keras dalam menghadapi ancaman krisis. Kita juga wajib menjaga ketahanan mental positif dan membuatnya tetap bersemangat untuk mengatasi semua ancaman krisis.

Semangat tinggi yang penuh optimisme akan membuat energi positif mengalir ke raga, pikiran, dan jiwa, untuk menjadikan Anda sebagai pribadi pemenang yang tak kuatir pada berbagai ramalan dan prediksi. Selamat berjuang!

Jangan Bilang ‘Nasehat Baik’ Sebagai Teori

“Terimalah Informasi Apa Saja, Tapi Jangan Lupa Untuk Menggunakan Yang Terbaik.” – Djajendra

Sebagian orang saat menerima informasi dan nasehat baik dari orang lain, tapi kebetulan nasehat baik itu bertentangan dengan karakter dan mind set nya, maka ia akan mengatakan semua nasehat baik itu sebagai teori, padahal Ia harus memanfaatkan nasehat dan informasi baik tersebut untuk membantu mengembangkan potensi dirinya.

Mind set yang terbuka dan mau belajar, adalah hal yang sangat penting buat memberikan pencerahan dan motivasi pada seseorang. Saat mind set seseorang tertutup oleh keangkuhan sikap dan pemikirannya, maka apa pun nasehat yang diberikan akan dianggap sebagai teori yang tak mungkin bisa diimplementasikan secara nyata di dalam hidupnya.

Saat Anda menguasai mind set yang terbuka dan kreatif, Anda pasti mampu mengendalikan diri Anda untuk mendengarkan nasehat dan informasi dari orang lain secara bijaksana.

Hidup yang baik itu perlu inspirasi, motivasi, informasi, dan nasehat dari orang lain. Mungkin saja nasehat-nasehat dari orang lain itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda, tapi saat Anda memiliki hati yang jujur dan pikiran terbuka, Anda pasti akan merasa nyaman dengan semua nasehat dari orang lain, walaupun nasehat-nasehat itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda.

Pada akhirnya, semua hal yang Anda jalani di dalam hidup Anda adalah soal sikap Anda terhadap semua nasehat dan informasi yang Anda terima. Jika Anda cerdas memahami semua nasehat dan informasi yang ada, maka Anda pasti dapat bertumbuh ke arah yang lebih tinggi untuk mendapatkan sukses-sukses yang lebih dari harapan Anda.

Jangan bangun penjara mind set yang tertutup rapat pada semua nasehat dan informasi baik. Sebab, penjara mind set akan mengurung Anda dalam keyakinan yang sempit dan salah.

Untuk seminar/training hubungi  www.djajendra-motivator.com

Melangkah Dengan Optimis.

Kalau Setiap Orang Berpikir Optimis, Maka Krisis Seberat Apa Pun Akan Menjadi Ringan. Jadi, Mengapa Anda Harus Sibuk Dengan Menyebarluaskan Berita Pesimis? Bangkitlah Dengan Terhormat Untuk Mengabarkan Berita-Berita Optimis Kepada Semua Orang.” – Djajendra

Sudah cukup banyak orang-orang bersikap pesimis pada kondisi ekonomi dan bisnis di tahun 2009. Semoga saja Anda tidak ikut-ikutan bersikap pesimis dalam menatap tantangan yang ada di tahun 2009, tetapi mampu berkonsentrasi untuk memberdayakan semua kekuatan bisnis Anda, agar di tahun 2009 Anda mampu meraih sukses yang maksimal.

Anda harus percaya bahwa tidak ada persoalan yang tidak dapat dipecahkan, semua persoalan dan tantangan sesungguhnya sangat sederhana, yang terpenting Anda mau memiliki sikap sabar, pikiran jernih, berempati pada persoalan yang ada, bersikap jujur dan realistis pada tantangan yang ada. Jadi, pastikan Anda melangkah ke 2009 sambil mencari solusi-solusi jitu dengan pikiran jernih, jujur, dan berempati pada setiap keadaan.

Jangan ragu untuk menjadi pribadi yang penuh percaya diri dalam sikap mental pemenang. Taklukkan krisis dengan kekuatan sumber daya, semangat, dan rasa optimis Anda pada kekuatan yang ada disekitar Anda. Jadilah surviver sejati yang mampu mengatasi semua persoalan krisis ekonomi global, dan menjadikan unit bisnis Anda kebal terhadap segala ancaman krisis.
Pastikan Anda melangkah ke tahun 2009, dengan sikap yang lebih sabar dalam setiap keputusan penting di perusahaan; jangan biarkan perusahaan tanpa keuntungan, konsentrasikan semua asset produktif untuk menghasilkan keuntungan; jangan berspekulasi pada posisi arus kas, tapi pastikan arus kas perusahaan berbiaya murah, lancar dan menjamin likuiditas; perhatikan semangat dan keterampilan sumber daya manusia, berikan harapan dan kepercayaan diri kepada mereka untuk melewati masa-masa krisis; bertindaklah lebih konservatif dan hindarkan segala hal yang bersifat spekulasi; miliki prioritas yang jelas terhadap semua langkah dan gerak perusahaan.

Anda tidak perlu terlalu kuatir tentang krisis ekonomi global saat ini. Sebab, semua bangsa dan semua negara saling berlomba melakukan berbagai tindakan hebat untuk penyelamatan ekonomi mereka secara besar besaran.

Ekonomi Indonesia juga sedang berjalan ke arah yang lebih baik dibandingkan tahun 1998, termasuk sistem perbankan Indonesia dari hari ke hari menjadi semakin tangguh dan solid. Jadi, jangan biarkan krisis finansial global merusak reputasi dan kredibilitas dari bisnis Anda.

