Etos Kerja Ada Dalam Budaya Organisasi

“Etos Kerja Sangat Ditentukan Oleh Kebijakan, Sistem, Dan Nilai Kepercayaan Yang Dianut Organisasi.”-Djajendra

Setiap organisasi bisnis memerlukan fleksibilitas yang tinggi dengan budaya organisasi yang terpercaya (high trust). Tujuannya adalah untuk membangun kredibilitas yang memberikan perasaan percaya kepada setiap stakeholders, bahwa budaya organisasi berjalan dengan etos kerja yang terukur dalam sebuah sistem, prosedur, kebijakan, dan etika yang mampu secara konsisten memenuhi harapan dari para stakeholder. Oleh karena itu, Budaya organisasi harus diterjemahkan menjadi sebuah etos kerja yang berkualitas. Di mana, etos kerja yang berkualitas ini harus berasal dari hasil kesadaran kolektif dari dalam organisasi, dengan dukungan total dan utuh dari setiap pimpinan dan karyawan untuk secara bersama-sama menggali semua potensi terbaik organisasi buat menghasilkan kualitas kinerja terbaik.

Etos kerja yang berkualitas harus dihasilkan dari DNA organisasi, yang secara fundamental wajib dipengaruhi oleh karakter kerja organisasi melalui visi, misi, etika, budaya, serta cara berpikir dan bertindak yang berkualitas dari pendiri, pimpinan, dan karyawan. Karakter organisasi harus selalu diperkaya dengan nilai-nilai baru, agar etos kerja selalu bisa menjadi lebih dinamis dan kreatif dalam menjawab tantangan baru.

Etos kerja harus menjadi disiplin yang mengarahkan  setiap sumber daya manusia organisasi untuk mengembangkan cara-cara kerja yang efektif, kreatif, sinergik, produktif, dan beretika, dalam semangat dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada para stakeholder. Oleh karena itu, sejak awal pimpinan organisasi harus membangun perasaan tanggung jawab dalam wujud integritas yang tinggi di dalam organisasi, dan memotivasi setiap pimpinan dan karyawan untuk patuh pada panduan etika bisnis, code of conduct, sop, peraturan, kebijakan, sistem, dan semangat organisasi dalam meraih sukses.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Sikap Mengeluh Adalah Etos Kerja Terburuk

“Pribadi Yang Suka Mengeluh Tidak Akan Pernah Mampu Memberikan Yang Terbaik Buat Siapapun, Termasuk Buat Dirinya Sendiri.”-DJAJENDRA

