10 Tips Untuk Kehidupan Yang Berkualitas

“Dalam Diri Anda Yang Berkualitas Ada Sumber Kekuatan Untuk Meraih Keberhasilan Tertinggi.” – Djajendra

Kehidupan yang berkualitas memerlukan daya tahan diri yang unggul untuk memenangkan setiap tantangan hidup. Diperlukan keseimbangan diri dengan aliran nilai-nilai kehidupan berkualitas untuk menciptakan diri yang kreatif, tangguh dan unggul. Bila diri Anda berkualitas, maka semua perjuangan untuk mewujudkan harapan, mimpi dan cita – cita akan menjadi mudah. Sebaliknya, apabila kualitas diri Anda rendah, maka Anda akan sulit mewujudkan sebuah pola kehidupan yang membahagiakan diri Anda.

Berikut tips untuk kehidupan yang berkualitas:

1. Kendalikan pikiran dan perasaan untuk hidup dalam sebuah keseimbangan yang harmonis.

2. Perlambat irama kehidupan untuk dapat menikmati dan menghayati setiap gerak langkah menuju harapan dan cita – cita.

3. Lakukan gerak tubuh secara teratur yang mampu menggerakan semua fungsi dan komponen tubuh.

4. Makan secukupnya dengan porsi yang seimbang antara protein, karbo, lemak, mineral, vitamin, serat, dan jangan ikuti nafsu untuk makan berlebihan.

5. Miliki waktu secara teratur untuk menyatu dengan alam semesta, dan biarkan pikiran dan jiwa mengikuti irama alam semesta.

6. Secara teratur masuki dunia spiritual dengan kepercayaan dan keyakinan Anda.

7. Berkomunikasi dengan tubuh melalui intuisi agar Anda mengerti tentang perilaku dan kebutuhan tubuh Anda.

8. Kompromikan dengan energi tubuh Anda dalam mengejar harapan dan cita – cita.

9. Dekatkan diri Anda dengan Tuhan.

10. Setiap detik hiduplah dalam perasaan syukur dan terima kasih.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Manusia Kreatif

“Demi Kebaikan Ataupun Kejahatan, Manusia Adalah Roh Kreatif Yang Bebas. Ini Menghasilkan Dunia Aneh Di Mana Kita Tinggal, Dunia Yang Terus Menciptakan Dan Oleh Karenanya Terus Berubah Serta Terus Tidak Terjamin.”- Joyce Cary.
Novelis Asal Inggris, Yang Lahir Pada Tahun 1888 Dan Wafat Tahun 1957.

Sifat Kreatif Manusia Telah Mengantarkan Peradaban Kehidupan Manusia Dalam Berbagai Warna Budaya, Yang Kesemuanya Dapat Terlihat Dari Kehebatan Ras Manusia Untuk Menciptakan Zaman Keemasannya Dalam Setiap Zaman Kehidupan.

