SIKAP RAGU PEMIMPIN

Hukum kepemimpinan terpenting adalah tidak boleh ragu dalam memutuskan hal apapun, walaupun hal itu menyakitkan hati sang pemimpin, dan secara pasti setiap keputusan tersebut harus mengandung nilai keadilan yang tak berat sebelah. Sikap ragu hanya akan menghasilkan rasa kurang percaya diri dalam setiap langkah kepemimpinan, untuk bisa sampai pada misi kepemimpinannya secara mutlak.
Pemimpin profesional yang telah terlatih secara mental, fisik, pengalaman, pengetahuan, dan kebijaksanaan tinggi tidak mungkin tersesat dalam sikap ragu – ragu. Dia pasti mengetahui inti kepemimpinan sejati melalui waktu dan ruang yang membuatnya menjadi lebih bijaksana, lebih berani, dan lebih tegar dalam setiap perilaku kepemimpinan tanpa sikap ragu.
Para pemimpin dengan pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari proses perjalanan diri mereka menuju ke kursi kepemimpinan, pastilah memiliki insting atau naluri untuk melihat apa yang sedang terjadi dengan sempurna dan benar. Itulah sebabnya sikap ragu bisa hilang dan tergantikan oleh sikap optimis yang terarah secara benar dan terukur di sepanjang waktu kepemimpinan mereka.
Sikap ragu selalu muncul oleh akibat kurangnya rasa percaya diri. Bila seorang pemimpin lemah dengan integritas kepemimpinannya, maka seribu pakar dan pengamat akan berlomba – lomba memberikan opini mereka untuk menghasilkan sikap ragu dalam hati dan pikiran pemimpin. Para tukang kritik adalah salah satu penyumbang rasa ragu terbesar ke dalam mental pemimpin. Tulisan – tulisan yang dikemas sedemikian rupa dengan nilai – nilai keraguan, yang bila dibaca oleh para pemimpin yang lemah integritas kepemimpinannya, pasti sang pemimpin akan dengan mudah terprovokasi oleh opini – opini tersebut. Dan, pada akhirnya sang pemimpin hanya akan dipimpin oleh opini, teori, konsep, dan pendapat yang mengandung nilai – nilai dari sikap ragu tersebut.
Pemimpin harus memiliki sikap tenang untuk meyakinkan dirinya tidak bekerja atas dasar provokasi dari nilai – nilai sikap ragu. Pemimpin harus sadar bahwa memimpin itu adalah bahasa komunikasi yang mengutamakan kemampuan untuk memberikan perhatian secara tulus kepada semua aspek kepemimpinan tanpa ada diskriminasi.
Sikap ragu hanya akan membuat pemimpin bergerak dengan tidak pasti, dan dirinya tidak memiliki peta jalan menuju visi kepemimpinannya dengan aman dan selamat.
Sikap ragu juga bisa dengan mudah membuat pemimpin tergelincir ke dalam lembah kebodohan. Dan, pemimpin akan hidup dalam kebingungan tanpa tahu bagaimana mencari jalan keluarnya. Sikap ragu pemimpin bisa memusnahkan semua rencana terbaik yang ada, dan sikap ragu tidak pernah membawa pemimpin kemana pun, terkecuali ke dalam lembah kebingungan.
Pemimpin harus selalu melakukan konsolidasi batin melalui meditasi kejujuran. Caranya, yaitu dengan masuk ke dalam kesunyian diri untuk berdialog dengan kebenaran sejati. Untuk itu, secara rutin 30 menit dalam setiap hari sangat penting buat sang pemimpin berada dalam kesunyian total, agar bisa melatih suara hati untuk tujuan melenyapkan sikap ragu dari memori pikiran bawah sadar.
Sikap ragu tidak pernah menghasilkan prestasi besar, tapi sikap ragu memiliki potensi melenyapkan semua potensi sukses. Pemimpin bijak mampu menjelaskan berbagai situasi dan kondisi yang sedang terjadi secara jelas, sederhana, terarah, dan bersolusi dengan jalan keluar yang pasti dan jitu. Sikap ragu tidak ada dalam kamus kepemimpinannya, sebab dia telah mengetahui semua kepastian dan mengerti untuk dikerjakan secara benar.
Sikap ragu haruslah dihentikan secara mutlak, tanpa memberi ruang hidup buatnya dalam diri Anda. Buatlah diri Anda sebagai pemimpin yang diterangi oleh cahaya optimis dan percaya diri yang tinggi. Pastikan Anda telah melenyapkan sikap ragu dari mental dan memori pikiran bawah sadar Anda untuk selama – lamanya. Pastikan Anda memimpin dengan segala kecerdasan, kecerdikan, dan kebijaksanaan yang berasal dari nilai kebaikan. Buatlah diri Anda menjadi pemimpin yang bersinar terang seperti bintang – bintang di langit, tanpa sikap ragu untuk sukses.

