SIKAP PEMIMPIN DALAM MENGHADAPI RESESI.

Pemimpin bisnis mana yang tidak takut dengan resesi, semua pemimpin bisnis pasti gemetar mendengar kata resesi. Sebab, resesi berarti kelesuan panjang di semua aspek kegiatan ekonomi, seperti tidak bergeraknya sektor perdagangan dan industri. Akibatnya, akan menurunkan omset bisnis, ketakmampuan perusahaan untuk membayar gaji pegawai, pengangguran semakin besar, dan daya beli semakin merosot.
Resesi merupakan sebuah peristiwa ekonomi yang secara tak terduga muncul, untuk mengoreksi ambisi – ambisi yang berlebihan dari para pebisnis. Resesi dapat dihindari asal negara bisa menjaga semua warga negaranya produktif menghasilkan nilai tambah ekonomi, serta peredaraan uang dapat terdistribusi secara merata kepada semua masyarakat, tetapi hal seperti ini sulit untuk diimplementasikan. Nafsu dan ambisi pribadi untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin, serta melakukan praktik kegiatan ekonomi semu adalah beberapa dari banyak faktor – faktor lain yang memicu terjadinya resesi.
Dalam tulisan ini kita tidak membicarakan persoalan ekonomi, tapi kita akan melihat bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap dalam menghadapi resesi.
Pemimpin adalah seorang yang dipercaya dan diyakini oleh para bawahan, untuk menyelamatkan mereka dari setiap keadaan sulit. Dan, ketika resesi tiba, pemimpin tidak boleh panik, tapi pemimpin harus bersikap lebih bijaksana dan hati – hati. Jelas, resesi akan menciptakan berbagai macam kesulitan keuangan dan pemasaran. Daya beli yang menurun, dan cash flow yang sulit merupakan hal yang umum dalam resesi ekonomi.
Pemimpin harus sadar bahwa resesi pasti berlalu, tapi perlu waktu. Dalam keadaan resesi pemimpin harus bisa menentramkan rasa kuatir dari semua orang di dalam organisasi, pemimpin juga harus bisa berdiri tegar dan kokoh, untuk menyemangati semua bawahannya, untuk menjadi lebih tegar dan lebih kuat. Sebab, kesulitan -kesulitan yang dihasilkan resesi hanyalah sebuah keadaan sementara, yang perlu diatasi dengan pikiran jernih dan sabar.
Kepanikan yang berlebihan dan rasa takut, hanya akan membuat semua orang di dalam organisasi menjadi gusar dan tidak percaya diri. Pemimpin harus mengambil sikap yang tegas, antara lain, membuat semua gerak dan langkah organisasi menjadi lebih efisien, menjaga semangat dan keharmonisan kerja, mengurangi beban organisasi secara bertahap, dan menjaga cash flow dalam batas aman.
Pemimpin harus selalu membuat rencana alternatif, untuk bisa mengatasi terjadinya hal – hal terburuk. Pemimpin tidak boleh menciptakan rasa cemas dan rasa takut dilingkungan organisasi, sikap optimis dan perilaku penuh hati – hati adalah hal yang diperlukan organisasi dalam menaklukkan resesi.
Resesi bisa datang kapan saja, dan mengoreksi apa saja, tapi pemimpin sejati selalu mempersiapkan dirinya untuk mengatasi semua ancaman maut dari resesi. Pemimpin sejati tidak pernah gentar dengan resesi, ia akan mempersiapkan mental sumber daya manusianya, untuk selalu bersemangat dalam melewati masa – masa sulit bersama resesi.
Resesi hanyalah keadaan ekonomi sulit sesaat, yang pasti berlalu. Pemimpin cerdik tidak akan tenggelam bersama resesi, pemimpin cerdik selalu bangkit dan mempersipkan pasukannya untuk menaklukkan resesi.