Manusia pada dasarnya selalu tertarik untuk mengetahui lebih dari pada secukupnya. Hasrat dan keinginan manusia untuk selalu mencari tahu segala hal secara mutlak, telah menjadikan manusia sebagai satu-satunya makhluk penghuni bumi yang suka mengambil risiko apapun demi untuk sebuah pengetahuan yang belum terjawab secara sempurna. Sebagai makhluk petualang sejati, manusia selalu harus menjadi lebih kreatif, agar mampu menaklukkan semua rintangan dan halangan yang menutupi rasa keingintahuannya. Manusia juga adalah satu-satunya makhluk bumi yang paling suka melakukan eksperimen terhadap semua hasrat keinginan, dan termasuk terhadap semua keragu-raguan, hanya untuk mendapatkan sebuah jawaban yang pasti, dan untuk itu apapun risikonya manusia pasti akan menempuh segala cara, walaupun taruhannya adalah nyawa sendiri. Manusia tidak akan pernah diam untuk berupaya keras dalam menciptakan sebuah ketertarikan sadar menjadi wujud realitas hidupnya. Sepanjang sejarah perjalanan hidup manusia hanya kreatifitaslah yang telah menyelamatkan ras manusia sebagai makhluk bumi yang paling survive dalam mengatasi kelangsungan hidup manusia dengan peradaban hidup yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Sifat kreatif manusia telah mengantarkan peradaban kehidupan manusia dalam berbagai warna budaya, yang kesemuanya dapat terlihat dari kehebatan ras manusia untuk menciptakan zaman keemasannya dalam setiap zaman kehidupan.
Manusia merupakan makhluk terunik dan terkreatif dalam menjalani kehidupannya. Dengan kekuatan memori otak bawah sadar, dan kecerdasan otak sadar telah menjadikan pikiran manusia sebagai kunci kreatifitas, yang melahirkan karya-karya peradaban yang luar biasa ajaibnya. Manusia juga memiliki sifat dasar sebagai makhluk duniawi dan sekaligus makhluk surgawi. Pikiran kreatifitas manusia telah menciptakan dua alam kehidupan, sebuah alam realitas di bumi ini yang penuh dengan kebutuhan akan realitas hidup ekonomi dan realitas hidup spiritual. Sedangkan alam lain adalah alam imajinasi akan kehidupan setelah mati. Sebagai makhluk dengan sifat kreatifitas yang luar biasa, manusia tidak rela mati tanpa makna, untuk itu kreatifitas akan nilai – nilai spiritual untuk persiapan memasuki keyakinan akan alam imajinasi setelah mati menjadi sangat kuat. Hal ini telah terjadi sejak berjuta – juta tahun yang lalu sampai hari ini. Kehidupan ekonomi dan kehidupan spiritual adalah seperti satu mata uang logam dengan dua sisi yang berbeda, tapi keduanya harus ada dalam satu nilai uang tersebut. Seperti itu juga manusia, sebagai makhluk ekonomi di satu sisi, dan di sisi lainnya sebagai makhluk spiritual, tapi kedua sisi tersebut merupakan nilai absolut manusia.
Sebagai makhluk yang bersifat kreatif, manusia selalu melangkah bersama keyakinan, kerelaan, kultur, sistem, dan prosedur, yang kesemuanya dibangun dengan rasa percaya diri yang tinggi dengan menghapus semua keraguan dan rasa takut gagal.
Kreatifitas memerlukan mental yang kuat dan kerelaan hati untuk mau bekerja keras demi sebuah obsesi tentang upaya mewujudkan sebuah mimpi menjadi nyata. Manusia kreatif bukanlah seseorang yang hidup dalam dunia pikiran ragu-ragu, tapi dia hidup dengan obsesi besar, dan berupaya keras untuk mewujudkan obsesinya menjadi realitas hidup.
Perlu diingat, semua sifat kreatif manusia itu muncul dari rasa ingin tahu, dan kemudian dilanjutkan melalui berbagai macam upaya, cara, metode, pemikiran, eksperimen, dan lain sebagainya, agar bisa mendapatkan sebuah pijakan dasar sebelum memulai perjalanan mewujudkan kreatifitas tersebut menjadi wujud atau bentuk nyata di dalam kehidupan ini.
Manusia selalu hidup dengan keinginan – keinginan yang terus muncul setelah keinginan satu terpenuhi, akan muncul keinginan berikutnya, dan semuanya seperti sebuah tuntutan hidup, yang akan memaksa manusia untuk menjadi lebih kreatif dalam menjawab semua keinginan tersebut. Agar setiap keinginan tersebut dapat diwujudkan secara baik, maka manusia harus mampu menghapus keraguan dan ketidakyakinan dari hati dan pikiran.
Sifat kreatif seringkali menjadi lebih kuat dan andal, bila sifat kreatif itu dilandasi oleh sifat ketertarikan yang luar biasa kuat atas sebuah obyek atau sasaran. Sifat ketertarikan yang menjadi obsesi besar terhadap sebuah keinginan, akan memandu kekuatan kreatifitas menuju keberhasilan.
Seperti kata – kata Joyce Cary, bahwa demi kebaikan ataupun kejahatan, manusia adalah roh kreatif yang bebas. Saya ingin menyarankan agar kreatifitas bebas manusia hanya dimanfaatkan untuk segala kebaikan, dan jangan pernah digunakan untuk segala bentuk kejahatan. Sebagai makhluk yang percaya kepada dua alam kehidupan, yaitu duniawi dan surgawi, maka manusia seharusnyalah membangun sifat kreatif positif untuk segala kebaikan, dan menghapus sifat kreatif negatif untuk menghilangkan segala kejahatan.