Pastikan Anda mampu meredam psikologis pesimis dari para stakeholder Anda. Sebab, psikologis pesimis stakeholder adalah racun yang mampu merusak kekuatan fundamental perusahaan Anda. Jadi, waspadalah pada psikologis pesimis stakeholder Anda. Pastikan Anda mampu mengatasi psikologis pesimis stakeholder, dengan cara melakukan komunikasi intensif dengan semua mitra kerja, pelanggan, bank, pemasok, dan stakeholder penting lainnya.

Siapkan mental sumber daya manusia untuk bersemangat mengendalikan benih krisis; hindari semua yang bersifat spekulasi dan lakukan kalkulasi cerdas pada setiap tantangan yang muncul; kendalikan fluktuasi nilai uang; rawat asset liabilities equity dalam zona aman; amankan profitabilitas, arus kas, dan likuiditas perusahaan pada posisi yang kuat dan tepat; kendalikan semua unsur biaya; kendalikan budget dengan meminimalis semua potensi risiko; ciptakan sistem internal control yang lebih kreatif dalam menghadapi semua potensi risiko krisis.

Pastikan Anda mampu memotivasi semua kekuatan sumber daya manusia, untuk bekerja lebih efisien dibanding pesaing, dan mampu memperkuat sistem pemasaran untuk menjawab semua kebutuhan pelanggan.

Tanamkan rasa percaya diri pada setiap orang di perusahaan Anda untuk menemukan peluang-peluang baru dalam menghadapi krisis yang tak pasti ini. Dan percayalah! Anda pasti mampu memenangkan krisis global dan mendapatkan peluang dari hal ini.

Sukses selalu bersama para pejuang yang tidak pernah mengenal kata menyerah dalam hidupnya. Selamat berjuang!….Anda adalah pemenang!


cash flow

Isi Cash Flow Dengan Keuntungan, Jangan Dengan Pinjaman Berbiaya Mahal.

Cash flow selalu diimajinasikan sebagai darah yang mengaliri tubuh perusahaan; cash flow selalu diasumsikan paling penting dibandingkan keuntungan atau penjualan.

Persoalannya, jika cash flow terisi oleh sumber-sumber dana mahal, maka si pengusaha harus bekerja ekstra keras untuk menutup biaya operasional yang lebih tinggi dari seharusnya. Dan, dia akan lupa diri bahwa cash flow yang sehat itu harus terisi oleh keuntungan perusahaan yang maksimal, bukan dari pinjaman atau dana-dana lain yang tidak berasal dari operasional perusahaan.

Sering sekali sebagian besar pengusaha tidak mau mempedulikan asal-usul aliran cash flow, mereka cendrung asyik-asyik saja menjalani rutinitas perusahaan dengan menggunakan dana bank dan dana sejenis yang lain untuk membiayai operasional perusahaan, tetapi begitu ada krisis kecil mereka pasti berteriak-teriak kesakitan, panik, kehilangan akal sehat, dan kehilangan kekuatan untuk bergerak; begitu ada krisis besar mereka pasti langsung mati suri, sehingga bank yang membiayai mereka harus ikut menanggung beban dari ketidakpedulian pengusaha dalam meningkatkan penjualan dengan tingkat keuntungan yang baik.

Dalam keadaan terdesak sah-sah saja para pengusaha memanfaatkan dana dari manapun untuk mengisi cash flow, agar sejenak bisa bernafas lega untuk menghadapi persoalan-persoalan yang mendesak, tapi hal ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus.

Pengusaha yang baik pasti tidak akan berspekulasi untuk mengisi cash flow dengan dana-dana pinjaman, serta lupa diri bahwa keuntungan dan nilai tambah dari setiap operasional perusahaan seharusnya menjadi komponen terbesar di dalam cash flow.

Memang betul cash flow sebagai hal terpenting untuk menjalankan operasional perusahaan, tapi bila isi cash flow itu lebih besar dana pinjaman dibandingkan keuntungan perusahaan, maka cash flow itu akan memangsa semua modal yang ditanamkan di dalam perusahaan. Dan, begitu zaman krisis ekonomi global tiba seperti saat ini, maka setiap pengusaha yang selama ini menggunakan cash flow berisikan dana-dana pinjaman dan dana-dana sejenis yang lainnya pasti bingung dan kehilangan akal sehat untuk menjalankan perusahaan.

Jangan Takut Di PHK! Siapkan Diri Anda Untuk Menjadi Pengusaha Sukses.

Saat ini banyak perusahaan terpaksa melakukan perampingan usaha dalam menghadapi tekanan krisis ekonomi global. Salah satu bentuk perampingan yang paling tidak popular adalah PHK karyawan. Biasanya hal ini merupakan pilihan yang sangat pahit buat pengusaha dan karyawan, tapi inilah yang terbaik buat menyelamatkan masa depan perusahaan.

Jika Anda adalah karyawan korban PHK, maka Anda perlu ingat bahwa PHK bukanlah akhir dari kisah sukses Anda, tapi mungkin saja titik awal Anda menuju jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, janganlah takut Anda di PHK, siapkan diri Anda untuk menjadi pengusaha sukses.

Mulai hari ini berpikirlah dengan cerdas, lakukan inventaris atas semua keterampilan dan bakat Anda, lalu ambil tindakan cerdas buat masa depan yang lebih cerah dan gemilang.

Menjadi seorang pengusaha berarti Anda siap melakukan perjalanan yang penuh risiko, dengan harapan mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik dibanding saat Anda menjadi karyawan.

