Keluar Dari Zona Nyaman Untuk Perubahan

Dalam banyak cerita kehidupan, seringkali seseorang mengalami perubahan besar ke arah lebih positif dalam hidupnya setelah dia berhasil menaklukkan semua maut dan penderitaan diri. Sebuah perubahan diri tidak terjadi spontan, tetapi melalui sebuah pergolakan batin akibat penderitaan hidup yang terus – menerus. Mungkin saja, bila segala hal dalam hidup ini didapatkan secara gampang dan semuanya terasa mudah untuk diraih, maka orang – orang akan hidup dalam jebakan zona nyaman di sepanjang hidupnya, dan mereka belum tentu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa bagi peradaban kehidupan manusia. Sebab, ketika dalam hidup ini sudah tidak ada tantangan untuk ditaklukkan, maka kita akan menjadi pribadi yang hidup tanpa memiliki niat dan harapan untuk sesuatu yang di luar zona nyaman yang kita huni. Pastinya, karena segala hal tercukupi, kita akan malas untuk berpikir yang aneh – aneh, dan ketika seseorang sudah malas berpikir yang aneh – aneh, maka potensi kreatifitas dirinya akan mati secara perlahan – lahan, dan akhirnya dia akan menjadi pribadi yang tidak kreatif.  Lantas apakah seseorang harus menderita dulu agar bisa melakukan perubahan besar – besaran dalam hidupnya, seperti dalam kisah – kisah orang sukses yang sering kita baca, dan kemudian baru bisa hidup dalam prinsip – prinsip hidup yang luar biasa bijak?.

Saya berpendapat bahwa tidaklah seharusnya seseorang harus menderita dulu baru bisa menjadi lebih bijak, ada banyak cara buat seseorang untuk mengalami perubahan, dan siap untuk hidup dalam format hidup yang lebih bijak dengan memahami makna hidup secara sempurna. Memang ada banyak kisah yang menceritakan bahwa sebuah perubahan besar dalam diri seseorang itu terjadi oleh penderitaan dan kekurangan. Di mana penderitaan itu bisa berasal dari berbagai kemungkinan dari semua aspek kehidupan yang dialami oleh seseorang, yang merupakan pengalaman derita yang unik dan bersifat pribadi. Tetapi, saya melihat bahwa alasan orang berubah adalah adanya energi baik yang lebih mendominasi pribadi seseorang. Sehingga, semangat, rasa percaya diri, keyakinan, dan motivasi menciptakan dorongan pada batin untuk berubah  menjadi sesuatu yang lebih berharga dalam hidup.

Alasan orang berubah adalah masih adanya sinar kesadaran di dalam diri  untuk melihat sebuah kehidupan yang lebih baik. Ketika seseorang sudah bisa menaklukkan ego dan nafsu dirinya, maka dia dengan mudah bisa masuk ke dalam dunia baru yang diinginkannya. Tetapi, ketika seseorang masih kejar – kejaran dengan situasi dan kondisi kehidupan sehari-hari, maka sinar kesadaran akan tetap redup di dalam jiwa terdalam. Dan, akibat dari sinar kesadaran yang masih redup adalah belum sadarnya seseorang untuk bangkit dari keadaan hari ini yang serba kekurangan, dan menuju ke arah perubahan untuk kehidupan yang lebih baik.

Dalam realitas hidup, kita sering menemukan orang – orang yang secara turun – temurun hidup serba kekurangan dan tidak berani berpikir lebih untuk hari esok. Mereka semua terperangkap dalam zona kenyamanan yang serba kekurangan dan serba penderitaan. Dan, sinar kesadaran di dalam batin sulit menjadi terang, sebab tuntutan hidup membuat mereka hanya mau berpikir sebatas isi perut. Mereka menjadi terpinggirkan dari kehidupan serba kecukupan, dan semua ini terus berlanjut oleh lingkungan hidup mereka yang telah menjebak mereka untuk hidup merasa cukup dalam kekurangan. Perubahan baru akan terjadi, ketika mereka berani memberontak dari kultur dan sistem lingkungan hidup, yang telah menjebak mereka dalam zona kenyamanan dan kemapanan hidup.

Perubahan adalah milik dari orang – orang pemberani yang tidak takut kehilangan apa pun dari hidupnya, dan berani berkorban demi sesuatu yang lebih baik di hari esok. Mereka memiliki rasa keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi, untuk menjangkau hal – hal yang tidak dipikirkan oleh banyak orang.