Untuk training / seminar hubungi www.djajendra-motivator.com

Keberanian Adalah Senjata Sakti Pemimpin

Seorang pemimpin yang andal lahir dari kekuatan keberanian terdalam dari dirinya, yang telah secara sempurna mampu menaklukkan semua rasa takut untuk selamanya. Sikap berani pemimpin merupakan senjata yang paling hebat dan paling sakti dibanding senjata yang lainnya. Pemimpin tanpa keberanian tidaklah pantas untuk disebut sebagai pemimpin, tapi lebih cocok disebut sebagai pak ketua. Keberanian itu haruslah sebagai sikap perjuangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dengan segala nilai kebenaran. Keberanian bukan berarti asal maju tanpa berhitung risiko, tapi keberanian itu adalah semua perilaku strategis yang telah terhitung secara akurat sebelum melangkah ketindakan lebih jauh. Keberanian itu tidak sama dengan nekat atau asal maju, yang tanpa memahami dan mengetahui segala hal secara sempurna, tapi keberanian itu sebuah sikap atau karakter yang didukung oleh data dan informasi yang benar. Bila keberanian di jiwa Anda itu bermakna nekat atau asal berani, tanpa mempelajari semuanya secara sempurna, maka sesungguhnya Anda sebagai pemimpin telah buta untuk melihat makna keberanian secara benar dan tepat. Keberanian itu harus ada dasarnya, harus ada manfaatnya, harus ada tujuannya, dan harus ada rencana matangnya. Keberanian seorang pemimpin merupakan sebuah nilai kualitas tertinggi dari kepemimpinan yang cerdas dan panutan.
Pemimpin tidak dilahirkan untuk menjadi seorang peragu dan pengecut, tapi pemimpin terlahir dengan sikap tegas yang fleksible dalam sebuah keberanian yang penuh dengan kerendahan hati. Pemimpin dengan senjata sakti “keberanian” selalu akan berpikir secara matang dan terukur sebelum bertindak secara tegas dengan senjata saktinya tersebut. Rasa keberanian dari seorang pemimpin sejati tidak mudah gemetar atau takut menghadapi ancaman maut dari realitas yang ada disekitarnya. Ia akan selalu mampu memotivasi dan membangun gairah perjuangan dari diri sendiri menuju kepada semua orang – orang yang ada disekitar dirinya.
Keberanian kepemimpinan dari seorang pemimpin sejati, akan selalu meningkat kualitasnya, sebab ia adalah seorang pembelajar yang selalu tahu diri untuk bisa merendahkan diri sejenak, agar mampu mengisi jiwa dan pikirannya dengan pengetahuan – pengetahuan baru yang memberinya wawasan akan arah yang benar. Dia seorang pemimpin yang penuh dengan gagasan dan informasi yang benar dan tepat guna. Dia juga selalu membuka hati dan pikiran untuk mendengar semua hal penting dari orang – orang lain.
Keberanian yang dimilikinya itu tidaklah membuatnya menjadi sombong dan kaku. Dia selalu menanam benih – benih keberanian melalui pengetahuan, kebijaksanaan, dan kebenaran. Dia selalu mampu meringankan beban berat orang disekitarnya, dan dia juga seorang pahlawan bagi semua pengikutnya. Keberanian yang ada di dalam dirinya, dijadikannya sebagai senjata sakti untuk menaklukkan ketakutan, keraguan, kebodohan, kemalasan, dan semua sisi negatif dari kehidupan ini. Dia adalah seorang ksatria dengan senjata sakti “keberanian” yang memaksa mundur semua rasa takut dari kehidupannya dan dari kehidupan orang – orang disekitarnya untuk selamanya.
Dia adalah seorang ksatria yang mampu membebaskan dirinya dan orang lain dari ketidaktahuan arti hidup.
Dia juga seorang pemimpin sejati yang tidak sombong untuk mengandalkan kekuatannya sendiri dalam mencapai kemenangan, sebab ia mengetahui dan memanfaatkan semua kehebatan dan keunggulan dari para pengikutnya.
Rasa keberaniannya telah menjadikannya sebagai pemimpin sejati yang mempercayai semua pengikutnya secara jujur dan setia dalam sebuah komitmen yang saling mengikat.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Supervisor Adalah Pemimpin