Mulailah rintis sebuah usaha dengan tenang, pikiran jernih, tanpa emosi berlebihan, strategi yang efektif, dan penuh percaya diri. Jangan terlalu percaya pada opini orang lain, tapi kerjakanlah usaha Anda dengan dukungan keterampilan, bakat, potensi, keyakinan dan kepercayaan diri Anda.

Berikut tips buat Anda dalam memulai sebuah usaha kecil:

  • Miliki Alasan Yang Jelas Tentang Bidang Usaha Yang Anda Pilih. Jangan Pilih Usaha Karena Kata Orang, Tapi Pilihlah Sesuai Kualitas Kompetensi Yang Anda Miliki.

  • Miliki Filosofi, Misi, Visi, Dan Nilai – Nilai Anda Yang Unik Buat Fondasi Usaha Yang Anda Rintis.

  • Ciptakan Prototype Dari Produk Dan Service Yang Akan Anda Berikan Kepada Pelanggan.

  • Ciptakan Model Usaha Yang Sesuai Dengan Karakter Anda.

  • Ciptakan Struktur Organisasi Yang Gampang Untuk Anda Operasikan.

  • Pilihlah Pasar Yang Akan Anda Garap, Komunikasikan Semua Kekuatan Anda Secara Positif Ke Dalam Pasar Yang Anda Pilih.
  • Pastikan Anda Memposisikan Produk Dan Jasa Usaha Anda Secara Cerdas.

  • Jelaskan Kepada Pasar Tentang Semua Potensi Dan Keunggulan Dari Usaha Anda. Dan Raih Simpati Dari Pasar Anda.

  • Buatlah Sebuah Rencana Bisnis Yang Sederhana, Jelas, Dan Gampang Untuk Direalisasikan.

  • Mulailah Bisnis Anda Dengan Budget Kecil, Jangan Terlalu Mengamburkan Dana Pada Tahap-Tahap Awal. Sebab, Cash Flow Sangat Penting Dibandingkan Apapun Di Dalam Bisnis.

  • Bentuk Tim Yang Solid Untuk Mendukung Visi Dan Misi Dari Bisnis Yang Anda Jalankan.

  • Fokuslah Pada Inti Bisnis Dan Jangan Terlalu Berspekulasi.

  • Carilah Sumber-Sumber Modal Murah Yang Bisa Membesarkan Bisnis Anda, Dan Jangan Sekali-Kali Berbisnis Dengan Modal Berbiaya Tinggi.

  • Carilah Mitra Kerja Dan Mitra Bisnis Yang Searah Dengan Perjalanan Bisnis Anda.

  • Ciptakan Merek Dan Identitas Usaha Anda Yang Mudah Diingat Oleh Pelanggan.

  • Jadilah Pengusaha Sejati Yang Tak Pernah Menyerah Oleh Kesulitan Apa Pun.

Psikologis Optimis Karyawan Untuk 2009

“Hadapi Krisis Dengan Mental Pemenang, Taklukkan Krisis Dengan Penuh Antusias, Dan Jadikan Perusahaan Anda Sebagai Surviver Sejati.” – Djajendra

Beberapa bulan terakhir ini cerita-cerita dari krisis ekonomi global berdampak pada sikap beberapa korporasi di Indonesia. Di mana, beberapa korporasi sudah berteriak-teriak melalui media masa tentang rencana mereka melakukan PHK, dan sepertinya hal ini akan berlanjut di tahun 2009.

Tidak jarang para karyawan berkualitas sengaja mengajukan dirinya untuk di PHK, dengan tujuan untuk mendapatkan pesangon buat modal usaha atau bayar hutang. Pertanyaannya, apakah perusahaan tidak rugi jika yang terbaik mengajukan diri untuk di PHK secara damai? Padahal untuk menciptakan karyawan berkualitas tinggi memerlukan biaya dan pengorbanan tidak sedikit dari perusahaan. Dan, di zaman krisis ini perusahaan butuh karyawan – karyawan tangguh dengan psikologis optimis, dalam upaya mendapatkan solusi-solusi jitu untuk mengatasi krisis.

Biasanya karyawan yang meminta PHK secara damai, adalah mereka-mereka yang berkualitas tinggi secara teknis kerja, tapi ragu kepada masa depan perusahaannya, sehingga mereka menjadi tidak percaya diri untuk mengembangkan karier bersama perusahaan yang membesarkan mereka. Dan, saat perusahaan menawarkan opsi PHK damai kepada karyawan, maka mereka langsung tergiur kepada uang pesangon yang besar, dan siap meninggalkan tempat kerja bersama rupiah yang mereka impikan.

Kepergian karyawan-karyawan berkualitas akan mempengaruhi psikologis kerja di kantor. Sebab, selama ini para karyawan terbaik selalu menjadi pendorong motivasi kerja di lingkungannya.

Perusahaan yang cerdas tidak akan berteriak-teriak di media masa untuk memPHK karyawannya, tapi dengan pikiran jernih, penuh empati pada persoalan, dan dengan sikap terjujur, akan melakukan verifikasi secara berhati-hati untuk mempertahankan semua karyawan terbaiknya. Sebab, pemimpin perusahaan yang cerdas tidak akan sembarangan memPHK karyawan, tapi Ia akan menanamkan mental pemenang di jiwa raga karyawan, dan selanjutnya mengajak semua karyawan untuk bersatupadu menaklukkan krisis yang ada. Dan, menjadikan diri mereka secara bersama-sama sebagai surviver sejati yang tidak takut pada bencana krisis.