Jika kebiasaan Anda di kantor adalah mengeluh dengan menganggap bahwa semua hal di kantor Anda tidak beres, sudah waktunya buat Anda untuk segera memeriksa kualitas integritas diri Anda. Pastikan Anda masih memiliki mindset positif buat menghasilkan prestasi kerja terbaik.
Anda harus ingat bahwa hukum prestasi memiliki prinsipnya, yaitu para pengeluh sulit untuk bisa berprestasi secara optimal. Hal ini berarti kebiasaan mengeluh Anda hanya akan menciptakan rasa tidak puas dan serba kekurangan dalam hidup Anda.
Kondisi ini akan menciptakan jarak yang sangat jauh buat Anda dalam mendapatkan kebahagiaan, kesehatan, dan kemakmuran. Sebab, semua kebaikan dan kemudahan akan kabur menjauhi diri Anda yang suka mengeluh.
Orang yang suka mengeluh adalah orang yang tidak cerdas untuk bersyukur, dan pastinya sulit menjalani hidup dengan penuh semangat untuk hari esok yang lebih cerah.
Untuk menghindari sifat mengeluh Anda wajib memiliki mindset positif. Dan Anda harus tekun untuk mempraktikkan cara hidup berprasangka baik, terhadap segala aspek kehidupan melalui pikiran positif Anda.
Mengeluh adalah sifat dan perilaku negatif yang dapat merusak etos kerja di kantor Anda. Sering sekali manajemen di kantor melihat praktik mengeluh ini dengan sangat sepele, dan selalu beranggapan tidak penting. Padahal sikap mengeluh ini seperti virus yang dapat menular kemana – mana dalam organisasi. Sikap suka mengeluh juga dapat menurunkan semangat dan motivasi kerja dari para pimpinan dan staf.
Manajemen harus bisa sejak dini mengendalikan sikap mengeluh, agar semua sumber daya manusia di kantor dapat bekerja dengan konsentrasi dan perhatian penuh terhadap semua aspek dari tugas dan tanggung jawab yang ada. Menganggap sepele sikap mengeluh adalah keputusan yang salah dan fatal untuk masa depan organisasi.
Pribadi yang suka mengeluh tidak akan pernah mampu memberikan yang terbaik buat siapapun, termasuk buat dirinya sendiri. Lantas apa yang bisa diharapkan sebuah organisasi dari seorang pengeluh? Para pengeluh di kantor Anda hanya akan mendatangkan lebih banyak persoalan baru dibanding solusi jitu. Hidup dari para pengeluh hanya akan dihabiskan untuk berkeluh kesah dari pagi hingga pulang kantor, untuk selama – lamanya sepanjang tahun kerja mereka di kantor. Mereka semua adalah para penghambat kinerja maksimal, sebab mereka lebih suka berkeluh kesah dan bergosip ria untuk membicarakan segala kekurangan dan kelemahan yang ada di tempat kerja mereka. Jadi apa yang mau diharapkan dari orang – orang yang sifatnya suka mengeluh?
Sikap mengeluh ini bila ditanggapi oleh seseorang yang tidak suka mengeluh, maka ada kemungkinan virus mengeluh ini bisa menarik empati dan simpatinya untuk menjadi kasihan terhadap sang pengeluh. Akibatnya orang – orang yang optimis dan positif bisa terganggu prestasinya oleh virus mengeluh yang merasuk ke dalam pikiran positif mereka. Padahal sikap mengeluh itu adalah induk semang dari segala macam pikiran dan sikap negatif. Sikap mengeluh adalah etos kerja terburuk. Jadi sudah saatnya Anda menyadarkan para pengeluh yang berkeliaran dengan rasa tidak puas dalam kantor Anda, agar mereka bisa memahami dan mengetahui bahwa dengan memelihara sikap mengeluh mereka tidak akan bisa menghasilkan kinerja dan prestasi yang baik. Mereka juga akan kesulitan untuk menggapai mimpi, harapan, dan cita-cita dengan sikap mengeluh. Memelihara budaya mengeluh di kantor Anda sama artinya Anda merusak etos kerja organisasi Anda menuju ke etos kerja terburuk. Dengan bermodalkan etos kerja terburuk Anda hanya menggiring organisasi Anda menuju jurang yang sangat dalam. Bila organisasi Anda sudah terlanjur masuk ke jurang terdalam, tidaklah mudah untuk merangkak naik ke atas lagi. Jadi, sebelum hal terburuk menenggelamkan organisasi Anda, ada baiknya Anda melakukan penyadaran total terhadap bahaya laten dari sikap suka mengeluh pada semua kekuatan sumber daya manusia yang ada dalam organisasi Anda.


Keharmonisan Hubungan Kerja

“Biaya Ketidakharmonisan Hubungan Kerja Pasti Sangat Besar, Dan Biasanya Perusahaan Tidak Pernah Menghitung.”-Djajendra

Setiap karyawan dan pimpinan selalu menginginkan sebuah keharmonisan hubungan kerja dengan setiap stakeholders. Tetapi, fakta menunjukkan bahwa kepentingan dan persaingan kerja telah menciptakan hubungan kerja yang kurang harmonis. Perasaan takut kehilangan pekerjaan dan persaingan di internal perusahaan yang ketat membuat karyawan dan pimpinan terpaksa mengabaikan etika dan moral demi mengamankan kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Sudah seharusnya pemimpin sebagai koordinator semua fungsi dan peran kerja dapat menjadi contoh positif bagi semua karyawan untuk membangun sebuah hubungan kerja yang harmonis dan dinamis.

Kepemimpinan yang hebat akan selalu melahirkan karyawan dan pemimpin unggul yang mampu menciptakan keharmonisan hubungan kerja melalui cara kerja yang transparan, beretika, jujur, adil, mandiri, dan bertanggungjawab. Tanpa pernah memojokkan siapa pun atas sebuah proses manajemen yang gagal.

Keharmonisan hubungan kerja akan meningkatkan rasa percaya diri pemimpin untuk mempercayai semua kekuatan manajemen, yang dikerjakan oleh para karyawan unggul tersebut. Hal ini akan menjadikan manajemen perusahaan selalu fokus pada strategi dan taktik memenangkan persaingan bisnis dengan modal dasar yang kuat, yaitu daya tahan sumber daya manusia yang kuat, dan daya saing bisnis yang tinggi.

Keharmonisan hubungan kerja akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, dengan berbagai kekuatan dan kelebihan, yang akan membuat manajemen menjadi lebih kuat untuk menjalankan rencana dan strategi perusahaan dengan sempurna.