Supervisor pasti mengetahui bahwa tanpa kualitas kompetensi staf yang sesuai dengan karakter pekerjaan akan sulit untuk mencapai sebuah keunggulan dalam menghasilkan kualitas output kerja terbaik. Pada dasarnya, peran supervisor tidak harus terbatas sebagai koordinator atau pimpinan unit kerja saja. Supervisor harus lebih berani untuk menjadikan dirinya sebagai seorang pelatih yang profesional terhadap semua staf yang membantunya di unit kerja. Sebagai seorang pelatih atau coach, supervisor harus bisa menjadi teladan dan pembimbing yang andal bagi semua stafnya dalam menyelesaikan semua proses kerja sesuai dengan spesifikasi kualitas yang diharapkan dalam waktu yang sesingkat – singkatnya. Para bawahan akan mempercayai atasannya kalau mereka mengalami komunikasi interaktif yang positif secara langsung selama proses kerja berlangsung. Oleh karena itu, supervisor sebagai pemimpin yang sekaligus sebagai coach harus selalu berada disisi para bawahannya untuk membantu setiap kesulitan mereka, serta menjadi seorang motivator yang efektif dan produktif dalam mengarahkan semua staf ketujuan yang ingin dicapai.
Selama proses kerja berlangsung, supervisor harus secara proaktif mengawasi, memberikan arahan, dan bimbingan yang berlandaskan kepada kekuatan bahasa komunikasi yang positif, efektif, efisien, dan produktif. Supervisor sebagai coach yang profesional harus mampu memberikan strategi kerja terbaik untuk ukuran unit kerjanya, dan menghindari semua perilaku kerja yang tidak efektif dalam upaya mencegah semua ekses negatif terhadap semangat dan motivasi kerja. Sebagai coach yang baik, supervisor harus memastikan bahwa semua stafnya tidak bingung dengan tugas dan tanggung jawab mereka, dan mereka semua mengerti serta mengetahui dengan jelas peran dan fungsi yang harus meraka jalankan di unit kerja. Supervisor sebagai coach harus memberikan informasi yang jelas, dan menentukan semua informasi terpenting untuk dapat dimanfaatkan oleh para stafnya selama proses kerja berlangsung. Sebagai coach, dia harus mengajarkan kepada setiap stafnya untuk selalu melakukan kosentrasi penuh dalam arah dan fokus yang jelas. Semuanya itu dilakukan melalui latihan dan pembelajaran yang berkelanjutan dalam bahasa komunikasi yang sederhana, jelas, dan berulang. Dan setiap sasaran kerja baru harus selalu dimulai dengan mengajarkan semua strategi yang sesuai dengan karakter kerja tersebut. Supervisor harus selalu berperilaku proaktif terhadap semua kemungkinan risiko yang muncul atas sebuah keputusan strategis dalam proses menyelesaikan pekerjaan. Dan sebagai coach yang profesional, supervisor harus bisa melatih mental semua stafnya dalam upaya mengurangi rasa cemas dan meningkatkan komitmen bersama dalam unit kerja untuk bekerja secara efektif, efisien, kreatif, produktif, dan bersinergi di antara mereka semua.
Seorang coach yang baik haruslah memiliki integritas yang tinggi terhadap kepentingan unit kerjanya. Untuk dapat memiliki integritas, supervisor harus memimpin, mengkoordinasi, dan melatih semua stafnya dengan tingkat transparansi yang tinggi, serta konsisten dengan semua perilaku positif. Supervisor harus selalu memiliki keyakinan yang pasti dan jelas mengenai semua proses kerja yang sesuai dengan strategi dalam arah dan tujuan yang tepat sasaran.
Seorang supervisor yang profesional pasti akan selalu menghormati dan menghargai semua kerja keras dari para stafnya. Dengan menghargai dan menghormati kerja keras para staf, supervisor akan mendapatkan feed back positif dalam bentuk kredibilitas atas kepercayaan penuh yang diberikan oleh para staf kepadanya. Hubungan timbal balik seperti ini adalah sebuah komunikasi positif dalam menjadikan unit kerja lebih efektif, produktif, kreatif, dan efisien.
Supervisor sebagai seorang coach haruslah mampu melatih semua potensi dan kekuatan yang ada di dalam diri para stafnya secara tepat dan benar. Melatih itu harus melibatkan semua staf baik secara individu maupun secara kelompok unit kerja. Sebelum melakukan pelatihan, ada baiknya supervisor mendengarkan pendapat masing – masing individu, menanyakan sejumlah pertanyaan yang relevan dengan tugas, memahami dengan jelas dan benar tentang hal apa yang penting untuk segera dilatih atau dibimbing, memastikan semua staf berada dalam semangat tinggi untuk menerima latihan dan bimbingan, memastikan semua staf mau melakukan evaluasi bersama atas latihan dan bimbingan yang mereka terima, dan memastikan semua staf berkosentrasi dan terfokus untuk menerima semua materi latihan dan bimbingan secara ikhlas, tulus, dalam keyakinan penuh dan utuh.
Supervisor harus selalu memastikan bahwa semua stafnya tidak bekerja karena terpaksa. Tetapi mereka semua bekerja secara penuh dan utuh karena mereka dilandasi oleh semangat, motivasi, dan keinginan yang tinggi untuk menghasilkan output kerja terbaik. Untuk menjaga semua ini, supervisor harus selalu menjadi coach dan sekaligus pemimpin yang bijaksana agar mampu menjaga, merawat, dan melatih semua stafnya untuk selalu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, tidak ragu kepada kemampuan diri sendiri, selalu tumbuh bersama kualitas terbaik, berpikir optimis dan positif terhadap masa depan yang cemerlang.
Supervisor adalah coach bagi semua stafnya merupakan sebuah paradigma yang harus dijadikan sebagai etos kerja positif dalam memberdayakan unit kerja Anda. Supervisor sebagai pemimpin terbaik zaman sekarang adalah seorang coach yang mampu membimbing dan melatih semua kebutuhan para bawahannya agar mereka mampu bekerja secara optimal. Sudah tidak zamannya lagi supervisor hanya menyuruh itu dan ini kepada para stafnya tanpa mengajarkan strategi kerja terbaik dalam unit kerja. Tuntutan organisasi hari ini dan hari esok mengharuskan seorang supervisor untuk menjadi pemimpin unit kerja yang proaktif terhadap setiap gerak kerja organisasinya. Katakan selamat tinggal kepada model supervisor yang memerintah secara pasif dari belakang meja kantor. Katakan selamat datang kepada model supervisor yang proaktif dalam pola kerja yang bersinergi.