Pemimpin yang cerdas tidak akan membiarkan badai krisis financial global merusak reputasi dan kredibilitas perusahaan dan bisnisnya. Ia akan secara tekun memperkuat psikologis optimis dari semua karyawan dan stakeholder, dan mempersiapkan mental sumber daya manusia untuk bersemangat mengendalikan benih krisis, serta tidak membuat perusahaan bertambah lemah dengan berbagai isu PHK. Ia akan mengkonsentrasikan semua kekuatan internal dan eksternal perusahaan, untuk menjadikan tahun 2009 sebagai tahun kesuksesan. I a tidak mengenal krisis, sebab Ia seorang pejuang bisnis sejati!

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menangkan Tantangan Krisis Global Dan Ambil Peluangnya.

“Inti Dari Penyelesaian Krisis Adalah Fokus Pada Semua Keunggulan Perusahaan, Dan Memberdayakan Semua Keunggulan Tersebut Dengan Menggunakan Rasa Percaya Diri, Semangat, Reputasi, Kredibilitas, Antusias, Serta Kerja Sama Dengan Semua Stakeholder Secara Komplit Dan Total.” – Djajendra

Manusia adalah kreatifitas tidak terbatas. Dan, setiap upaya yang dilakukan secara sadar dengan keyakinan tinggi akan menghasilkan sukses yang memenangkan semua tantangan yang ada. Badai krisis ekonomi yang menimpa di hari ini merupakan kekeliruan dan kesombongan dalam membuat keputusan di masa lalu. Jadi, janganlah ragu untuk melakukan perubahan-perubahan positif dalam semangat menaklukkan krisis ekonomi global ini, dan ciptakan peluang-peluang besar untuk memperbaiki fundamental perusahaan.

Yakinkan setiap kekuatan di perusahaan, bahwa tahun 2009 akan menjadi tahun yang cemerlang buat pengembangan pasar. Kesulitan yang dihadapi perekonomian global pastilah dapat dikelola oleh masing-masing negara secara tepat dan benar. Jadi, tidaklah perlu terlalu kawatir tentang berbagai ramalan dan prediksi tentang ancaman krisis ekonomi global di tahun 2009.

Pastikan perusahaan mampu menetapkan kebijakan-kebijakan untuk mengelola semua tekanan krisis terhadap sistem finansial perusahaan.

Kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan permintaan produk, jasa, dan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, akan menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi krisis, yang akhirnya akan memperkuat likuiditas perusahaan.

Tingkatkan kualitas pemasaran, produk, dan komunikasi kepada pelanggan. Ciptakan nilai tambah pada produk yang dijual. Ciptakan harga barang yang mampu memenangkan kompetisi pasar. Kembangkan bisnis ke pangsa pasar baru, dan tingkatkan perhatian pada pasar – pasar regular yang telah dimiliki saat ini.

Pemimpin perusahaan wajib memotivasi setiap kekuatan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing, melalui kualitas kerja, revitalisasi produk dan jasa, loyalitas pelanggan, dan bekerja dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang kreatif.

Menangkan tantangan krisis ekonomi 2009, dengan persepsi dan wawasan yang lebih optimis; motivasi yang menguatkan semua pihak diperusahaan untuk berjuang mengatasi krisis; kekuatan kecerdasan emosional yang mampu mengatasi rasa cemas dan takut; keterampilan baru dalam upaya mengatasi semua asumsi buruk; kemauan dan kemampuan untuk memecahkan semua masalah krisis dengan solusi jitu; dan kesiapan untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara optimal.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Jangan Sekedar Asyik Berceramah Dan Menggurui Para Bawahan

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.

  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.

  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.

  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.

  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.

  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.

  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.

  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.

  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Untuk seminar/training hubungi  www.djajendra-motivator.com

Obati Stres Dengan Cinta Dan Sikap Baik

“Dalam Stress Anda Bisa Menemukan Peluang Sukses, Asal Anda Mau Berpikir Positif.” – Djajendra

Hidup di hari-hari ini semakin rentan dengan stres, manusia sudah masuk dalam tahap persaingan yang sangat ketat, hanya yang siap mampu menjawab kemajuan teknologi dan kompetisi antar manusia, sedangkan yang tidak siap hanya bisa berteriak-teriak tanpa mampu lagi berpikir dengan logika dan akal sehat. Akhirnya, frustasi dan stres menjadi sahabat dalam rasa marah, malu, benci, dan ketakberdayaan pada realitas hidup.

Stres bisa menyerang siapa pun di waktu dan tempat yang tak terduga, dan pasti akan merusak semangat dan antusias besar yang dimiliki. Oleh karena itu, stres adalah musuh terbesar yang wajib dilawan.

Salah satu cara terefektif dalam melawan stres, adalah dengan memiliki filosopi hidup berlandaskan pada cinta dan sikap baik. Yaitu mencintai semua keadaan bersama rasa syukur, dan terus memperbaiki hal-hal yang kurang baik menjadi baik.

Cinta dan sikap baik haruslah dalam bentuk komitmen total, yang dibungkus dalam keyakinan dan kepercayaan diri untuk menghadapi setiap situasi dengan sikap sabar, tegar, santai, menikmati, tidak takut, mau belajar dan mau melihat realitas dari pikiran positif.

Saat Anda tidak mau merubah diri untuk menjadi lebih terbuka dan lebih bijaksana dalam memandang realitas hidup, maka semua tantangan yang ada akan menjadi benih stres, yang pada akhirnya tumbuh menjadi depresi kronis. Dan semua ini hanya akan menghasilkan ketidaknyamanan dalam hidup Anda.