Perilaku manajemen yang paling tidak efektif dalam membangun keharmonisan hubungan kerja adalah dengan sering dan mudah dalam hal memecat, dan memberhentikan karyawan, tanpa terlebih dahulu mempelajari dan mengasah semua kekuatan potensi dan keunggulan karyawan tersebut. Dalam hal ini peran pemimpin menjadi sangat penting, sebab seorang pemimpin yang cerdas tidak mau waktunya habis hanya untuk mengotak – atik turnover karyawan, merekrut karyawan, mengganti karyawan, yang semuanya terjadi oleh karena lalai membangun lingkungan kerja yang harmonis dan dinamis.

Biaya untuk ketidakharmonisan hubungan kerja adalah sangat besar, dan biasanya memang jarang sekali ada perusahaan yang menghitung untuk persoalan ini. Padahal potensi kerugian akibat kelalaian membangun keharmonisan hubungan kerja adalah sangat besar. Kerugian di sini tidak hanya berbentuk uang, tetapi juga dalam wujud kepercayaan dan keyakinan para karyawan kepada manajemen dan pimpinan menjadi turun, dan akibatnya jelas semua karyawan tidak akan bekerja dengan sepenuh hati dan selalu ragu untuk membuat sebuah keputusan. Dan yang pasti para karyawan mau bertahan dalam lingkungan kerja yang tidak harmonis lebih disebabkan oleh gaji dan tunjangan, serta rasa ketakutan mereka untuk menjadi penganggur, sebab mereka  memiliki tanggungan ekonomi terhadap keluarga yang harus mereka biayai. Tetapi bagi perusahaan semua perilaku ini akan menjadi kontribusi yang sangat besar bagi kemandulan manajemen dalam upaya melahirkan prestasi bisnis yang besar.

Turnover yang tinggi secara otomatis akan mendorong manajemen perusahaan untuk selalu merekrut karyawan baru dalam upaya mengganti karyawan yang sudah keluar, dan semua ini harus dikerjakan dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit. setiap karyawan baru jelas harus dikembangkan sedemikan rupa agar mereka mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru mereka. Semua proses ini bisa berakibat kepada tidak terfokusnya manajemen terhadap grand strategi bisnis perusahaan jangka panjang.

Keharmonisan hubungan kerja akan menciptakan rasa memiliki dan rasa peduli para karyawan terhadap perusahaan mereka lebih dari apa pun, loyalitas terhadap pekerjaan dan perusahaan akan memotivasi mereka semua untuk selalu belajar dan melatih diri mereka masing – masing, untuk menjadi karyawan unggul yang berprinsip kepada nilai – nilai positif agar mampu untuk mengimplementasikan keharmonisan hubungan kerja yang sistematis diantara mereka, dan diantara mereka dengan para pemimpin mereka di tempat kerja.

Etos kerja yang mengandung nilai -nilai positif dari budaya lingkungan kerja yang berprinsip pada good corporate governance, kesetiakawanan di antara para karyawan dan pimpinan, rasa simpati atas kerja keras rekan kerja, rasa bertanggungjawab penuh atas pekerjaan, memberikan hormat dan penghargaan tulus terhadap sesama karyawan, menjadikan diri berdisiplin tinggi, ulet, rajin, sabar, bersemangat, antusias, dan tidak pernah masuk ke dalam perangkap gosip – gosipan. Adalah yang terbaik untuk menciptakan keharmonisan hubungan kerja.

Keharmonisan hubungan kerja harus diciptakan melalui kesadaran tinggi, kerja keras yang tulus dan sistematis dalam mengupayakan lingkungan kerja menjadi nyaman dengan aura energi positif yang membimbing semua karyawan menuju pribadi – pribadi unggul, yang siap berbakti dan berjuang bersama perusahaan dalam mendapatkan prestasi dan kinerja kerja terbaik.

Jangan pernah berpikir dan berharap bahwa keharmonisan hubungan kerja akan tercipta begitu saja dalam organisasi. Untuk membangun keharmonisan hubungan kerja, perusahaan harus melakukan latihan dan pembelajaran melalui sebuah proses panjang yang terencana dengan baik, untuk secara sadar menciptakan sebuah lingkungan kerja dengan tingkat keharmonisan hubungan kerja yang tinggi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Atasi Rasa Bosan Anda !