Untuk training dan seminar hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Yang Menciptakan Sinergi Terbaik

“Rangkaian Hubungan Yang Menciptakan Nilai Tambah Buat Organisasi Adalah Rangkaian Yang Harus Dibangun Oleh Kecerdasan Kepemimpinan.” – Djajendra

Pemimpin lahir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik dan memiliki anugerah untuk menjadi energi baik buat semua orang. Pemimpin harus lahir bersama integritas untuk menyatu ke dalam keragaman bersama semua kebaikan. Pemimpin harus menyatukan diri dengan semua orang yang dipimpin dalam satu kekuatan besar untuk menghasilkan kinerja terbaik.
Pemimpin harus membangun sebuah kekuatan dahsyat yang menghubungkan setiap potensi orang lain dalam sebuah keharmonisan untuk menghasilkan nilai tambah.

Pemimpin harus menjadikan dirinya sebagai sosok sentral untuk memberdayakan, menyatukan, dan menggerakkan setiap potensi sukses sumber daya buat menghasilkan nilai tambah kehidupan dengan berkualitas.
Dalam mengelola semua keragaman dan perbedaan, pemimpin harus secara proaktif  mengajarkan prinsip hidup untuk saling menghargai semua perbedaan, dan mengurangi konflik atas semua perbedaan tersebut. Lalu, memotivasi proses kreatifitas yang melibatkan semua orang dan berharap semua pihak berkontribusi terhadap masa depan yang lebih gemilang.

Pemimpin harus menghindarkan semua orang untuk bekerja bersama nilai-nilai organisasi yang usang dan statis. Dan secara proaktif, pemimpin wajib mendorong setiap orang untuk bekerja bersama nilai-nilai organisasi terbaru dalam kedinamisan nilai-nilai baru yang hebat. Pemimpin harus mengarahkan setiap orang untuk selalu belajar dan terlibat secara aktif dalam proses penciptaan nilai tambah.

Pemimpin harus bekerja dengan melihat persepsi banyak orang dalam wawasan yang luas terhadap semua kemungkinan yang ada; menjadi seorang penggerak organisasi yang mampu membangkitkan antusiasme dan motivasi tertinggi banyak orang; menjadi pengikat kekuatan emosional semua orang untuk berjuang menghasilkan karya terbaik; membangun budaya kerja yang berprinsip kepada cara berkomunikasi positif secara sinergistik. Pemimpin harus memotivasi semua orang untuk tulus membuka pikiran, hati, dan keyakinan untuk mengembangkan semua potensi baru, alternatif baru, pilihan baru melalui kreatifitas dan inovasi unggulan.

Pemimpin harus melibatkan semua orang untuk mendapatkan jawaban dan hasil terbaik dari setiap solusi, lalu melakukan pendistribusian hasil terbaik melalui kekuasaan dan kontrol yang jelas dan sederhana.
Pemimpin harus bekerja efektif dengan mengelola semua kekuatan dan menghilangkan semua kelemahan dalam setiap proses kerja. Dan selalu menjaga kesatuan dan keutuhan sumber daya manusia dalam sebuah hubungan kerja yang harmonis.

Pemimpin harus menjadi energi kolaborasi dengan semua kekuatan sumber daya, sebagai pemimpin ia harus menunjukkan kekuatan  untuk bekerja melewati semua batasan dan mampu membangun hubungan kerja yang harmonis antara unit kerja dalam sebuah rangkaian gerbong organisasi yang utuh dan penuh. Tidak boleh ada bagian organisasi yang terpisah – pisah, semua kekuatan organisasi harus menjadi satu kesatuan yang utuh.

Pemimpin harus mengembangkan keterampilan sumber daya manusia untuk menghasilkan kualitas terbaik, dan membawa organisasi ke puncak kinerja terbaik.

Pemimpin harus mewujudkan kemitraan kerja antara semua kekuatan dan potensi sumber daya manusia dalam sebuah semangat dan motivasi kerja yang mengedepankan keharmonisan hubungan kerja yang efektif, kreatif, dan efisien, dalam sebuah sinergi yang tulus, ikhlas, beretika, dan cerdas.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Pemimpin Itu Dialog, Bukan Monolog

