Visi Kepemimpinan

“Visi Kepemimpinan Itu Tidak Sekedar Rencana Atau Target, Tapi Gambaran Jelas Tentang Yang Anda Inginkan Di Masa Depan.”-Djajendra

Visi adalah tujuan akhir dari sebuah perjuangan, tujuan akhir bukan berarti pekerjaan terakhir, tapi sebuah pekerjaan yang tak boleh terhenti, walau visi yang diinginkan sudah terwujud dalam hidup. Bila Anda pemimpin, Anda harus sadar bahwa tanpa visi dan tanpa tindakan pada visi yang diinginkan, jangan pernah berkata ada kepemimpinan. Sebab, tanpa visi tidak ada kepemimpinan apapun atas apapun, yang ada hanya sekumpulan orang dengan ambisi besar tanpa arah.

Keberhasilan sebuah kepemimpinan sangat ditentukan oleh pemahaman terhadap visi. Pemahaman bahwa visi itu adalah tujuan, visi itu adalah target, visi itu adalah tindakan, visi itu adalah gairah besar untuk meraih gambaran masa depan yang diinginkan dalam hidup. Sebuah visi yang jelas dan sederhana harus fokus pada sebuah gambaran tentang masa depan yang diinginkan, masa depan yang diimpikan dengan dukungan segenap potensi diri dan potensi sumber daya.

Tanpa visi yang jelas dan sederhana, Anda tidak akan pernah mewujudkan semua hasrat kepemimpinan diri Anda dengan total dan berkualitas. Tanpa visi Anda hanya berlari dan berputar dalam sebuah lingkaran kepemimpinan yang tidak jelas, Anda hanya bekerja berlandaskan rutinitas tanpa tujuan yang terfokus, Anda hanya akan berteriak sambil menyalahkan orang lain. Sebab, jiwa Anda tidak terpanggil untuk melakukan sesuatu kearah yang jelas, semua ide Anda hanya baik buat menyikapi rutinitas pekerjaan Anda, emosi Anda selalu dalam ketidakpastiaan, yang menandakan Anda tidak profesional dalam menjalankan roda kepemimpinan.

Setiap pemimpin harus membangun dan merawat visi kepemimpinan dengan tujuan yang jelas, dan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan dari berbagai kejadian yang mewarnai kepemimpinan tersebut. Ini adalah bagian dari kepemimpinan yang memerlukan hubungan antara visi kepemimpinan dengan realitas kehidupan yang ada, termasuk realitas atas dukungan pengikut pada kepemimpinan. Semakin kuat kepemimpinan yang didukung oleh faktor-faktor di luar diri, maka semakin tangguh visi kepemimpinan tersebut. Visi kepemimpinan yang kuat akan melahirkan pemimpin karismatik yang andal. Seorang pemimpin karismatik pasti mampu menggambarkan visi yang diinginkannya tersebut secara sangat jelas, dan mampu membuat para pengikut terobsesi dengan visi tersebut. Ia seorang pemimpin yang secara jelas akan menyatakan bahwa semua pengikut adalah bintang-bintang terhebat untuk membuat visi tersebut berwujud dalam kehidupan nyata. Ia akan membuat semua pengikut menjadi pendengar yang hebat, dan ia mampu membantu para pengikut untuk benar-benar menghayati dan mendapatkan semua nilai-nilai hebat dari visi yang sedang diperjuangkan itu. Ia seorang pemimpin yang benar-benar mampu memindahkan semua keinginan dari visi tersebut kepada pengikut.

Seorang pemimpin adalah seorang pembicara yang hebat, seorang inspirator yang mampu membuat pendengar percaya pada dia. Dia adalah seorang pemimpin yang mampu melihat gambaran masa depan dengan jelas, dan mampu mempresentasikan visi kepemimpinan dengan penuh percaya diri. Visi kepemimpinan yang hebat adalah yang benar-benar mampu menciptakan daya tarik pesan ke pendengar, bukan sekedar orasi yang hebat, yang membuat pesan dari visi tidak dapat dipahami oleh orang lain.

Visi kepemimpinan harus dalam wujud harapan bersama antara pemimpin dan pengikut, bukan sekedar harapan pemimpin yang tidak disukai pengikut. Pemimpin dan pengikut harus menyatu dalam tujuan visi yang jelas. Pemimpin dan pengikut harus bisa saling memberi dan berkomunikasi untuk menindaklanjuti visi tersebut, sehingga visi tersebut dapat mewujud dalam realitas yang ada.

untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Saat Manusia dan Mesin Berebut Makanan

Tujuan kehidupan kini menjadi semakin abstrak dan tergantung pada mimpi-mimpi kekuatan bisnis, yang memaksa banyak orang tak berdaya, bertindak dan berpikir seperti yang mereka kehendaki.