“Saat Hidup Anda Mampu Membebaskan Diri Anda Dari Semua Kepentingan Dan Simbol-Simbol Kehidupan, Maka Hidup Anda Akan Berada Dalam Sebuah Titik Keseimbangan Kebahagiaan.”-djajendra

Untuk kebanyakan orang kantor, bosan adalah ‘peristiwa rutin’ yang selalu datang dan mengganggu motivasi dan semangat kerja. Sebagian besar dari para pekerja korporasi pasti sudah pernah mengalami penderitaan akibat kebosanan atas rutinitas pekerjaan. Tetapi bila mereka tidak mampu menemukan solusi untuk mengatasi rasa kebosanan tersebut, maka stres akan menjadi pendamping hidup yang paling setia. Berikut ini kami temukan 12 cara yang biasa digunakan oleh para pekerja kantor untuk mengatasi rasa kebosanan mereka. Penemuan ini terjadi dari sebuah riset kecil yang kami lakukan terhadap 300 responden yang terbatas kepada orang – orang kantor di Jakarta. Hasil riset yang kami lakukan ini bertujuan sebagai inspirasi untuk pengembangan wawasan Anda, dan riset ini hanya suara kecil dari sebuah responden yang tidak besar. Harapan kami hasil riset kecil ini dapat memberikan solusi alternatif dalam mengatasi rasa bosan kerja Anda.

01. Berlibur. Liburan menjadi prioritas utama dalam mengatasi kebosanan rutinitas kerja. Pantai, gunung, dan hotel menjadi pilihan utama orang – orang kantor untuk berlibur.

02. Nonton bioskop. Nonton filem di bioskop sambil jalan – jalan di mall menjadi salah satu alternatif yang dipilih untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

03. Wisata kuliner. Wisata mencari makanan favorit menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

04. Berkumpul bersama keluarga. Hal ini menjadi pilihan yang tepat bagi sebagian orang untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

05. Latihan di pusat kebugaran. Fitnes centre telah menjadi tempat yang nyaman buat menghilangkan rasa bosan kerja.

06. Baca buku. Buku – buku favorit yang mereka sukai telah mampu menghilangkan rasa bosan kerja sebagian orang kantor.

07. Keliling jalan tol dengan mobil. Ternyata wisata keliling mutar -mutar jalan tol juga mampu menghilangkan rasa bosan sebagian orang kantor.

08. Ke kebun binatang. Jalan – jalan ke Ragunan dan Taman Safari juga mampu menghilangkan kebosanan kerja.

09. Tiduran. Bed rest telah menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk menghilangkan rasa bosan kantor.

10. Membersihkan rumah. Membersihkan rumah dari barang – barang yang tidak berguna, dan menciptakan suasana baru di rumah menjadi salah satu alternatif orang – orang kantor untuk menghilangkan rasa bosan mereka.

11. Wisata belanja. Dengan berbelanja keliling dari satu mall ke mall lain ternyata juga mampu menghilangkan rasa bosan kerja.

12. Pulang kampung. Pulang kampung dan bertemu dengan sahabat lama, serta lingkungan masa kecil menjadi alternatif sebagian orang kantor untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

*** Tulisan tahun 2006

Pemimpin Tidak Boleh Kehilangan Arah

“Pemimpin Yang Cerdik Tahu Bahwa Sebuah Sistem Dan Kultur Kerja Yang Profesional Adalah Lebih Penting Daripada Sekumpulan Orang Jenius Yang Spektakuler, Tapi Tidak Mampu Menyatu Dalam Arah Yang Sama.”-Djajendra

Daya tahan dari seorang pemimpin akan terlihat dari sikapnya yang tidak pernah kehilangan arah dan sasaran oleh alasan, situasi, dan kondisi apapun. Pemimpin dengan kekuatan daya tahan mental yang tangguh pasti akan bertindak secara cerdik, untuk menanamkan rasa percaya diri yang tinggi di hati setiap pengikutnya, sehingga ia dapat memanfaatkan semua bakat dan potensi pengikutnya secara optimal.
Pemimpin dengan bermodalkan daya tahan dan intelektualitas diri yang tinggi selalu mampu menata kultur dan sistem organisasinya dengan prinsip-prinsip kerja yang terarah pada visi dan misi organisasi, sehingga ia bisa menciptakan arah yang tepat pada sasaran yang jelas.
Sikapnya untuk mengeksplorasi semua bakat dan potensi para pengikut dengan cara-cara yang profesional, untuk diarahkan pada sasaran tertinggi, akan mendorong organisasi menjadi lebih kuat dan berkinerja hebat. Ia akan selalu secara konstiten melakukan evaluasi atas berbagai persoalan fundamental organisasi yang berkaitan dengan pelaksanaan prinsip-prinsip kerja yang hebat dan andal. Ia sebagai pemimpin yang memiliki daya tahan mental kuat dan merupakan seorang jenius, yang memiliki kemampuan yang hebat, bakat yang luar biasa, dan secara cerdik ia mampu menggunakan semua keunggulan dirinya tersebut, untuk mendorong para pengikutnya bekerja dengan sikap terbuka, jujur, penuh tanggung jawab, dalam sebuah integritas kepemimpinan yang kuat dan penuh wibawa.
Kesadaran untuk memanfaatkan keunggulan dari kualitas kepemimpinan yang ia miliki, memungkinkan ia untuk menghadapi realitas, dengan cara menggunakan semua potensi dan bakat kepemimpinan dirinya untuk mencapai prestasi hebat.
Pemimpin yang hebat selalu mampu melihat semua tantangan yang ada sebagai peluang terbaik. Dia akan terus membangun kekuatan untuk mendapatkan hasil – hasil terbaik yang dituju melalui cara – cara terefektif untuk mencapainya. Kehebatannya untuk mengkonversi semua tantangan menjadi peluang adalah kekuatan yang dicapainya dengan mengarahkan semua kekuatan potensi yang dimilikinya secara total.
Sebagai pemimpin yang cerdik ia tahu bahwa sebuah sistem dan kultur kerja yang profesional adalah lebih penting daripada sekumpulan orang jenius yang spektakuler, tapi tidak mampu menyatu dalam arah yang sama. Apabila seorang pemimpin lalai mengembangkan sistem dan kultur kerja positif sebagai tradisi organisasi, maka semua arah tujuan organisasi akan berantakan. Sebagai pemimpin yang bijak ia bekerja dengan dasar sistem dan kultur yang hebat dan terus melatih dan belajar untuk tidak kehilangan arah.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Manajer