Tidak selalu tantangan hidup akan mengancam kehidupan, tapi sering sekali tantangan hidup membawa peluang untuk sukses. Oleh karena itu, diperlukan sikap optimis untuk merancang kekuatan diri dengan keyakinan untuk mengatasi tantangan yang ada.

Pribadi-pribadi sukses selalu mampu mengatasi stres dengan pola hidup seimbang yang sabar dan tekun, serta menikmati setiap momen dari hidup bersama rasa syukur, dengan semangat pantang menyerah untuk mencapai mimpi dan harapan hidup tertinggi.

Jangan biarkan diri Anda terperangkap pada filosofi hidup negatif, tapi menangkan pikiran positif dan pastikan Anda mampu menyatu dalam filosofi hidup yang penuh cinta dan sikap baik.

Berikut tips untuk menghindari stres:

  1. Jadilah pribadi yang mampu merubah energi stres menjadi energi kebahagiaan.
  2. Singkirkan semua hal-hal yang tidak Anda sukai.
  3. Lakukan perubahan dalam diri Anda secara total untuk dapat hidup dalam dunia tanpa stres.
  4. Yakinkan diri Anda bahwa stres hanya akan merusak diri Anda dan akan menciptakan biaya hidup yang lebih tinggi di kemudian hari.
  5. Bebaskan diri Anda dari kejaran stres dengan mengembangkan kesenangan dan hobi yang membahagiakan diri.
  6. Jangan sia-sia kan waktu Anda untuk bergelut bersama stres.
  7. Jadilah lebih proaktif dalam setiap tugas dan tanggung jawab, jangan menjadi terlalu reaktif dalam semua aspek hidup Anda.
  8. Miliki rencana-rencana hebat untuk membahagiakan diri Anda, dan kerjakan semua rencana hebat itu dengan semangat dan antusias tertinggi Anda.

www.djajendra-motivator.com

Suara Hati Yang Baik Akan Memberikan Kekuatan Kebaikan Kepada Diri Anda.

“Suara Hati Yang Baik Akan Menghasilkan Kehidupan Yang Baik.” – Djajendra

Dalam suara hati ada sumber kejujuran dan sumber kebenaran hidup. Bila Anda mampu menyelam ke dasar sifat baik, Anda berpotensi menemukan sumber kejujuran dan kebenaran hidup.

Lakukan komunikasi dengan suara hati melalui sikap baik dan pikiran positif. Suara hati yang baik akan menyambungkan diri kepada perasaan dan pikiran baik.

Suara hati yang baik akan menjadi energi yang melindungi kehidupan dalam batas-batas kewajaran, dan akan menyiapkan diri dengan sifat dan karakter baik.

Saat Anda mampu berpikir positif untuk keseimbangan hidup di lingkungan Anda, maka pikiran baik dan sikap baik Anda akan di tuntun oleh hati Anda yang tercerahkan untuk menjaga lingkungan hidup Anda dari segala kerusakkan. Dan selanjutnya, Anda akan mentransformasikan kebaikan-kebaikan dari dalam diri Anda, untuk kebaikan alam semesta dan kebaikan kehidupan yang lain.

Suara hati yang tidak baik akan menjadi energi negatif buat diri Anda dan buat kehidupan lain di sekitar Anda. Artinya, suara hati sangat menentukan kedamaian dan kebahagiaan hidup Anda.

Melayani kehidupan berarti melayani diri sendiri dengan sikap dan sifat baik. Sebab, tanpa sikap, sifat, pikiran, dan tindakan yang baik, maka kehidupan akan berada dalam ketidaknyamanan.

Suara hati yang baik akan menghasilkan energi baik, yang akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

Suara hati yang baik tidak saja baik buat kedamaian hidup sesama manusia, tapi juga sangat baik buat meningkatkan semua potensi baik yang tersembunyi  dalam kualitas diri Anda yang hebat.

Rawat Karyawan Anda, Jangan Biarkan Yang Terbaik Kabur

“Pemimpin Tidak Hanya Harus Cerdas Dalam Memimpin, Tapi Juga Harus Cerdas Mengikuti Aturan, Prosedur, Sistem, Kebijakan, Etika, Dan Moralitas Yang Ada Di Organisasi.” – Djajendra

Tugas terpenting dari seorang pimpinan perusahaan adalah menjaga etika, efektifitas, dan kekompakan karyawan dalam menyelesaikan setiap proses kerja. Bila pimpinan sukses mengendalikan dan mengarahkan karyawan untuk menghasilkan kinerja terbaik. Maka perusahaan akan menjadi semakin kuat dengan etos kerja yang luar biasa efektif.

Pimpinan harus memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk mengendalikan, memotivasi, dan menanamkan rasa tanggung jawab karyawan kepada perusahaan. Di samping itu, pimpinan juga tidak boleh lari dari tanggung jawab untuk memberikan hal-hal terbaik buat karyawan.

Salah satu wujud tanggung jawab pimpinan adalah memberikan pelatihan, pengalaman, wawasan, dan pengetahuan kepada karyawan . Termasuk, mengembangkan semua potensi karyawan menjadi harta tak ternilai buat kesuksesan perusahaan.

Pimpinan juga harus bertanggung jawab terhadap kenyamanan dan kebahagiaan karyawan di tempat kerja, dan tidak boleh ada karyawan yang ditelantarkan tanpa perhatian. Sebab, nanti karyawan yang ditelantarkan tersebut akan merasa perlu mencari kerja di tempat lain.  Artinya, perusahaan akan kehilangan seorang karyawan terbaik, dan hal ini berarti perusahaan harus memulai lagi untuk merekrut karyawan baru, dan biasanya memerlukan biaya yang tidak sedikit, serta berpotensi mengganggu produktivitas kerja.