Untuk training dan seminar hubungi www.ninecorporatetrainer.com

Memimpin Membangkitkan Gairah Kerja

“Rutinitas Kerja Hanya Akan Mematangkan Keterampilan Dan Kemampuan Sebatas Apa Yang Selama Ini Dikerjakan, Tapi Tidak Mampu Menjawab Melebihi Batas Yang Ada.”- Djajendra

Memimpin perusahaan dengan efektif untuk membangkitkan gairah kerja dari semua kekuatan sumber daya manusia adalah tugas utama seorang pemimpin. Oleh karena itu, sejak awal pemimpin harus memotivasi semua kekuatan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan keterampilan kerja yang efektif, agar bisa mencapai keunggulan dalam semua aspek kehidupan organisasi, bisnis, dan sdm perusahaan.

Karyawan adalah faktor penting dalam aktivitas organisasi dan bisnis perusahaan, tanpa karyawan dan pimpinan dengan gairah kerja tinggi, maka perusahaan berpotensi kehilangan nafas untuk bisa berlari kencang dalam memenangkan kompetisi. Oleh karena itu, pemimpin tidak boleh membiarkan karyawan bekerja dengan pola pikir kebiasaan ataupun rutinitas, tapi harus melatih dan mengembangkan karyawan untuk menjawab semua tantangan dengan kemampuan dan keterampilan untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik. Kenyataan selalu menunjukkan bahwa rutinitas kerja hanya akan mematangkan keterampilan dan kemampuan sebatas apa yang selama ini dikerjakan, tapi tidak mampu menjawab melebihi batas yang ada.

Pemimpin tidak boleh berdiam diri sambil menunggu semua pertumbuhan kepribadian karyawan terjadi begitu saja secara alamia, sebab tidak ada kualitas tanpa belajar dan latihan. Oleh karena itu, pemimpin harus secara proaktif membangkitkan gairah kerja karyawan melalui pelatihan, pembelajaran, dan pencerahan atas semua tujuan perusahaan dan pekerjaan.

Pemimpin tidak hanya mengguruhi para karyawan dengan kata – kata penuh semangat, tapi pemimpin harus menunjukkan arah dan cara untuk menghasilkan kinerja maksimal. Gairah kerja yang tinggi hanya akan muncul ketika semua orang memiliki pengetahuan dan arah tujuan yang jelas dan sederhana.

Merupakan tugas terpenting dari pemimpin untuk menjadi pembimbing dan penunjuk arah bagi perjalanan para karyawan dalam mencapai hasil kerja terbaik. Tanpa campur tangan pemimpin, maka dapat dipastikan para karyawan hanya akan sibuk dengan pola kebiasaan dalam rutinitas kerja, yang bila dibiarkan terus hanya akan menghasilkan kebosanan dan penurunan gairah kerja secara drastis.

Pemimpin harus memiliki kesadaran tentang pentingnya peran pemimpin ditengah – tengah karyawan, sebagai penunjuk arah dan sekaligus sebagai motivator dalam menjaga keutuhan gairah kerja, untuk mencapai semua misi dan visi organisasi.

Menjadi pemimpin yang membangkitkan gairah kerja bukan persoalan sulit, hanya diperlukan kemauan dan kecerdasan untuk memahami realitas hari ini dan realitas masa depan. Apabila pemimpin memiliki kesadaran akan perubahan yang terus terjadi seperti gelindingan bola salju, maka pemimpin harus memiliki motivasi yang kuat untuk melatih dan mengembangkan semua potensi sumber daya manusia dengan konsisten dan penuh tanggung jawab.

Sumber daya manusia harus selalu mendapatkan wawasan baru, pengetahuan baru, keterampilan baru, motivasi untuk menghasilkan kualitas terbaik,  kebijaksanaan dalam melihat kehidupan pribadi dan pekerjaan secara utuh dalam satu kepentingan untuk sukses.

Pemimpin harus memiliki kepedulian terhadap semua kepentingan karyawan. Tidak boleh hanya melihat kepentingan organisasi saja, tapi juga harus melihat  kepentingan setiap individu karyawan. Artinya, kehidupan ekonomi dan kenyamanan kerja karyawan harus selalu menjadi prioritas yang tidak boleh di nomor duakan.

Pemimpin yang membangkitkan gairah kerja karyawan harus memiliki insting kepemimpinan untuk membaca tanda – tanda perubahan, agar bisa mempersiapkan kekuatan karyawan sesuai dengan tuntutan dari setiap situasi dan kondisi dengan tetap menjaga gairah kerja yang tinggi dan konsisten.