“Manajer Hari Ini Wajib Mendengarkan Suara Pelanggan Dan Mau Belajar Dari Kritikan Dan Ketidakpuasan Para Pelanggan. Sebab, Suara Para Pelanggan Menjadi Sangat Penting Dalam Menata Masa Depan Organisasi Yang Solid Dan Kokoh.”-djajendra

Manajer hari ini wajib memiliki kesadaran total, untuk bersikap cerdik dalam semangat mengelola semua sumber daya berwujud dan sumber daya tidak berwujud organisasi secara penuh tanggung jawab. Manajer hari ini wajib bersikap profesional untuk mengabdikan dirinya menjadi inspirator yang memotivasi potensi dan bakat dari kekuatan karyawannya. Manajer hari ini harus sadar, untuk membangun hubungan positif dengan stakeholder dan memberikan perhatian yang penuh tanggung jawab buat kepentingan stakeholder. Manajer hari ini harus proaktif belajar membangun wawasan, untuk menghadapi perubahan keinginan pasar dan memiliki kualitas dalam menjawab semua tantangan pasar. Manajer hari ini adalah seorang pribadi pembelajar yang secara tekun menata organisasi dengan nilai-nilai organisasi yang pro pada kinerja terbaik.
Pada saat ini, trend keinginan pasar selalu berubah dan bergerak begitu cepat, sehingga manajer hari ini harus berkonsentrasi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan atas kualitas dari semua produk dan jasa, serta wajib menata ulang produk dan jasa dalam wujud disain yang lebih menyentuh hati konsumen, kemasan yang lebih memperlihatkan selera konsumen, dan dimodifikasi sesuai dengan selera pasar hari ini.
Manajer hari ini haruslah seorang pemimpin yang mau belajar bersama perubahan dan trend baru, agar dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawab berdasarkan rencana yang hebat dan seimbang, dengan cara mengatasi semua tantangan hari ini secara tepat.
Manajer hari ini seharusnya mulai berlatih, belajar, dan mengembangkan semua bakat dan potensi dirinya, serta mengembangkan potensi sikap hebat dirinya dalam semangat menghadapi tantangan dari setiap perubahan.
Manajer hari ini harus mau memahami bahwa semua bakat dan potensi dari kekuatan sumber daya manusia adalah harta terbesar dan terpenting buat menciptakan organisasi yang hebat.
Sebagai pemimpin ia wajib menunjukan kekuatan manajerialnya dalam bentuk perilaku dan hubungan kerja bersama tim besarnya. Para manajer yang berwawasan luas dan berpengetahuan positif sudah lama membuang hierarki, dan banyak melibatkan pikiran positif, niat sukses bersama, sikap hebat, dan keterampilan yang berkualitas tinggi dalam membangun struktur kerja yang lebih efektif, efisien, kreatif, dan produktif. Bangunan struktur kerja baru tersebut mengeluarkan sumber daya manusia dari dalam kotak hierarki lama dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih efisien, disiplin, fleksibel, produktif, berkualitas, berketerampilan tinggi, dan mencuatkan kreatifitas dalam semangat besar untuk membangun organisasi yang berkinerja hebat.
Manajer hari ini wajib mengembangkan naluri kepemimpinannya untuk merangkul semua orang-orangnya dalam semangat membangun kekuatan bersama yang solid dan tangguh.
Manajer hari ini harus cerdik mengarahkan sumber daya organisasi secara total dan utuh, yang meliputi karyawan, sistem organisasi, sumber daya, dan para konsumen secara hebat dan tepat sasaran. Keragaman lingkup pekerjaan, para pelanggan, dan stakeholder yang terkait akan menyadari sendiri saat mereka melihat kekuatan dan kemampuan organisasi dalam menjawab semua tantangan yang ada.
Manajer hari ini harus mau mempertahankan visi organisasi, dan mau mengobarkan semangat yang dibutuhkan untuk membangun organisasi ke arah yang lebih hebat.