Jika selama ini biji-bijian seperti jagung dan kacang-kacangan hanya diperebutkan oleh manusia dan hewan ternak sebagai bahan makanan, saat ini muncul kompetitor baru, yaitu mesin-mesin yang menginginkan makanan manusia dan ternak itu dalam bentuk minuman segar yang bernama biofuel.

Reaksi pun muncul dari sebagian masyarakat dunia yang tidak setuju dengan niat mengkonversi makanan manusia dan ternak itu menjadi makanan para mesin. Tapi sang kekuatan bisnis tetap ngotot ingin mengkonversi jagung, kacang-kacangan, dan biji-bijian lainnya menjadi biofuel untuk mengantipasi langkanya sumber minyak fosil dunia saat ini. Lantas, apakah manusia dan hewan bakal kelaparan dan tersingkir oleh kekuatan bisnis super power dan kebutuhan para mesin?

Jawabannya bisa sangat beragam dan tergantung dari sudut kepentingan siapa dan apa. Lantas, apakah kekuatan bisnis superpower akan semakin serakah untuk mengisi pundi-pundi kekayaan semu mereka dengan melaparkan manusia? Waktu yang akan memberikan jawaban. Kita harus selalu berpikir positif mengenai semua rencana hebat dari pemimpin dunia yang berjanji menyejahterakan kehidupan manusia di planet bumi kita ini.

Saat ini semua lembaga elit dunia sedang membicarakan masalah kekurangan pangan. Setiap hari, permasalahan pangan ini menjadi bahan perdebatan dan pembahasan para pakar dan politisi dengan berbagai macam konsep dan teori dari sudut pandang mereka. Sementara masyarakat kebanyakan merasa lelah, sebab energi dari jiwa, raga, dan pikiran telah terkuras habis hanya untuk memikirkan tidak cukupnya penghasilan untuk membiayai hidup mereka. Ketimpangan ekonomi dunia dan ketidakseimbangan kesejahteraan ini, akan menjadi bom waktu yang suatu saat berpotensi ‘meledak’.

Masyarakat dunia tidak hanya bermasalah dengan kurangnya sumber bahan makanan, tapi juga daya beli masyarakat yang secara terus-menerus terdegradasi ke level sangat rendah. Jelas, turunnya daya beli masyarakat adalah persoalan yang timbul akibat perkonomian yang buruk sehingga muncul inflasi. Walaupun pemerintah mampu menjaga ketersediaan bahan baku pangan, bila daya beli merosot terus, mereka akan tetap menderita kelaparan. Ini, tentu saja, sangat berbahaya bagi stabilitas kehidupan.

Berbagai isu lonjakan harga pangan yang melanda dunia saat ini, disebabkan oleh sikap segelintir pemodal besar yang atas nama investasi memperjudikan beras, kedelai, gandum, sawit, jagung, dan lain sebagainya di bursa komoditas. Kenaikan harga-harga yang kita dengar setiap hari adalah harga hasil perjudian, yang tidak memberi manfaat apa-apa bagi pemerataan ekonomi dunia dan kemakmuran para petani.

Saat ini harga pangan dunia diatur dan dikendalikan oleh para penjudi, yang haus dan serakah untuk mendapatkan keuntungan besar, tanpa peduli pada persoalan kelaparan dunia. Yang ada di otak mereka hanyalah keinginan memperkaya diri, dengan segala cara.

Para penjudi juga telah sukses memporakporandakan energi dunia melalui perjudian mereka atas bahan bakar fosil, yang kini harganya telah mencatat sejarah tertinggi di kehidupan manusia. Dan, tentu saja yang menikmati lezatnya keuntungan dari kenaikan harga bahan bakar fosil tersebut adalah para penjudi yang memiliki stock di kertas mereka. Para penjudi ini telah membuat masyarakat di negara-negara berkembang dan miskin menjadi semakin sengsara dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik.

Globalisasi telah membuat para penjudi superpower semakin perkasa untuk mengeruk keuntungan dari seluruh penjuru dunia buat mengisi pundi-pundi kekayaan mereka, agar mereka tetap kenyang dan glamor.

Saat ini sebagian besar dari penduduk dunia ketiga sedang bersaing ketat dengan hewan dan mesin untuk mendapatkan makanan. Para penjudi superpower ini tersenyum penuh kemenangan dari bursa komoditas yang mereka kendalikan. Apakah ini artinya manusia satu telah mengkanibalisasi manusia yang lain? Hanya suara–suara kejujuran dan kebenaran lah yang mampu menjawabnya.