Pemimpin dilahirkan dari rahim komunikasi, untuk itu carilah titik komunikasi termaksimal agar mampu melakukan dialog dan mendengarkan semua dialog secara wajar dan berjiwa besar. Ketika pemimpin melupakan semua dialog dan mulai gemar dengan monolog, maka dia telah menjadi seorang tiran yang sangat diktator.
Pemimpin lahir untuk mengurus orang lain. Pemimpin tidak dilahirkan untuk mengurus dirinya melebih mengurus orang – orang lain. Seorang pemimpin dilahirkan bersama takdir untuk mampu melakukan semua kebaikan melalui dialog yang jujur dan terbuka dengan semua orang. Pemimpin yang membatasi dirinya dengan tembok – tembok kekuasaan dan tembok komunikasi monolog, maka sesungguhnya dia bukan lahir sebagai pemimpin. Tetapi dia lahir sebagai seorang tiran yang telah secara sadar merampok semua makna kepemimpinan sesungguhnya. Pemimpin adalah kejujuran dan energi yang lahir dari semangat untuk menyelesaikan semua perbedaan melalui dialog yang menyejukkan hati dan pikiran. Tidak ada dendam, tidak ada kekerasan, tidak ada kemarahan. Dia lahir bersama dialog yang menyinarkan cinta dan kasih sayang kepada semua orang.
Dalam kehidupan masa depan yang cerah, kepemimpinan dialog harus menjadi simbol pengelolaan keragaman kehidupan umat manusia. Perkembangan teknologi komunikasi telah membuat dunia yang sebelumnya sulit dijangkau sekarang hanya dalam hitungan detik sudah bisa diakses kemana – mana. Kehidupan sebagian Komunitas manusia di dunia ini sudah sangat cerdas untuk mengukur standar kehidupan terbaik mereka melalui kekuatan teknologi komunikasi yang terus berkembang tanpa henti. Dalam kondisi seperti ini sudah tidak wajar lagi apabila masih ada pemimpin yang memperaktekkan gaya kepemimpinan monolog.
Kepemimpinan dialog harus mampu menghasilkan sebuah pertumbuhan yang berkosentrasi kepada partisipasi semua orang secara maksimal untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan kehidupan yang lebih baik. Dalam sebuah zaman seperti sekarang yang menjadikan kreatifitas dan efektifitas sebagai jalan menuju keberhasilan harus dapat dikomunikasikan secara optimal agar semua tugas dan tanggung jawab dari setiap orang dapat dikerjakan atau dijalankan secara maksimal.
Kepemimpinan dialog harus mampu menciptakan definisi organisasi secara lebih jelas agar partisipasi semua orang di dalam organisasi tersebut dapat dirasakan manfaatnya. Tidak boleh ada lagi penyembunyian informasi – informasi yang bersifat tidak terlalu rahasia untuk dipergunakan dan dimanfaatkan oleh semua orang dalam menunjang keefektifitasan sebuah dialog. Tanpa informasi yang relevan dan benar, maka semua dialog yang memiliki niat baik akan hilang tanpa arah. Informasi yang benar, akurat, dan tepat adalah kunci utama dalam proses kepemimpinan dialog.
Kepemimpinan dialog mengutamakan kerjasama yang harmonis dalam hubungan kerja yang saling mengutamakan dialog sebagai kunci pemecahan semua masalah yang ada di lingkar dalam dan lingkar luar organisasi.
Kepemimpinan dialog harus dilandasi visi dan misi yang jelas dalam sebuah tata cara kerja yang efektif dan efisien agar mampu mendorong sang pemimpin menjadi seorang komunikator ulung dan efektif dalam memberdayakan semua ide dan energi sukses ke dalam misi dan visi organisasi.
Hal paling mendasar yang perlu diingat oleh seorang pemimpin dialog adalah budaya tulus dan ikhlas dalam sebuah konsistensi sikap dan perilaku yang terfokus kepada hasil terbaik tanpa merugikan pihak manapun.
Pemimpin dialog adalah seorang arsitek komunikasi tercanggih yang selalu mampu meyakinkan siapapun untuk tunduk kepada kehebatan kata – katanya. Rangkaian kata – katanya adalah senjata paling hebat dalam memastikan semua orang berdiri di setiap sisi dirinya. Dia adalah seorang pemimpin yang menjadikan empati sebagai bahasa hati yang mampu menyatukan semua persepsi yang berbeda.
Kepemimpinan dialog selalu memerintah dengan terlebih dahulu mempelajari semua aspek penunjang kinerja optimal dan kemudian semua aspek tersebut akan diperhatikannya lagi melalui evaluasi secara mendalam untuk mampu mengukur semua potensi risiko dan perubahaan yang menciptakan ketidakpastian.
Dalam era banjir informasi ini, semua pemimpin dialog harus berhati – hati terhadap informasi – informasi yang tidak benar dan tidak tepat untuk dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan penting. Kepemimpinan dialog harus mampu menjadi jembatan emas bagi perjalanan sukses banyak orang.
Kepemimpinan dialog…..bukan monolog adalah sebuah pesan kepada para pemimpin dan calon pemimpin dalam bidang apapun untuk selalu menyelesaikan semua persoalan secara efektif dan efisien melalui komunikasi dialog yang saling mendorong keberhasilan yang diharapkan dalam wujud kinerja terbaik.