Manajer hari ini harus cerdik memobilasi para karyawan untuk menjalankan visi,misi,dan slogan organisasi, serta memantapkan kekuatan terpadu dan solid dalam menjawab tantangan yang ada. Koordinasi sekitar visi,misi,dan slogan ini menggerakan suatu kekuatan yang ditransformasikan menjadi satu ke tempat kerja, dimana karyawan dan tim dapat menyatakan diri mereka sendiri dalam pekerjaan dan menemukan signifikasi melampaui tugas, saat mereka mengelola visi, misi, dan slogan. Melalui suatu fokus yang tetap pada visi, misi, dan slogan manajer seharusnya memberi kepada staf–stafnya yang tersebar dan beraneka ragam suatu kesadaran arah yang jelas dan peluang untuk menemukan makna dalam pekerjaan mereka.
Manajer hari ini wajib mendengarkan suara pelanggan dan mau belajar dari kritikan dan ketidakpuasan para pelanggan. Sebab, suara para pelanggan menjadi sangat penting dalam menata masa depan organisasi yang solid dan kokoh.
Persaingan global dan lokal makin cepat, dan kebutuhan untuk memfokuskan pada apa yang dibutuhkan pelanggan akan semakin kuat.
Manajer hari ini harus mau bekerja secara total dan menghayati totalitas kepemimpinannya, tidak sekedar menjadi mandor buat karyawannya, tapi mau secara proaktif menjangkau ke luar dinding organisasi. Khususnya, untuk memuaskan hasrat kebutuhan dari para konsumen.
Manajer hari ini yang cerdik pasti menyadari arti penting untuk membangun sistem dan kultur organisasi yang hebat. Nilai-nilai hebat yang dikembangkan organisasi buat mengembangkan sumber daya manusia yang berprestasi adalah perbuatan paling cerdik dan paling cerdas dari seorang manajer, dalam fokus menjaga keberlanjutan visi, misi, dan slogan organisasi secara tepat sasaran. Hasilnya adalah secara otomatis akan terbentuk sikap kerja yang sehat untuk tercapainya sukses organisasi.
Manajer hari ini yang bijaksana akan merangkul semua yang terlibat dalam lingkaran yang mengitari organisasi. Tantangan yang berasal dari luar organisasi memerlukan banyak perhatian, komitmen, dan harus ditindaklanjuti dengan semangat yang terfokus pada pencarian solusi terhebat.
Manajer hari ini akan membangun sumber daya organisasi yang sehat dengan semangat yang terfokus pada upaya menjadikan organisasi lebih sehat dan lebih produktif, dengan menyadari bahwa organisasi dengan kinerja tinggi tidak dapat hidup jika tidak diimbangi dengan sistem dan kultur yang hebat, yang tidak mengecewakan orang orangnya, serta memiliki kepastian masa depan yang cerah buat semua manusianya.
Pada saat ini kesetiaan karyawan kepada perusahaan semakin berkurang, dan kepercayaan perusahaan kepada karyawan juga semakin berkurang. Hal ini merupakan pesan yang jelas bagi manajer hari ini.
Persaingan yang keras dalam dunia bisnis dan semakin materialistisnya manusia mengakibatkan hancur dan punahnya filosofi kesetiaan dan kerja sama abadi. Pengurangan tenaga kerja bukanlah solusi yang sehat, tetapi memompa semangat, etos kerja yang hebat dalam memandu visi, prinsip, dan nilai organisasi yang hebat akan membangun kepercayaan, semangat, dan kreativitas internal organisasi.
Manajer yang cerdas akan mampu meramalkan waktu yang menguntungkan, dan waktu untuk lebih waspada menghadapi tantangan. Manajer hari ini haruslah seorang pemimpin yang memiliki kompetensi terbaik untuk memberi harapan dan motivasi bagi kehidupan semua sumber daya manusia yang ada di organisasinya, serta mempunyai keberanian untuk mengambil sikap dan tindakan tepat sasaran mengenai semua isu, prinsip, visi, misi, operasional dan kebijakan strategi perusahaan dan mampu secara bijaksana mengendalikan semua potensi risiko yang bisa terjadi.