Pimpinan tidak boleh berspekulasi dalam hal menjaga dan merawat karyawan-karyawan terbaik, dan tidak boleh membiarkan yang terbaik kabur dari perusahaan. Karyawan terbaik merupakan tulang punggung dari kekuatan perusahaan dan bisnis.

Pimpinan perusahaan bertanggung jawab untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen di semua level organisasi, agar setiap pemimpin di setiap level mampu menjadi inspirator yang andal buat membangkitkan antusias dan semangat kerja dari setiap karyawan. Dan, mampu memberi perintah yang jelas agar para karyawan tahu apa yang diinginkan perusahaan, serta mampu menjawab semua tantangan dengan cara kerja yang terukur dan terprogram secara berkualitas.

Saat pemimpin mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan pada karyawan, maka karyawan akan bekerja lebih sabar, lebih berenergi, lebih bersemangat, lebih antusias, dan lebih cerdas. Di mana, semua ini akan meningkatkan produktivitas kerja dan keuntungan yang lebih maksimal buat stakeholder.

Pemimpin wajib berpikir dan berprasangka positif terhadap setiap karyawan, dengan berasumsi bahwa setiap karyawan menginginkan untuk mengerjakan pekerjaan mereka dengan efektif dan berkualitas. Sikap positif pemimpin terhadap karyawan, adalah jembatan terkokoh untuk membangun keyakinan dan kepercayaan diri karyawan dalam upaya menghasilkan kualitas kerja terbaik. Berilah perintah dalam bahasa dan kata-kata yang mudah dimengerti oleh karyawan, jangan sekedar berteriak-teriak tanpa arah dan makna. Jadilah pemimpin sejati yang melayani setiap karyawan dengan kepercayaan dan kehormatan. Pemimpin harus menjadi pribadi yang paling bertanggungjawab untuk membangun lingkungan kerja dengan kekuatan etika dan integritas yang penuh tanggung jawab.

Tersenyum Tulus Kepada Pelanggan

“Sangatlah Mudah Untuk Menyusun Dan Merancang Sebuah Standard Pelayanan Sempurna; Sangatlah Mudah Untuk Membungkus Fisik Kantor Dengan Eksterior Dan Interior Yang Indah; Sangatlah Mudah Untuk Memberikan Seragam Terbaik Kepada Front Liner Anda, Tetapi Bila Semua Itu Tidak Diisi Dengan Roh Kebaikan, Maka Akan Terlihat Kering Dan Terkesan Direkayasa Untuk Sebuah Pelayanan Yang Belum Tentu Dinikmati Oleh Pelanggan.”-Djajendra

Anda hanya perlu beberapa detik untuk memperlihatkan rasa hormat dan rasa peduli kepada pelanggan yang membutuhkan bantuan Anda. Beberapa detik yang hebat itu akan menentukan seberapa senang dan nyamannya perasaan pelanggan Anda.

Detik-detik pelayanan Anda seharusnya menjadi detik-detik yang menyalurkan energi kebaikan kepada pelanggan. Sebab, saat energi kebaikan Anda bergerak memasuki jiwa, raga dan pikiran pelanggan, maka Anda telah memberikan pelayanan sempurna dalam wujud kebaikan sejati Anda.

Selalu memberi senyum yang tulus dan selalu memberi perhatian yang tulus kepada pelanggan, adalah sebuah sikap positif yang wajib Anda miliki saat memberikan pelayanan berkualitas.

Berikan tatapan mata yang penuh kasih kepada pelanggan; bersikaplah penuh bersahabat kepada pelanggan; berikan senyum tulus dengan niat baik untuk menolong pelanggan; tunjukkan perhatian total dalam sikap hormat yang wajar dan tidak berlebihan kepada pelanggan.

Layani pelanggan dalam etika pelayanan yang berintegritas. Jangan pernah lupa untuk memberikan sikap baik kepada pelanggan. Sikap baik dalam pelayanan sempurna wajib didukung oleh kepemimpinan yang bersikap baik kepada semua kekuatan sumber daya manusianya, yang diwujudkan dalam bentuk lingkungan kantor yang menjadi tempat menyenangkan buat setiap orang, sehingga setiap kekuatan sumber daya manusia dapat merasakan kebaikan dan perhatian dari perusahaan mereka.

Sangatlah mudah untuk menyusun dan merancang sebuah standard pelayanan sempurna; sangatlah mudah untuk membungkus fisik kantor dengan eksterior dan interior yang indah; sangatlah mudah untuk memberikan seragam terbaik kepada front liner Anda, tetapi bila semua itu tidak diisi dengan roh kebaikan, maka akan terlihat kering dan terkesan direkayasa untuk sebuah pelayanan yang belum tentu dinikmati oleh pelanggan.

Pastikan Anda tidak menjadi robot pelayanan, tapi Anda menjadi pribadi baik hati yang tulus melayani setiap pelanggan dengan sikap baik. Selanjutnya, jadilah diri sendiri yang mampu mempengaruhi pelanggan melalui sikap sabar yang penuh perhatian.

Sudahkah Korporasi Menjalankan Fungsi Manajemen Risiko Dengan Benar?

“Krisis Yang Menimpa Di Hari Ini Merupakan Kekeliruan Dan Kesombongan Dalam Membuat Keputusan Di Masa Lalu.”-Djajendra

Jika Anda seorang pemimpin korporasi yang tangguh, badai krisis seperti apa pun pasti mampu Anda atasi, dan Anda tidak mungkin berkeluh kesah di hari ini.