Saat Pemimpin Kehilangan Wibawa

Ketika seorang pemimpin kehilangan wibawa, maka semua kepercayaan dan keyakinan yang diperolehnya dari orang lain akan lenyap dan terhapus begitu saja tanpa ada lagi penghormatan dan pujian.

Kewibawaan seorang pemimpin hidup dalam roda kehidupan yang terus berputar tanpa pernah berhenti sejenak pun untuk beristirahat. Tidak pernah ada kata maaf buat kekeliruhan dan kesalahan yang di buat oleh pemimpin. Pemimpin adalah simbol sebuah mitos kehebatan, dan oleh karenanya semua pengikutnya tidak ingin pemimpinnya menjadi tidak sempurna. Setiap pengikut memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap kewibawaan pemimpinnya dalam memuaskan semua kebutuhan yang mereka harapkan dapat diberikan oleh pemimpin pujaan mereka.

Walaupun demikian, pemimpin adalah seorang anak manusia yang pasti tidak sempurna untuk memberikan semua kebutuhan dan harapan pengikutnya secara maksimal. Pemimpin hanya seorang koordinator yang memiliki kekuasaan tertinggi untuk menciptakan aturan – aturan agar dipatuhi secara baik oleh semua pengikutnya. Artinya seorang pemimpin ada karena dia mampu menyihir semua pengikutnya untuk bekerja keras dengan semangat dan motivasi yang tinggi agar semua aturan dan kebijakan yang di buat sang pemimpin dapat diterjemahkan dan dikerjakan secara optimal oleh semua pengikutnya. Pemimpin tidak pernah mampu melakukan semuanya seorang diri, dia hanya sebuah simbol dari semangat dan motivasi untuk berkarya dan bekerja demi sebuah misi. Pemimpin hanya otak dari semua tenaga dan kekuatan para pengikut yang dengan sukarela mengabdikan diri mereka untuk diperintah dan dimanfaatkan oleh sang pemimpin demi menjadikan misi mereka sukses seperti yang mereka harapkan. Pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar kepada para pengikutnya untuk menjadikan semua harapan dan misi yang sedang mereka kerjakan sebagai realitas yang menghasilkan buah manis atas semua perjuangan dan kerjakeras mereka selama ini. Sekali pemimpin mengingkari semua harapan dan mimpi – mimpi para pengikutnya, maka semua wibawa yang dimilikinya akan lenyap bersama rasa kecewa dan marah dari para pengikutnya.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, wibawa bermakna pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. Saya sendiri lebih suka menterjemahkan makna wibawa secara bebas, yaitu wibawa berarti karakter seseorang yang menggambarkan nilai karismatik diri yang mampu menyihirkan aura nilai – nilai kebaikan kepada orang lain, yang mengakibatkan orang – orang lain tersebut menjadi patuh untuk mengikuti semua ucapan dan perintah sang pemilik wibawa tersebut. Dan Anda sendiri pun boleh menterjemahkan makna wibawa menurut versi Anda, agar kita semua tidak selalu berpikir dalam batas kotak sempit.

Sejarah telah mencatat dari sekian milyar orang, ada segelintir pemimpin yang berhasil mencuri hati sejarah, yang membuat mereka tetap eksis dalam segala jaman kehidupan umat manusia. Walaupun kita tahu bahwa mereka adalah para pemimpin produk masa lalu. Tetapi roh dan nilai – nilai kehidupan mereka tetap eksis dan hidup dalam penghargaan tertinggi masa kini. Pemimpin tetap abadi oleh nilai – nilai kehidupan kepemimpinan mereka, dan banyak di antara mereka telah dijadikan mitos dan simbol kehebatan kepemimpinan. Walaupun sebagian dari pada mereka mungkin pernah hidup ribuan tahun lalu, tetapi oleh kekuatan pena sejarah, mereka tetap abadi di hati manusia hari ini dan hari esok. Kewibawaan mereka tetap terjaga abadi, walaupun mereka sudah tidak secara langsung mengeluarkan perintah untuk dipatuhi. Tetapi mereka telah menjadi inspirasi dan cermin tempat kita semua berkacadiri.

Ambisi setiap orang untuk menjadi pemimpin hebat, seringkali malah menyesatkan mereka ke dalam perilaku sempit dan semu. Banyak sekali para pemimpin bersikap menjaga wibawa agar dia disegani dan dihormati oleh para pengikutnya. Jas, dasi, baju bermerek mahal, ruang kerja sangat besar, mobil mewah, sekretaris lebih dari tiga orang, pengawal pribadi, dan sederet asessoris lainnya telah dijadikan sebagai alat untuk menjaga wibawa kepemimpinan mereka. Padahal kewibawaan lahir dari karakter yang melayani semua orang lain secara jujur dan tulus dalam sebuah integritas dan kredibilitas yang tinggi.