Manajer hari ini sebaiknya bersikap lebih hati–hati dalam menghadapi berbagai spekulasi bisnis. Kualitas kepemimpinan seorang manajer hari ini harus terjawab dari sikap, wawasan, pengetahuan, karakter, dan kualitas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Memimpin Dibarisan Paling Depan

“Seorang Pemimpin Yang Andal Selalu Mampu Menguasai Jiwa Dan Pikiran Dari Setiap Pengikutnya, Dengan Kekuatan Cinta Dan Pengetahuan. Dan Dia Selalu Mampu Memahami Semua Kekuatan Potensi Tersembunyi Dari Setiap Manusia Yang Ada Disekitarnya, Serta Mampu Menjadikan Dirinya Sebagai Harta Tak Ternilai Buat Semua Orang.”-Djajendra

Pemimpin terbaik selalu berjuang untuk menjadikan harapan semua orang menjadi nyata. Untuk itu, dia akan selalu dengan tekun berjuang di tengah – tengah kesulitan, dan memberi di tengah – tengah kemakmuran buat kenyamanan semua pengikut. Dia juga dengan perasaan berani berdiri dibarisan paling depan untuk menaklukkan semua risiko penghambat, serta tidak bersembunyi dibalik jas kesombongan, tapi menjadikan dirinya sebagai seorang inspirator yang perlu didengar oleh semua orang.

Pemimpin terbaik selalu mengubah diri untuk melayani orang lain dengan berkualitas, sebelum meminta orang lain untuk melayani kepemimpinannya dengan berkualitas. Dia juga pemimpin yang penuh tanggung jawab untuk menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik, dan dia tidak mudah memberi janji -janji manis kepada pengikut sebelum memahami persoalan yang dihadapi dengan integritas diri yang tinggi.

Pemimpin terbaik adalah seorang pejuang untuk mendapatkan kemenangan buat dirinya dan semua pengikutnya, dan dia tidak pernah berpikir tentang kekalahan.  Dia juga membangun kekuasaan dengan menanamkan fondasi kecerdasan dan cinta kasih di setiap landasan rumah kepemimpinannya yang kuat terhadap setiap gempa sosial.

Pemimpin terbaik adalah seseorang yang bergerak dengan keyakinan diri yang luar biasa, tapi tidak pernah berspekulasi untuk hal apa pun. Dia selalu bekerja dengan kalkulasi yang efektif untuk semua rencana dan strategi. Pemimpin terbaik adalah seorang pengemudi waktu yang konsisten, yang tahu kapan harus bekerja, dan tahu kapan harus berhenti. Dia akan selalu bekerja untuk kesejahteraan semua pengikutnya, dan bukan untuk kemenangan dirinya dalam penderitaan semua pengikutnya.

Pemimpin terbaik adalah dia yang menyerahkan semua jiwa raganya untuk orang lain, tanpa memikirkan sedikitpun untuk kepentingan dirinya, apalagi untuk keluarganya. Dan dia adalah seorang penata pikiran positif yang cerdas, yang membangkitkan semangat dan gairah hidup dari para pengikutnya, termasuk ia adalah seorang ahli pembaca tanda – tanda zaman keemasan, dan seorang pekerja keras untuk setiap kemakmuran.

Pemimpin terbaik tidak hidup dalam pikiran takut gagal, tapi hidup dalam pikiran kemenangan atas semua kemakmuran dan kebahagian bersama para pengikutnya. Ia tidak pernah menunggu mimpi – mimpinya hanyut dalam penderitaan. Tetapi dia akan menebus semua mimpi – mimpinya dengan cara – cara tercerdas untuk kebahagian semua pengikutnya.

Pemimpin yang terbaik adalah pribadi yang mengajarkan semua kebaikan kepada setiap pengikut, dan mengajarkan semua kecerdasan agar setiap pengikutnya menjadi sehat, bahagia, dan sejahtera.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

5 Kecerdasan Dasar Manajer

“Lima Kecerdasan Dasar Yang Wajib Dimiliki Oleh Manajer. Pertama, Kecerdasan Untuk Memahami Orang Lain Dengan Bijak Dan Peduli. Kedua, Kecerdasan Untuk Menunaikan Tugas Dan Tanggung Jawab Secara Profesional Dan Bijaksana. Ketiga, Kecerdasan Untuk Memahami Bisnis Dan Tantangannya Dengan Intuisi Yang Kuat. Keempat, Kecerdasan Untuk Memotivasi Dan Mengevaluasi Diri Sendiri Secara Jujur Dan Bijak. Kelima, Kecerdasan Untuk Memahami Visi, Misi, Kultur, Nilai, Dan Arah Organisasi.” – Djajendra

Dunia usaha terus berkembang bersama berbagai macam tantangan, yang semakin hari tantangannya menjadi semakin serius beratnya. Dan, disinilah diperlukan kecerdasan dari seorang manajer, untuk mau mengelola semua aspek organisasi dan aspek bisnis secara cerdas dan bijak.