Menjadi pemimpin yang membangkitkan gairah kerja harus memiliki keterampilan untuk mengelola semua aspek kehidupan kemanusiaan secara nyata, dan tidak menganggap karyawan sebagai mesin tanpa perasaan.

Gaya kepemimpinan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dengan kecerdasan untuk membangkitkan gairah kerja, akan mampu menjadikan semua potensi dan energi dalam organisasi bekerja dengan sempurna.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menyebarkan Sikap Positif Dalam Organisasi

“Pemimpin Bermental Positif Adalah Pribadi Yang Mampu  Memberikan Hal-Hal Luar Biasa Buat Organisasi Dan  Manusia .” – Djajendra

Sikap positif adalah kunci untuk bisa memasuki dunia yang penuh dengan rasa gembira, bahagia, nyaman, damai, tenang, senang, makmur, bangga, cinta, kasih sayang, keyakinan, berhasil, menang, aman, sehat, bersyukur, dan segala hal lain dalam ukuran baik.

Organisasi itu sendiri seperti sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah lautan kompetisi untuk menciptakan keuntungan dan kemenangan.

Sebagai nakhoda kapal yang membawa harapan dan mimpi banyak orang, pemimpin harus cerdik dan cerdas dalam menakhodai kapal dalam bentuk organisasi yang efektif.

Pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar atas keselamatan organisasi dan masa depan dari semua stakeholders.

Pemimpin harus yakin dan percaya bahwa ia tidak akan lalai untuk menyebarkan sikap positif dalam organisasi, sebab sikap positif yang tersebar secara sempurna dalam organisasi, akan mendatangkan prestasi dan kinerja yang membahagiakan semua stakeholders tanpa terkecuali.

Pemimpin harus bisa bertindak sebagai panutan dengan mempertunjukkan keteladanan yang terpancar melalui sikap positif. Sikap positif akan menghidupkan semangat setiap orang untuk berpikir dan bertindak secara proaktif dalam segala aspek pekerjaan, dan harus bisa mengantar organisasi menuju sukses.

Pemimpin yang tidak peduli pada sikap positif, yang juga tidak peduli atas keberadaan orang lain, akan terpencilkan oleh kegagalan, dan dia pada akhirnya akan merasakan penderitaan dalam kesendirian.

Sikap positif tidak hanya akan membuat sebuah kepemimpin dihormati oleh banyak orang, tapi juga membuat jiwa sang pemimpin tidak kosong dan sunyi dalam kesepian panjang.

Dalam dunia nyata ada dua sikap kehidupan, yaitu sikap positif yang mewakili segala sifat optimis, prasangka baik, dan percaya diri dari segala kebaikan hidup. Dan sikap negatif yang mewakili segala sifat kecurigaan, ketidakpercayaan, kegagalan, dan keputusasahan dari segala keburukan hidup. Kedua sikap ini bukanlah takdir atau turun dari langit, dan secara terpaksa, tanpa pilihan harus Anda lakoni. Tetapi kedua sifat tersebut berasal dari diri Anda sendiri, yang muncul akibat perilaku dan persepsi negatif terhadap potensi orang lain.

Bila Anda cerdas mengisi jiwa, pikiran, dan raga dengan sifat positif, maka Anda pasti memaknai kehidupan ini dari sisi kebaikan, dan selanjutnya Anda juga akan mampu menjadi pemimpin unggul yang sukses menyebarkan sikap positif ke dalam setiap sudut organisasi, dan ke setiap jiwa, pikiran, dan raga, yang ada dalam organisasi.

Pemimpin tidak boleh berdiam diri melihat organisasi berjalan tanpa arah tujuan, dan pemimpin harus memiliki sikap yang bisa merangkul semua orang untuk menuju arah yang benar.

Pemimpin harus bertindak dengan niat baik terhadap semua kepentingan melalui langkah – langkah yang harus dilakukan tanpa pilih kasih, jangan ada sikap negatif yang menutupi semua aspek kepemimpinan yang profesional. sikap negatif biasanya muncul dalam wujud saling curiga, tidak percaya, kecewa, kekurangan, kecurangan, kesendirian, kebingungan, amarah, stres, sakit hati, bertutur kata kasar, egois, cari menang sendiri, tidak peduli, dan masih ada banyak lagi sikap negatif yang bisa menghambat keberhasilan organisasi mencapai puncak sukses.

Pemimpin harus bisa menjadi contoh dari perilaku sikap positif tersebut, dan pemimpin harus bisa menghapus semua sikap negatif dari tubuh organisasi secara sempurna melalui pencerahan terhadap semua aspek kehidupan organisasi dengan sikap dan kultur positif, melalui tindakan yang efektif dan berintegritas.