Saya ambil contoh seorang pemimpin bernama Muhammad Yunus sang pemenang Nobel yang saya kagumi bersama Grameen Banknya telah membuat dirinya yang tidak dibungkus oleh kemewahan mendapatkan penghormatan dan penghargaan dari seluruh pelosok dunia untuk seribu kebaikannya atas integritasnya dalam mengentaskan kemiskinan. Muhammad Yunus adalah simbol pemimpin yang tetap berwibawa dalam kehidupan kesederhanaannya.
Dalam dunia korporasi banyak sekali peristiwa roda kepemimpinan yang selalu menyisahkan seribu satu cerita. Ketika seorang pemimpin sedang berkuasa, maka antrian dari staf dan tamu yang menunggu biasanya sangat panjang. Tetapi ketika sang pemimpin kehilangan jabatan dan kekuasaan, lalat pun enggan mampir ke ruang kerjanya. Cerita para pemimpin dalam dunia korporasi atau dunia bisnis adalah kisah – kisah yang tidak terungkap oleh sejarah, padahal disitulah kita bisa belajar tentang pahit getir, dan manis indahnya cerita perjalanan para pemimpin bersama roda kehidupan kepemimpinan yang sering sekali secara sadis dan tegah menggilas nasib mereka sebagai pemimpin.

Wibawa seorang pemimpin yang dibungkus dengan berbagai asessoris dan atribut yang menciptakan jarak antara dirinya dan yang dipimpinnya, apabila terjadi sesuatu, hanya dalam hitungan detik semua wibawanya bisa hilang oleh rasa tidak percaya dan tidak patuh dari para pengikutnya. Sebab selama ini wibawa sang pemimpin tersebut dibungkus oleh rasa takut dan terpaksa untuk mengikuti semua perintahnya, dan bukan karena rasa hormat atau pengabdian tulus dari pengikutnya yang menyerahkan diri mereka secara ikhlas dan tulus untuk diperintah oleh pemimpinnya.

Wibawa adalah tentang bagaimana seorang pemimpin mampu melayani semua pengikutnya dengan cerdas, tulus, ikhlas, bermanfaat, dan tanpa pernah mengingkari sedikitpun dari semua komitmen dan janji – janji yang telah terucap dari mulutnya. Jangan pernah menjaga wibawa dengan atribut dan asessoris, tetapi jagalah wibawamu dengan mengerjakan semua komitmen dan rencana secara utuh dan penuh dengan semua nilai – nilai kebaikan yang tidak pernah diperdebatkan akan manfaatnya untuk semua orang.

KepemimpinanYang Berempati

“Empati Berarti Mampu Menyatu Secara Emosional Ke Dalam Emosional Orang Lain.” – Djajendra

Empati? Kalau kita membuka kamus bahasa Indonesia, empati bermakna keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya di keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Nah, apakah mungkin pemimpin dengan kekuatan dan kekuasaan di tangannya memiliki empati pada  bawahannya?

Mahatma Gandhi adalah sebuah contoh pemimpin yang berempati kepada masyarakatnya. Beliau menanggalkan jas dan dasi, untuk kemudian memakai pakaian yang sangat sederhana, dan menyatu kepada masyarakatnya, dalam empati yang sempurna. Mahatma Gandhi juga adalah seorang pemimpin yang menyatu dalam kesadaran tertinggi untuk melayani orang lain dengan tulus, ikhlas, dan tanpa pamrih.

Kepemimpinan yang berempati berarti bisa memahami perasaan dan pikiran pengikutnya, atau mampu merasa senasib dengan pengikutnya dalam perjuangan menuju cita – cita dan harapan bersama.

Empati adalah sebuah nilai kehidupan yang dapat menghubungkan emosi pemimpin dengan pengikutnya untuk menghasilkan sebuah kekuatan mental dalam perjuangan meraih keberhasilan.

Empati menciptakan penyatuan persepsi dalam memandang setiap keadaan melalui kesadaran arah dan visi yang  sama. Empati juga merupakan salah satu sumber kredibilitas kepemimpinan yang dapat mendorong organisasi untuk memiliki keyakinan yang kuat untuk mencapai semua rencana sesuai misi, visi, dan nilai – nilai yang diusung bersama.

Pemimpin bukanlah superior, pemimpin adalah koordinator, motivator, fasilitator, dan evaluator
bagi seluruh pengikutnya dalam kerja sama yang bersinergi untuk dapat mencapai rencana, misi, dan visi yang telah disepakati. Empati diperlukan sebagai alat pengikat kebersamaan antara pemimpin dengan bawahan. Ikatan kebersamaan yang harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman dalam hubungan yang saling percaya di dalam organisasi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com