Saya menemukan ada lima kecerdasan dasar yang wajib dimiliki oleh manajer. Pertama, kecerdasan untuk memahami orang lain dengan bijak dan peduli. Kedua, kecerdasan untuk menunaikan tugas dan tanggung jawab secara profesional dan bijaksana. Ketiga, kecerdasan untuk memahami bisnis dan tantangannya dengan intuisi yang kuat. Keempat, kecerdasan untuk memotivasi dan mengevaluasi diri sendiri secara jujur dan bijak. Kelima, kecerdasan untuk memahami visi, misi, kultur, nilai, dan arah organisasi.

Manajer adalah pribadi yang wajib dihormati dan didengarkan oleh para stafnya. Untuk itu, manajer wajib melakukan kelima kecerdasan diatas untuk kebaikan semua stakeholdersnya. Tetapi, jika manajer lalai memahami kelima kecerdasan diatas, maka ia akan sulit berkembang untuk menjadi bintang yang bersinar terang di dalam organisasinya.

Kelima dasar kecerdasan manajer tersebut harus bisa saling membentuk menjadi satu perilaku, yang mampu mempengaruhi semua solusi dan rencana organisasi secara menyeluruh dan bersifat total.

Manajer harus mampu menentukan prioritas untuk mengatasi tantangan yang ada. Hal ini penting, agar manajer tidak terjebak dalam kebingungan untuk membedakan mana tantangan yang harus segera diselesaikan, dan mana tantangan yang boleh ditunda untuk waktu tertentu. Jadi, kelima kecerdasan dasar manajer tersebut harus mampu memahami semua prioritas yang wajib untuk segera ditindaklanjuti.

Manajer dengan kelima kecerdasan dasar tersebut harus mampu mengantisipasi semua kemungkinan, yang menghambatan laju organisasi, untuk mencapai tujuan utama dari bisnisnya. Dan, keandalan manajer untuk mampu mengidentifikasi semua persoalan yang ada, merupakan nilai lebih yang pasti membawa manajer ke puncak sukses karier kerja.

Manajer dengan mental kuat berdasarkan kelima kecerdasan dasar diatas, harus mampu mengenali apa yang belum diketahui oleh semua stakeholders, apa yang lebih perlu diketahui, dan cara terbaik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tepat guna buat kemajuan organisasi.

Manajer dengan kekuatan lima kecerdasan dasar diatas, harus mampu mengenali semua potensi, motivasi, kemungkinan, dan keterampilan, yang melandasi semua agenda kerja organisasi dengan dukungan kuat dari semua individu dan kelompok yang terlibat, untuk membantu kesuksesan organisasi dalam setiap situasi.

Manajer dengan lima dasar kecerdasan tersebut, harus mampu mengantisipasi semua kemungkinan atas reaksi emosional dari setiap individu, termasuk reaksi atas komunikasi negatif dari semua pihak di semua level organisasi. Jadi, manajer wajib mengidentifikasi semua potensi konflik, dan semua potensi persepsi yang menciptakan perbedaan misi dan visi, yang dapat menciptakan kesalahpahaman diantara kolega dan pimpinan. Dengan kemampuan untuk mengenali dan menjawab berbagai kebutuhan organisasi, maka manajer pasti mampu meredam semua konflik dan perbedaan persepsi.

Kelima kecerdasan dasar manajer diatas tersebut haruslah dapat memberi cahaya pada batin dan pikiran manajer, untuk lebih mengenali semua kekurangan diri sendiri, serta mau bertindak lebih bijak untuk memperbaiki semua kesalahan diri, dan proaktif memperbaiki semua hambatan pikiran untuk bertindak dalam semangat kejujuran.

Melalui pemahaman dan pematangan mental manajer secara terus-menerus oleh kelima dasar kecerdasan manajer tersebut, dipastikan manajer mampu mengatasi semua kekurangan organisasi, dengan cara membangun kekuatan dari semua aspek kerja organisasi secara profesional dan bijak.

Keunggulan manajer untuk mengenali semua karakter kerja, semua karakter komitmen, semua karakter bertindak, dan semua karakter berkomunikasi yang ada di dalam organisasi, haruslah didasarkan pada fondasi lima kecerdasan dasar manajer diatas, agar semua gerak dan langkah organisasi dapat memberikan manfaat yang besar buat semua stakeholdersnya tanpa terkecuali.