Krisis ekonomi adalah sesuatu hal yang wajar dan pasti akan terjadi.

Sejarah ekonomi telah menuliskan kisah-kisah bencana kehidupan korporasi dari zaman ke zaman, tetapi sayangnya banyak korporasi lalai belajar dari sejarah yang ada. Krisis yang menimpa di hari ini merupakan kekeliruan dan kesombongan dalam membuat keputusan di masa lalu.

Persoalan utama dari krisis ini adalah ketidakmampuan fungsi manajemen risiko dalam mengantisipasi penurunan pendapatan akibat turunnya permintaan oleh alasan krisis, serta ketidakmampuan korporasi untuk tidak melakukan PHK. Pertanyaannya, apakah korporasi telah menjalankan fungsi manajemen risiko dengan benar, atau masih memahami manajemen risiko sebatas alat mengidentifikasi, mengukur, memetakan, dan menangani risiko? Apakah sesederhana itu pemahaman manajemen risiko? Jika korporasi mengira manajemen risiko sebatas definisi dari para pengarang buku, maka korporasi sedang menuju ke pusat bencana.

Manajemen risiko yang dipelajari saat ini lebih terfokus pada kutak-katik angka dengan berbagai skenario dugaan, atau pun dengan prediksi-prediksi berdasarkan angka-angka imajinasi. Di mana, semua hal yang tidak pantas untuk diangkakan telah coba diangkakan, dan hal ini telah menunjukkan hasil dari ambruknya raksasa-raksasa korporasi dunia oleh kegagalan menerapkan manajemen risiko secara benar dan tepat.

Resesi yang muncul di hari ini adalah contoh dari kegagalan pemahaman dan penerapan manajemen risiko secara tepat dan benar.

Selalu ada kecendrungan bahwa hampir semua korporasi suka menyeragamkan persoalan, dan memahami manajemen risiko sebagai kekuatan internal control saja. Padahal risiko ada yang terlihat dan ada juga yang sulit teridentifikasi oleh alat-alat ukur internal control.

Pemahaman manajemen risiko ke depan haruslah di dasarkan oleh kekuatan moral dari semua kekuatan sumber daya manusia; kekuatan sistem, prosedur, dan kebijakan yang fokus pada pengendalian risiko sejak dini; kekuatan budaya kerja yang fokus pada produktivitas, efektivitas, efisiensi, dan profitabilitas. Di mana, semua ini harus di kerjakan dalam sebuah standar kerja yang di isi oleh kejujuran dan niat baik.

Setiap sumber daya manusia harus secara jujur menyadari bahwa turunnya semangat kerja; turunnya semangat untuk bekerja dengan efisien; turunnya semangat untuk bekerja dalam produktivitas tinggi; turunnya etika dan moral kerja, pasti akan menjadi awal menuju bencana krisis. Oleh sebab itu, korporasi harus memiliki konsep manajemen risiko yang sesuai dengan tantangan bisnis dan tantangan non bisnis yang mungkin ada dalam perjalanan korporasi tersebut. Perlu di ingat, walaupun bisnis korporasi sejenis dan seukuran belum tentu jenis risikonya sama. Jenis risiko sangat beragam, untuk itu korporasi harus secara berhati-hati dengan daya kreatifitas tinggi menutup atau memagari setiap benih risiko dengan kepastian.

Berikut tips untuk membangun konsep manajemen risiko yang andal di korporasi Anda:

  • Top manajemen wajib mendukung setiap upaya untuk memagari dan menutup risiko yang mungkin timbul.

  • Top manajemen wajib mendukung kreatifitas sumber daya manusianya dalam menemukan berbagai potensi risiko yang mengancam eksistensi bisnis perusahaan.
  • Top manajemen wajib mendukung setiap perubahan menuju perbaikan untuk menutup setiap lubang risiko.

  • Setiap unit kerja dilibatkan dalam setiap perencanaan, untuk mampu melihat semua sisi dari aspek kerja dan aspek bisnis yang mungkin menimbulkan risiko.

  • Top manajemen harus memahami setiap risiko dari setiap keputusannya dan segera memagarinya dengan kepastian.

  • Top manajemen wajib menginformasikan kepada setiap unit kerja untuk mengamankan setiap titik dari potensi risiko yang ada.

  • Setiap sumber daya manusia harus mendapatkan gambaran yang jelas tentang visi, misi, dan risiko-risiko yang melekat dalam sebuah kebijakan.

  • Top manajemen harus menjelaskan dan menggambarkan bahwa setiap tindakan pasti ada risikonya. Oleh sebab itu, setiap orang harus mengerti tentang segala jenis potensi risiko yang melekat bersama korporasi.

  • Top manajemen harus tahu cara-cara membantu dan menolong para stafnya, saat mereka memerlukan pertanyaan, perhatian, kepedulian, atau tantangan dari risiko yang ada.

  • Setiap orang di korporasi harus percaya diri dan bertanggung jawab, untuk memperhatikan, menutup dan memagari setiap lubang risiko yang berbahaya buat kelangsungan korporasi.

  • Setiap kekuatan sumber daya manusia harus memahami bahwa semua kerja keras mereka tidaklah sempurna. Oleh sebab itu, mereka wajib berhati-hati, selalu buka mata dan buka pikiran, dalam upaya mengantisipasi risiko-risiko yang tak terlihat, tak terukur, tak teridentifikasi, tak terpetakan, dan tak tertangani dengan baik.

“Risiko Itu Benih Bencana, Benih Bencana Yang Mungkin Tidak Pernah Ada Dalam Imajinasi Dan Pengetahuan Anda.”-Djajendra

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Memformulasikan Persoalan Sebelum Bertindak.

” Sesederhana Apa Pun Sebuah Persoalan Diperlukan Formula Yang Jelas, Sederhana, Tegas, Dalam Tindakkan Tanpa Ragu. Untuk Itu, Seorang Pemimpin Wajib Tahu Tentang Cara-Cara Memformulasikan Persoalan Sebelum Bertindak.” – Djajendra

Pekerjaan utama seorang pemimpin adalah menyelesaikan semua masalah, tantangan, persoalan, dan hambatan yang menghadang visi dan misi organisasi. Untuk itu, pemimpin harus terampil memformulasikan semua persoalan organisasi dalam bentuk yang sederhana, jelas, dan mudah untuk ditindaklanjuti oleh setiap orang di dalam organisasi tersebut.

Pemimpin harus memiliki integritas dalam sikap untuk menyimak setiap keadaan; pemimpin tidak boleh membiarkan dirinya hanyut bersama keraguan, tapi ia harus selalu siap dalam disiplin yang tegas dan lugas agar setiap keadaan dapat dikendalikan secara baik.

Pemimpin cerdas tidak asal membuat keputusan dan tidak asal bertindak, tapi ia akan mempelajari setiap hal secara detail dan rinci agar tindakkannya tidak menciptakan kesalahpahaman. Ia akan berpikir cerdas dan bertindak cerdas, tidak bertindak dalam ketidakpastian dan keraguan.

Pemimpin cerdas akan selalu merenung dan bertanya kepada pengetahuan diri terbaiknya sebelum mencari solusi yang andal, ia juga akan selalu memastikan tentang sebuah tindakkan yang baik dan yang tidak baik.

Ia adalah seorang pemimpin cerdas yang tahu cara-cara terbaik dalam memformulasikan setiap persoalan organisasi sebelum bertindak. Ia selalu berpikir untuk kepentingan semua pihak dan tidak sekedar menghibur hati sekelompok orang dengan keputusan dan tindakkan yang kurang jelas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Perusahaan Lagi Krisis? Jangan lalai untuk melakukan penghematan!

“Bila Anda Menyuruh Karyawan Anda Untuk Berhemat, Sedangkan Anda Sendiri Tidak Memberi Keteladanan Untuk Berhemat, Maka Hasilnya Hanya Dalam Bentuk Sindiran Yang Mengurangi Kehormatan Anda.” – Djajendra.

Di zaman krisis ini mungkin sebagian besar perusahaan sudah kurang mendapatkan order dari pembeli. Nah, pasti para bos sedang sibuk menyuruh penghematan di semua aspek operasional perusahaan. Sebab, tak ada bos yang ingin perusahaannya bangkrut oleh menurunnya order.

Bos yang cerdas tahu bahwa penghematan adalah cara terbaik untuk menjaminan kontinyuitas dari operasional perusahaan. Pertanyaannya, apakah para karyawan telah melakukan perintah si bos? Kalau para karyawan lalai melakukan penghematan, maka PHK akan menjadi bom waktu buat karyawan.

Bila order menurun terus dan manajemen tidak mampu melakukan penghematan di semua aspek operasional perusahaan, maka tidak mungkin perusahaan mampu membayar gaji karyawannya. Dan, PHK akan menjadi kisah selanjutnya.

Saat bos menyuruh para karyawan melakukan penghematan total, maka seharusnya bos terlebih dahulu melakukan penghematan total dalam gaya dan pola hidup pribadi yang lebih sederhana.

Bos harus hidup hemat sambil memberi contoh kepada para karyawan. Sebab, bos adalah panutan yang paling berpengaruh kepada sikap karyawan untuk melakukan penghematan di semua aspek operasional perusahaan.

Karyawan akan selalu menunggu sikap bos dalam memahami penurunan order, serta ingin memiliki gambaran yang jelas dan tegas tentang kebijakan dan rencana perusahaan ke depan.

Bagi karyawan, bos tetaplah memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadi penunjuk arah yang jelas, agar mereka bisa survive dalam krisis ini dan tidak divonis dengan PHK.
Bos yang bijak tidak akan ngotot pada gaya hidup mentereng untuk memamerkan kekuasaan dan kewibawaannya. Bos yang cerdas tahu diri, bahwa di zaman krisis memperlihatkan kemewahan sebagai simbol kekuasaan dan kewibawaan hanya akan menjadi bahan olok-olokan orang lain.

Bos yang bijak pasti mengurangi pengeluaran-pengeluaran pribadi yang tidak perlu, dan sebelum menyuruh karyawan melakukan penghematan, bos sudah terlebih dahulu menyuruh keluarga di rumah untuk melakukan penghematan total dalam menghadapi krisis yang ada.

Bos yang cerdas tidak sekedar berbicara penghematan sambil ke kantor dengan mobil pribadi yang mewah, tapi ia akan memperlihatkan penghematan itu dari sikap, perilaku, pola dan gaya hidup sehari-harinya.

Bos yang bijak tidak akan menjadikan benda-benda mewah sebagai simbol kekuasaan dan kewibawaan, tapi ia akan menggunakan kesederhanaan sebagai contoh dan keteladanan hidup.

Menyuruh berhemat melalui keteladanan berarti mau menghilangkan hak privileges, seperti tidak tinggal di hotel mewah, tidak menggunakan limo dan jet pribadi, bersedia mengurangi atau memotong gaji sendiri, bersedia menjadi pribadi sederhana yang siap melakukan perubahan untuk menjadikan perusahaan lebih kuat dan kokoh.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com